Printilan UK

Ready to (Dora the) explorer…

Dari hasil pencarian browsing kesana-kemari, kenyataannya informasi detail nan kumplit tentang UK terasa sedikit sulit. Dominasi informasi beredar dengan bahasa utama Inggris. Kalau bahasa Inggrisnya mudah dicerna, insyaallah bisa dipahami dengan baik dan benar. Tapi begitu bahasanya njelimet, lambaikan tangan ke kamera deh. Nyeraaahhh sayaaaahhh….! *sodorin link ke Didit*

Pencarian informasi sudah dimulai dari 6 hingga 7 bulan sebelumnya. Gesit banget yah gw?!?!?!
Tapi begitu mendekati hari H-nya, informasi yang terekam di otak sudah menguap. Alhasil harus memulai browsing dari awal lagi. Jompo sayaaahhh…. Gyrus-gyrus otaknya sudah tampak menggepeng.

Baiklah, kembali ke topik…
Di postingan kali ini, gw akan sedikit mengupas beberapa informasi yang kami gunakan selama di UK.
Mohon maaf lahir batin kalau informasinya akan sedikit nanggung dan tidak detail seperti informasi trip ke Jepang.

Transportasi

Selama di London kami selalu menggunakan transportasi kereta bawah tanah yaitu London Underground alias tube. Alasan utamanya karena dengan menggunakan tube kami bisa memprediksikan berapa lama waktu perjalanan serta terbebas dari kemacetan. Beda perihal dengan bus, walaupun penampakannya tampak sangat keceh dan tarifnya lebih murah namun kemacetan jalanan yang tidak bisa diprediksikan membuat kami menghindari penggunaan transportasi bus.

London Underground merupakan kereta api bawah tanah pertama di dunia yang dibuka oleh The Metropolitan Railway pada tahun 1863. Hingga 150 tahun kemudian, jalur London Underground terus berkembang mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat kota London.

Jalur London Underground memiliki 11 jalur tube dan 1 Docklands Light Railway (DLR) dimana terbagi menjadi 9 travel zone yaitu zone 1 berada di pusat kota sedangkan zone 6-9 berada di pinggir kota London.

Untuk menggunakan transportasi tube, kita dapat membeli tiket dengan berbagai macam jenis pembelian di antaranya :

  1. Single ticket
    Tiket ini merupakan jenis tiket untuk sekali perjalanan. Harga single ticket akan lebih mahal jika dibandingkan dengan harga single ticket dengan menggunakan Oyster Card yaitu 4,9 £ untuk perjalanan di zone 1-3,  5,9 £ di zone 1-5 dan 6 £ di zone 1-6.
  2. Oyster card
    Oyster card merupakan kartu yang sama fungsinya seperti e-Money, Tap-cash, Ez-Link, Suica ataupun Pasmo. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran tiket tube, bus, tram, DLR dan London Overground. Dari informasi yang bertebaran, Oyster Card di klaim sebagai salah satu cara termurah dan paling fleksibel untuk melakukan perjalanan di London.
    Dengan membayar deposit sebesar 5 £, kita tinggal top up kartu dan sudah dapat langsung menggunakan Oyster Card. Untuk single ticket dengan menggunakan Oyster Card dikenakan tarif 2,4 £ untuk tube dan 1,5 £ untuk bus. Jika kalian sehari penuh menggunakan kartu ini dengan minimal melakukan perjalanan sebanyak 3 kali maka kalian hanya membayar tarif maksimum (dikenal dengan istilah Daily Cap) sebesar 6,6 £ untuk tube dan 4,5 £ untuk bus.
  3. Contactless debit/credit card
    Pada dasarnya, kartu ini mempunyai sistem pembayaran yang sama dengan Oyster Card namun yang membedakan adalah Contactless menggunakan debit atau kartu kredit.
  4. Visitor Oyster Card
    Kartu ini sama fungsinya dengan Oyster Card, bedanya kartu ini dapat dibeli secara online sebelum kalian tiba di UK dan langsung dapat digunakan setiba di UK. Harga Visitor Oyster Card yaitu 3 £ (exclude ongkos kirim) dan sudah diisikan dengan saldo yang kalian pilih sebelumnya yaitu 10 £, 15 £, 20 £, 25 £, 30 £, 35 £, 40 £ atau 50 £.
  5. Travelcard
    Merupakan salah satu pass yang bisa digunakan untuk tube, kereta lokal, DLR, London overground dan bus dengan batasan zona tertentu. Jenis pass yang disediakan terdiri dari one day pass, weekly dan monthly. Untuk penggunaan di zone 1-2 one day travelcard sebesar 12,3 £, weekly travelcard untuk tube sebesar 33 £ dan weekly bus pass sebesar 21,2 £ sedangkan monthly travelcard di zone 1-2 sebesar 126,8 £.

Dikarenakan London Underground merupakan cikal bakal sistem subway di negara-negara maju lainnya, rasanya akan terlihat wajar jika kita melihat kereta dan stasiun di London terasa jadul. Jika kalian membandingkan dengan subway di Jepang, tube di London sangat tampak tidak kekinian. Bentuk kereta yang membulat dan desain dalam kereta yang tampak sedikit penuh dengan kursi penumpang membuat tube tidak dapat membawa penumpang dalam jumlah yang sangat banyak. Sedangkan untuk area stasiun, sering sekali kami menemukan adanya jarak yang renggang ataupun ketinggian yang berbeda antara platform dan kereta. Ini akan sedikit menyusahkan untuk para orang tua yang membawa stroller ataupun pengguna tube dengan kebutuhan khusus.

Perpindahan di stasiun transit pun tidak serumit seperti subway di Jepang. Hanya saja karena didominasi oleh stasiun yang sudah berusia senja, kita akan lebih banyak bertemu dengan tangga daripada eskalator berjalan. Belum lagi penduduk disini berjalan sangat cepaaaattt, berasa uzur banget deh kalau jalan berdampingan dengan mereka. 😀

The tube
Platform
Inside of Tube – terasa sempit yah, apalagi jika kereta padat penumpang, badan mereka besar-besar, berasa jadi kurcaci 😀

Satu hal yang menjadi catatan, setiap kami akan keluar dari stasiun untuk menuju suatu tempat, dibeberapa stasiun yang gw sambangi, tidak banyak informasi petunjuk arah yang menunjukan nama tempat wisata. Petunjuk yang tesedia lebih banyak dengan menggunakan nama jalan.  Seperti contoh, ketika kami turun di Victoria Station untuk menuju Victoria Coach Station, kami sedikit kesulitan menemukan tulisan apakah kami keluar menuju Victoria Coach Station dari pintu exit A, B atau C. Yang tertulis di papan petunjuk pintu exit adalah nama jalan yaitu Victoria Street, Vauxhall Bridge Road atau Warwick Way. Alhasil ketika kami sudah tiba diluar stasiun, kami akan gelagapan sibuk mencari arah, mencari standing map terdekat ataupun membuka google map.

Bagaimana cara membaca line tube?

Platform northbound

Kalau dilihat di gambar di atas, posisi kami berdiri berada di stasiun Paddington. Tujuan perjalanan selanjutnya adalah menuju stasiun Kilburn Park yang jika dilihat dari Tube Map lokasinya berada di atas (arah utara) dari stasiun Paddington, oleh karena itu kami mengambil Northbound platform. Jika kalian ingin menuju stasiun King’s Cross St Pancras yang posisinya berada di sebelah kanan (arah timur) stasiun Paddington, maka kalian harus mengambil Eastbound platform. Begitu juga jika kalian akan menuju stasiun Oxford Circus yang posisinya berada dibawah (arah selatan) dari stasiun Paddington, maka kalian mengambil Southbound platform.

Tips :

  • Untuk mencari rute tube, bus dan rail, gw menggunakan bantuan aplikasi Citymapper. Sama dengan Hyperdia, aplikasi ini sangat membantu dalam menginformasikan jalur tube yang harus gw naiki, beberapa alternatif tube yang bisa digunakan, tarif yang harus gw bayar, berapa kali gw harus transit, jadwal kedatangan tube dan perkiraan tiba di tempat tujuan. Jika dalam posisi offline, aplikasi Citymapper akan menginformasikan offline maps serta jadwal tube.
  • Jika kalian melakukan perjalanan selama 1-5 hari, penggunaan Oyster Card atau contactless card lebih direkomendasikan sedangkan untuk perjalanan selama 7 hari disarankan menggunakan weekly travelcard.
    Okeh, mari kita bandingkan!
    Untuk penggunaan daily cap selama 5 hari berturut-turut yaitu hari 1 sebesar 6,6 £, hari kedua sebesar 13,2 £, hari ketiga sebesar 19,8 £, hari keempat sebesar 26,4 £ dan hari kelima akan dikenakan tarif 33 £, bandingkan dengan tarif weekly travelcard sebesar 33 £. Sedangkan untuk penggunaan daily cap di hari keenam sebesar 39,6 £ dan dihari ketujuh 46,2 £ dimana tarif weekly travelcard sebesar 33 £. Which one is better?
Citymapper #1
Citymapper #2
Citymapper #3

Website

Berikut ini adalah website yang sangat membantu perjalanan kami selama di UK, yaitu :

  1. Untuk informasi umum Great Britain dan London, kami mengecek https://www.visitbritain.com/gb/en dan http://www.visitlondon.com/
  2. Untuk informasi London Pass, bisa dilihat di https://www.londonpass.com/
  3. Untuk informasi makanan halal, kami membuka https://www.havehalalwilltravel.com/
  4. Untuk informasi transportasi kami membuka web https://tfl.gov.uk/

Internet

Dari pilihan pocket wifi dan sim card, banyak orang yang merekomendasikan menggunakan sim card. Akhirnya kami pun memilih sim card. Kami membeli sim card Lyca seharga 15 £ untuk 5 Gb, unlimited text dan unlimited call (UK only) di salah satu toko yang mengkhususkan diri menjual hape, sim card dan warnet. Sayangnya kami beberapa kali kesulitan mencari sinyal, loadingnya lama beeetuuullll terutama kalau kami berkutat mencari alamat dengan google maps. Wassalam deh!

Prayer room & Halal food

Merujuk percakapan gw dengan para sepupu, mereka meyakinkan gw bahwa akan mudah menemukan makanan halal dan masjid selama di London dan ternyata mereka benar. Namun hal yang tidak gw duga adalah pemandangan wanita berhijab menjadi pemandangan yang lumrah untuk gw lihat. Rata-rata mereka berasal dari jazirah Arab, Turki dan Afrika.

Mesjid pun cukup mudah kami sambangi. Selama di perjalanan, kami mendatangi 3 mesjid yaitu Edinburgh Central Mosque, Muslim World League dan Baitul Aziz Islamic Cultural Centre.
How to get there?
Pakai Google Maps dunk… 😀

Muslim World League London *Copyright of Google Maps*
Baitul Aziz Islamic Cultural Centre London *Copyright of Google Maps*

Bagaimana dengan makanan halal?
Browsing sanah-sinih dan informasi dari situs Have Halal Will Travel , cukup mudah menemukan makanan halal ataupun minimal muslim-friendly foods. Di beberapa tempat seperti Bayswater dan Shepherd’s Bush, jumlah restoran yang menjual makanan halal rasanya cukup banyak.
Sayangnya di daerah tempat kami menginap yaitu King’s Cross, tidak tersedia tempat makan yang menjual makanan halal. Entah memang ada tempat yang menjual makanan halal namun kami tidak terlalu memperhatikan ataupun memang memang tidak ada tempat tersebut.

Advertisements

3 thoughts on “Printilan UK

  1. Tapi sayangnya mbak2 berhijab itu tak semuanya bisa bahasa Inggris, Vik 😦
    Jadi teringat drama nyari London Central Mosque, entah kenapa google map di hp loadingnya gak bergerak padahal kayaknya udah tinggal beberapa bus stop lagi udah nyampe, pas mbak nanya ke mbak2 berhijab itu mesti turun di mana klo mau ke mesjid cuman dijawab geleng sambil ngomong pake bahasa mereka, huuu… Dan akhirnya kejadian kelewatan bus stopnya dan mesti balik kanan lagi padahal di tengah hujan dan pas banget gak bawa payung, hiks.. *jadi curhat 😀

    1. Hehehehe..
      Iya ya, mbak..?
      Pas di salah satu mesjid sempet ditanya oleh ibu-ibu yang asalnya dari Afrika. Nampaknya bahasa inggrisnya lebih okeh karena kita bisa saling komunikasi.. 😬
      Tapi sempet ketemu dengan salah satu pekerja imigran yang bermuka bule dan dia gak bisa bahasa inggris. Trs kitanya bengong ngeliat dia gak bisa ngomong inggris.. 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s