Itinerary UK

All ’bout UK!

Bermula dari wasapan jeng Uke dengan highlight yang sangat menarik ‘4 opsi untuk berlibur 2017’ di pertengahan bulan Agustus 2016, mulailah Uke membombardir gw dan Didit untuk merencanakan perjalanan di tahun 2017.

Hmmm…
Bahkan pada saat itu pun kami belum memulai perjalanan roadtrip ke Flores.
Gaya pisaaaaannnn, jeng….!
Uangnya turun dari mana iniiiihhh…?
Dari pohon toge? -_-

Mulailah kami melempar ide. Idenya pun gak nanggung-nanggung. Berasa punya gudang uang Paman Gober. Dari Eropa, UK plus Scotland, Bosnia, Albania, Iran, Maroko, Spanyol, Turki, Santorini, Canada, Bulgaria, Belanda, Nepal hingga Bhutan.

Hadeeeuuu…
Makin gak jelas deh tujuannya mau kemana.
Bucket list-nya kebanyakan sih. 😀

Uke yang makin ngebet mulai mengerucutkan pilihan :

  • UK dan Scotland
  • Maroko and a bit of Spain
  • Turki and bit of Greece
  • Belanda dan Maroko

Setelah itu wasap sunyi senyap kembali. Belum ada keputusan final kami mau jalan kapan dan kemana.

Selang 4 hari kemudian, Uke menggegerkan wasap dengan link berisikan informasi “ Garuda Indonesia : Special offers, 5 days special fares ” .

Tak lupa dengan kalimat penutup sebagai bumbu penyedap :
” London 9 juta! ”
” Mau ??? ”

Hmmm…
Gw pun menggalau.
Harga tiket yang S.A.N.G.A.T tidak murah.
Tapi ini tiket Garuda Indonesia.
Full service airlines.
Ke London pulak.
Gak pakai transit (lama).

…dan galaunya cuma setengah jam.
Setelah itu nekad.
Insyaallah masih ada 8 bulan purnama menunggu gajian.
Alias nabung, vikaaaaaa…..!!!!
Kekekek…

Mulailah kami grasak-grusuk mencari tanggal keberangkatan yang pas. Dengan biang kerok utama jatah cuti tahunan gw dan Didit yang minimalis bin irit, kami mencoba mengutak-ngatik tanggal. Harga tiket promo Garuda tersedia di tanggal 22-30 April 2017, 22 April-1 Mei 2017 dan 28 April-9 Mei 2017.

Sambil menunggu keputusan Didit, kami mulai diskusi tentang biaya hidup disana, persyaratan visa, biaya pembuatan visa serta berapa besar kemungkinan lolosnya pengajuan visa.

.
.
[Hening]
.
.

Pukul 20.38
*melirik wasap yang masuk…*
D : Mari eksekusi. Bismillah.
U : Siap.
G : Eksekusi, Ke. Bismillah.

…dan tiket Jakarta-London PP seharga 8,5 juta kami eksekusi malam itu juga.

Setelah itu, mulailah kami rusuh part 2. Agak-agak euphoria plus paranoid.

D : #timetofreakout #Londonbeibeh
G : Jantungan gw pas mesennya. Takut salah!
D : Gw yang baca eticketnya aja deg-degan
G : Big beeeennn, bianglala #eaaaa
U : Hadeeeuuuu ini siapa yang bikin itin? Buckinghaaaammm. Box telepon meraaaahhhh. Dataran tinggi Scotland!
G : Itu nanti, Ke. Santai dulu. Lebih deg-degan liat tagihan.
U : Gak usah di lihat, Vik. Dibayar aja.

Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya bertepatan dengan GaTF di tanggal 7-9 Oktober 2016, salah seorang teman kantor (yang kita panggil saja si Mawar Adek Dwi 😉 ) ternyata berhasil pulang dengan mengantongi tiket promo Garuda Jakarta-London. Keberangkatan Adek Dwi berselang satu hari dari tanggal keberangkatan kami. Jadi, fix kami akan jalan berempat.

London, we’re coming!
*pasang kaca mata hitam*

Dikarenakan endorphin masih tinggi, mulailah berbagai macam ide brilian bermunculan. Dimulai dari Walking tour Westminster Abbey, House of Parliament, British Museum, Big Ben, Sherlock Holmes Museum, Stonehenge, Bibury Village, Edensor, Warner Bross Harry Potter Tour, Bicester Village, London Eye hingga Changing Guard. Dari segambreng ide rencana tempat yang akan kami datangi kami idam-idamkan, mendekati hari H-nya itinerary kami mengalami seleksi alam. Itinerary semakin mengerucut dan mulai tampak jelas (mahalnya!).

Rencana besarnya, dengan segala pertimbangan baik dan buruknya (lebih tepatnya karena biaya), kami (hanya) singgah di 2 kota besar yaitu London dan Edinburgh. Keinginan mengunjungi Bibury Village, Oxford dan Bath harus kita bunuh karena ternyata dari sisa waktu yang kami miliki, masih banyak tempat wisata di London yang harus kami kunjungi serta pos keuangan yang tampaknya sudah tidak mumpuni.

Berikut itinerary yang dibuat oleh Uke…

  • Hari 1, 22 April 2017
    Perjalanan menuju London. Check in at London Marriot Hotel Maida Vale.
  • Hari 2, 23 April 2017
    Sherlock Holmes Museum, Camden Market, Natural History Museum & Little Venice.
  • Hari 3, 24 April 2017
    Perjalanan menuju Edinburgh. Check in at St Giles Apartment, explore Edinburgh Castle & Princess Street.
  • Hari 4, 25 April 2017
    St Giles Cathedral, Scottish Parliament, Palace of Holyroodhouse, the University of Edinburgh, Scott Monument, Dean Village & Circus Lane. → Itinerary sangat muluk!
  • Hari 5, 26 April 2017
    Kembali ke London. Early check in at Aiste apartment, Borough Market, Southwark Cathedral, London Bridge, The Monument dan nonton drama musical Wicked.
  • Hari 6, 27 April 2017
    Stonehenge & shopping time at Oxford street!!!! Huraaaaayyyy…..!
  • Hari 7, 28 April 2017
    Warner Bross Studio Tour – The Making of Harry Potter & British Museum.
  • Hari 8, 29 April 2017
    Walking tour at Westminster area, Tower Bridge, Piccadilly Circus & Chinatown.
  • Hari 9, 30 April 2017
    Kensington Palace, Royal Albert Hall, Hyde Park dan perjalanan kembali menuju Jakarta.

Penginapan

Satu kata yang bisa mewakili pembahasan penginapan adalah alot!
Hal yang biasanya terjadi setelah terjadi pelemparan link penginapan ke wasap grup, antara di anggurin, dibaca namun tidak berkomentar ataupun keluar komentar setelah 30 menit kemudian. Apesnya setelah itu lebih banyak galaunya. Tidak ada keberanian untuk segera eksekusi. -_-

Dari berbagai macam pilihan penginapan, baik dari hostel, hotel, apartemen, Bed ‘n Breakfast dan AirBnB, harga yang ditampilkan sangat beraneka ragam. Penginapan yang berada di zona 1, dekat dengan stasiun tube dan di beberapa tempat yang ‘happening’ (seperti Soho) cenderung mahal.

Gw yang sempat melemparkan ide AirBnB, Uke menyodorkan mosi keberatan. Alasannya : males beberes. *Pa kabar blog, Ke?* 😛
Alasan lainnya, kami belum berpengalaman dengan AirBnB. Blank!

Gw sendiri pening tujuh keliling melihat harga kamar hotel dan hostel yang muahalnya ampun-ampunan. Kebayang gak? Harga hostel untuk dorm bisa berkisar 400-600 ribu rupiah per orang sedangkan untuk private room harga dimulai dari delapan ratus ribu rupiah per orang. Belum lagi harga hotel, lebih gila-gilan lagi harganya. Hotel yang harganya murah bisa dikatakan merupakan hotel lama dengan luas kamar yang sempit dan tidak mempunyai fasilitas lift.

Jangan dibandingkan dengan penginapan di Indonesia!
Bermodalkan enam ratus ribu rupiah, kita sudah bisa mendapatkan kamar twin sharing di hotel berbintang tiga sekelas Ibis, Santika, Harris ataupun jaringan Accor Hotels dkk.

Pada awalnya kami sempat membatasi biaya penginapan maksimal sebesar Rp. 600.000 per hari. Namun dengan segala pertimbangan, akhirnya kami menaikan limit budgeting penginapan yaitu menjadi Rp. 750.000 per hari. Ketika akhirnya kami mendapatkan penginapan dengan harga yang cukup terjangkau di Edinburgh, kami mengalokasikan sisa kelebihan biaya penginapan Edinburgh (alias subsidi silang) untuk penginapan di London.

Penginapan yang pertama kali kami pesan adalah penginapan di Edinburgh. Begitu melihat apartemen berlokasi di tengah kota, desain interior dan kamar yang terlihat nyaman serta harga terbilang murah dibandingkan penginapan di London membuat kami segera mengeksekusi apartemen ini. Keputusan yang tidak pernah kami sesali!

Sedangkan penginapan di London terbagi menjadi dua yaitu di awal dan di akhir perjalanan.

Berhubung Adek Dwi akan tiba di London sehari setelah kami tiba, kami memutuskan untuk menginap di hotel yang memiliki kamar dengan tipe quadruple room supaya kami tidak sibuk pindahan dan siap menggelar karpet merah untuk kedatangan Adek Dwi.

Pilihan hotel yang memiliki quadruple room dan terjangkau dengan budget kami mengerucut di antara Hotel Best Western dan Hotel Marriot. Dengan dasar pertimbangan kenyamanan, interior kamar dan lokasi penginapan yang terdekat dengan Bandara Heathrow, kami pun menjatuhkan pilihan ke London Marriot Hotel Maida Vale.

Untuk penginapan di akhir trip, kami memilih apartemen. Alasannya karena kami memerlukan kamar yang cukup besar untuk meletakan barang kantong belanjaan #tsaaahh, bebas wara-wiri tidak pakai hijab, bisa koprol gegulingan, mempunyai fasilitas dapur serta kemudahan untuk mencuci baju. Maunya feels like home deh! Pilihanpun jatuh kepada AirBnB. 😛

Eksekusi kali ini lebih dramatis. Ada yang lokasi sudah okeh namun ternyata si empunya mempunyai binatang peliharaan, ada yang sreg dengan harga tapi tidak cucok dengan interior dan yang paling apes,  kami (selalu) sloooow motion dalam memutuskan ya atau tidak sehingga penginapan yang kami incar dalam hitungan beberapa menit sudah ter-booked.

In the last minute, kami jatuh cinta dengan salah satu pilihan apartemen di daerah King’s Cross. Dengan suara bulat, kami segera memesan apartemen tersebut, Aiste Apartment.

London Marriot Hotel Maida Vale
St Giles Apartment *abaikan model dadakan di atas*
AirBnb – Aiste Apartment

and the last one, budgeting!

Beberapa saat setelah membeli tiket, gw mulai berhitung-hitung biaya perjalanan. Nyali gw sempat ciut melihat perkiraan kasar budgeting. Melihat nominal yang terbilang S.A.N.G.A.T fantastis dan membandingkan dengan nominal pemasukan gw tiap bulannya, terpikir untuk membatalkan rencana ini. Tapi kok ya tiket sudah ditangan, kapan lagi bisa jalan ke UK dengan Uke, Didit and new member : Adek Dwi.

Mari bulatkan niat menabung.
Mari kencangkan ikat pinggang!
Bismillah.

Alokasi dana terbesar di dalam perjalanan ini adalah tiket menuju Edinburgh, one day trip Stonehenge dan unpredictable price of Warner Bross Studio Tour ticket – The Making of Harry Potter. Sisanya kami pasrahkan mengunjungi tempat wisata yang tidak berbayar seperti museum.

Berapa sih biaya hidup di UK?

Hmmm…
Dengan status London sebagai kota berbiaya hidup paling mahal didunia, maka tentunya tidak akan merubah apapun. *tertawa pongah*
Ditambah dengan rate 1 GBP senilai Rp. 17.100, semakin terperosok hidup gw selama di UK.

Browsing kesana kemari, hingga akhirnya gw menyimpulkan :

  • Harga sekali makan berkisar di 10 sampai 15 GBP. Namun dengan gaya hidup sehat hemat, gw memplot biaya sarapan, makan siang dan makan malam sebesar 25 GBP per hari.
  • Biaya transportasi dan biaya tak terduga, gw plot sebesar 10 GBP per hari.
  • Sehingga didapatkan total untuk biaya makan dan transportasi sebesar 35 GBP atau sekitar enam ratus ribu rupiah.
  • Untuk kebutuhan perharinya yang terdiri dari biaya penginapan, biaya transportasi dan makan berkisar 80 GBP atau sekitar 1,4 juta rupiah. Dengan catatan, pengeluaran ini diluar biaya masuk tempat wisata ya.

Keseluruhan perkiraan biaya diatas, masih dapat dikurangi.
Semuanya tergantung dari gaya berwisata kalian, apakah backpacking, flashpacking ataupun tipe luxurious. Menginap di hostel, hotel atau menumpang di tempat teman. Makan makanan cepat saji, makan sandwich ala minimarket ataupun makan di restoran. Semuanya ada di tangan kalian.

Akhir kata…
Selamat merencanakan liburan di UK!
Selamat berhemat! → Ini sih untuk gw aja yaaa… ^_^
…dan selamat membaca postingan London Edinburgh!

*kecup basah*

Palace of Holyroodhouse
calton hill
Stonehenge
Warner Bross Studio Tour – The Making of Harry Potter
The famous Big Ben
Advertisements

7 thoughts on “Itinerary UK

  1. Hi mba Vika,

    Salam kenal. Boleh dishare nama beberapa pilihan Airbnb mba Vika sebelum decide Aiste Apartment di Kings Cross?

    Terima kasih untuk sharing informasinya. Sewaktu baca blog mba Vika langsung deja-vu karena cerita mba Vika saat beli tiket ke London persis sama dengan saya dan teman-teman saya bulan Maret lalu ^ ^.

  2. Hi mba Vika, salam kenal.

    Terima kasih buat sharingnya. Sewaktu membaca blog mba Vika soal kehebohan beli tiket, saya dejavu banget inget kehebohan yang sama waktu beli tiket ke London bulan Maret lalu.

    Boleh tolong dishare mba Vika, beberapa pilihan penginapan Airbnb sebelum decide Aiste Apartment? dan kalo saya search Aiste Apartment di Airbnb ga muncul.

    Thanks, looking forward for your reply.
    Regards,

    Mavis

    1. Hai juga Mavis!

      Hehehe…
      Ikut rusuh juga ya eksekusi tiketnya?
      Untuk apartemen Aiste mungkin memang belum muncul di Airbnb. Di Airbnb tertulisnya “Newly redecorated beuatiful 2 bed apartment.” Coba buka lagi 3 bulan menjelang hari H karena kita baru eksekusi apartemen Aiste 3 bulan sebelum hari H.
      Pilihan lainnya Apartemen Robin Curtis (cewek ya) di daerah Shepherd’s Bus dan Robin (kali ini berjenis kelamin pria) di daerah West Kensington.

      Happy hunting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s