[Jepang] 2016 – Day 9 : Asakusa – Back to Jakarta

Sunday, May 8th, 2016

The last day at Japan!
Mari hadapi kenyataan! 😦
*sigh*

Asakusa adalah salah satu tempat terkenal di Tokyo. Selain terkenal dengan Sensoji Temple-nya, Asakusa mempunyai Kaminarimon yaitu pintu gerbang berwarna merah menuju Sensoji Temple serta Nakamise Shopping Street sebuah jalan dengan jejeran toko cinderamata dan makanan.

Fokus utama : Uke masih ingin mencari magnet kulkas sedangkan gw mencari titipan sapu tangan.

Sesampainya depan Kaminarimon, para wisatawan tampak ramai dengan kesibukan utama ber-selfie ria. Memasuki Nakamise shopping street, jalanan masih lengang dari keramaian wisatawan. Hanya beberapa toko yang sudah membuka lapaknya.

Setelahnya mendapatkan beberapa barang, kami berjalan menuju Sensoji Temple. Sebagai salah satu kuil tertua di Tokyo, Sensoji Temple yang dikenal juga dengan nama Asakusa Kannon Temple, merupakan kuil yang paling sering dikunjungi oleh warga Jepang dan selalu ramai dipadati wisatawan.

Setiap tahunnya terdapat festival besar bernama Sanja Matsuri yang di adakan di Asakusa Shrine. Festival ini diadakan di bulan Mei setiap tahunnya dan berlangsung selama tiga hari. Sanja Matsuri merupakan perayaan untuk ketiga pendiri Kuil Sensoji, yang diabadikan sebagai Shinto dewa (Kami) .

Festival Sanja Matsuri pada tahun 2016 jatuh pada minggu ketiga bulan Mei yaitu tanggal 20-22 Mei 2016. Sayangnya perjalanan kami berlangsung di awal bulan Mei, belum rejeki kami untuk menyaksikan festival Sanja Matsuri.

A national treasure built by third Edo shogun Tokugawa Iemitsu, the Main Hall was obliterated in the March 1945 Tokyo air raids. However, it was reconstructed in October 1958 through donations collected from adherents around Japan. Though it mirrors the original style, the current building features a solid reinforced concrete structure with titanium roof tiles.

One immediately apparent characteristic of the Main Hall is its dramatically sloping roof, quite tall compared to that of other temples, such that it can be seen from a great distance.

The 1,150 square-meter hall is divided into the naijin (inner sanctum) lain in tatami mats and the concrete-floor gejin (outer sanctum). Senso-ji’s principle image, the Bodhisattva Kannon, sits on the zushi (miniature shrine) called the gokuden in the center of the naijin. The gokuden houses both the secret statue and the duplicate statue carved by Ennin, which is taken out for public viewing on December 13 of every year. It also holds images of Kannon once worn by persons of high rank including Edo period shoguns and ordained members of the royal family. To the left and right of the gokuden sit the Buddhist protector deities Bonten and Taishakuten. To the rear left of the naijin is a statue of Fudo Myo-o, and to the right is Aizen Myo-o, attendants of Bodhisattva Kannon.

Hours: 6:00 to 17:00 (from 6:30 October to March)
Admission: Free

http://www.senso-ji.jp/about/index_e.html

Kaminarimon
Kaminarimon
Nakamise Shopping Street #1
Nakamise Shopping Street #1
Nakamise shopping street #1
Nakamise shopping street #2
Nakamise shopping street #2
Nakamise shopping street #3
Kannondo Hall #1
Kannondo Hall #1
Kannondo Hall #2
Kannondo Hall #2
The red lantern
The red lantern
Hozomon Gate
Hozomon Gate
Five-storied Pagoda
Five-storied Pagoda
?
Alisnya cetar booook!
Rickshaw
Rickshaw

Sambil berjalan kembali menuju penginapan, kami mampir di Matsuya Ekimise, salah satu pusat perbelanjaan yang sempat gw datangi tahun lalu.

Hayo tebak mau beli apa?

Payung Jepang dunks!

Uke sebagai salah satu kolektor payung, tak mau kalah ikutan bergabung. Oya, akhirnya gw membeli titipan sapu tangan di Matsuya Ekimise. Harganya hampir sama dengan harga sapu tangan yang ditawarkan di Nakamise shopping street. Motifnya pun sama-sama ciamik.

Dipilih dipilih dipilih
Dipilih dipilih dipilih
Cek payung!
Last check!

Selesai belanja, kami bergegas menuju penginapan. Packing ulang, check out dan langsung cabcus menuju Asakusa station. Sambil menunggu Keisei Narita Sky Access Exp, tepat pukul 11.38 kereta datang di platform 2.

Bubye Tokyo!
See u soon!
*praying mode on*

Bubye Tokyo
Bubye Tokyo

Sesampainya di Narita International Airport, check in, sholat dan mampir di salah satu restoran Halal, La Toque. Restoran La Toque yang berada di terminal 2, lantai 4 merupakan restoran curry khas Jepang. Dengan jam operasional 07.30-20.30, restoran La Toque cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan muslim.

Sambil menunggu waktu keberangkatan, kami menyempatkan berkeliling di area Terminal 2. Salah satu dua tempat yang disambangi adalah Starbucks dan Ana Festa yaitu toko yang menyediakan corner Halal Food.

Oya, bagi para pengguna Japan Tax Free, semua lembaran Tax Free Receipt hasil belanja yang ditempel di paspor dapat dimasukan kedalam kotak yang ada di pemeriksaan custom.

Begitu keluar dari imigrasi, terdapat sebuah meja dan seorang petugas yang berjaga di tempat pemeriksaan custom khusus Japan Tax Free. Sayangnya, petugas ini adalah satu-satunya petugas tidak ramah yang gw temui selama di Jepang.

Diam tanpa ekspresi, sibuk memandang hape dan tak bergeming dengan orang-orang di depannya yang sibuk mencopot lembaran Tax Free dari paspor.

Masukan lembaran Tax Free Receipt ke kotak, memperhatikan petugas yang diam tak bergeming, berbalik arah dan ternyata, tidak ada pemeriksaan barang-barang Tax Free!
Lancar jaya!

Berjalan beberapa langkah dari custom, tampak kemeriahan Fa-so-la duty free di depan mata.
Hmmm… Waktunya bergerilya mencari titipan para Jeng-Jeng MUA.
The last shopping, gaes!

Dapatkan beraneka ragam tumbler Starbucks, hanya di Narita International Airport!
Dapatkan beraneka ragam tumbler Starbucks, hanya di Narita International Airport!
Halal corner at Ana Festa
Halal corner at Ana Festa
La Toque Restaurant
La Toque Restaurant
Chicken curry ; Price 1.166 Yen
Chicken curry ; Price 1.166 Yen
Tax Free Receive
Tax Free Receipt
Titipan para MUA
Titipan para MUA

Tepat pukul 17.00 pesawat CX521 ready to take off!
Berhubung masih sore, sepanjang perjalanan mata gw ON ( baca:melek ) hingga detik-detik pesawat mendarat di HKIA.

Landing pada pukul 20.30, sama seperti di cerita keberangkatan menuju Tokyo, kami memanfaatkan waktu makan malam di Popeyes. Muter-muter di Disney Shop HKIA, cari titipan tumbler Pak Bos terus langsung berjalan menuju boarding gate yang sangat nun jauh disana! -_-

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam!
Uke sudah mulai tumbang dan duduk gelesor di salah satu kursi panjang, sedangkan gw masih planga-plongo, mata terang benderang namun badan berasa encok digebukin satu erte.

Ready to depart..
Ready to depart..
Take off..
Take off..
Moslem meal
Moslem meal
Late dinner
Late dinner at Popeyes
Prayer room at HKIA, near gate 42
Prayer room at HKIA, near gate 42
Wudhu
Wudhu

Tepat pukul 24.00 panggilan boarding pesawat CX753 dipersilahkan memasuki pesawat. Masuk pesawat, duduk manis, ambil bantal leher, tarik selimut dan berdoa “Bismika allahuma ahya wa bismika amuut”. Selanjutnya, pingsan tak sadarkan diri.

Mendarat di Bandara Soetta pada pukul 03.44, bergegas cap paspor, pemeriksaan custom dan sejam kemudian kami sudah berada di dalam taksi menembus kegelapan subuh.

Menatap langit dengan semburat-semburat sinar matahari yang segera terbit.
Bergumam dalam hati mengucap syukur Alhamdulillah sudah tiba di Jakarta dan diberi keselamatan selama perjalanan.

Namun, nampaknya hari ini perjalanan gw masih panjang.

It’s Monday!
Say hi to jet lag!
…dan gw masih (harus) bergulat dengan pekerjaan di kantor!

Hoaaahhhmmm…

Advertisements

7 thoughts on “[Jepang] 2016 – Day 9 : Asakusa – Back to Jakarta

    1. Alhamdulillah… *sujud syukur*
      Gimana cerita ke Jepangnya, Difa?
      Sukses gak tripnya?
      Dingin gak disana?
      Kemarin dapat bocoran kalau angin di Tokyo lumayan kenceng dan dingin.

      Tahun ini jatah tripnya dah habis, Difa. 😅
      Tinggal ngumpulin niat untuk nulis postingan lagi.

      1. Alhamdulillah semua lancaar mba. Dingiin mba buatku, tapi 3 hari terakhir sebelum pulang malah nggak ada dingin2nya. Di Kawaguchiko aja panaas 😂. Ih, suka banget sama Jepang! Pengen balik lagiiiii..

  1. Halo mbak, kenalin saya riko. Mbak, saya ada rencana travel ke sana besok hehe. Ini sesudah passport control yaa toko fasola dan halal cornernya? Saya agak malas belanja belanja duluan, pengen langsung di bandara saja 🙂

    1. Hai juga, Riko!
      Salam kenal..

      Yup, Fa-so-la duty free posisinya berada sesudah area passport control sedangkan halal corner Ana Festa berada di lantai 2, sebelum masuk ke area passport control. Hepi shoping!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s