[Jepang] 2016 – Day 8: Harajuku, Laox Shinjuku, Shibuya and Ginza

Saturday, May 7th, 2016

Mengawali pagi ini, gw menyempatkan diri sarapan pagi di dining room hostel sekaligus janjian bertemu Doena. Doena adalah seorang blogger yang gw kenal lewat dunia maya, kontak-kontakan lewat email dan kopi darat di Tokyo. Hihihi… jauh bener yak?!?!?!

Tanpa perjanjian, ternyata kami melakukan perjalanan ke Jepang pada waktu dan tempat yang sama. Persamaan selanjutnya, penginapan yang dipesan ternyata di Tokyo Khaosan Original juga! Jadi lengkaplah acara kopi daratnya, hanya tinggal ngegelesor ke lantai bawah kalau mau ketemuan. πŸ˜€

Berhubung hari ini Doena akan kembali ke Indonesia, gw menyempatkan diri bersua dan chit-chat untuk terakhir kalinya sebelum doski meninggalkan Tokyo.

Meet up with Doena. It's nice to meet you, Doena!
Bukti autentik kopi darat dengan Doena ^_^

Rute perjalanan di hari kedelapan kurang lebih sama dengan rute yang gw pakai di perjalanan tahun 2015. Namun berhubung topik utama perjalanan hari ini akan digunakan untuk mencari oleh-oleh dan sedikit bersenang-senang menikmati keramaian kota Tokyo, beberapa tempat serius seperti kuil tersingkir dari itinerary.

First destination : Harajuku

Dengan menumpang subway Tokyo Metro Ginza Line, kami keluar dari stasiun Ometosando pintu exit A2 dan mulai menyusuri jalan Ometosando. Di sepanjang jalan Ometosando penuh dengan deretan toko brand-brand terkenal, butik, kafe dan restoran.

Tidak banyak aktivitas di pagi itu. Jalanan masih tampak lengang. Toko-toko masih banyak yang tutup. Kami menikmati sepinya Harajuku dengan asyik berfoto-foto.

Melewati jalur yang sama di perjalanan gw sebelumnya, Uke yang penasaran dengan rasa Marion Crepes, membeli salah satu menu crepes yaitu Banana and Cheese Cake with Caramel Sauce Special.

β€œEnak, Ke?”
*yang ditanya angguk-angguk kepala*
*Uke-nya lagi sibuk ngunyah*

Beres mamam crepes, kami singgah di Daiso Harajuku. Daiso Harajuku merupakan target utama pencarian oleh-oleh. Rasanya tak perlu di informasikan apa saja barang-barang yang dijual di Daiso. Dengan dominasi harga barang sebesar 108 Yen (sudah termasuk pajak), gw membeli beberapa printilan untuk oleh-oleh, salah satunya adalah crochet hook warna-warni!

Harajuku
Harajuku
Harajuku store
Harajuku store
Marion Crepes
The famous Marion Crepes
Uke dengan crepes
Uke dengan crepes endesnya
Nice ambience
Omotesando Hills
Halal kebab at Harajuku
Di dalam toko berwarna merah tesebut terdapat toko Kebab Halal
Aksesoris serba Disney
Baju dan key chain-nya Disney!
tren baju saat ini
Tren baju saat ituh… *sodorin handuk*

Tepat pukul 12, kami melanjutkan perjalanan menuju Laox Shinjuku dengan menumpang Tokyo Metro Fukutoshin Line dari stasiun Meiji-Jingumae dan turun di Shinjuku-Sanchome melalui pintu exit C1.

Ada apa di Laox Shinjuku?
Beberapa cabang Laox seperti store Shinjuku dan Akihabara mempunyai satu area β€œMuslim Welcome” yang menjual makanan berlabel halal serta menyediakan fasilitas prayer space.

Kami memang menyengajakan diri mampir di Laox Shinjuku untuk membeli makanan halal yang akan dijadikan buah tangan. Sesampainya di area β€œMuslim Welcome” lantai 6, seorang petugas pria berwajah Timur Tengah dengan ramahnya menyapa, membantu dan menjawab pertanyaan kepo kami tentang makanan dan isi kandungan yang ada didalamnya.

Untuk informasi tambahan, jika kalian ingin mendapatkan Tax-Free dengan minimal nominal belanja 5.000 Yen, maka hasil perburuan kalian akan dimasukan ke dalam sebuah plastik bersegel yang tidak boleh di kutak-katik hingga kalian meninggalkan Jepang.

Perhatikan baik-baik ketika para petugasnya sedang membungkus ya!
Berhubung plastik bersegel (yang berisi barang belanjaan) akan memakan ruang dan tempat di koper, pastikan tidak ada udara (yang menggembung) di dalam plastik sehingga tidak akan menghabiskan space di koper.

Prayer room at Laox Shinjuku #1
Prayer room at Laox Shinjuku #1
Prayer room at Laox Shinjuku #2
Prayer room at Laox Shinjuku #2
Penampilan hasil belanjaan yang di segel demi mendapatkan Tax-Free :D
Penampilan hasil belanjaan yang di segel demi mendapatkan Tax-Free πŸ˜€

Selesai belanja, demi menuntaskan rasa penasaran mencoba Shinjuku Gyoen Ramen Ouka yang batal di kunjungi pada hari pertama tiba di Tokyo, maka dengan panduan google map, kami berjalan kaki menuju Shinjuku Gyoen Ramen Ouka, sebuah restoran ramen yang berlabel halal.

Begitu memasuki Shinjuku Gyoen Ramen Ouka, restoran yang hanya menyediakan 15 kursi, tampak dipadati penggemar ramen dari berbagai macam negara. Restoran yang buka di weekdays sejak pukul 12.30 – 15.00 dan 18.00 – 22.00, serta weekend pada pukul 12.30 – 22.00 selalu diserbu oleh penggemar ramen, terutama bagi wisatawan Indonesia dan Malaysia. Wajarlah lah ya, mengingat jumlah restoran ramen halal di Tokyo masih dalam hitungan jari sedangkan jumlah wisatawan muslim semakin meningkat.

Untuk pilihan menu makanan Shinjuku Gyoen Ramen Ouka dapat dipilih lewat funding machine, setelah itu tinggal duduk manis menanti pesanan datang.

Bagaimana rasa ramennya?
Endeeess dan unik!
Dengan dominasi rasa asam dari tomat, justru menambah kekhasan cita rasa yang hanya dimiliki ramenΒ Shinjuku Gyoen Ramen Ouka.

Jadi jangan lupa masukan Shinjuku Gyoen Ramen Ouka ke dalam itinerary ya, gaes!

Map from Laox Shinjuku to Shinjuku Gyoen Ramen Ouka
Direction from Laox Shinjuku to Shinjuku Gyoen Ramen Ouka
Shinjuku Gyoen Ramen Ouka
Shinjuku Gyoen Ramen Ouka
Inside Shinjuku Gyoen Ramen Ouka
Inside Shinjuku Gyoen Ramen Ouka
Minum banyu
Banyu ngombe..
Spicy ramen ; price 1.300 Yen
Spicy ramen ; price 1.300 Yen

Tepat pukul 15.00 kami berjalan meninggalkan Shinjuku Gyoen Ramen Ouka menuju pusat keramaian Tokyo yaitu Shibuya!

Rute yang akan kami susuri :

Patung Hachiko β†’ Shibuya Crossing β†’ Seibu β†’ Tokyu Hands β†’ Loft β†’ Starbucks Shibuya

Patung Hachiko :
Begitu keluar dari pintu exit 7-1 stasiun Shibuya, tampaklah antrian orang-orang berfoto dengan ikon anjing setia bernama Hachiko. Yukslah, gak pakai lama kami langsung berada di dalam antrian berfoto dengan Hachiko.

Shibuya crossing :
Buat gw secara pribadi, sensasi menyebrang di tengah keramaian Shibuya crossing, entah kenapa, selalu terasa berbeda.
Rasanya nano-nano!
Exciting, euphoria serta deg-degan euy!

Dan ketika tangan berusaha menaikan kamera untuk mengambil beberapa foto, jantung berdegup cepat dan adrenalinnya lebih terasa seperti menaiki roller coaster. Hahaha…
Noraks bener yah..? πŸ˜€

Setelah menyebrang, gw dan Uke sempat melihat sesosok aktor ganteng, gagah, berbadan kekar yang terkenal di Indonesia yaitu Rio Dewanto.

Walaupun kami (pura-pura) berjalan lurus menatap kedepan dengan pose kaca mata kuda, namun sambil curi-curi pandang dan berpikir keras siapakah sosok pria keren itu, hanya berjalan beberapa langkah melewati doi, pertanyaan yang keluar dari mulut kami adalah β€œ Lo tadi liat Rio Dewanto…??? Ganteng yah!!! β€œ

Ahahahaha…
Sok jual mahal ya, cyiiinnn!
Padahal kepo abes. πŸ˜›

Seibu, Tokyu Hands & Loft :
Setelah singgah beberapa menit di Seibu untuk menengok perbandingan harga make up Shu Uemura demi titipan para MUA, kami bertandang menuju Tokyu Hands dan Loft. Kedua toko ini adalah departemen store yang menjual segala macam barang dari alat tulis, aksesoris unyu-unyu, perlengkapan kantor, peralatan masak, alat traveling hingga perabotan rumah tangga.

Barang-barang yang dijual di kedua departemen store tersebut hampir sama. Namun menurut gw, barang yang dijual di Loft lebih terlihat eksklusif sedangkan menurut Uke, barang di Loft mahal-mahal!

Semuanya kembali ke minat dan pundi uang masing-masing ya!

Tapi yang bikin gw selalu mandek, diam, berpikir keras serta ragu-ragu mengeluarkan uang adalah bagian traveling. Entah kenapa setiap melewati bagian ini, selalu ada saja barang-barang unik dan baru yang terlihat sangat cucok untuk di koleksi. Padahal kalau dipertimbangkan secara masak-masak, barangnya gak butuh-butuh amat.

Metode akhirnya, hitung-hitung Yen yang tersisa serta memperkirakan jatah makan yang harus gw skip, setelah itu tinggal bayar barang di kasir. Hahahaha…
Intinya sih tetap belanja juga yah!

Starbucks Shibuya :
Berhubung eikeh hanya menemani Jeng Uke, jadilah Eikeh ngintilin Uke membeli tumbler starbucks, icip-icip green tea punya Uke, sambil mengambil foto Shibuya crossing dari lantai 2 Starbucks.

Shibuya crossing
Waiting the green light at Shibuya crossing
Shibuya crossing #2
Shibuya crossing #1
Shibuya crossing #6
Shibuya crossing #2
Shibuya crossing #3
Shibuya crossing #3
Shibuya crossing #4
Shibuya crossing #4
Shibuya crossing #5
Shibuya crossing #5

Setelah semua check list things to do at Shibuya selesai, rute selanjutnya adalah Ginza.

Sudah bisa ditebak dunk, tempat mana yang akan kami sambangi?

Yup, Uniqlo!

Walaupun Ginza merupakan tempat yang dikenal dengan barang-barang branded papan atas, fokus kantong kami hanyalah Uniqlo.

Dari stasiun Shibuya, dengan menaiki Tokyo Metro Ginza Line, kami turun di stasiun Ginza pintu exit A2.

Berhubung hari sudah malam, tangan ini sudah lelah memegang barang dagangan belanjaan dan gw masih ada peer packing, jadi foto-foto sesi Uniqlo ditiadakan ya. *masukin kamera ke tas*

Bagi yang kepo dengan hasil belanjaan hari ini bisa di cek di postingan berikutnya yaaa….

Happy shopping, guys!
πŸ˜‰

Dress code : Batik!
Dress code : Batik yes !!! *abaikan background*
Advertisements

2 thoughts on “[Jepang] 2016 – Day 8: Harajuku, Laox Shinjuku, Shibuya and Ginza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s