[Jepang] 2016 – Day 5 : Asakusa Culture Tourist Information Center, National Museum of Emerging Science & Innovation (Miraikan) & Odaiba

Wednesday, May 4th 2016

Mau kemana hari ini, Jeng?

Emmmm…
Kemana ya?
Aku binun…

Fact :
Hingga hari H-nya, plot perjalanan (pagi) hari kelima memang kosong tak bertuan.

Coba tanya kesana kemari mencari tempat yang anti mainstream dengan turis-turis Indonesia (thanks to Nadia R. yang sudah menyarankan Hama-rikyu Garden), browsing-browsing mencari tempat wisata dan museum, keputusan finalnya gw melambaikan tangan ke arah kamera.

Saya menyeraaaaah!

Baeklah…
Apa yang selanjutnya gw lakukan?

Gw (hanya) menghabiskan waktu dengan santai. Bangun siang. Asyik ngeruntel dibawah selimut. Main hape. Wasapan. Nyari jepretan foto keceh di kamera. Mandi siang. Diakhiri dengan brunch sambil mengobrol dengan dua cewek penghuni hostel asal Kanada.

Ketika waktu hampir menunjukan pukul 11, barulah gw beranjak meninggalkan hostel.

Perjalanan siang ini tidak jauh-jauh dari Asakusa.

Gw akan menuju Asakusa Culture Tourist Information Center. Posisi Asakusa Culture Tourist Information Center persis berada di lampu merah Kaminarimon Street dan berseberangan dengan Kaminarimon Gate.

Asakusa siang itu sudah sangat ramai oleh pengunjung. Untuk menyusuri jalan pun harus sabar. Belum lagi para cowok-cowok gagah penarik rickshaw bersilewaran membuat gw memasang jurus kaca mata kuda. Habisan situ badannya padat-padat sekel gimanaaah gituh. Hati eikeh jadi gak pokus kan, Bang! 😉

Asakusa Map
Asakusa Map
Asakusa
Asakusa
Kimono girls
Kimono girls
Si akang rickshaw
Si abang rickshaw

Back to story!

Tidak ada yang spesial dari Asakusa Culture Tourist Information Center.
Selain berfungsi sebagai touris information center, tempat ini mempunyai fasilitas exhibition space, conference room, money exchange serta terrace observatory yang berada di lantai 8. Asakusa Culture Tourist Information Center buka setiap hari dengan jam operasional pukul 09.00 – 20.00

Selama di Asakusa Culture Tourist Information Center, gw sangat menikmati “me time”.

Planga-plongo memandangi keramaian Asakusa, menjadi police fashion serta mengagumi kegigihan pria-pria rickshaw mendekati para pengunjung dalam rangka memamerkan kekuatannya menjual jasa berkeliling Asakusa menggunakan rickshaw. 😀

Asakusa Culture Tourist Information Center
Asakusa Culture Tourist Information Center
Miniature of Asakusa
Miniature of Asakusa
Point
Point
The wall
The wall
Nice sketch
Nice sketch
Niat ya ngewarnainnya...
Niat ya ngewarnainnya…
Symbol
Symbol
No idea
Apalah ini… -_-
Information desk
Information desk
Waiting for you..
Waiting for you..
Keramaian Asakusa
The crowd..
Yup, itu isinya orang-orang
Yup, itu isinya orang, Jeng!
Nakamise street
Nakamise street
Roof observatory 8th floor
Terrace observatory at 8th floor
Pemandangan dari roof observatory
Pemandangan dari terrace observatory
Inilah aslinya
Inilah aslinya

Sepuluh menit mejelang pukul dua belas, sudah waktunya gw meninggalkan Asakusa Culture Tourist Information Center menuju target selanjutnya yaitu makan siang di Sushi Ken Asakusa Restaurant.

Sushi Ken Asakusa Restaurant adalah restoran sushi pertama di Jepang berlabel halal. Sebagai sushi lover, gw memantapkan diri untuk menyambangi restoran ini dengan harga sushi yang cukup mahal!

Yup…
Range harga sushi set-nya berkisar di 2.300 hingga 4.300 Yen.
Aji gile mehongnya kaannn!?!?!?

Namun jika kalian penasaran seperti gw, maka luangkan waktu kalian mengunjungi restoran Sushi Ken Asakusa di waktu makan siang karena harga lunch menu yang mereka tawarkan cukup bersahabat yaitu berkisar di harga 1.300 – 1.800 Yen.

Walaupun restoran ini mengklaim mempunyai 60 tempat duduk namun siang itu penikmat sushi cukup banyak menempati tempat duduk di Sushi Ken Restaurant. Semakin siang, semakin banyak wisatawan muslim berdatangan terutama dari Malaysia. Rasanya restoran ini cukup terkenal di kalangan muslim ya…

Setibanya di Sushi Ken Asakusa, gw langsung diberikan menu lunch set dan tidak ada daftar menu yang lain. Usut punya usut, penyebabnya kita harus mengikuti tata krama restoran sushi yang di pajang pada pintu depan restoran :

Sushi restaurant in Japan hold the country’s culture, customs and traditions. Because of this, sushi is high quality food with great value for all Japanese people. Sushi is made by the hands of expertized sushi chefs, so the eating manners should be the same as for any other person, even if you are not Japanese.

In Sushi restaurants, it is usual for people to sit down and order varied types of sushi (not just a few ones), making it different from fast food restaurants. So please consider that first you need to order a sushi set or a sushi course per person. After ordering a set or a course per person, you can freely choose any other dish found in the Japanese menu, such as tempura, individual sushi, salads, grilled fish, etc.

Jadi kalian jangan protes ya jika kalian hanya diberi daftar menu set dan tidak bisa request menu sushi atau sashimi versi mini seperti di Indonesia.
Ikuti saja aturan mereka, gaes!

Rasa sushi yang disajikan di Sushi Ken Asakusa Restaurant terasa enak, namun (imo) kok tidak terasa lumer di mulut seperti sushi yang sempat gw coba di Osaka ya…??

Ikannya segar (fyi, ini pertama kalinya gw mencoba memakan cumi (atau gurita ya?) mentah dan gw sukses menelannya 😀 ), bumbu salad yang lezat serta rasa miso soupnya ueeenaakk!

Untuk harga lunch menu sebesar 1.800 Yen, it’s worth it!

Sayangnya pada saat itu prayer space di Sushi Ken Restaurant tidak bisa digunakan. Alhasil setelah membayar bill, gw harus kembali ke penginapan untuk shalat terlebih dahulu.

Address :
2-11-4 Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0032

Operational hours :
Weekdays, Saturday : Lunch 12.00 – 14.00 ; Dinner 17.00 – 00.00
Sunday, Public Holiday : Lunch 11.30 – 15.00 ; Dinner 17.00 – 22.00

https://www.halalgourmet.jp/restaurant/640
http://www.asakusa-sushiken.com/index.html

Direction from Asakusa Culture Tourist Information Center to Sushi Ken Asakusa Restaurant *courtesy Google Map*
Direction from Asakusa Culture Tourist Information Center to Sushi Ken Asakusa Restaurant *courtesy Google Map*
Halal certificate
Halal certificate
plate
Mari makan!
Lunch menu
Lunch menu
How
How to eat your sushi
1.800 Yen
Tempura & Sashimi Set , Price 1.800 Yen

Ceritanya…
Demi eksistensi diri dan pencitraan yang luar binasa, gw menyengajakan diri untuk singgah ke sebuah museum di Jepang. Beraaaattt bener deh gaya gw…! 😛

Menentukan pilihan dari beberapa museum yang menarik di Tokyo itu memang sangat sulit. Dari museum seni, museum fotografi (tapi yang ada gw desperado ngebandingin dengan hasil jepretan sendiri), museum teknologi, museum transportasi hingga museum yang penuh dengan permainan anak, gw menetapkan pilihan pada National Museum of Emerging Science & Innovation a.k.a Miraikan yang berlokasi di Odaiba.

Kenapa sih harus ke Miraikan?
Jawabannya simple!

Gw hanya mencari tempat yang anti mainstream oleh turis Indonesia, namun tetap mempunyai unsur berbobot dan kaya akan ilmu pengetahuan. Ngoookk…

Sok pinter dikit gak papa dunk?
Kan usaha supaya pencitraannya sukses. ^_^

Dari hasil browsing, beberapa blogger merekomendasikan Miraikan untuk dikunjungi. Jepang sebagai negara yang sangat maju teknologinya membuat gw semakin penasaran dengan kecanggihan robot-robot yang ada di Miraikan.

Dari Asakusa gw menaiki Toei Asakusa Line, transfer di stasiun Shimbashi dan menaiki kereta Yurikamome menuju stasiun Telecom Center. Oya, daerah Odaiba ini mempunyai jalur kereta sendiri bernama Yurikamome. Kurang lebih hampir sama seperti jalur kereta di Sentosa Island, Singapore yang mempunyai jalur kereta sendiri.

Setibanya di stasiun Telecom Center, gw berjalan kaki selama lima menit mengikuti petunjuk yang bertebaran menuju Miraikan.

Setelah membayar tiket masuk seharga 620 Yen, gw langsung melihat sebuah area yang berisi dengan beberapa orang sedang mencoba Uni Cub. Uni Cub adalah perpaduan antara teknologi robot dengan kendaraan. Kalau sepintas dilihat, Uni Cub seperti tempat duduk yang dapat berjalan. Hehehe…

Kalian dapat mencoba berkeliling di dalam Miraikan menggunakan Uni-Cub dengan membayar biaya tambahan sebesar 700 Yen. Waktu yang diberikan adalah 30 menit termasuk 5 menit mengisi aplikasi, 10 menit latihan dan 15 menit kemudian berkeliling dengan Uni Cub.

How to ride Uni Cub
How to ride Uni Cub

Memasuki lantai 3, gw langsung terpana dengan sebuah globe map berukuran besar di area Geo-Cosmos. Penampakan giant globe-like display ini akan berubah-ubah. Kalian bisa cek time schedule-nya disini.

Siang itu, Miraikan tampak ramai pengunjung terutama anak-anak dan gw hanya berkeliling menuju spot-spot yang tidak terlalu ramai dan mempunyai antrian pendek. Jadi gw hanya akan menceritakan spot-spot yang menarik dan sempat gw foto ya.

Jika kalian melihat seekor hewan (robot) yang selalu ramai dikunjungi, nama hewan ini adalah Paro. Paro adalah robot yang berfungsi untuk terapi orang-orang yang berada disekitarnya. Tujuan utama dari robot ini adalah mendorong stimulasi mental seperti membentuk rasa senang atau nyaman hanya dengan berkomunikasi melalui robot. Paro mulai dikembangkan sejak tahun 1993 untuk mereka yang tidak dapat memelihara hewan ataupun lingkungan yang melarang memelihara hewan.

Kalau dilihat secara langsung, semakin sering hewan ini di belai, maka Paro akan menunjukan ekspresi wajah senang. Ekspresinya tampak seperti hewan sungguhan. Kira-kira, Paro bisa diculik ke Jakarta gak ya..??

Paro
Paro tampak seperti minum cucu yah…?

Area selanjutnya adalah CELLS in Progress yang selalu penuh dengan antrian. Tempat ini menceritakan tentang mekanisme, prinsip dasar dari sel serta fungsi dari stem cell.

Namun yang lebih menarik perhatian gw, terdapat sebuah miniatur fase-fase perkembangan janin dari fase telur yang sudah dibuahi hingga janin memasuki hari ke-56.

Selama ini gw hanya melihatnya di layar monitor USG, namun tidak bisa membayangkan seberapa besar janin ini berkembang di dalam rahim. Dengan hanya menyentuh miniatur ini, gw baru menyadari tahapan perkembangan besar janin ini terasa sangat kecil dari fase pembuahan hingga memasuki hari ke-56.

Inilah simulasi perkembangan janin. Keren banget konsepnya!
Inilah simulasi perkembangan janin. Keren banget konsepnya!

Sebagai cerita penutup di Miraikan, gw menantikan pertunjukan Asimo, a Humanoid Robot.
Yup, Asimo adalah robot Jepang yang sering sekali gw dengar beritanya di televisi nasional.

Pertunjukan Asimo berlangsung 4 kali dalam sehari yaitu pukul 11.00, 13.00, 14.00 dan 16.00. Pertunjukan selama 10 menit tersebut akan diisi dengan pertunjukan Asimo berlari, menari dan bermain bola. Jika kalian penasaran melihat videonya, kalian bisa cek di postingan IG ini.

Note :

  • Datanglah 30 menit sebelum waktu pertunjukan.
  • Anak-anak usia sekolah berserta para orang tua yang membawa anak balita akan di prioritaskan terlebih dahulu dan dapat duduk di barisan depan, setelah itu pengunjung usia dewasa diperbolehkan duduk berada dibelakang mereka.
  • Jika kalian datang di hari libur dan ingin mengambil foto, spot terbaik adalah berdiri di baris paling depan karena jika kalian duduk seperti gw, spot foto akan terhalang oleh posisi orang yang duduk di depan kalian.

Kesimpulan :
Dengan bertebarannya penjelasan dan informasi detail di masing-masing area museum, konsep pemahaman dan penjelasan yang terdapat di Miraikan dapat tersampaikan secara baik,  jelas dan sangat mudah dipahami. Jadi jangan takut untuk para family traveler, gw sangat-sangat-sangat-sangat merekomendasikan agar kalian membawa bocah-bocah menikmati kecanggihan Miraikan.
Highly recommended!

2-3-6 Aomi, Koto-ku, Tokyo 135-0064
Tel: +81-3-3570-9151(main)

Operational hours : 10.00 – 17.00
Closed : Tuesday (open on national holidays) and December 28 to January 1
Fees : Adult 620 Yen ; 18 years old and under 210 Yen

https://www.miraikan.jst.go.jp/en/

Miraikan ticket
Miraikan ticket
Miraikan
Miraikan
Ticket counter
Ticket counter
Competition
Games Competition, maybe…?
The huge globe map
The huge globe map
Bahkan bisa bobo-bobo'an memandang peta dunia
Bahkan bisa bobo-bobo’an memandang globe map
Ini boneka aslinya tampak seperti manusia, bisa berkedip, berekspresi dan menggerakan jemari tangannya
Penampakan aslinya benar-benar menyerupai manusia, bisa berkedip, tersenyum, berekspresi dan menggerakan jemari tangannya. Pfiuuuhh…
Kodomoroid is a teleoperated android robot resembling a human child
Kodomoroid is a teleoperated android robot
Boneka banget mukanyaaa....
Boneka banget mukanyaaa….
Mari menunggu...
Mari menunggu…
Hai Asimo!
Asimo tebar pesona
Asimo say goodbye
Asimo say goodbye
kalau tidak salah, area ini mensimulasikan jika terjadi gunung meletus dan efek yang akan terjadi
Kalau tidak salah, area ini mensimulasikan apa yang akan terjadi jika gunung meletus dan efek yang akan terjadi setelahnya. Speechless!
Gw pun sambil berusaha mengingat pelajaran anatomi tubuh lagi :D
Gw pun sambil berusaha mengingat pelajaran anatomi tubuh lagi 😀

Pukul 17.00 gw berjalan meninggalkan Miraikan. Sambil menunggu matahari terbenam, gw memutuskan mampir ke pusat perbelanjaan DiverCity Tokyo Plaza. Sudah bisa ditebak jalan cerita selanjutnya ya. Gw mulai khilaf ketika menemukan Uniqlo dan 3coins. Gragas time…!

Malam ini rencananya Uke akan tiba di Tokyo. Kami janjian untuk bertemu di Shinjuku dan berniat mengeksplor Tokyo Metropolitan Government Building. Namun karena hari mulai larut, Uke tampaknya lelah, gw belum kunjung selesai menjelajah Odaiba dan esok hari kami harus bangun sangat pagi, kami memutuskan untuk menskip Tokyo Metropolitan Government Building dan bertemu di Asakusa saja.

Sambil menunggu kabar dari Uke, gw berkeliling disekitar Odaiba dan menyempatkan diri memfoto Statue of Liberty dengan latar Rainbow Bridge.

Statue of Liberty with Rainbow bridge
Statue of Liberty with Rainbow bridge
Statue of Liberty
Statue of Liberty
Rainbow bridge #1
Rainbow bridge #1
Rainbow bridge #2
Rainbow bridge #2

Tak lama Uke menginformasikan sudah dalam perjalanan menuju Asakusa, gw pun beranjak menuju stasiun Daiba dan melanjutkan perjalanan menuju Asakusa.

Setelah berjumpa dengan Uke, kami melangkahkan diri menuju restoran ramen Naritaya yang tak jauh dari Sansoji Temple. Sepanjang jalan menuju Naritaya mulailah kami mengobrol.

Ceritanya seru !
Sama seperti bertemu teman lama yang sudah lama tidak berjumpa.
Kami bercerita ngalor-ngidul hasil perjalanan solo karir masing-masing.

Emmm…
Welcome back,
Uke !
So happy to see you again!
*kecup basah*

Advertisements

2 thoughts on “[Jepang] 2016 – Day 5 : Asakusa Culture Tourist Information Center, National Museum of Emerging Science & Innovation (Miraikan) & Odaiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s