[Jepang] 2016 – Day 2 : Hida Takayama

Sunday, May 1st 2016

Mengikuti itinerary yang sudah dibuat penuh perjuangan dan cucuran keringat, pukul 7 pagi kami sudah harus meninggalkan penginapan menuju Shinjuku. Setelah selesai menyimpan koper di luggage store hostel, pukul 06.53 kami beranjak meninggalkan penginapan. Gw menenteng satu tas jinjing sedangkan Uke menggemblok tas carrier-nya.

Berbekal pengecekan perjalanan menuju Shinjuku Express Bus Terminal di malam sebelumnya, kami menumpang subway di jalur yang baik dan benar, tiba di stasiun Shinjuku dengan selamat sentosa-tidak nyasar sedikitpun pada pukul 07.40.

Kami berjalan menyusuri eskalator hingga tiba di lantai atas stasiun Shinjuku, kemudian mencari pintu South Exit dan terlihatlah papan petunjuk menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Begitu kami tiba di luar stasiun Shinjuku, maka terlihat bangunan kaca di seberang kami dan terlihat tulisan 4F Expwy Bus. Kami pun menyeberangi jalan dan menaiki eskalator menuju lantai 4.

Inside of Shinjuku Station
Inside of Shinjuku Station
Direction
Direction to Shinjuku South Gate
Follow the sign to South Exit
Follow the sign to South Gate
Direction to Shinjuku Express Bus Terminal
Direction to Shinjuku Express Bus Terminal
Shinjuku Express Bus Terminal
Shinjuku Express Bus Terminal
4F
4F Expwy Bus
Just follow the direction
Just follow the direction
The direction
The direction to Expressway Bus

Di dalam area Shinjuku Express Bus Terminal, kami segera menukarkan tiket dengan menunjukan bukti pemesanan bus dan membayar tiket sebesar 6.690 Yen/orang. Tak lupa kami membeli setangkup roti sandwich Dean & Deluca sebagai bekal sarapan.

Waktu hampir menunjukan pukul 08.10. Dari toko Dean & Deluca yang berada di lantai 3, kami segera bergegas menaiki eskalator dan menuju platform C7. Hanya selang beberapa menit setibanya di platform C7, Nohi bus tiba dan kami pun mengantri menaiki bus.

Inside of Shinjuku Express Bus Terminal
Inside of Shinjuku Express Bus Terminal
Platform C7
Platform C7
Nohi Bus direct to Hida Takayama
Nohi Bus direct to Hida Takayama
The tickets
The tickets
Inside of Nohi Bus
Inside of Nohi Bus – Ada colokan listrik loh!!!

Perjalanan menuju Hida Takayama memakan waktu 5 jam 30 menit.
Pada awalnya gw mengira perjalanan selama ini akan sangat membosankan. Namun ternyata pemandangan selama diperjalanan sangat menarik. Bus akan melewati pedesaan berciri khas pemukiman Jepang, sungai besar (yang sangat jernih airnya) serta melewati lorong panjang gelap (dimana lorong ini menembus gunung).

Oya, bus akan berhenti sekitar 3 kali di rest area selama 5 menit jadi kalau kalian mulai bosan, kalian bisa turun jalan-jalan sebentar disekitar rest area sambil mencoba meluruskan kaki. πŸ˜€

The monitor inside the bus
The monitor inside the bus
One of rest area
One of rest area
Pemandangan menuju Hida Takayama #1
Pemandangan menuju Hida Takayama #1
Pemandangan menuju Hida Takayama #1
Pemandangan menuju Hida Takayama #1

Sesampainya di Hida Takayama, matahari bersinar cerah sekali.
Gw melepaskan jaket dan segera menyusuri jalan menuju penginapan kami yaitu J-Hoppers Hida Takayama.

Sesampainya di J-Hoppers Hida Takayama, kami check in, shalat, beberes barang sebentar dan memulai perjalanan kami menyusuri kota Hida Takayama.

Takayama (高山) is a city in the mountainous Hida region of Gifu Prefecture. To differentiate it from other places named Takayama, the city is also commonly referred to as Hida-Takayama. Takayama retains a traditional touch like few other Japanese cities, especially in its beautifully preserved old town. It now ranks as one of the prime candidates among travelers wishing to add a rural element into their itineraries.

Takayama gained importance as a source of high quality timber and highly skilled carpenters during the feudal ages. The city was consequently put under direct control of the shogun and enjoyed quite a bit of prosperity considering its remote mountain location. The Takayama festival, held in spring and autumn, is considered one of Japan’s best festivals.

http://www.japan-guide.com/e/e5900.html
http://www.hida.jp/english/

Hida Takayama merupakan kota yang dikelilingi Northern Alps, mempunyai perpaduan kebudayaan antara Edo dan Kyoto serta terkenal dengan maskot boneka Sarubobo-nya yang berarti β€œmonkey baby” dimana boneka ini dibuat oleh para Ibu untuk anak perempuannya sebagai jimat dalam memberkati pernikahan mereka.

Berhubung kami hanya punya 3 jam untuk mengeksplor kota Hida Takayama, kami di arahkan oleh resepsionis hostel untuk menuju Old Town Hida Takayama. Btw, kota ini sangat kecil, jadi rasanya gw tidak perlu menginformasikan kepada kalian petunjuk menuju tempat wisata yang ada di Hida Takayama. Hanya tinggal mengikuti peta dan tanpa kalian sadari, kalian sudah berkeliling di kota yang menyenangkan ini.

Takayama Food Map - di merupakan tempat yang menjual kebab halal
Takayama Food Map – di tulisan R4 yang dilingkari merupakan perkiraan lokasi toko yang menjual kebab halal
Takayama Walking Map
Takayama Walking Map

Di Old Town Hida Takayama ini terdapat Sanmachi Traditional Buildings dimana berjejerlah bangunan, rumah tua dan pertokoan yang dibangun sejak jaman Edo (1600-1686).

Dikarenakan cinderamata ciri khas Hida Takayama (terutama icon Sarubobo) hanya dijual di kota ini saja dan tidak dijual diluar kota ini, kami menyempatkan diri untuk masuk-keluar toko cinderamata di area Sanmachi Traditional Buildings. Fyi, harga cinderamata di beberapa toko relatif sama jadian kalian tidak perlu sibuk keluar masuk toko membandingkan harga. πŸ˜€

Selain masuk-keluar di area pertokoan Sanmachi Traditional Buildings, Uke sempat menyicipi Vanilla ice cream with Yuzu Mitsu (honey and Japanese limes). Rasanya endes untuk es krim seharga 320 yen. Kami juga sempat mengikuti antrian panjaaaaaang salah satu toko yang menjual makanan yang β€œpenampakannya” seperti sushi. Namun begitu kami mendekat dan mengartikan salah satu menu, tertulis dalam bahasa Indonesia adalah β€˜daging’. Tanpa ba-bi-bu, kami langsung keluar dari antrian. Yuk dadah bye-bye, Hida beef…!!!

Dari Sanmachi Traditional Buildings kami berjalan melewati Miyagawa Morning Market yang menjual kerajinan lokal, buah dan sayuran segar sejak pukul 06.30 hingga siang hari menuju jejeran bangunan tua lainnya yaitu Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings.

Di area Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings tampak lebih sepi dan tenang daripada di area Sanmachi Traditional Buildings. Entah karena hari sudah menunjukan pukul 17.15, dimana toko-toko sudah tutup pada pukul 17.00 sehingga area ini tampak lengang.

Kami mulai berjalan berputar mengelilingi area ini.
Walaupun penampakan bangunan di Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings kurang lebih sama dengan Sanmachi Traditional Buildings, namun gw lebih menyukai area Sanmachi Traditional Buildings. Mungkin karena bangunan di Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings tampak lebih monoton, flat dan tidak banyak hiasan yang mampu menarik perhatian hati.

Di saat matahari mulai beranjak ke ufuk barat, kami menyempatkan diri melipir di pinggir Sungai Miyagawa. Sungai ini tampak sangat jernih, di beberapa sudut terlihat gerombolan ikan sungai berbadan besar sedang bermain-main menikmati arus sungai dan seekor burung yang terdiam berdiri memaku.

Imho, Hida Takayama merupakan kota yang sangat menarik!
Layaknya Kyoto, berada di kota ini seperti berpindah dimensi Jepang di ala tahun 60-an.
Bangunan-bangunan kayu berwarna cokelat membuat daerah ini tampak β€œold school”, suasana terasa hangat dan penuh kharismatik.

Suka…!
Suka…!
Suka…!
Suka banget dengan kota ini…!
Gw merekomendasikan Hida Takayama untuk kalian datangi.

Terutama untuk pecinta budaya, kalian akan jatuh cinta dengan kota ini!

The map
The map
The famous Nakabashi Bridge
The famous Nakabashi Bridge
Red bridge
Red bridge
Sanmachi Traditional Buildings #1
Sanmachi Traditional Buildings #1
Sanmachi Traditional Buildings #2
Sanmachi Traditional Buildings #2
Sanmachi Traditional Buildings #3
Sanmachi Traditional Buildings #3
Sanmachi Traditional Buildings #5
Sanmachi Traditional Buildings #4
Sanmachi Traditional Buildings #4
Sanmachi Traditional Buildings #5
Beer house
Beer house
Cute couple
Cute couple
swing swing swing...
swing swing swing…
Ice creamnya Uke
Ice creamnya Uke
Inilah salah satu antrian
Inilah salah satu kios makanan cepat yang mempunyai antrian sangat panjang
Miyagawa River #1
Miyagawa River #1
Miyagawa River #2
Miyagawa River #2
Fish..
Fish..
Burung bangau...?
Burung bangau…?
Otw to Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #1
Otw to Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #1
Otw to Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #2
Otw to Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #2
Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #1
Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #1
Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #2
Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #2
Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #3
Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings #3
Ukeee.... Kenapa kita gak sempat sepedaan kemarin...?!?!?!
Ukeee…. Kenapa kita gak sempat sepedaan kemarin…?!?!?! Siapa tahu dengan naik sepeda kita jadi tampak Kawai…!?!?
Souvenirs at Hida Takayama #1
Souvenirs at Hida Takayama #1 – Upsss, sarubobo underwear..???
Souvenirs at Hida Takayama #2
Souvenirs at Hida Takayama #2
Souvenirs at Hida Takayama #3
Souvenirs at Hida Takayama #3
Souvenirs at Hida Takayama #4
Souvenirs at Hida Takayama #4
Souvenirs at Hida Takayama #5
Souvenirs at Hida Takayama #5
Souvenirs at Hida Takayama #6
Souvenirs at Hida Takayama #6

Kami berjalan kembali menuju pusat kota sambil mencari restoran untuk makan malam. Mengikuti rekomendasi dari website Halal Media, kami berniat mencari restoran ramen. Jika dilihat dari map yang di share di website Halal Media dan website HHWT , restoran Hidatakayama Ekimaeken dan restoran Hidatakayama-ramen Tenma merupakan restoran yang sama dan mengklaim ramen yang mereka sajikan halal. Berbekal map dari Halal Media dan mencocokan penampakan depan restoran, kami mengunjungi restoran ini.

Pada awalnya kami sempat ragu memasuki restoran ini.
Sambil mencoba meyakinkan diri, kami masuk ke dalam restoran.

Benar saja!
Ketika kami akan memesan makan, kami melihat tulisan β€œpork” di salah satu menunya.
Kami kemudian memilih keluar meninggal restoran dan mengucapkan permintaan maaf karena tidak jadi memesan.

Hidatakayama-ramen Tenma #1
Hidatakayama-ramen Tenma #1
Hidatakayama-ramen Tenma #2
Hidatakayama-ramen Tenma #2
Hidatakayama-ramen Tenma #3
Hidatakayama-ramen Tenma #3

Hari mulai tampak gelap. Kami masih berusaha mencari tempat makan yang menjual makanan halal. Resepsionis hostel sempat menginformasikan bahwa ada restoran kebab, namun doi tidak yakin lokasi persis dan jam operasionalnya.

Sesampainya di sana, kami menemukan restoran kebab tersebut namun sayangnya tutup.
Huhuhu…

Selama berjalan mencari restoran Kebab, suasana di Hida Takayama tampak sangat sepiiiiiiiiiiii.
Tidak banyak orang lalu lalang, lampu-lampu toko banyak yang sudah dimatikan dan dibeberapa sudut jalan tampak gelap tanpa adanya penerangan lampu jalan.

Melirik tangan, baru menunjukan pukul 19.00.

Ini kota sepi banget ya!
Berasa seperti kota mati!

Baiklah…
Kita kembali ke hostel aja ya, Ke!
Siapa tahu ketemu ‘penerang hati’ di hostel. πŸ˜‰

Advertisements

4 thoughts on “[Jepang] 2016 – Day 2 : Hida Takayama

  1. Vik, klo ngeliat tulisan kanji yg beef tadi, daging sapi kok bukan b2.. 😁😁
    Btw, poto2 lo makin ciamik aja, kalo jadi gw, nampaknya ga bakalan sempet moto2 keadaan sekitar.. πŸ˜†πŸ˜†

    1. Hooh…
      Tapi kita tetep gak yakin makan daging sapi, maaakkk πŸ˜†

      Hadeeeuuu….
      Apanya yang ciamik? Perasaan hasil foto gw makin brekeleee πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘
      Tapi thanks to Terfujilah yang membuat gw semakin pemalas menyeting manual namun foto tetap cetar. Hohoho…

  2. Dear kak Vika,

    Thank you so much atas informasinya. tulisan dan foto-fotonya keren sekali. πŸ˜€
    Kak, insyaAllah Desember 2016 ini saya ke Jepang, dan itinerary nya sama sama kakak, bahkan hotelnya juga sama. πŸ˜€
    Saya mau tanya kak.
    1. Nohi bus adanya hanya di platform C7 saja ya kak?
    2. Dari Nohi bus terminal di Takayama ke J-Hoppers Hostel jauh tida kak? Bisakah hanya dengan jalan kaki?
    3. Dari J-Hoppers ke Old Town Hida Takayama, Miyagawa Morning Market dan Shimoninomachi-Ojinmachi Traditional Buildings apakah jauh? atau lokasinya berdekatan?
    4. Adakah rekomendasi makanan halal di sekitar J-Hoppers hostel?

    Saya sangat berharap kak Vika berkenan membalas pertanyaan saya.
    Oya ini facebook saya: Yani Yn & Instagram: yayanilivady
    semoga kita bisa menjadi teman.

    Terimaksih banyak,

    salam

    Yaya

    1. Hai Yaya!
      Makasih dah mampir ke lapak sinih… πŸ˜‰
      1. Gw gak yakin apakah mereka hanya berhenti di platform C7. Nanti coba kroscek langsung ke petugasnya sebelum naik Nohi Bus ya.
      2. Jalan kaki menuju J-Hoppers Hida Takayama tidak jauh, memakan waktu 3 menit.
      3. Antara hostel dengan tempat wisata Posisinya saling berdekatan, lagipula kota ini kecil, jadi akses kemana-mana lebih gampang.
      4. Rekomendasi makanan halal sudah ditulis di postingan ini. Ada kebab. Coba nanti tanya kembali ke resepsionis hostel ya.
      Sukses ya bikin itinerary nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s