[Jepang] 2016 : Itinerary Jepang #2

Paspor, boarding pass, arrival card and my (reborn) eyeglasses!
Passport, boarding pass, Japan disembarkation card and my (reborn) eyeglasses!

Sejujurnya gw juga rada-rada blur ketika mau menulis postingan ini. Berhubung my short term memory gak keceh banged, jadi harap maklum kalau isi tulisannya gak berbobot. *gigit kuku tangan*

Perjalanan ke Jepang di tahun 2016 benar-benar diluar rencana. Biasanya hampir semua perjalanan, gw rencanakan dari jauh-jauh (bulan atau tahun) sebelumnya dan trip dadakan ini terlaksana karena ceritanya gw sukses mengompori my travel mate, Uke-chin. Awalnya doi ragu, namun entah โ€˜devilโ€™ apa yang akhirnya bisa membuat Uke mengiyakan ajakan gw. ๐Ÿ˜€

Setelah sukses dengan Uke, mulailah hunting mencari teman selanjutnya. Coba-coba tebar pesona ke beberapa grup Wasap, akhirnya yang kepincut dengan ide Jepang adalah salah satu genk Gatelan yaitu Fetty. Siiipppโ€ฆ Kita jalan bertiga ya, girls!

Pemilihan maskapai penerbangan berjalan sangat cepat!
Mengingat rencana perjalanan kami mendadak dan kami memilih menikmati liburan Jepang bertepatan dengan dua tanggal merah di bulan Mei 2016 (lumayan cuma cuti 3 hari euy!), alhasil pergerakan harga tiket pesawat sudah tidak terkendali. Mencoba maskapai yang mempunyai direct flight, harganya sudah di atas delapan juta rupiah. Mulailah bergerilya mencari penerbangan dengan budget masuk akal walaupun harus transit.

Dari berbagai pilihan maskapai, harga yang masih masuk akal adalah AA dan Cathay Pacific. Tapi kalau dihitung-hitung lagi jika menggunakan AA, kami harus mengalokasikan kembali pembelian tambahan bagasi dan makanan. Akhirnya pada malam hari tanggal 12 November 2015 dengan segala kerusuhan dan kegalauan tingkat tinggi, kami mengeksekusi Cathay Pacific, salah satu dari Top 3 Best Airlines of The World 2015.

Setelah tiket di tangan, kami mulai menentukan itinerary besar selama di Jepang. Uke sebagai first timer memilih Tokyo dan Kyoto, sedangkan gw menolak jalan ke Kyoto, lebih memilih destinasi baru dan jeng Fetty (yang juga first timer) belum menentukan pilihan apapun.

Selang sepuluh hari kemudian, Fetty mengabari kalau doi hamil! *tereret tereeeettt*
Alhamdulillah, kehamilan pertama yang sudah dinanti-nanti setelah 5 tahun pernikahan. Seperti yang sudah bisa ditebak, Fetty mengundurkan diri dari kepesertaan trip. Sedih karena teman perjalanan berkurang satu namun disisi lain sangat-senang mendengar berita bahagia ini!

FYI, due date-nya 26 Juli ini, semoga persalinannya lancar ya, Bumil! Ibu dan debaynya sehat. Aamiin.

Langkah selanjutnya Fetty mengecek ke pihak maskapai apakah tiket bisa di refund.
Alhamdulillah rejeki debay, tiket di refund dengan pemotongan harga 100 USD untuk proses administrasi.

Tersisalah gw dan Uke bergerilya membuat itinerary.
Pada dasarnya kami masing-masing mempunyai minat perjalanan yang kurang lebih sama. Uke memberikan beberapa pilihan tempat, gw tinggal memberikan saran tempat yang kira-kira bisa di eksekusi dan mana yang di coret. Rada seru diskusi via wasap antara gw dan Uke. Tukang itinerary rempong bener deh kalau dah ngebahas trip!

Hingga terpilihlah rute besarnya :

Setiba di Tokyo, kami akan melanjutkan perjalanan menuju Hida Takayama dan Shirakawa-Go. Setelah itu kami akan berpencar sesuai dengan keyakinan masing-masing, Uke melanjutkan perjalanan menuju Kyoto selama dua hari sedangkan gw akan one day tour di Tateyama Kurobe Alpine Tour dan kemudian kembali ke Tokyo. Final touchdown-nya, kami akan bertemu kembali di Tokyo untuk menuntaskan penjelajahan Tokyo.

Itinerary yang gw berikan untuk persyaratan visa tidak jauh berbeda dengan kenyataan di lapangan. Secara garis besar perjalanan utama di Jepang sesuai dengan jadwal yang direncanakan, hanya di hari kelima di Jepang gw masih menggalau menentukan tempat terbaik di Tokyo yang anti mainstream oleh turis-turis Indonesia.

ๆ—ฅไป˜ใ€€date

tanggal

่จชๅ•ๅ…ˆใ€€place you visit

tempat yang akan dikunjungi

ๅฎฟๆณŠๅ ดๆ‰€place you stay

tempat menginap

30 April 2016 – Depart from Soekarno Hatta International Airport (CGK), Jakarta to Tokyo Narita International Airport
– Tokyo : Shinjuku
Khaosan Tokyo Original
2-1-5 Kaminarimon
Taito-ku, 111-0034, Tokyo
p. +81-3-3842-8286
1 May 2016 – Depart to Hida Takayama
– Explore Takayama City
J-Hoppers Hida Takayama Guesthouse
5-52, Nada-machi, Takayama-city, Japan
Post code: 506-0021
Phone: 0577-32-3278
2 May 2016 – Shirakawa-go Tour
– Depart to Toyama
APA Villa Hotel Toyama-Ekimae
930-0003, Toyama, Sakuramachi 1-5-20
Phone: +81764313111
3 May 2016 – Tateyama Kurobe Alpine Tour
– Depart to Tokyo
Khaosan Tokyo Original
2-1-5 Kaminarimon
Taito-ku, 111-0034, Tokyo
p. +81-3-3842-8286
4 May 2016 Tokyo
– Tokyo Sky Tree
– Imperial Palace East Garden
– National Museum of Emerging Science & Innovation (Miraikan)
– Odaiba
Khaosan Tokyo Original
2-1-5 Kaminarimon
Taito-ku, 111-0034, Tokyo
p. +81-3-3842-8286
5 May 2016 – Lake Kawaguchiko
– Fuji Shibazakura Festival
Khaosan Tokyo Original
2-1-5 Kaminarimon
Taito-ku, 111-0034, Tokyo
p. +81-3-3842-8286
6 May 2016 Tokyo Disney Sea Khaosan Tokyo Original
2-1-5 Kaminarimon
Taito-ku, 111-0034, Tokyo
p. +81-3-3842-8286
7 May 2016 Tokyo
– Harajuku
– Meiji Shrine
– Shibuya
– Ginza
Khaosan Tokyo Original
2-1-5 Kaminarimon
Taito-ku, 111-0034, Tokyo
p. +81-3-3842-8286
8 May 2016 – Asakusa
– Check out hostel
– Return to Jakarta from Tokyo Narita International Airport

Seperti biasa kalau sudah urusan penginapan, Uke dengan toilet regulation membuat kami harus detail cek satu persatu di setiap penginapan. Awalnya kami sempat mengincar Air BnB, namun ternyata saat itu kami sempat membaca berita simpang siur tentang Air BnB yang dianggal illegal oleh pemerintah Jepang. Berhubung kami sudah โ€˜matureโ€™, kami memilih keamanan dan stabilitas jantung kami,ย  akhirnya Air BnB sukses tercoret dari list. Pilihan beralih menuju hotel bintang โ€˜kejoraโ€™ namun sekalinya dapat hotel yang cucok dengan budgeting, lokasi penginapan tidak strategis dari stasiun subway dan nun jauh kepinggir dari kota.

Selama di Tokyo niat hati ingin mencoba penginapan dekat dengan pusat kota seperti Shinjuku atau Shibuya, namun tahu diri aja deh yah, budget penginapan mentoknya di Asakusa. Dengan pilihan yang terbatas untuk private double room, kami memutuskan menginap di Khaosan Tokyo Original dengan harga kamar 5.000 Yen/kamar/hari.

Untuk penginapan di Takayama, kami memilih J-Hoppers Hida Takayama dengan pertimbangan diskon 500 Yen/orang untuk paket half-day bus tour Shirakawa-go jika peserta tour menginap di J-Hoppers Hida Takayama. Beda tipis antara irit sama pelit.. ๐Ÿ˜› Yang penting dapat diskonan, sodara-sodaraโ€ฆ.!

Sedangkan penginapan di Toyama, berhubung gw mager tingkat dewa, gw memilih penginapan yang dekat dengan stasiun dan kali ini gw mau leyeh-leyeh deh, mengingat esok harinya perjalanan akan panjang. Pilihanpun jatuh ke APA Villa Hotel Toyama-Ekimae.

Khaosan Tokyo Original
Khaosan Tokyo Original
J-Hoppers Hida Takayama
J-Hoppers Hida Takayama
APA-Villa Hotel Ekimae
APA Villa Hotel Toyama – Ekimae

โ€ฆand the last one, budgeting!

Budgeting perjalanan kali ini juga cukup membuat mata mendelik.
Melihat nominal total perkiraan budgeting yang merangkak naik cukup membuat gw stress!

Alokasi dana terbesar tempat wisata terdapat di tiket Tateyama Kurobe Alpine Tour, Shirakawa-go dan Tokyo Disney Sea! Kedua tempat pertama yang gw sebut adalah highlight perjalanan gw, jadi gw tidak akan (p.e.r.n.a.h) mencoretnya dari itinerary. Yang menjadi tumbalnya adalah Hitachi Seaside Park (padahal mau liat Nemophilia! Huhuhuhuโ€ฆ ) sehingga gw harus mengatur ulang itinerary Tokyo.

Itinerary detail wara-wiri selama di Jepang #2 bisa di unduh disini ya.

Jadi bagaimana dengan hasil perjalanan Jepangnyaโ€ฆ?

Alhamdulillah semua perjalanan berjalan dengan lancar, bahkan hal yang sangat gw takuti yaitu perjalanan di Tateyama Kurobe Alpine Tour (yang bertepatan dengan Golden Week) berjalan sangat baik! *sujud syukur*

Jadi, janganlah takut untuk memilih perjalanan di Jepang jika bertepatan dengan Golden Week. Beberapa tempat wisata akan ramai dengan pengunjung namun jika disiasati dengan melakukan perjalanan sejak pagi hari, kalian masih bisa menikmatinya. Selama perjalanan kemarin, hanya perjalanan di Shibazakura yang mengalami kendala yaitu kemacetan panjang (dah biasalah untuk penghuni kota Jakarta) dan tempat wisata penuh dengan wisatawan lokal dan mancanegara. Perjalanan ke tempat wisata lainnya aman, damai dan sejahtera!

Sebagai penutup postingan ini, dari beberapa pertanyaan Pichu-mate (hahaha… Minta di timpuk batako banget gak seh…??) terdapat beberapa point yang bisa gw simpulkan antara lain :

  • Jika kalian (memang) mempunyai budgeting membeli JR Pass dan mempunyai rute yang cucok, belilah JR Pass! Gak akan rugi kok! Tapi perhitungkan budgeting sebaik-baiknya dan buatlah rute sekeceh mungkin untuk memaksimalkan penggunaan JR Pass.
  • Mana yang lebih penting, itinerary berdasarkan budgeting atau budgeting berdasarkan itinerary โ€ฆ??
    Galau kan loh ngejawabnya!!!! ๐Ÿ˜›
    Di perjalanan Jepang #1, jawaban gw secara mutlak adalah itinerary berdasarkan budgeting!!! Sedangkan di perjalanan Jepang #2, jawabannya adalah kedua-duanya.
    Kenapah oh kenapahโ€ฆ?? Karena gw selalu penasaran dan mempunyai impian untuk tiba di Tateyama Kurobe Alpine Tour dan Shirakawa-go. Jadi kali ini, gw extra memangkas gaji untuk gw sisihkan ke pos perjalanan Jepang #2. At least, setelah perjalanan ke tempat tersebut tercapai, gw bisa move on dari Jepang menuju rencana perjalanan selanjutnya. #eaaaa *nimbun rupiah dibalik bantal*
    Intinya adalah sesuaikan perjalanan dengan keuangan kalian. Jangan dipaksakan ya, ciiinnn! Kalau punya uang lebih, syukur Alhamdulillah bisa digunakan to the max. Kalau pun pas-pasan, yang penting sudah menginjakan kaki di Jepang kan? ๐Ÿ˜› Jangan sampai sekembalinya ke tanah air, mewek kehabisan duit dan puasa makan siang di kantin langganan deh.
  • Pilih mana, Pasmo Suica (dkk) atau tiket single trip?
    Sesuaikan dengan rencana perjalanan, budgeting dan gaya traveling!
    Jika kalian gak mau ribet bolak-balik antri membeli tiket subway, tidak mau khawatir salah membeli tiket dan suka melenceng keluar dari itinerary (blusukan keluar masuk stasiun subway maksudnya), pilihlah Pasmo Suica (dan teman-temannya).
    Namun jika ingin merasakan sensasi planga-plongo bin deg-degan yang berbeda-beda setiap membeli tiket, tipe traveler yang mengikuti itinerary (dan langsung be-te jika itinerary melenceng) dan mempunyai tight budgeting, maka pilihlah tiket single trip ataupun one day pass.
    No body perfect, guys! Begitu pula dengan tiket! #pengandaian macam apa ini???#
  • Dan yang terakhir adalah fleksibel ya, guys!
    Kalau ada rencana perjalanan yang tidak terlaksana, ikhlasin, jangan baper *apa sih???*, jangan be-te dan cobalah mencari alternative tempat lain. Pasti ada hikmah dan keseruan tersendiri dibalik setiap perjalanan! *sodorin cermin muka* ๐Ÿ˜€

Gw tunggu cerita kesuksesan trip Jepangnya ya, my Pichu-mateโ€ฆ.!!!
Met ngitinโ€ฆ! ๐Ÿ˜‰

The famous icon - Mt. Fuji!
The famous icon – Mt. Fuji!
Shibazakura festival
Shibazakura festival
The tickets of Tokyo Disney Sea
The tickets of Tokyo Disney Sea
Advertisements

31 thoughts on “[Jepang] 2016 : Itinerary Jepang #2

  1. Wuih, akhirnyaa diposting juga itinerarynya! Pas iseng ngecek ternyata udah ada ๐Ÿ˜‚. Btw mba, Khaosan Original enak nggak? Udah pesen twin private buat 2 hari, tp selama di Tokyo nggak full nginep di sana.. soalnya keliatannya syempiiit, takut nggak muat buat sholat. Dan susahnyaa pun nyari female dorm buat 4 orang, sisa bed selalu nggak cukup. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    1. Hai Difa!
      Akhirnya launching juga yah postingannya.. ๐Ÿ˜›
      Untuk akses dari subway, Khaosan Original okeh,Difa. Tapi kalau kamu jalan berempat, gw lebih merekomendasikan Khaosan Tokyo Kabuki bisa cari yang private room untuk berempat karena ukuran kamarnya luas dan rasanya mereka tipe kamar ensuite. Kamar twin room di Khaosan Original memang sangat sempit! Gak ada space buat shalat akhirnya kami shalat di atas tempat tidur. ๐Ÿ˜ฆ dan permasalahan yang lain adalah bidetnya tidak berfungsi! Pe-er banget deh kalau mesti ke toilet.

      1. Whaat, bidetnya nggak berfungsi?? Padahal yg pertama dicek toiletnya ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Udah booking di Anne buat sisa harinya.. Khaosan Originalnya sayaang tapi kalo dicancel, kudu pake deposit sih.. semoga toiletnya ntar udah dibenerin ya Allah ๐Ÿ˜Œ. Dan rempong yee mba nyari hostel di Jepang? Bikin puyeng..

      2. Hooh.
        Kalau di lihat dr review orang-orang banyak yang mempermasalahkan toiletnya. Lumayan deh kerjaannya nenteng-nenteng botol air mineral setiap ke toilet. Kangen Kabuki! Huhuhu..
        Coba di email aja ke Khaosan Original, difa. Semoga dah diberesin sama mereka.

  2. Haloo vika salam kenal… suka baca blognya sangat membantu sekali. mau nanya kmrin naik cathay ada tambahan bagasi ngga? coz dari cathay kan cuma dpt 20kg aja nih. klo ada apa bayarnya pas kita cek in dibandara? terima kasih & ditunggu cerita cerita selanjutnya.

    1. Hai Sinta!
      Thanks dah mampir yah.. โ˜บ๏ธ
      Kemarin pas pulang, bagasi kita pas bener banget di limit 20kg. Tapi bawa tas kecil (tas tenteng) ke kabin jadi mungkin lebih dari 20 kg untuk berat barang yang kita bawa. Hehehe…
      Kalau untuk bagasi tambahan, bisa cek langsung ke website resmi Cathay, pasti ada penjelasan resmi dari mereka. Hehe…

  3. Ooh gituh yah.. berarti nanti diakalin bawa tas lipet juga yah. oke nanti cb ceki” webnya deh. thanks ya dah dijawab

  4. Haiii mba vikaaa..
    Akhirnya setelah ditunggu2 haha..ditunggu sampe beres res bes ya mbaaa
    Budgetnya luar biasa juga wahahaha ๐Ÿ˜‚
    Aaakkk shibazakura festivalnya kece bgt fotonya ๐Ÿ˜ญ keceehhhh
    Khaosan original iyah kecil bgt ya dan bidetnya gak berfungsi jg, tp aku msh bisa solat sih gantian dikmr yg ber4 hehe ๐Ÿ˜‚ tp ini hrg penginapan yg paling mureee diantara khaosan yg lain ๐Ÿ˜

    1. Hai Amelia…!!!
      Pa kabar…?
      Iya, alhamdulillah cuacanya pas cerah banget di sekitar gunung Fuji jadi pemandangannya di Shibazakuranya juga keceh!
      Wah kemarin nginep di Original juga ya? Berarti bisa jadi catetan nih kalau kamar kapasitas berempat masih ada space untuk shalat dan bener banget kalau harganya memang paling murah ya! Gakpapalah, setidaknya sudah ada pengalaman dan perbandingan menginap di Khaosan area Tokyo. ๐Ÿ˜ƒ
      Thanks atas sharing infonya ya, Amel!

  5. Sebenernya kalo sering ngesubway, lebih irit beli yang oneday pass buat turis. Pengalaman kemarin beli Suica ngisi ulang 1000 yen bbrp kali (cepet abis), dikira2 kayaknya lebih irit beli oneday pass buat turis. Download juga apps tokyo subway, berguna bgt selama di jepang (especially tokyo) buat searching subway + nongol brp fare subway tripnya.

    1. Hai… Hai…
      Thanks buat cerita sharing-nya!
      Kemarin gak beli Suica juga karena gak punya waktu lama buat eksplor Tokyonya jadi kalau dihitung-hitung iritan pakai One day pass.
      Noted untuk apps tokyo subway!
      Semoga bisa mampir lagi kesana untuk mencoba sarannya yah.. ๐Ÿ˜ƒ

  6. Halo mba vika, mau nanya soal penginapan, kenapa gak pernah nyoba air bnb? Apa tidak recommended yah? Padahal apato yg ditawarkan disitu bagus2 dan agak terjangkau juga. Please infonya.,butuh referensi nih mba.
    Makasih ๐Ÿ™‚

    1. Hai Any,

      Seperti yang sudah dibahas di postingan di atas, ketika kami akan memesan penginapan kami sempat mendengar informasi bahwa Air BnB yang dianggal illegal oleh pemerintah Jepang. Padahal tempat yang disewakan di Air BnB juga menarik dan murah. Alhasil kami memilih penginapan yang memang legal untuk memudahkan persyaratan visa.

      Info detailnya, coba cek di link ini ya http://resources.realestate.co.jp/news/japanese-govt-releases-details-law-airbnb-style-rentals/

  7. mbk vika, ada tips khusus biar bisa dapet visa jepang tidak? kog dari agen travel katanya tabungan minimal harus 30 jt. apakah benar demikian??

    1. Emmm tips khusus..?
      Rasanya hanya perlu memenuhi persyaratan visa Jepang secara lengkap, Umi. Insyaallah sukses!
      Kalau tentang minimal saldo, Kedutaan Jepang tidak mencantumkan persyaratan tentang minimal saldo tabungan. Perhatikan cash flownya saja.
      Btw, kenapa gak coba mengurus visa langsung ke Kedutaan, Umi?

  8. Aslkm mba vika, kece ih blognya, membantu saya banget bikin itin selama di Jepang. Insya alloh maret 2017 saya dan 2 orang teman saya rencana meluncur ke Jepang sekitar 9 hari. Mau tanya, kalo muterin Tokyo + Lake Kawaguchi + Fujiko F Fujio cukup % hari ga mba? Sisa harinya buat Kyoto dan Osaka. Terimakasih.

    1. Waalaikumsalam,

      Waaaa….Makasih pujiannya. *blushing*
      Alhamdulillah kalau postingannya bisa membantu ya..
      Rencana muter-muter Tokyo, kawaguchiko dan Fujiko F Fujio untuk berapa hari? Tulisannya gak ada angka, Annisa. Hehehe..

  9. Hai sis..bole tanya kalo dr tokyo ke takayama itu berapa jam ya ? Terus cukup ga kalo 1 hari itu lg ke shirakawago? Butuh berapa lama ya utk perjalanan ke sana..soalnya cuma punya sehari utk nginap di takayama ..thank u for reply^^

  10. Malam mbak vika…saya ada rencana mau ke shirakawago plus tateyama alp. Rencana memang mau nginap 1 hari, enaknya di daerah mana? Lebih baik hari 1 menyusuri tateyama dulu atau shirakawago? Enaknya dari tokyo apa kyoto ya? Karena saya beli tiketnya pp via haneda. Sekalian mau ke kyoto dan kawaguchiko

    1. Hai Lia!
      Kalau melihat rute yang Lia ingin tempuh, rasanya rute terbaik yaitu Tokyo – Tateyama Alpine Route – menginap di Hida Takayama – Shirakawa Go – lanjut ke Kyoto sedangkan untuk menuju Lake Kawaguchiko bisa melakukan perjalanan satu hari ketika berada di Tokyo.
      Kalaupun mau eksplor Kyoto terlebih dahulu, rute di atas bisa diputar terbalik ya.
      Semoga membantu jawabannya ! ๐Ÿ˜„

  11. Mbak vikaa… (nyampah komen lagi di postingan ini) hahahhaa…
    Simple question, pas naik Cathay, transit di HKIA, keluar airport ga?
    Atau punya pengalaman keluar airport di HK gituh…
    Aku kan naik Cathay juga, dapet transit 9 jam pas perjalanan pulang, lumayan banget sih kalau mau keluar… Cuma mau nanya, kalau mau keluar airport pas transit itu, harus ngisi imigration form dan bea cukai ga ya? Hehehhee
    Thank you.

    1. Kemarin pas transit di HK waktunya cuma sebentar,James. Jadi kita memutuskan untuk tidak keluar dari HKIA dan belum pernah punya pengalaman keluar dari bandara.
      Coba browsing informasinya dulu James, tapi normalnya kita harus isi imigration form dan bea cukai. ๐Ÿ˜

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s