[Jepang] 2016 : Printilan Jepang #2

Hi….!
I’m back to post another (Japan) travel story!

Setelah menikmati liburan ke negara Matahari Terbit, (langsung) disambut dengan kerusuhan perkerjaan, percintaan yang kandas gak ada sukses-suksesnya sedikit pun #eaaaa penting banget curcol dimarih# , si lepi putih yang selama ini setia selama delapan tahun mulai menunjukan aksi protesnya dan memasuki kenikmatan bulan Ramadhan, akhirnya… mari kita (coba) tuntaskan cerita liburan kali ini.

… dan, maaf banget untuk teman-teman yang sudah menunggu postingan Jepang #2 selanjutnya, #eh, situ sapa sih?!?!?!# harap bersabar to the max ya.
Hilal menulisnya mulai terdegradasi dengan ke-baper-an eikeh. 😦

Baiklah, mari kita tinggalkan segala alasan gak penting di atas yah!

Kembali ke topik perjalanan Jepang #2 kali ini, tidak banyak informasi yang berubah. Gw masih menggunakan informasi dari postingan Printilan Jepang terdahulu. Hanya ada beberapa point tambahan yang semoga dapat membantu para traveling hunter grasak-grusuk berburu informasi Jepang.

Visa Jepang

Untuk informasi visa Jepang, sengaja tidak gw buat dalam postingan terpisah dikarenakan tidak ada perubahan persyaratan yang diminta oleh Kedutaan dan kali ini gw menggunakan jasa travel agent.

Weitsss… pemalas kali, bu???
Hooh, dikit! 😛
Alasan utamanya sih karena gw sedikit ribet mengatur izin keluar kantor dan setelah hitung-hitungan biaya taksi PP Kantor-Kedutaan hampir sebanding dengan biaya pengurusan visa melalui travel agent, jadi kali ini berbagi rejeki dengan travel agent aja deh. Biaya yang gw keluarkan untuk pengurusan visa sebesar Rp. 435.000. 😉

Website

  1. Selain website Hyperdia, website yang sangaaaaat sering gw buka kali ini adalah Halal Media Japan. Dasar otak makan, lebih seringnya gw membuat itinerary dengan mencari tempat makan halal terlebih dahulu, baru menarik titik-titik tempat wisata. 😀
    Gw hanya terlalu kangen masakan Jepang!
  2. Untuk pemesanan Express Bus menuju luar kota, gw membuka website http://highway-buses.jp/
  3. Sisanya, gw mulai wara-wiri ke beberapa blog orang Malaysia. Salah satunya yang sering gw jadikan referensi adalah http://life-of-a-traveller.blogspot.co.id/

Pocket Wifi

Free Upgrade from Japan Wireless
Free Upgrade – Mobile Wi-fi Router LTE from Japan Wireless

Pocket wifi yang gw gunakan masih dengan Japan Wireless. Gw memesan dua buah pocket wifi dengan jenis Mobile Wi-fi Router 3G Model, dan rejeki anak shalehah ternyata salah satu wifi di upgrade secara gratis menjadi Mobile Wi-fi Router LTE. Jenis wifi LTE ini memberikan kecepatan stabilitas internet yang sangat lancar jaya, cyyiiin!!!

Fyi, beberapa kali gw sempat membaca testimoni yang mengecewakan tentang Japan Wireless. Untuk pengalaman gw kali ini, tidak ada keluhan yang signifikan. Namun jika dibandingkan dengan penyewaan wifi tahun lalu, baterai pocket wifi 3G yang gw sewa saat ini memang terasa sekali dropnya. Namun masalah tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan power bank (bukan extra baterai seperti yang tertulis di website) dari Japan Wireless.

Prayer room

Satu hal yang sangat gw kagumi dari Jepang adalah konsistensi pemerintahannya dalam menarik wisatawan muslim. Dibandingkan perjalanan tahun lalu, prayer room (ataupun sering disebut prayer space) serta lokasi makanan halal meningkat sangat signifikan, bertebaran di penjuru kota dan semakin memudahkan gw untuk mengeksplor Jepang.

Perjalanan ini gw mencoba prayer space di Laox Shinjuku dan meminjam salah satu ruangan di Disney Sea Tokyo.

Female prayer space at Laox Shinjuku
Female prayer space at Laox Shinjuku
Inside of Female Prayer Space
Inside of Female Prayer Space

Transportasi

Selama mengatur itinerary perjalanan kali ini, tidak banyak yang berubah dari sistem transportasi di Jepang. Masih tetap keceh dan (selalu) perlu perencanaan matang!

Berhubung perjalanan Jepang #2 gw akan akan singgah di dua kota yang jauh dari Tokyo, gw sempat berhitung-hitung untuk menggunakan JR Pass. Namun setelah dikalkulasi segala biaya perjalanan dan gw sedikit kesulitan mengatur time table perjalanan, yang pada awalnya gw tertarik menggunakan JR Tokyo Wide Pass  dengan berat hati gw putuskan untuk tidak membeli JR Pass tersebut!

Tiket (atau paket ya?) promo yang gw beli hanyalah Tateyama Kurobe Option Ticket. Tiket promo ini hanya berlaku untuk wisatawan yang dapat langsung dibeli di Kantor JR dengan menunjukan paspor. Jenis armada transportasi lain yang gw gunakan seperti shinkansen dan bus, gw menggunakan tiket  single trip.

Terus apa yang menjadi kerusuhan kali ini???
Karena kami jalan B.E.R.T.E.P.A.T.A.N dengan Golden Week di Jepang akhirnya kami harus menyusun itinerary sedetaaaiiilll mungkin. Golden Week adalah salah satu musim liburan (seperti long weekend di Indonesia) yang jatuh pada akhir April hingga awal Mei jadi kami sudah memperkirakan penginapan yang mahal, transportasi menuju luar kota serta tempat wisata akan dipadati oleh masyarakat Jepang sendiri.

Transportasi menuju Hida Takayama dan Lake Kawaguchiko

Nohi Bus direct to Hida Takayama
Nohi Bus direct to Hida Takayama
Express bus from Lake Kawaguchiko to Shinjuku
Express bus from Lake Kawaguchiko to Shinjuku

Demi pengiritan dan tingkat kemalasan transit-transit kereta, kami menggunakan express bus untuk menuju kedua tempat tersebut. Kami memesan express bus melalui website Highway Bus yang mempunyai rute dari Tokyo menuju Mt. Fuji, Takayama, Hatsuba, Matsumoto dan Nagano.

Pemesanan melalui website baru dibuka satu bulan dari tanggal keberangkatan dan pembayaran dapat dilakukan pada saat keberangkatan. Jangan lupa, bus akan berangkat ON TIME ya!!!! Jadi pastikan kalian sudah tiba di tempat keberangkatan 30 – 40 menit sebelum waktu keberangkatan agar tidak terburu-buru membayar dan menukar tiket, cari wc #itu sih kerjaan gw!!!# serta mencari lokasi platform bus.

Akhir kata, selamat berpusing-pusing ria!!! :mrgreen:

Advertisements

9 thoughts on “[Jepang] 2016 : Printilan Jepang #2

    1. Hahahaha…
      Sabar ya, buuuu… 😅
      Habis ini insyaallah mau posting Itinerary-nya ya. Masih sibuk mikir mau nulis apa.. 😁
      Gak banyak yang berubah untuk rute Tokyo, yang berbeda hanya menambah Hida Takayama, Shirakawa-go dan Alpen tour.

  1. Hi mbak
    untuk pocket wifinya bisa disharing ke beberapa gadget kan ya?
    thanks!

    PS : infonya lengkap banget
    saya nyontek dari sini untuk itin saya ya 🙂

  2. Halo Vika,
    kamu buat visa lewat Dwidayanya berapa lama sebelum berangkat ya? Boleh tau di cabang mana?
    Seru deh baca post tentang Jepangnya, perintilan-perintilan kayak gini yang kadang ga kepikiran hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s