Sudut langkah

Langkahku berhenti di satu sudut,
Satu sudut relung hati hampa udara.

Aku menatap sebuah bintang,
Tertegun dengan segala pesonanya,
Yang penuh dengan gemerlap cahaya.

Ia tak bisa ku elakan,
Juga tak bisa ku singkirkan.

Namun aku tak kuasa melawan takdirNya.

Menatap segala pembatas di setiap sudut,
Mencoba menggapai ujung sudut yang tak pernah dapat kuraih,
Dan membuatku terjatuh kembali di kubangan yang sama.

Diam.
Mundur.
Hanya itu pilihan tersisa.

Ia bukan suatu kesalahan,
Dan bukan nadi penyesalan.

Ia hanya sebuah takdir dari salah satu jawaban doa yang melintas dalam fatamorgana kesendirian.

[May 28, 2016 ; 01.12]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s