Bachelorette Trip – Itinerary Melaka

Bachelorette Trip - December 2015
Bachelorette Trip – December 2015

Sama seperti cerita perjalanan di akhir tahun 2014 ke Siem Reap, kami berencana mengulang kembali perjalanan di akhir tahun 2015. Kami akan menggunakan jatah liburan cuti bersama yang jatuh pada hari Natal. Daripada manyun di rumah, mari travelling… πŸ˜‰ *salim sama bumil Tantri Kotak KW Super*

Pada pertengahan bulan April 2015, kami mulai grasak-grusuk mencari ide tujuan wisata. Gagasan briliannya dimulai dari Lombok (mau liburan atau mau ngerusak honeymoon orang nih?), Melaka, Johor Bahru, Kakaban dan tak lupa Tanjung Bira (tetep cinta sama destinasi Indonesia kok!). Perhitungan kasar budgeting dilempar ke grup hingga akhirnya kami sepakat menjatuhkan pilihan tempat yang dekat dan yang pasti, m.u.r.m.e.r yaitu Melaka.

Pemilihan maskapai !

Diantara beberapa pilihan maskapai yang wara-wiri di skyscanner, Malaysia Airlines adalah salah satu maskapai yang sedang gencar-gencarnya memberikan promo.

Harga terendah yang sempat terpampang rute Jakarta-KL sebesar 1,2 juta rupiah untuk tiket PP.
Kurang apa lagi tuh, harga 1,2 juta untuk full service airlines-nya Malaysia (yang seharusnya tidak perlu diragukan lagi), gak perlu mikirin harga tambahan untuk bagasi dan makan, serta terjangkau oleh kantong saku celana!

Gw coba lempar ke grup, namun beberapa personel mulai ragu menggunakan maskapai ini mengingat maskapai sedang dirundung masalah.

Imho, yang namanya ajal dan maut, jika memang sudah ditakdirkan meninggal didalam pesawat, mau jenis pesawat apapun, baik yang budget airlines ataupun full service, baik dalam kondisi aman ataupun kondisi kecelakaan (nauzubillah min zalik) tetap saja kita tidak bisa menolak takdirnya. *berusaha bijak* πŸ˜€

Sambil menunggu yang lain berpikir, harga tiket mulai beranjak naik. Terakhir kalinya ketika gw dan Didit mencoba updating harga tiket, harga tiket promo hanya tersisa untuk 2 tiket di harga Rp.1.415.700/orang. Untuk mengamankan harga tiket promo, Didit segera mengeksekusi 2 tiket tersebut. Dua tiket lainnya kami eksekusi esok hari dengan harga promo yang lebih mahal.

Beberapa bulan sebelum keberangkatan, Didit mengabarkan berita buruk tidak baik. Doi mendapatkan pelatihan ke negara Sakura pada bulan Desember-Januari. Huhuhuhu…
Aku sedih! Kami pun berduka! Miss. Bijak tidak bisa memeriahkan perjalanan ke Melaka. 😦

But the trip must go on!
Beberapa perubahan seperti hotel langsung di kerjakan oleh Didit. Sedangkan tiket tidak bisa di refund, mengingat tiket yang kami beli adalah tiket promo.

Daaannnn….
Beberapa minggu sebelum kami jalan, Ade mengabarkan berita buruk tidak baik selanjutnya. Doi kena banned untuk jalan ke Melaka! Alasannya langsung tanya yang ke bersangkutan yeee… Kalau masalah ini, doi lebih galak daripada gw.. *peace, De!*

Ya sutralah, walau terbayang-bayang hotel dan itinerary akan kacau, gw sama Uke pasrah aja deh. Insyaallah kami tetap jalan berdua ya, Keeee….???

Hingga beberapa hari sebelum hari H, Ade memberikan kode kalau dia akan tetap jalan ke Melaka.

Hooo…. Baiklah!
Bachelorette trip Alhamdulillah tetap berjalan sesuai rencana.

Penginapan

Uke yang strict sama urusan per-wc-an, melemparkan ide Wayfarer Guest House.

A : Dit, gw cari wayfare kok ga nemu ya? Itu penginapan apa kacamata sih? πŸ˜€
N : Wayfarer, De… *edisi ada tambahan anggota ilegal* *siapakah orang ini?*
U : Wayfarer cyiiinnn
V : Wayfarer cyiiinnn
A : Oooo… Hahaha… ya udin, besok deh gw coba.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian.

A : Room 6 yaaa…?
U : Ada lift nggak?
D : Room 6 sama 1, De. Kan buat 4 orang. Kalau sepakat di Wayfarer, buru-buru di kontak. Takut penuh.
U : Aku ikut saja
A : Jiaaa… Cuma 2 lantai, Ke. Gaya beut deh pake lift. Yang full cuma Mei akhir ini doang katanya. Insyaallah jadi masih ada kemungkinan ini kita. 50 % bayar DP nya. Yuk mari…
U : Lhoooo akyu kan pejalan cyantik nan ciamik. Nggak bisa keringetan, susah-susah, capek-capek *menyebalkan
V : Gw okeh di Wayfarer
A : Gw okeh di Wayfarer
N : Gw okeh di Wayfarer *edisi penumpang gelap lagi*

Dan urusan pemesanan penginapan langsung diserahkan kepada Didit.

Itinerary

Tugas perumusan itinerary seperti biasa diserahkan kepada Ibu Bankir. Dari hasil perkutatannya dengan internet, didapatkanlah rumusan itinerary sebagai berikut :

[Day 1, 24 Desember 2015] : perjalanan menuju KL, lanjut ke Melaka dan sampai di penginapan langsung tiduuuuurzzz..

[Day 2, 25 Desember 2015] : chicken rice ball di Kedai Kopi Chung Wah – Dutch Square – the Stadhuyst – Christ Church – Queen Victoria’s Fountain – souvenir shopping at Hard Rock CafΓ©, San Shun Gong, Starbucks, dan Orang Utan House – Cheng Ho Cultural – makan lalu shalat di Masjid Kampung Kling – Cheng Hoon Teng Temple – Melaka River Cruise – Jonker Street Night Market

[Day 3, 26 Desember 2015] : St. Paul’s Hill – A Famosa – Menara Taming Sari – Baba Nyonya Heritage House – Kampung Morten

Berasa agak rushing ya itinerary-nya. πŸ˜€
Yaaaaa seperti biasalah, itinerary tinggal itinerary, kenyataannya di hari H kami acak-acak sesuai kondisi lapangan dan mood. πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s