[Korea] 2015 – Day 6 : Narsis dengan Hanbok, Lotte Duty Free, Namdaemun Market & N-Seoul Tower

October 14th, 2015

Dari rancangan awal itinerary, gw sempat memplot beberapa tempat wisata yang berada diluar kota. Salah tiganya adalah Jeonju, Juknokwon (Bamboo Forest) di Damyang dan Mt Seoraksan.

Pemilihan Jeonju karena kami ingin keluar kota dengan menggunakan free shuttle bus (sengaja di bold! πŸ˜€ ), ke Juknokwon karena penasaran dengan bamboo forest dan jajaran metasequoia-lined road yang sering wara-wiri di Drakor (Heeeh…Drakor agaiiinn..????!!! πŸ˜› ) dan Mt Seoraksan karena ingin melihat perubahan warna-warni daun di musim gugur.

Dua pilihan pertama sukses tersingkirkan karena ternyata di hari yang kami inginkan, rute free shuttle bus ke Jeonju berubah tempat tujuan sedangkan jika memilih menuju Damyang, gw tidak yakin perjalanan bisa dilakukan singkat dalam satu hari.
Otomatis pilihan jatuh ke Mt Seoraksan!

Namun beberapa hari sebelum pelaksanaannya, gw mulai ragu-ragu menjalankan rencana ini. Kondisi Ahjumma #1 yang tidak bisa diforsir karena mulai lelah sedangkan gw dan Ahjumma #2 sih semangat ’45-bermental baja jika ingin mencoba naik cable car hiking ke Mt Seoraksan.

H-1 dengan suara (tidak begitu) bulat, kami mengcancel perjalanan menuju Mt Seoraksan.

Kecewa donk?
Sedikiiittt…. !
*sodorin mikrofon ke Ahjumma #2 untuk testimoni*
*Aa-aa-aa-aa… Test-test-test… 1-2-3-4… *
*ketok-ketok mikrofon*

Tapi berhubung kita jalan bergrup mesti ada cincai-cincai dikit lah kalau ada perubahan rute. πŸ˜‰

Kami kemudian berdiskusi untuk rencana rute perjalanan hari keenam.

Gw : menuju Gangnam. #Modus buat mampir ke SMTown di Coexartium# πŸ˜€
Ahjumma #2 : bergerilya mencari info tempat penyewaan hanbok gretong.
Ahjumma #1 : *pasang senyuman maut*

Tidak banyak perubahan berarti untuk jadwal hari keenam.
Kami hanya tinggal memasukan N-Seoul Tower yang belum terlaksana dihari sebelumnya dan memajukan rencana menuju Namdaemun market.

*****

Pagi ini kami sepakat memulai perjalanan di pagi hari menjelang siang. Setelah beberapa hari ini kami bangun sangat pagi, hari ini waktunya bangun siang, leyeh-leyeh menikmati sarapan, ngeteh, ngopi, nonton tipi Korea plus updating berita kantor.

Dari Mbah Gugel didapatkan informasi bahwa penyewaan hanbok gretong terdekat dari Myeongdong berada di Seoul Cultural Center.

Jam 10.25 kami baru meninggalkan hotel, berjalan menuju Seoul Cultural Center yang berlokasi di M-Plaza, lantai 5. Jika dari stasiun Myeongdong, keluar dari pintu exit 8, dibelokan pertama langsung belok kiri, berjalan lurus melewati dua perempatan jalan dan tak lama kemudian kalian akan melihat M-Plaza ada disebelah kiri jalan.

Gedung M Plaza bersebelahan dengan Forever 21
Gedung M Plaza bersebelahan dengan Forever 21
Pintu masuk menuju M Plaza
Pintu masuk menuju M Plaza

Seoul Global Cultural Center is the right place where tourists are able to acquire useful information of Seoul, for the purposes of tourist or cultural comprehension. The staff members of the Center have excellent command of English, Chinese and Japanese, and are being fully trained to deliver useful tourism information to meet your demands for a convenient and pleasant tour or stay in Seoul.

The diverse facilities of the Center such as the Korean-sty le wooden benches, free internet zones and coin lockers for depositing of your luggage is provided for your convenience and to make you feel refreshed during your tour in Seoul.

Opening hours : 10.30 – 19.30
For Korean Costume Experience 10.30 – 18.00 (Monday – Thursday)
Coin Locker Service : 10.30 – 19.00
Open everday except New Year’s and Chuseok-Korean Thanksgiving Day

http://seoulculturalcenter.com/2013/eng/

Note : Gw sempat membaca (disalah satu postingan sepertinya) bahwa mereka beristirahat pada pukul 13.00 – 14.00, jadi atur waktu dengan baik jika ingin membooking di jam istirahat.

Sesampainya di lantai 5 kami langsung register ke petugasnya dan mendapatkan waktu slot peminjaman hanbok pada pukul 11.00. Kami pun menunggu waktu giliran di dalam ruangan Seoul Cultural Center.

Setelah itu, kami dipanggil, pilih warna baju yang kami sukai dan kemudian dibantu oleh petugasnya menggunakan hanbok. Beres dengan kostum, kami diberikan kesempatan berfoto-foto selama 10 menit.

Fyi, jangan lupa bawa kamera sendiri ya dan mereka tidak akan membantu kita untuk berfoto, namun tempat ini menyediakan tripod sehingga kalian bisa berfoto grup secara lengkap. Gunakan waktu seefisien dan semaksimal mungkin karena ada antrian selanjutnya yang menunggu kalian!

Dan selama 10 menit itu kami rusuh sekali.
Grasak-grusuk memanfaatkan waktu!

Gw berfungsi sebagai fotografer, Ahjumma #2 sibuk sebagai asisten fotografer dan merangkap sebagai pengarah gaya sedangkan Ahjumma #1 berperan sebagai Ibu Suri. πŸ˜›

Sepuluh menit terasa seperti film yang di fast forward dengan kecepatan 32x. Ditambah haha-hihi ngikik ngeliat hasil foto kami dan kesibukan Ahjumma #2 sebagai asisten fotografer membuat waktu berjalan sangat cepat. Total foto yang terdokumentasi di kamera gw selama 10 menit berjumlah 35 foto dan ini belum termasuk foto-foto yang ada di hp Ahjumma.

Opening hours of Seoul Global Cultural Center
Opening hours of Seoul Global Cultural Center
Please, come in...!
Please, come in…!
Helping desk
Helping desk
Inside of Seoul Global Cultural Center
Inside of Seoul Global Cultural Center
The brochures
The brochures
Lockers
Lockers
Masih pose jaim...
Masih pose jaim…
Pose unyu-unyu
Pose unyu-unyu
Jaim part 2
Jaim part 2
Mari kita kembangkan rok!
Mari kita kembangkan rok!
Pose tangan di mukaaaa... ;)
Nyengiiiirrrr… πŸ˜‰

Dari M-Plaza kami melanjutkan perjalanan menuju Lotte Duty Free.
Heh????
Ngapain lagi kesana???
Para ahjumma ingin menyelesaikan list belanjaan, buuuuu….

Untuk menuju Lotte Duty Free, kami berjalan menyusuri Myeongdong . Suasana Myeongdong di siang hari memang tidak sehectic di malam hari dan tidak ada penjual gerobak kaki lima sehingga suasana terasa lebih kalem.

Suasana di Lotte Duty Free pun tidak seramai seperti kemarin sore. Gw lebih menyenangi suasana siang itu. Gw bebas berkeliling tanpa takut menyenggol orang atau barang-barang etalase.

Ahjumma #1 yang sudah membandingkan harga di Lotte Duty Free dengan harga yang ada di Myeongdong, sukses menenteng kantung belanjaan paling banyak. Begitu juga dengan Ahjumma #2 yang gak mau kalah. Sedangkan gw, mulai duduk mematung di salah satu sudut lantai Lotte Duty Free.

Myeongdong di siang hari
Myeongdong di siang hari
So shinee...!
So shinee…!
Tampak rapih ya...
Tampak rapih ya…
tidak banyak pengunjung di Myeongdong
tidak banyak pengunjung di Myeongdong
Lotte Young Plaza
Lotte Young Plaza

Dari Lotte Duty Free kami melanjutkan perjalan menuju pasar Namdaemun dengan berjalan kaki. Perjalanan menuju Namdaemun cukup mudah, kami hanya berjalan mengikuti peta.

Walking map from Lotte Duty Free to Namdaemun Market
Walking map from Lotte Duty Free to Namdaemun Market

Namdaemun market sendiri terdapat blok-blok pembagian penjualan seperti pakaian anak, jam tangan, perhiasan, makanan jadi, kamera, bahan makanan, mainan dan pakaian.

Selain mengikuti tujuan kami ke Namdaemun Market untuk mencari oleh-oleh, kami berkeliling tanpa tahu arah. Hanya berjalan mengikuti jalan utama Namdaemun Market dan terkadang berhenti di beberapa tempat yang menarik hati.

Namdaemun market #1
Namdaemun market #1
Namdaemun market #2
Namdaemun market #2
Tante rimaaaaa..... Gak jadi beliin hanbok untuk Nisa?
Tante rimaaaaa….. Gak jadi beliin hanbok untuk Nisa?
Halal food
Halal food
Bread
Bread

Setelah beberapa lama kami menjelajah Namdaemun market, Ahjumma #1 beberapa kali menanyakan gw ingin makan siang apa. Agak-agak kebingungan gw menjawabnya. Gw tidak sempat mencatat tempat makan halal yang direkomendasikan ataupun kalau mau makan ya berarti setidaknya makan sesuai dengan kriteria makanan yang β€˜aman’. *ngunyah biskuit bayi*

Ada beberapa postingan blogger Malaysia yang menginformasikan kita bisa memakan masakan seafood disini. Tapi melihat bentuk rupa toko disini yang hampir sama, membuat gw semakin tidak yakin bisa menemukannya.

Gw menanyakan kepada petugas dari tourist information (yang menggunakan baju dan topi merah) dimana letak restoran yang menjual Halal Food.

Petugas tersebut tidak yakin dengan restoran yang menjual halal food namun merekomendasikan restoran yang menjual masakan seafood bernama Mangnae Raw Fish Restaurant. Doi memberikan gw sebuah peta Namdaemun market dan kami berusaha mengikuti rutenya.

Jika dari kalian keluar dari pintu exit 5 stasiun Hoehyeon ataupun berada pintu gate 5 Namdaemun Market, berjalanlah lurus masuk menuju Namdaemun Market. Pada perempatan ketiga belok kiri, berjalan lurus hingga bertemu perempatan gang kecil pertama. Tetaplah berjalan lurus, hanya selang beberapa toko dari perempatan tersebut, disebelah kiri jalan kami menemukan Mangnae Raw Fish Restaurant.

Restaurant ini berada di lantai dua. Masuklah melalui tangga yang berdampingan dengan restoran makanan (juga).

Ketika kami sudah duduk, kami mulai kebingungan bagaimana cara berkomunikasi dengan para ahjumma penjual makanan. Cukup lama kami kebingungan. Namun akhirnya dibantu oleh salah seorang ahjussi yang bahasa inggrisnya juga terbata-bata, berganti menjadi bahasa tubuh dan terakhir menjadi bahasa gadget. Hehehe…

Setelah setuju mengorder menu makanan yang ditunjuk ahjussi. Kami menunggu makanan yang kami pesan. Dan begitu keluar, menu yang disajikan adalah ikan sarden versi besar!
Kikikik… *colek Ahjumma #1*

Setelah itu keluarlah menu cumi-cumi. Begitu menu ketiga dikeluarkan yaitu sop ikan, kami menolaknya secara halus karena kami tidak yakin dapat menghabisi seluruh makanan.

Rasa masakan Mangnae Raw Fish Restaurant so-so lah. Namun khusus untuk masakan cumi, kekenyalan okeh punya, tidak terasa alot sedikitpun.

Namdaemun Market Map
Namdaemun Market Map – Stabilo berwarna biru adalah petunjuk mencari restoran yang diberikan oleh petugas di tourist information
Cara menuju Mangnae Raw Fish Restaurant
Cara menuju Mangnae Raw Fish Restaurant
Untuk menuju Mangnae Raw Fish Restaurant, masuklah melalui anak tangga yang bersebelahan dengan pintu restoran
Untuk menuju Mangnae Raw Fish Restaurant, masuklah melalui anak tangga yang bersebelahan dengan pintu restoran
Total seluruh harga makanan ini sebesar 13.000 KRW
Total seluruh harga makanan ini sebesar 13.000 KRW

Selesai menghabiskan makan, kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat sebentar dan menyimpan hasil belanjaan Namdaemun Lotte Duty Free. *lirik belanjaan para Ahjumma*

Sore harinya sekitar jam 16.30 kami keluar dari hotel dan sengaja menyetop taksi untuk menuju N-Seoul Tower. Sebenarnya lokasi N-Seoul Tower sudah sangat dekat, persis di belakang hotel kami menginap. Namun, para ahjumma sudah terlalu lelah dan jalanan menuju N-Seoul Tower itu menanjak hingga akhirnya kami memutuskan naik taksi seharga 3.000 KRW.

Setelah turun taksi, kami menaiki cable car untuk menuju N-Seoul tower seharga 8.500 KRW untuk perjalanan PP dan berjalan menaiki anak tangga untuk menuju area halaman N-Seoul Tower.

The N Seoul Tower, a complex culture space in Seoul, is where the clouds seem to meet with Namsan Mountain. It shows visitors the harmony of Namsan’s nature, the 21st century state of the art, resting with leisure, and various cultures.

The N Seoul Tower, which is a symbol of Seoul now, was established at the highest point to glance at the most beautiful images of Seoul. It is also Korea’s first general radio wave tower from 1969, delivering TV and radio broadcasting in the metropolitan area.

Not only does the N Seoul Tower have transmission antennas of KBS, MBC, SBS TV and FM but PBC, TBS, CBS, BBS FM transmission antennas are also installed. 48% of the national audio population watches broadcasting through this transmission tower.

Since the N Seoul Tower was opened to the general public in 1980, it has become a resting place for the citizens of Seoul as well as a touristic attraction for foreigners with the living nature of Namsan.

Opening hours :
Monday-Friday/Sunday 10.00 – 23.00
Saturday 10.00 – 24.00
N Seoul Tower is open 365 days a year

Tickets fee to Observatory :
Adult 9.000 KRW
Children 3-22 years, elderly over 65 years : 7.000 KRW

http://www.nseoultower.co.kr/eng/index.asp

Kami berkeliling dan berfoto-foto disekitar halaman N-Seoul tower sekaligus menunggu waktu sunset.

Empat puluh menit kemudian, kami naik menuju observatory deck. Harga tiket normal untuk menuju observatory deck seharga 9.000 KRW, namun karena kami menggunakan voucher Korea Grand Sale kami mendapatkan diskon 40% dan hanya membayar 5.400 KRW.

Pemandangan sore menuju malam hari kota Seoul dari observatory deck tampak memukau. Kelap-kelip lampu mulai menyala dan mendominasi pemandangan kota Seoul. Di sudut lain tampak jejeran lampu menghiasi jembatan yang membelah Han river.

Cable car
Cable car
The counter tickets
The counter tickets
Pohon gembok cinta(h)
Pohon gembok cinta(h)
Gembok cinta(h)
Gembok cinta(h)
Before sunset...
Before sunset…
Detik-detik menjelang matahari terbenam #1
Detik-detik menjelang matahari terbenam #1
Detik-detik menjelang matahari terbenam #2
Detik-detik menjelang matahari terbenam #2
Detik-detik menjelang matahari terbenam #3
Detik-detik menjelang matahari terbenam #3
N-Seoul Tower
N-Seoul Tower
View from observatory deck of N-Seoul Tower
View from observatory deck of N-Seoul Tower
Seoul city
Seoul city
Kota Seoul di malam hari #1
Kota Seoul di malam hari #1
Kota Seoul di malam hari #2
Kota Seoul di malam hari #2
Yes, Jakarta...!!!
Yes, Jakarta…!!!
The blue lighting of N-Seoul Tower
The blue lighting of N-Seoul Tower

Pukul 19.00 kami beranjak meninggalkan N-Seoul tower. Setelah turun dari cable car, mulai deh galau pulang naik apa. Kami sempat menunggu taksi, namun kami sedikit kesulitan menemukan taksi. Dengan sedikit bujukan dan rayuan pulau kelapa, gw mencoba meyakinkan ahjumma untuk berjalan kaki menuju Myeongdong. Toh kalau menuju Myeongdong, tantangan perjalanannya hanya turunan. Gak perlu effort banyak kan?!?!?! πŸ˜‰

Rayuan pun sukses!
Kami berjalan kaki menuju Myeongdong.

Sesampainya di Myeongdong, kami berpisah dengan Ahjumma #1.
Ibu suri tepar! πŸ˜›

Kami menuju gemerlap toko-toko di Myeongdong sedangkan Ahjumma #1 kembali menuju ke peraduan. Met tidur, Ahjumma!

The famous ice cream at Myeongdong, price 2.000 KRW
The famous ice cream at Myeongdong, price 2.000 KRW
Advertisements

6 thoughts on “[Korea] 2015 – Day 6 : Narsis dengan Hanbok, Lotte Duty Free, Namdaemun Market & N-Seoul Tower

  1. Hi… mau nanya nih… hanbok utk anak2 di Namdaemun harga nya berkisar berapaan ya? Lalu , di M Plaza ada hanbok utk bayi 6 bulan dan anak usia 5tahun ga ya? Ma kasih byk sblm nya ya…

    1. Kalau gak salah, jika di rate ke rupiah harganya sekitar 400rb-500rb.
      Kalau di M Plaza yang tergantung di lemari bajunya hanya ada ukuran dewasa, kurang tahu kalau mereka menyimpan ukuran anak-anak di tempat lain ya..
      Mungkin info lengkapnya bisa coba cari info dari website mereka, Yuni. πŸ˜„

      1. Ma kasih byk ya buat info nya…. 😊
        Blog2 nya menarik. Ntar kl nemu hal yg mo ditanyain bakal byk nanyaw lg nih.
        Hehehee….
        Jgn bosen ya… hehehee… once again. Thank you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s