[Korea] 2015 – Day 5 : Bukchon Hanok Village, Naksan Park, Ihwa Mural Village, Lotte Duty Free & Banpo Bridge Rainbow

October 13th, 2015

Beberapa itinerary hari ini mengalami bongkar pasang jadwal terutama rencana perjalanan di siang hari hingga perjalanan di malam hari. Maksud hati sih pengen kesana-kemari, mumpung ada di Seoul, mumpung kami masih muda #ehhhh, mumpung bisa traveling pas lagi cuaca adem ayem, mumpung uang masih banyak dan mumpung-mumpung lainnya.

Namun aslinya…
Kami harus melambaikan tangan menyerah dengan takdir kaki yang tidak bisa diajak berjalan lama 😦

Daaannn akhirnya…
Itinerary for today : Bukchon Hanok Village, Naksan Park, Ihwa Mural Village, Dongdaemun & N-Seoul Tower.
Execution itinerary : Bukchon Hanok Village, Naksan Park, Ihwa Mural Village, Lotte Duty Free & Banpo Bridge Rainbow.

*****

First destination : Bukchon Hanok Village

Gw sengaja men-setting Bukchon Hanok Village di pagi hari supaya ketika kami tiba di Bukchon Hanok Village, area ini tidak penuh dengan gegap gempita wisatawan.

Kami jalan jam setengah sembilan pagi dan tiba di stasiun Anguk, keluar pintu exit 2 pada pukul sembilan pagi. Kami hanya berjalan lurus, kemudian masuk ke Jaedong Tourist Information Center yang berada di sebelah kanan jalan untuk mengambil peta Bukchon Hanok Village dan mengikuti jalur yang sudah ditunjukan melalui Tourist Map of Bukchon.

Bukchon is like a village frozen in time for ages, although its location is right in the middle of the modernized metropolitan city of Seoul.

Bukchon is near Gyeongbokgung, Changdeokgung and Jongmyo. Korean influential families mainly used to live there. It has been called “ Bukchon “ because it is northern of Cheonggyecheon and Jongno (“Buk” means north in Korean).

On the upper side of Bukchon, a hanok village is nestled on the embankment, while below modernly-altered streets harmonize with the village, allowing an experience to feel the affable co-existence of both modern and traditional architecture.

Note :
Bukchon Hanok Village is an actual residential area so while experiencing an enjoyable tour, tourists are required to be respectful of residents living in Bukchon.
No Noise!
No Litter!

http://bukchon.seoul.go.kr/eng/index.jsp

Setibanya di Bukchon Hanok Village, kami hanya menyusuri Hanok di sisi sebelah kiri jalan dari Tourist Map of Bukchon atau sisi yang berseberangan dari Jaedong Tourist Information Center dimana terdapat spot foto nomor 4, 5, 6 dan 7.

Selain karena kami juga tidak ingin berlama-lama di Bukchon Hanok Village, sisi sebelah kiri lebih banyak spot foto.

Bukchon Hanok Village merupakan salah satu daerah pemukiman kalangan elit Korea yang masih mempertahankan rumah tradisional Korea (disebut sebagai Hanok). Walaupun berada di salah satu sudut kota Seoul yang hiruk pikuk, ciri khas Hanok dan suasana damai mendominasi daerah ini.

Kami berkeliling kurang lebih 30 menit. Sebentar banget ya???!!!
Karena hari masih pagi dan tidak banyak wisatawan yang berkerumun mengelilingi spot-spot foto, membuat kami mendapatkan spot foto terbaik dengan aman, damai, tentram dan sejahtera. Tidak perlu waktu lama untuk menunggu giliran berfoto.

Bukchon Map
Bukchon Map
Follow the sign
Follow the sign
Direction
Direction to Bukchon Hanok Village ; 300 meters to go
Bukchon Hanok Village #1
Bukchon Hanok Village #1
Bukchon Hanok Village #2
Bukchon Hanok Village #2
IMG_7938
Bukchon Hanok Village #3
Bukchon Hanok Village #4
Bukchon Hanok Village #4
Bukchon Hanok Village #5
Bukchon Hanok Village #5 ; Sepi yaaaa… *goyang senggol*
Bukchon Hanok Village #6
Bukchon Hanok Village #6
Bukchon Hanok Village #7
Bukchon Hanok Village #7
Bukchon Hanok Village #8
Bukchon Hanok Village #8
Bukchon Hanok Village #9
Bukchon Hanok Village #9

Next : Naksan Park & Ihwa Mural Village

Naksan Park adalah salah satu bucket list yang wajib-kudu-harus gw datangi!
Tempat ini sering sekali wara-wiri di drakor dan salah satu yang gw ingat sekali adalah tempat ini merupakan tempat syuting drakor The King 2 Hearts dan menurut website resminya Visit Korea, tempat ini dijadikan sebagai tempat syuting Feast of the Gods.

Semakin seringnya tempat ini dijadikan syuting drakor, maka semakin membuat gw penasaran dengan tempat ini.

Naksan Park gets its name from its camel hump-like appearance. In Korean ‘nakta’ means camel and ‘san’ means mountain. So people refer to the park as Nakta Park or Naksan Park. The mountain is a solid granite bedrock. The Joseon royal family enjoyed the natural beauty of the granite mountain, but during the Japanese Colonial Period, a hasty manner of urban planning resulted in the demolition of most parts of the mountain. In an effort to save the remaining green belts, Naksan was designated as a park on June 10, 2002. Located in the center of the Seoul, this historical and beautiful park allows its visitors to view the magnificence of the entire city.

http://english.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=264478

Directions :

  • Take subway line 4 to Hyehwa Station, Exit 2.
  • Walk 70 meters and make the first left where there is the sculpture for Marronnier Park
  • Continue on Daehak-ro 8ga-gil for 180 meters until it dead ends and make a right
  • Continue for 50 meters and make at the second left on to Guldari-gil
  • Continue uphill for 200 meters to reach the Naksan Park on the left

Eksekusi sebenarnya…

Kami mengikuti sesuai dengan petunjuk yang tertulis di atas.
Berjalan lurus setelah keluar dari pintu exit 2 Stasiun Hyehwa, kemudian belok kiri dan berjalan lurus kembali (disebelah kanan akan ada Marronnier Park dan akan melewati dua perempatan jalan) hingga mentok pada pertigaan jalan. Setelah itu belok kanan, jalan lurus kembali hingga bertemu pertigaan jalan besar, beloklah ke arah kiri. Berjalan lurus (dan jalanan mulai menanjak) kembali hingga akan terlihat Naksan Park di sebelah kiri.

Okeh…
Emmm…
Ini baru bertemu dengan Naksan Park!

Masih ada pe-er menemukan Seoul City Wall!

Sejujurnya, gw sedikit kesulitan membaca peta Naksan Park. Agak-agak njelimet dan berliuk-liuk.
*buka peta lebar-lebar*

Kami mulai memasuki area Naksan Park dan bertemu dengan sebuah lapangan kecil yang bernama Central Square. Persis didepan kami terdapat Naksan Gallery dan disebelah kanan terdapat sebuah minimarket. Kami menyusuri anak tangga yang berada di antara Naksan Gallery dan minimarket.

Setelah menyusuri anak tangga, kami bertemu jalan kembali, disebelah depan kiri akan terlihat anak tangga kayu. Susuri kembali anak tangga tersebut dan kemudian bertemu jalan beraspal kembali dan bertemu anak tangga kayu (lagi!). Susuri anak tangga tersebut hingga akan langsung tampak playground dan Seoul City Wall didepan mata!!!!

Yeaaayyyyy……!
Alhamdulillah.

Begitu melihat jajaran tembok ini rasanya sudah exciting banget!
Rasanya perjuangan mencari tempat ini terbayarkan sudah !

Setelah keluar dari pintu exit 2 stasiun Hyehwa, bertemu dengan tempat ini dan beloklah ke arah kiri
Setelah keluar dari pintu exit 2 stasiun Hyehwa, bertemu dengan tempat ini dan beloklah ke arah kiri
Berjalanlah lurus, disebelah kanan terdapat Marronnier Park
Berjalanlah lurus, disebelah kanan jalan terdapat Marronnier Park
Berjalan lurus
Berjalan lurus
Berjalan lurus mengikuti tanda panah
Berjalan lurus mengikuti tanda panah
Setelah mentok di pertigaan jalan, beloklah ke arah kanan
Setelah mentok di pertigaan jalan, beloklah ke arah kanan
Bertemu dengan pertigaan jalan besar, beloklah kearah kiri mengikuti tanda panah
Bertemu dengan pertigaan jalan besar, beloklah kearah kiri mengikuti tanda panah
Pertigaan besar
Belok kiri ya, Seuuusss!
Jalan lurus dan mulai mendaki
Jalan lurus dan mulai mendaki
Mendaki terus
Mendaki terus
Berjalan lurus hingga bertemu dengan gerbang Naksan Park
Berjalan lurus hingga bertemu dengan gerbang Naksan Park
Inilah Central Square! Setelah itu, beloklah ke arah kanan dan susuri anak tangga
Inilah Central Square! Setelah itu, beloklah ke arah kanan dan susuri anak tangga
Bertemu dengan jalan berasapal, disebelah kiri susuri anak tangga kayu
Bertemu dengan jalan berasapal dan berjalan menuju tangga kayu
Susuri anak tangga kayu pertama
Susuri anak tangga kayu pertama
Susuri anak tangga kayu kedua
…dan susuri anak tangga kayu kedua
Dan..... Seoul City Wall !!!!
Finally, Seoul City Wall mejeng didepan kami !!!!

The wall, which follows the ridges of Baegak (Bugaksan), Naksan (Naktasan), Namsan (Mongmyeoksan) and Inwangsan, the four main mountains surrounding the center of Seoul, has been rebuilt several times since its initial construction in 1396. The wall measures between 5 and 8m high and is 18.6km long and it served as city wall for the longest time among the existing walls in the world.

 Seoul City Wall has four main gates and four auxiliary gates. The main gates are Heunginjimun, Donuimun, Sungnyemun and Sukjeongmun, while the auxiliary gates are Hyehwamun, Souimun, Gwanghuimun and Changuimun. In addition, the five-arch flood gate and two-arch floodgate to the south of Heunginjimun were built to transport water from Cheonggyecheon Stream to outside the wall.

http://seoulcitywall.seoul.go.kr/front/eng/index.do

Gw pun sibuk mencari jalan di balik Seoul City Wall. Dengan melewati Ammun (secret path) dan abrakadbra….
Bucket list : Seoul City Wall
#excitingpart2

Seoul City Wall mengelilingi empat gunung yaitu Bugaksan, Naksan, Namsan dan Inwangsan. Di trip sebelumnya gw sudah pernah mencoba menyisiri salah satu bagian Seoul City Wall yaitu Seoul City Wall of Mt Bugaksan melalui Malbawi Information Center.

Terus, kenapa sih gw tertarik ke Seoul City Wall lagi…???
Selain karena pemandangan di tempat ini selalu disajikan dengan indah melalui serial drakor, tempat ini memberikan kesan kuat akan sisi tradisional, dramatis dan romantis. *mulai mellowdramatisasi*

Cukup lama gw wara-wiri disekitar Seoul City Wall. Tempat ini tidak banyak dikunjungi orang-orang. Hanya sesekali penduduk lokal melewati jalur ini, baik hanya sekedar numpang lewat, ada yang jalan-jalan bersama anjing peliharaannya ataupun malah ada yang asyik jogging disiang bolong. Gw juga sempat berpapasan dengan beberapa orang yang memegang kamera, mungkin mereka sedang mencari lokasi terbaik untuk syuting.

Seoul City Wall #1
Motonya pakai sedikit usaha manjat nih 😛
Seoul City Wall #1
Seoul City Wall #1
Seoul City Wall #1
Seoul City Wall #2
Seoul City Wall #1
Seoul City Wall #3 ; Hasrat untuk manjat semakin tinggi
Seoul City Wall #1
Seoul City Wall #4
Seoul City Wall #6
Seoul City Wall #5
Seoul City Wall #7
Seoul City Wall #6
Seoul City Wall #8
Ada yang dejavu dengan lokasi ini…??? *mulai duduk mojok*
Seoul City Wall #9
Seoul City Wall #7
Seoul City Wall #10
Seoul City Wall #8
Seoul City Wall #11
stone walls
Masih rada beres
Agak beres…
Agak beres (fotonya)
Mulai gak beres…
Pose ngaco
Gak beres…
Mulai onar
Mulai onar… 😀

Target selanjutnya mencari Ihwa Mural Village.

Ketika kami mencari jalan menuju Ihwa Mural Village, ini adalah tantangan selanjutnya. Sempat beberapa kali bolak-balik berjalan dan mencoba mengartikan jalan yang ada di peta. Otak jadi berasa buntu banget! Gak mudeng-mudeng ngebaca petanya. Maap ya, Ahjumma! Kita jadi bolak-balik cari jalan.

Sempat terfikir untuk kembali ke jalur awal namun terbayang rasa lelahnya kami harus turun kembali dan kemudian menanjak kembali. Saking desperadonya, gw sudah hampir membatalkan rencana menuju Ihwa Mural Village. Tapi karena kami sudah jalan sejauh ini, kok sayang ya kalau tidak bisa sampai Ihwa Mural Village. 😀

Kami mencoba menyusuri jalan perlahan-lahan hingga akhirnya kami menemukan salah satu mural, yang berarti kami sudah sampai di salah satu sudut Ihwa Mural Village.

Yeaaayyyy….
Rejeki anak shalehah ituh gak kemana ya…? 😉

Dan inilah rute jalan seharusnya :
Dari tempat playground yang berdampingan dengan Seoul City Wall, turuni kembali 2 jalur anak tangga kayu hingga bertemu jalan beraspal untuk kedua kalinya (jangan sampai turun ke Central Square), maka belok kearah kiri hingga bertemu dengan Dongsung Nursery School di sebelah kanan jalan, jalan lurus terus dan tak lama kemudian bertemu dengan spot-spot mural.

Setelah menuruni dua kali anak tangga, belok ke arah kiri dan ikuti jalan sesuai tanda panah
Setelah menuruni dua kali anak tangga, belok ke arah kiri dan ikuti jalan sesuai tanda panah
Jalan lurus dan disebelah kanan terdapat Dongsung Nursery School
Jalan lurus dan disebelah kanan terdapat Dongsung Nursery School

Ihwa Mural Village is located less than a 10-minute walk uphill from the buzzing Daehakno area. As you head up the slopes of Mt. Naksan, the noise and crowds give way to fresh air and gorgeous, expansive views of the city, but also to something unexpected: street art. Metal sculptures stand guard over the laneways while brightly painted murals hide behind every corner. Steep staircases come alive with colorful paintings and mosaics. Ihwa-dong defies its origins as a slum to embrace life, color and art while still reflecting the needs of its long-term residents.

http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_6.jsp?cid=1996703

Siang itu Ihwa Mural Village sudah mulai ramai dikunjungi oleh kaum muda. Baru mulai menjajaki Ihwa Mural Village, beberapa tempat sudah menarik perhatian gw. Aslinya tempat ini adalah rumah penduduk. Namun di beberapa sisi, dinding rumah mereka dijadikan mural dan yang lebih serunya beberapa tempat sudah dijadikan café bermotifkan mural.

Berhubung Ahjumma #1 memilih duduk manis disalah satu sudut Ihwa Mural Village, kami hanya berfoto di spot-spot yang kami anggap penting. Setelah itu kami langsung cap-cus.

Map of Ihwa Mural Village
Map of Ihwa Mural Village
Salah satu cafe di Ihwa Mural Village
Salah satu cafe di Ihwa Mural Village
Keceh!
Keceh!
Cat house
Cat house
Angel wings
Angel wings
Another 3D mural
Another 3D mural
Mural fish
fish
One of the famous mural at Ihwa Mural Village
One of the famous mural at Ihwa Mural Village

Perjalanan selanjutnya, maksud hati ingin memuaskan kepuasan batin para ahjumma untuk belanja di Dongdaemun. Namun ternyata mereka menolak ide ini mentah-mentah dengan alasan para ahjumma tidak mau belanja baju. Maunya belanja kosmetik ajah, tapi di Lotte Duty Free yeeee….

Baiklah, Ahjumma!
Perintah siap dilaksanakan!

Saiah pun japri ke Mr.X untuk menanyakan lokasi Lotte Duty Free. Doi bilang Lotte Duty Free terdapat di Lotte Town dan kami harus turun di stasiun Euljiro 1(il)ga exit 7 atau 8. Kami pun langsung meluncur ke Lotte Duty Free.

Sebelum turun subway, sempat ada drama salah turun stasiun. Kami turun satu stasiun lebih cepat karena stasiun yang kami turuni mempunyai nama yang sama yaitu Euljiro. Kami turun di stasiun Euljiro 3(sam)ga yang seharusnya kami turun di stasiun Euljiro 1(il)ga. 😀

Akhirnya kami kembali naik subway dan turun di stasiun selanjutnya.

Sesampainya di Lotte Town, kami mampir ke Lotteria untuk makan siang. Para ahjumma memesan burger daging sedangkan gw memilih shrimp burger.

3 paket burger seharga 16.200 KRW
3 paket burger seharga 16.200 KRW

Beres dengan urusan perut, kami menuju Lotte Duty Free yang berada di lantai 9,10 dan 11. Kami langsung menuju lantai 9 karena tujuan kami adalah mencari kosmetik.

Begitu pintu lift terbuka…

Ngiiiikkkkk…
Penuh orang ajah!
Penuh pakai banget inih!
Berasa kayak lagi midnight sale!

Errrgggg…..
Mendadak napsu belanja gw menguap tak bersisa…

Gw hanya berkeliling sebentar, membandingkan harga beberapa kosmetik, membeli beberapa jenis barang dan kemudian duduk menepi disalah satu sudut sambil menunggu Ahjumma selesai belanja.

Dari hasil dua hari pengamatan di Lotte Duty Free (yap, esok harinya kami kembali kesini lagi 😀 ) harga yang ditawarkan di Lotte Duty Free memang lebih murah daripada harga diluar Lotte Duty Free. Jika kalian membeli dalam jumlah banyak (misalnya membeli Soothing Gel Aloe Vera Nature Republic sebanyak 3 buah) , harga yang ditawarkan disini akan jauh lebih murah dibandingkan membeli eceran di Myeongdong.

Sedikit tips :

  • Jika kalian membeli paketan kosmetik yang harganya melebihi 40.000 KRW cobalah membuat tawar menawar dengan SPG-nya untuk mendapat free sample sebanyak-banyaknya. Namun jika kalian berbelanja hanya sedikit, jangan berharap mendapatkan free sample Mungkin karena harganya sudah di buat semurah mungkin dibandingkan harga diluar Lotte Duty Free jadi mereka juga gak mau jor-joran kasih barang gratisan. 😉
  • Untuk produk perawatan berupa masker wajah, harga yang ditawarkan di Lotte Duty Free sedikiiiiit lebih mahal daripada di Myeongdong namun terkadang kalian masih bisa menemukan beberapa masker wajah yang harganya sama dengan harga masker wajah yang dijual di Myeongdong.
  • Jenis masker wajah yang dijual di Lotte Duty Free biasanya tidak mempunyai banyak pilihan. Mereka langsung mengemasnya kedalam paketan-paketan berjumlah 10, 20 atau 30 masker dan aneka ragam pilihanannya yang disediakan pun terbatas. Berbeda dengan harga masker yang ditawarkan di Myeongdong lebih banyak pilihan dan harganya pun lebih murah.

Setelah itu kami sempat mampir di SM Town Pop Up Store di Lotte Young Plaza. Untuk penggemar girl band dan boy band didikan SM Entertainment maka tempat ini adalah surga! Gw hanya mampir sebentar untuk membeli sebuah L Holder Yoona SNSD untuk salah satu keponakan tercinta yang merupakan penggemar berat Yoona SNSD.

Yes, pasar malam di Lotte Duty Free
Yes, pasar malam di Lotte Duty Free nih!
Ahjumma sibuk cari titipan
Ahjumma sibuk cari titipan Belief
Didominasi oleh pemborong dari China
Didominasi oleh pemborong dari negara China
EXO in the wall
EXO in the wall
SM Town Pop Up Store
Inside of SM Town Pop Up Store
Inside of SM Town Pop Up Store
Bantalnya eye catching bingid!

*****

Malam harinya ketika kami akan ‘mengukur’ jalan di Seoul, Ahjumma #1 lebih memilih istirahat di hotel. Kayaknya Ahjumma #1 sudah kesengsem dengan bau bantal hotel. 😛

Malam ini kami akan menuju Banpo Bridge Rainbow. Seharusnya rencana ke Banpo Bridge Rainbow kami masukan di itinerary malam terakhir. Namun mengingat Ahjumma #1 berpesan bahwa kami harus bebas dari itinerary di malam terakhir, alhasil kami memutar rencana dan memajukan Banpo Bridge Rainbow di hari kelima.

Kami langsung beranjak dengan menggunakan subway menuju stasiun Express Bus Terminal. Begitu keluar dari gate tapping out station hingga kami tiba di pintu exit 8-1, kami disuguhi pemandangan area perbelanjaan Express Bus Terminal Underground Mall yang modelnya seperti ITC.

Kami berjalan sekuat hati mengacuhkan model baju-baju terbaru yang dipajang di etalase toko. Godaan syaitan nirajim banget lewat di selasar inih. *pasang kaca mata kuda*

Begitu kami tiba di luar dari pintu exit 8-1, kami sempat celingak-celinguk mencari petunjuk menuju Banpo Bridge Rainbow. Ahjumma bertanya kepada salah seorang pria yang ternyata Bahasa Inggrisnya okeh juga dan kami kemudian ditunjukan arah menuju Banpo Bridge.

Cara termudah menuju Banpo Bridge Rainbow bisa lewat pintu exit 8-1 atau 8-2, namun saran gw lebih baik kalian menggunakan melalui pintu exit 8-2. Dari pintu exit 8-2 berbeloklah kearah belakang, kalian akan bertemu dengan fly over dan perempatan lampu merah besar. Jika sudah berhadapan dengan fly over, berbeloklah ke arah kiri dan berjalan lurus menyusuri jalan (pastikan fly over berada di sisi sebelah kanan ya!). Hingga nanti akan bertemu dengan anak tangga menuju terowongan underpass. Susuri underpass ini dan belok kiri di lorong kedua. Turuni anak tangga, berjalan lurus kembali dan kemudian akan terlihat Banpo Bridge. Perjalanan dari pintu exit stasiun hingga tiba di Banpo Bridge Rainbow memakan waktu 20 menit dengan berjalan kaki.

Setelah keluar dari stasiun Express Bus Terminal pintu exit 8-2, berputar kearah belakang, belok kearah kiri dan susuri jalan. Pastikan fly over berada disisi kanan jalan.
Setelah keluar dari stasiun Express Bus Terminal pintu exit 8-2, berputar kearah belakang, belok kearah kiri dan susuri jalan. Pastikan fly over berada disisi kanan jalan.
Turuni anak tangga menuju terowongan underpass
Turuni anak tangga menuju terowongan underpass
Masuk ke lorong kedua di dalam underpass
Masuk ke lorong kedua di dalam underpass
Berjalan lurus
Berjalanlah lurus
Hingga bertemu Banpo Bridge
Hingga bertemu Banpo Bridge
Yes, Banpo Bridge!
Yes, suasana disekitar Banpo Bridge!

Oya, hati-hati jika berjalan disekitar Banpo Bridge di malam hari ya!
Karena tempat ini merupakan salah satu tempat favorit untuk bersepeda, banyak sekali penduduk lokal yang mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi. Diantara mereka banyak yang menyalakan lampu sepeda, namun ada beberapa yang tidak menyalakan lampu sehingga kita bisa tidak sadar dengan kehadiran mereka. Tiba-tiba wuuuzzzzz….. Mereka melintas dengan cepat!

Untuk menikmati Banpo Bridge Rainbow sendiri terdapat dua pilihan. Pilihan berbayar dengan menggunakan Hangang cruises ataupun seperti gw yang bebas biaya HTM dengan duduk melipir di pinggiran Hangang.

Banpo Bridge Rainbow Fountain is the world’s longest bridge fountain. The fountain is programmed to play different shows during the day and night. During the day, the fountain shows a hundred different configurations meant to evoke waving willow branches and willow leaves. When the sun goes down, 200 lights illuminate the fountain as it sends up dancing, rainbow-colored jets of water in the air in synchronization with music.

Operating Hours :
April-June, September-October (Duration: 20 min)
Weekdays: 12:00, 20:00, 20:30, 21:00
Weekends: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00
July-August (Duration: 20 min)
Weekdays: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00
Weekends: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00, 21:30

http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=1011983

Sambil menunggu waktu pertunjukan, kami duduk di salah satu pinggiran sungai. Tempat ini cukup ramai dengan aktivitas. Baik turis kepo seperti kami, ada pasangan muda-mudi yang sedang nge-date, ada yang leyeh-leyeh menikmati Hangang di malam hari, ada yang hunting foto dan ada sekelompok kaum muda-mudi yang sedang asyik bercengkrama.

Tepat pukul 20.00 pertunjukan dimulai. Air yang keluar dari jembatan kemudian ditambah dengan lighting yang berwarna-warni menjadikan air yang keluar tampak seperti warna pelangi. Didepan Banpo Bridge Rainbow tampak dua buah kapal Hangang cruises yang sedang merapat menikmati keindahan Banpo Bridge Rainbow.

Hangang at night #1
Hangang at night
Hangang at night #2
Hangang cruise
Pertunjukan dimulai
Pertunjukan dimulai
Banpo Bridge Rainbow #1
Banpo Bridge Rainbow #1
Banpo Bridge Rainbow #2
Banpo Bridge Rainbow #2
Banpo Bridge Rainbow #3
Banpo Bridge Rainbow #3
Banpo Bridge Rainbow #4
Banpo Bridge Rainbow #4
Banpo Bridge Rainbow #5
Banpo Bridge Rainbow #5
Banpo Bridge Rainbow #6
Banpo Bridge Rainbow #6

Selesai menikmati 20 menit ‘Jembatan pelangi Banpo’ kami kembali berjalan menuju stasiun Express Bus Terminal dan godaan setan season dua berlanjut. 😀

Apa yang terjadi???
Gw memborong 4 helai baju! 😀
Agak-agak kalap gimanah gitu melihat harga baju di bandrol 5.000 KRW. Hehehehe….

Kalau kalian niat belanja dengan harga miring maka sempatkanlah mampir ke Express Bus Terminal Underground Mall. Harga baju disini bisa selisih 2.000 – 3.000 KRW dengan harga baju di Myeongdong sedangkan menurut pengalaman pribadi Jeng Uke, doi membandingkan baju yang sama dijual di Dongdaemun bisa selisih 14.000 KRW. *kekep Won baek-baek*

Hari mulai beranjak malam, kami kembali menuju stasiun Myeongdong. Sesampainya di Myeongdong, kami melipir mencari tempat makan. Kali ini tempat makan yang dituju adalah Yoogane Restaurant.

Kami keluar di stasiun Myeongdong dari pintu exit 7, berjalan lurus hingga bertemu perempatan jalan (Uniqlo di sebelah kanan jalan dan Nature Republic disebelah kiri jalan), berbeloklah ke arah kanan dan tak lama kemudian tampak restoran Yoogane di sebelah kiri jalan.

Kami memesan marinated seafood fried rice untuk 2 porsi dengan masing-masing porsi berharga 5.500 KRW. Tak lama setelah memesan, sebuah penggorengan besar diletakan dihadapan kami dan pegawainya memasak langsung marinated seafood fried rice.

Bagaimana rasanya?
Entah karena kami kelaparan atau rakus, kami berdua menyukai marinated seafood fried rice. Rasa spicy-nya pas! Enaaakkkk…!

Yoogane Restaurant dari pintu masuk yang berdekatan dengan Nature Republic dan Uniqlo
Yoogane Restaurant dari pintu masuk yang berdekatan dengan Nature Republic dan Uniqlo
Pintu masuk Yoogane retaurant dari samping
Pintu masuk Yoogane retaurant dari samping
Inside of Yoogane restaurant
Inside of Yoogane restaurant
The menu
The menu
Mari masak
Ting! Masak-masak, tumis-tumis…
Aduk-aduk..
Aduk-aduk..
Let's eat!
Let’s eat!

Usai makan kami berkeliling sebentar di sekitar Myeongdong. Beli beberapa makanan untuk sarapan kami esok hari dan kemudian kembali ke hotel menyusul Ahjumma #1 yang sedang asyik meringkuk dibawah selimut.

Advertisements

4 thoughts on “[Korea] 2015 – Day 5 : Bukchon Hanok Village, Naksan Park, Ihwa Mural Village, Lotte Duty Free & Banpo Bridge Rainbow

  1. Yampun. Ini keren banget kak, aku lagi kebingungan buat itinerary dan pas browsing aku bumped into your blog pada waktu yang tepat. Thank you!

  2. Sis, thanks for all your SK’s trip posts! Keren dan lengkap banget itinerarynya, ga bakal nyasar deh ya ini, waktu ke Banpo Bridge ga mampir sekalian ke daerah floating island?

    1. Haiiiii…
      Waaa… Syukur kalau bermanfaat postingan itinerary-nya ya.
      sayangnya kita gak sempat jalan ke floating island karena waktunya sudah tidak sempat untuk mengeksplor daerah lain. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s