[Korea] 2015 – Day 4 : Nami Island, Petite France & Myeongdong

October 12th, 2015

Sesuai perjanjian di malam sebelumnya, kami harus berangkat jam 7 pagi menuju Nami Island. Alasannya agar kami bisa berlama-lama mengeksplor Nami dan pamali pulang malem-malem ya, Buuuu…. Takut berubah jadi labu nanti! πŸ˜€

Dari pagi(iiiiiiiiiii) sekali, Ahjumma #1 sudah sibuk membangunkan kami dengan segala macam cara, entah itu berupa bisikan halus (yang menyaingi makhluk gaib), omongan ataupun sengaja membangunkan kami layaknya Ibu-ibu yang sedang membangunkan anaknya.
So, kami syuksyes jalan pagi sesuai jadwal yang direncanakan.

Untuk menuju Nami island, kami akan menggunakan kereta ITX-Cheongchun. Kereta ini dapat diakses melalui stasiun Yongsan ataupun stasiun Cheongnyangni. Tinggal pilih saja mau di akses lewat stasiun Yongsan atau stasiun Cheongnyangni.

Dari stasiun Myeongdong kami menggunakan subway, kemudian transit di stasiun Seoul dan berpindah menggunakan subway line 1 menuju stasiun Yongsan. Setelah sampai di stasiun Yongsan baru kami akan membeli tiket ITX-Cheongchun.

Namun entah apa yang ada dipikiran gw pagi itu, rasanya gw kebanyakan bengong melihat orang-orang kantoran. Gw tidak menyadari kalau kami kelewatan 3-4 stasiun dari stasiun Yongsan. Para Ahjumma juga gak ngeh kalau kita sudah kelewatan. *sodorin peta subway*

Itupun baru gw sadari setelah pemandangan diluar kereta mulai tampak sepi sedangkan seingat gw stasiun Yongsan termasuk salah satu dari bagian kota Seoul yang ramai.

Setelah tersadar 100%, kami segera turun di stasiun selanjutnya dan berbalik arah menuju stasiun Yongsan.

Sesampainya di stasiun Yongsan, kami menaiki eskalator dan hingga kami tiba di gate tapping out, kami tidak menemukan mesin pembelian tiket ITX. Akhirnya kami memutuskan keluar dari stasiun.

Persis setelah kami keluar dari gate tapping out, disebelah kiri gate terdapat ticket machine ITX. Kami pun mencoba membelinya, namun tombol akhir untuk pembayaran secara tunai tidak tersedia. Kami pun meng-cancel pembelian sambil mempersilahkan jalur antrian dibelakang kami maju.

Kami kemudian bertanya kepada seseorang yang akan menggunakan ticket machine, bagaimana cara membeli tiket di mesin tersebut. Doi membantu kami namun ternyata mesin tiket memang tidak diperuntukan untuk pembelian menggunakan uang tunai. Mesin ini hanya menerima pembelian dengan menggunakan kartu. Entah itu kartu apa, doi hanya menunjukan sebuah kartu tapi rasanya itu adalah kartu debit.

Kami ditunjukan arah untuk menuju konter tiket yang berada di seberang dari ticket machine.

Sesampainya di konter tiket, tiket yang tersedia hanya untuk perjalanan pukul 08.30 dan kami mendapatkan tempat duduk terpisah. Baiklah, tidak ada pilihan lain. The show must go on!

Selesai membayar tiket ITX-Cheongchun 4.800 KRW per orang, kami kemudian berjalan menuju platform 1 khusus untuk platform kereta ITX-Cheongchun. Informasi yang tertulis platform 1 khusus untuk kereta ITX-Cheongchun, namun ternyata beberapa kali gw melihat subway yang berhenti di platform ini.

Gak usah khawatir, Man-teman!
Kereta ITX-Cheongchun datang tepat waktu dan di bagian depan terdapat tulisan ITX-Cheongchun, jadi kalian tidak akan salah naik kereta.

Kereta datang beberapa menit sebelum pukul 08.30. Kami segera naik dan mencari gerbong nomor 8 yang ternyata gerbong ini berada di ujung depan gerbong, persis dibelakang ruang masinis.

Perjalanan 58 menit menuju stasiun Gapyeong gw habiskan dengan bengong dan kemudian tertidur lelap… πŸ˜€ Sedangkan para ahjumma asyik berteman dengan gadget.

Counter ticket of ITX At Yongsan station
Counter ticket of ITX At Yongsan station
Setelah melihat gambar seperti ini, beloklah ke arah kiri untuk menuju platform 1
Setelah melihat gambar seperti ini, beloklah ke arah kiri untuk menuju platform 1
@Platform 1
@Platform 1
The ITX tickets
The ITX tickets
Inside of ITX #1
Inside of ITX Choengchun #1
Inside of ITX #2
Inside of ITX Cheongchun #2
Yongsan station
Gapyeong station

Setibanya di stasiun Gapyeong, kami disambut dengan suhu dingin 12 derajat.
Brrrrr…. Dinginnya lebih menggigit daripada udara dingin di Seoul. Ahjumma #1 langsung sibuk pasang topi kupluk. Layaknya topi kupluk mang-mang villa-villa Puncak… *sodorin senter*

Berhubung kami sudah tertinggal jadwal shuttle bus for Gapyeong City Bus yang berangkat pukul 09.10 sedangkan keberangkatan selanjutnya pukul 10.10, kami memutuskan untuk naik taksi dengan membayar 3.900 KRW.

Nami Island, Inc. was founded in 1965 and has since been reborn
as a β€œgarden of culture and the arts.” Nami Island plays host to a variety of cultural events, concerts, and exhibitions throughout the year.
Also known as β€œFairy Tale World” and β€œSong Island,” the island is a place
where children can be inspired to hope and dream,
lovers can leave with wonderful memories, and artists can find the opportunity
to pursue their visions.

Nami Island Entry Wharf (Immigration)
1024 Bukhangangbyeon-ro, Gapyeong-eup, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do 12422 KOREA

Fee :
Regular : 10.000 KRW
Discount for foreigners : 8.000 KRW
Special price : 4.000 KRW visitor after 6 PM (Dec-March) and 7 PM (April_Nov)
Free Entrance: Child aged 36 months and under

Ferry schedule :
07:30-09:00 : Every 30 minutes after first ferry at 07:30 (departure – Gapyeong Wharf)
09:00-18:00 : Every 10- 20 minutes
18:00-21:40 : Every 30 minutes until last ferry at 21:40 (departure – Nami Wharf)

https://namisum.com/en/

Kami tiba di Nami Island tepat pukul 10.00 dan belum tampak hiruk pikuk pengunjung. Pagi itu kami datang bersamaan dengan beberapa rombongan. Fokus gw teralih kepada sebuah rombongan berusia senja yang akan berpiknik. Mereka berjalan sangat teratur loh seperti anak sekolah yang karya wisata. Yang lebih eye catching lagi, mereka memakai topi yang sama. Jadi keliatan imut. Hehehe…

Setelah rombongan grup lewat, kami mulai menyusuri Nami Island.

Awalnya kami ingin mencoba menyewa sepeda namun mengingat harga sewa sebuah sepeda sebesar 5.000 KRW per jam dan kami akan berada disini sekitar 3 jam, maka 5.000 x 3 = 15.000 KRW lebih baik digunakan untuk memamah biak. Kami memutuskan untuk berjalan kaki sajah.

Jalan kaki itu selain murah dan demi kesehatan kan yaaa, Ahjummaaa…?

Kami mengelilingi Nami island secara random. Tak hanya spot terbaik seperti Metasequoia Line dan Ginkgo Tree Line yang pasti kami datangi, namun spot di pinggir ujung Nami Island juga tidak kalah bagusnya untuk disambangi.

Sayangnya daun-daun di Nami Island belum banyak berubah warna. Resiko yah bok datang di awal musim gugur, gak dapat apa-apah kecuali bisa foto sombong narsis dengan menggunakan coat dan cuacanya masih bersahabat dengan badan eikeh yang kurang subsidi lemak dan haus dengan kehangatan cinta matahari. πŸ˜‰

Immigration of Nami Island
Immigration of Nami Island
Ferry to Nami Island
Ferry to Nami Island
Welcome to Nami Island
Welcome to Nami Island
Welcome
Yes, Nami Island!
Halmoeni group
Halmoeni group
Nami Island #1
Nami Island #1
Nami Island #2
Nami Island #2
Nami Island #3 ; Sayangnya daun baru mulai menguning
Nami Island #3 ; Sayangnya daun baru mulai menguning
Nami Island #4
Nami Island #4
Nami Island #5
Nami Island #5
Nami Island #6
Nami Island #6
Menemukan ladang sawah :D
Menemukan ladang sawah, layaknya sawah di pulau Jawa πŸ˜€
Salah satu spot dengan warna daun yang mulai memerah
Salah satu tempat dengan warna dedaunan yang mulai memerah
At riverside path
At riverside path *copyright of Ahjumma #2*
Selamat menempuh hidup baru, eh menempuh jalan kaki
Selamat menempuh hidup baru, eh menempuh jalan kaki *copyright of Ahjumma #2*
Riverside lover's Gingko Tree Line
Riverside lover’s Gingko Tree Line *copyright of Ahjumma #2*
Korean Pine Tree Lane
Korean Pine Tree Lane *copyright of Ahjumma #2*
The famous statue of Winter Sonata
The famous statue of Winter Sonata
Big Mama ;)
Big Mama πŸ˜‰
The souvenirs shop
The souvenirs shop
Price of t-shirt of Nami Island 15.000 KRW, Cap 15.000 KRW
Price of t-shirt of Nami Island 15.000 KRW, Cap 15.000 KRW
Pajangan lutchu
Pajangan lutchu
Magnet 6.000-8.000 KRW
Magnet 6.000-8.000 KRW
Memo holder & key chain 12.000 KRW
Memo holder & key chain 12.000 KRW

Di beberapa spot yang terkenal dengan tempat syuting Winter Sonata, para ahjumma melakukan beberapa pose heits…! Entah itu pose standar ataupun pose terlarang. *tutup mata*

Seorang Ahjumma menggantikan sosok pemeran wanita Yoo-jin
Sari berita penting : Telah ditemukan seorang Ahjumma yang sanggup menggantikan pemeran wanita Yoo-jin
Akoh terlihat serasi dengan Jun-sang kan...?
Akoh terlihat serasi dengan Jun-sang kan…? ” Jun-sang bisa geser sedikit gak? ” *depak Yoo-jin*
Yang ini foto anak baik-baik :D
Kita gak usah foto yang aneh-aneh ya, Ahjumma!

Gw sudah menyusun rencana untuk makan siang di salah satu restoran yang mempunyai lisensi halal resmi yaitu Asian Family Restaurant Dongmoon. Restoran Asian Family Restaurant Dongmoon berada di 1st Floor of Baplex. Baplex merupakan komplek gedung yang berisi dengan restoran, cafΓ©, galeri dan prayer room.

Dibeberapa postingan, gw membaca banyak yang mencoba makan di Yeonga Lunch Box yang berada persis disebelah Asian Family Restaurant Dongmoon. Yeonga Lunch Box menyajikan nasi yang dicampur dengan kimchi dan telur. Menunya cukup unik karena sebelum makan, kotak nasinya harus dikocok-kocok terlebih dahulu hingga semua bumbunya dapat teraduk sempurna. Namun berhubung gw mencari yang jelas saja kehalalannya, kami memilih makan di Dongmoon.

Pilihan menu yang ada di Asian Family Restaurant Dongmoon terasa sangat Asia. Selain makanan Korea, terdapat noodle khas Vietnam, makanan khas Thailand, Udon, curry bahkan ada nasi goreng Indonesia. Gw menjatuhkan pilihan rice with spicy stir-fried octopus and vegetables , Ahjumma #1 mencoba Hongshao beef noodle in soup dan Ahjumma#2 memesan Noodles with black soybean sauce alias Jjajangmyeon.

Rasa rice with spicy stir-fried octopus and vegetables yang gw pesan cukup unik. Gw dan Ahjumma #2 menyukai rasa spicy-nya. Rasa Hongshao beef noodle in soup kata ahjumma #1 juga terasa enak. Sedangkan pesanan Ahjumma #2 ini adalah menu yang diidam-idamnya semenjak tiba di Seoul.

Seperti apa rasa Jjajangmyeon?
Rasanya manis, seperti mie yamin namun dengan versi tekstur mie yang lebih besar dan terasa lebih manis.

Yeonga Lunch Box, persis berada disebelah Asian Family Restaurant
Yeonga Lunch Box, persis berada disebelah Asian Family Restaurant
Asian Family Restaurant at Baplex
Asian Family Restaurant at Baplex
Inside of Asian Family Restaurant
Inside of Asian Family Restaurant
Stir
Rice with spicy stir-fried octopus and vegetables ; price 10.000 KRW
Noodle
Hongshao beef noodle in soup ; price 10.000 KRW

Selesai makan, gw menyempatkan diri untuk shalat. Musholla tersedia dilantai 2 Baplex, persis di atas Asian Family Restaurant Dongmoon. Tempatnya sudah sangat lebih baik dibandingkan pada tahun 2012. Sekarang sudah dipisahkan ruangan shalat untuk pria dan wanita dengan luas ruangan terbilang besar. Great facility! Top markotop deh!

Prayer room at Baplex building 2nd floor
Prayer room at Baplex building 2nd floor
For men
For men
For women
For women

Berapa lama waktu yang kami habiskan mengelilingi Nami Island?
Kami berkeliling selama 3 jam itupun sudah termasuk dengan makan siang.

Oya, bandingkan dengan pemandangan Nami Island yang di ambil di bulan November ya. Foto selengkapnya bisa dicek di sinih.

gkjg
Ginkgo Tree Line
The stunning view #2
The stunning view #2

Selesai makan, kami berjalan keluar dari Nami island. Kami meneruskan perjalanan menuju Petite France dengan menggunakan shuttle bus Gapyeong City Bus.

Perhatikan baik-baik jadwal shuttle bus ya karena jarak waktu antar shuttle bus memakan waktu 30 – 60 menit. Halte bus menuju Petite France terletak di depan 711 yang tak jauh dari tempat parkir mobil.

Sistem naik Gapyeong City Bus adalah kita bisa naik-turun bolak-balik di sepanjang halte jalur Gapyeong City Bus hanya dengan menunjukan karcisnya kepada sopir bus. Harga tiketnya sendiri dibandrol 6.000 KRW.

Halte Gapyeong City Bus berada di depan 711
Halte Gapyeong City Bus berada di depan 711
Halte bus at Nami
Halte bus at Nami
Gapyeong City Bus
Gapyeong City Bus
The schedule of Gapyeong City Bus
The schedule of Gapyeong City Bus

Perjalanan hingga tiba di Petite France memakan waktu 25 menit. Sesampainya di Petite France kami membeli tiket masuk Petite France dengan menambahkan voucher dari Korea Grand Sale. Lumayan diskonnya! Seharusnya kami membayar 8.000 KRW hanya perlu membayar 6.000 KRW. Aseeeekkk…!

Petite France, a small French culture village in Korea,
is a space where children can develop their dreams and a fairyland
reminding grownups with children of the innocence of childhood.

A street flea market with European antiques,
melodies from the Orgel made hundreds of years ago,
and marionette performance on the square greet visitors.

Where you can enjoy a variety of cultural
experience programs and performances
from Europe including France,
and where you can see, enjoy, and experience all about France
just as if you were walking on the street of that country,
this is Petite France, the only French theme park in Korea.

Open time :
09:00 – 18:00 No Holidays
Opening and closing times for Petite France are subject to change
depending on seasons and weather conditions.

Entrance Fee
Adults
: 8,000 KRW
Teens : 6,000 KRW (Middle,High school)
Children : 5,000 KRW (36months – Elementary)

http://www.pfcamp.com/

Begitu kami melangkah masuk ke dalam Petite France.
Weeewwww….
Tempat ini ramai sekali…!!!

Berbeda sekali dibandingkan di tahun 2012 dimana kami lebih banyak menemukan spot kosong dan tidak ramai dikunjungi orang. Pengaruh Petite France sebagai tempat syuting Running Man, Beethoven Virus, Personal Taste, Secret Garden hingga yang terakhir serial My Love From the Star menjadikan tempat ini terasa gegap gempita.

Normalnya waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Petite France dapat dilakukan selama satu jam. Namun mengingat kami harus menyesuaikan dengan jadwal shuttle bus, kami β€˜killing time’ dengan memasuki salah satu pertunjukan puppet show.

Pertunjukan puppet show bercerita tentang Pinokio. Kami sempat diinformasikan oleh salah satu petugas bahwa pertunjukan puppet show menggunakan bahasa Korea. Berhubung kami juga bingung mau ngapain lagi dan jadwal shuttle bus masih lama, kami memilih duduk leyeh-leyeh menikmati pertunjukan yang berlangsung selama 20 menit. Pertunjukan puppet showΒ­-nya sendiri cukup menghibur.

Selesai menonton, kami berkeliling sebentar dan kemudian segera berjalan menuju shuttle bus untuk naik bus jam 15.50. Ternyata perjalanan satu hari ini dapat berjalan satu jam lebih cepat dari itinerary! *elus-elus itinerary*

Gate of Petite France
Gate of Petite France
Petite France #1
Petite France #1
IMG_7864
Petite France #2
Amphitheater
Amphitheater
Petite France #3
Petite France #3
Petite France #4
Petite France #4
Petite France #6
Petite France #5
Petite France #5
Petite France #6
Petite France #7
Petite France #7
Pemandangan dari salah satu bangunan tertinggi di Petite France
Pemandangan dari salah satu bangunan tertinggi di Petite France

Kami tiba di stasiun Gapyeong kurang lebih pukul 16.30. Kami langsung masuk stasiun dan mencoba membeli tiket ITX-Cheongchun menggunakan ticket machine. Ketika kami coba kutak-katik, tiket yang tersedia hanya untuk keberangkatan pukul 19.00. Sedangkan untuk keberangkatan terdekat, hanya tersedia tiket no number seating alias tiket standing.

Baru selesai membaca tulisan no number seating, betis mulai protes.
Mendadak kaki terasa cenat-cenut dan perut mulai bergemuruh. Apa apa inih…???? πŸ˜€

Kami bertanya kepada salah satu petugas stasiun namun dengan bahasa Inggris terbata-bata, doi berusaha menjelaskan bahwa sebaiknya kami naik kereta ITX-Cheongchun hingga stasiun Cheongnyangni dan kemudian dilanjutkan dengan subway hingga menuju stasiun Myeongdong.

Pilihan yang teramat sulit!
Pilihannya hanya dua : Kereta dengan jadwal terdekat namun kita harus berdiri atau kereta dengan memiliki seat number namun keberangkatan dua jam kemudian.

*diskusi dengan ahjumma*

Hasil kesepakatan : Ibaratnya stamina kami seperti mobil yang kehabisan bensin #perandaian macam apa inih???!!!#, daripada kami harus berjibaku dengan udara yang semakin dingin dan tak jelas apa yang mau kami lakukan selama dua jam, kami membeli tiket ITX-Cheongchun seharga 3.800 KRW dengan stasiun tujuan Cheongnyangni.

Tepat pukul 17.25, kereta yang dinanti-nanti pun datang…

Kami naik di gerbong 5 khusus untuk tiket no number seating. Di ujung gerbong ini terdapat kursi tambahan dimana jika kursi kosong, kita bisa duduk di kursi ini. Sayangnya saat itu kondisi sudah full dan bahkan ada penumpang yang duduk di bawah lantai. Kami pasrah menempati ruangan tersisa dan menikmati perjalanan 42 menit sambil mencoba tidur-tidur ayam. Anggap saja ini Commuter Line Depok – Bogor ya.. πŸ˜‰

Sesampainya di stasiun Cheongnyangni, kami berjalan menyusuri selasar menuju line 1. Kami sempat mencari tempat tapping transfer T-Money di dalam stasiun Cheongnyangni, namun yang dicari tidak terlihat penampakannya.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan subway line 1, transit di stasiun Dongdaemun dan berpindah subway line 4 hingga tiba di stasiun Myeongdong.

Sesuai dengan dugaan, begitu kami tapping out kartu T-Money, kami tidak bisa keluar. Terdapat tulisan ERROR di layar gate. Kami kemudian dibantu oleh seorang petugas untuk keluar, kartu kami dicek oleh petugasnya dengan card reader dan langsung dipotong nominal saldonya.

Keluar dari stasiun, kami segera bergegas berjalan menuju hotel. Rasanya tak sabar sekali ingin rebahan di atas kasur yang empuk.

*****

Malam harinya kami berencana untuk menyusuri Myeongdong untuk pertama kalinya. Namun ternyata Ahjumma #1 tepar tak berkutik-terhipnotis dengan kasur dan lebih memilih bobo cantik di kamar.

Baiklah, Ahjumma…!
Bae-bae di kamar ya…
Kita cuci mata dulu!

Seperti jutaan manusia lainnya, pastinya kalian sudah tahu kalau Myeongdong merupakan salah satu pusat perbelanjaan ter-PENTING dan ter-HAPPENING di kota Seoul. Dari street food, fast food, toko- toko fashion, toko-toko make up brand Korea yang harganya murah gila-gilaan (jika dibandingkan dengan harga di Jakarta), hingga departemen store seperti Uniqlo, Shinsegae Department Store, Myeong-dong Migliore, Noon Square dan M Plaza semua numplek di Myeongdong.

Kalau sudah begini, tinggal gw yang kebingungan mau ngapain di Myeongdong.
Mau beli make up, tapi warna make up Korea gak akan cocok dengan warna kulit gw yang cokelat eksotis inih.

Ngelirik produk untuk badan dan rambut, yang ada malah kebanyakan mikir dan berakhir dengan tangan hanpa berlalu meninggalkan toko. πŸ˜›

Tapi malam itu gw puas melihat β€˜kehadiran’ boy band Korea β€œShinee” yang majang di seluruh toko make up The Saem sebagai brand ambassador The Saem.

Heh…???

Gw dah kebayang kalian pasti geli ngebayangin gw (plus umur gw yang tidak berjalan lurus dengan keimutan wajah gw ) tertarik dengan boy band Korea. πŸ˜€

Eliiingggg, Mbak! *sodorin cermin*
Malu sama umur…!Β  *minta dilempar pake e-KTP*

Gak papa ya bok!
Gw juga bukan maniak banget. Hanya mengagumi salah satu lima makhluk ciptaan Tuhan (plus sedikit operasi plastik sana-sini) yang berasal dari Korea. Walaupun gak beli make up The Saem, at least gw terhibur melihat kecantikan kegantengan mereka di banner juga dah cukup kok. Gampang kan cari hiburan buat gw???!!! *sodorin free sample The Saem *

Oya, ada satu catatan perbedaan yang cukup signifikan ketika gw keluar masuk toko make up. Saat ini toko make up di Korea tidak banyak memberikan free sample seperti dulu di tahun 2012.

Dulu hanya dengan berbelanja 5.000 KRW, gw diberikan berbagai macam free sample entah itu sample sampo, masker ataupun lotion. Sekarang berbelanja 8.000 KRW saja gw tidak mendapatkan free sample. Rasanya baru berbelanja di atas 10.000 KRW baru deh dikasih free sample, itupun rasanya cuma diberikan satu buah sample masker.

Hari beranjak semakin malam. Jam sudah berada di pukul 22.48, kami memutuskan kembali ke hotel. Gw dan ahjumma syuksyes menenteng kantung belanjaan.

Kira-kira besok belanja apa lagi ya di Myeongdong??? πŸ˜‰

Let's go shopping, bebih!
Let’s go shopping, bebih!
Myeongdong #1
Myeongdong #1
Myeongdong #2
Myeongdong #2
Myeongdong #3
Myeongdong #3
Myeongdong #4
Myeongdong #4
Agak-agak tempting sama rasanya
Agak-agak tempting sama rasanya
Aussie Cheese Fries ; Price 5.000 KRW, rasanya keju bangeeeddd...!
Aussie Cheese Fries ; Price 5.000 KRW, rasanya keju bangeeeddd…!
Apakah gw membelinya...??? Gak dunk! Tetep ajah gw pedit kalau ngeliat harganya..
Apakah gw membelinya…??? Gak dunk! Tetep ajah gw pedit kalau ngeliat harganya.. *kekep Won baek-baek*
Siapa yang kuat lihat lima orang ganteng lagi mejeng...???
Siapa yang kuat lihat lima orang ganteng lagi mejeng…??? Aku sih gak, kalau kamuh…???
*tarik nafas panjang*
*tarik nafas panjang*
Advertisements

8 thoughts on “[Korea] 2015 – Day 4 : Nami Island, Petite France & Myeongdong

  1. Hai, mbak Vika. Postingannya bagus dan lengkap. Mbak, kebetulan saya ke Seoul Juli-agustus 2015. dan saya sekarang lagi coba buat bikin blog (hehe agak telat sih). Saya boleh ga pasang gambar dengan copyrighty dan juga memasukan link tetang post-an ini ke blog saya? karena foto yang saya punya cuma pas di Nami nya aja. ga ada direction pas naik ITX. jadi nanti biar langsung merujuk kesini wordpress mbak.

    Terima kasih πŸ™‚

  2. Hai mbak Vika. Penggunaan kupom korea grand sale caranya gmn ya? Apakah tinggal print yg dr web nya itu trs kita tunjukin di spot yg kita kunjungi? Bisa dipake berulang kah, soalnya kan banyak merchant yang ikut tuh.
    Makasih

    1. Hai Rufaida,

      Yup, tinggal ngeprint, kemudian diberikan kepada petugas di spot yang kita kunjungi serta bisa dipakai di banyak merchant. Tinggal perhatikan term & condition yang berlaku di masing-masing merchant ya… πŸ˜ƒ

    1. Haaaaiiiii….
      Kereta dr myeongdong menuju yongsan menggunakan subway, sedangkan kalau ITX startingnya dari Yongsan. Untuk harga tiket subwaynya sendiri lupa berapa persisnya.

  3. Hai mba vika…
    Petunjuk jalannya ngebantu banget….rencana sy mo jalan ma temen2 ke korea juni ini…tp berhubung ga sama suami, ternyata di syarat visanya harus ada surat ijin dari suami, ada contohnya ga mba…minta dooonggg…(mungkin ahjumma #1 & #2 punya)
    tolong diemail ke tri.ana99@yahoo.co.id ya mba….
    thank you mba vikaaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s