[Jepang] Day 8 – Kyoto, Osaka : Fushimi Inari Shrine, HEP Five Ferris Wheel & Japan Mint Bureau

Thursday, April 9th, 2015

Berhubung Takeshi bukan typical morning person dan kami tidak memegang kunci pintu kamar (ataupun loker), di pagi itu sehabis menghabiskan sarapan, kami langsung check out tanpa bertemu, berjumpa atau berpapasan dengan siapapun (baik itu penghuni berwujud ataupun tidak berwujud) di penginapan.

Rencana di hari kedelapan ini, kami akan mengunjungi Fushimi Inari Shrine. Setelah itu kami akan menyelesaikan sisa perjalanan di hari itu dengan minat dan keyakinan masing-masing 😀
Gw akan menghabiskan waktu di Osaka, sedangkan Yudha akan mengeksplor Nara.

Kenapa gw tidak ikut ke Nara?

Emmm…
Alasannya, setelah browsing sana-browsing sini, (menurut gw) penampakan Nara kurang lebih sama dengan Kyoto. Sebuah kota yang mungkin lebih kecil dari Kyoto dan dipenuhi dengan warisan budaya. Pada akhirnya gw memutuskan untuk men-skip Nara dari tujuan wisata dan memilih Osaka sebagai persinggahan selanjutnya.

Perjuangan dimulai dengan menggeret koper menuju stasiun Kyoto. Koper kami letakan di tempat penyewaan loker dan gw memakai loker yang letaknya tidak jauh dari Kyoto Tourist Information Center.

Untuk menuju Fushimi Inari Shrine, kami akan menggunakan kereta JR Nara Line dari stasiun Kyoto dan turun di stasiun Inari yang berjarak dua stasiun dari stasiun Kyoto.

Setelah keluar di stasiun Inari (hanya ada sebuah pintu masuk dan keluar stasiun), kami berbelok ke arah kiri. Selang berjalan kaki sejauh 100 meter, disebelah kanan jalan akan tampak sebuah gerbang besar dan itulah gerbang untuk menuju Fushimi Inari Shrine. Cukup mudah bukan???!!!

Saking mudahnya, kalian hanya tinggal ikuti keramaian orang berjalan dimana 95% pejalan kaki ini akan menuju Fushimi Inari Shrine.

Fushimi Inari Shrine merupakan salah satu kuil terpenting Shinto yang berada di Kyoto Selatan. Kuil ini di dedikasikan untuk Inari yaitu dewa padi. Dikuil ini akan banyak sekali ditemui patung rubah karena rubah dianggap sebagai utusan Inari. Di pintu masuk kuil berdirilah gerbang Romon yang disumbangkan oleh salah seorang pemimpin terkenal yaitu Toyotomi Hideyoshi di tahun 1589.

Yang menarik dari Fushimi Inari Shrine adalah jejeran Senbon Torii (1000 gerbang torii) berwarna oranye menuju Gunung Inari. Torii ini merupakan sumbangan oleh individu dan perusahaan dimana akan tertulis nama donator dan tanggal sumbangan di belakang torii. Semakin besar donasi yang diberikan maka ukuran gerbang akan semakin besar.

Operational hours : always open
Closed : no closing days
Fees : free

http://inari.jp/

Kami tiba di Fushimi Inari Shrine pada pukul 09.40 dan kuil mulai tampak padat dikunjungi oleh para wisatawan dan peziarah. Setelah melewati gerbang utama, kami mulai jalan menanjak menuju Senbon Torii.

Jejeran torii berwarna oranye ini sangat menarik perhatian. Setiap orang (pasti) memanfaatkan kesempatan untuk berfoto didalam jejeran Torii. Jadi rasanya sangat sulit bisa mendapatkan spot kosong di dalam torii. Menunggu moment-moment kosong didalam jejeran torii merupakan sebuah moment langka.

Gw yang merasakan susahnya mencari spot kosong, memutuskan untuk berjalan mendaki menyusuri torii. *singing Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali*

Kalau diamati lebih teliti, bahwa besarnya torii akan sesuai dengan besarnya donasi maka terlihat torii yang berada di awal pendakian, torii terlihat lebih besar dan jarak antara torii yang satu dengan yang lain terasa lebih berdekatan dibandingan torii yang berada di akhir pendakian.

Kami mengeksplor tempat ini kurang lebih 60 menit. Disepertiga jalur torii, gw tidak ingin memaksakan diri mendaki jalur torii yang membuat napas gw ngos-ngosan dan betis semakin membesar. Capek bookkk! Gw menyerah! *lambaikan tangan ke kamera*

Gw masih ingin menyimpan tenaga untuk perjalanan di Osaka nanti dan gw pun berjalan kembali menuju gerbang utama.

Sambil menunggu Yudha, gw iseng-iseng menyusuri tempat penjualan cinderamata yang berada di dekat gerbang utama. Cinderamata yang dijual disini berbeda dibandingkan di beberapa tempat wisata di Tokyo dan Kyoto. Design magnet yang dijual disini terlihat lebih unik. Akhirnya gw mulai sibuk belanja deh. 😀

Front gate
Front gate
The map
The map
para pelajar yang akan study tour
para pelajar yang akan study tour
First gate
First gate
Jejeran torii
Jejeran torii
Very nice colour!
Very nice colour!
Any bodi huuumm...???
Any bodi huuumm…???
Detik-detik sebelum berjumpa dengan orang
Detik-detik sebelum berjumpa dengan orang
Senbon Torii #1
Senbon Torii #1
Senbon Torii #2
Senbon Torii #2
Senbon Torii #3
Senbon Torii #3
Senbon Torii #4
Senbon Torii #4
Senbon Torii #5
Enaknya yang pegangan tangan…
Senbon Torii #6
Senbon Torii #5
Salah satu tempat pemakaman
Salah satu tempat pemakaman
Mulai mistis...
Mulai mistis…
Rubah atau piggy ya? :D
Rubah atau piggy (yang imut) ya? 😀

Selesai belanja-belanji, kami kembali ke stasiun Inari. Dari stasiun Inari gw kembali menuju stasiun Kyoto sedangkan Yudha langsung melanjutkan perjalanan menuju Nara.

Sesampainya di stasiun Kyoto, rencana awalnya gw ingin membeli tiket shinkansen terlebih dahulu baru kemudian mengambil koper. Tapi mengingat setelah membeli tiket, gw harus memperhitungkan waktu untuk mengambil koper dan kemudian terburu-buru (sambil menggeret koper) masuk ke gate in shinkansen. Akhirnya gw memilih untuk mengambil koper terlebih dahulu, membeli tiket shinkansen dan baru masuk menuju platform.

Setelah mengambil koper, gw mencari loket penjualan shinkansen. Sebenarnya kita bisa membeli tiket shinkansen di ticket machine, namun untuk meminimalisir kebingungan dan kesalahan dalam memesan tiket, gw lebih memilih membeli tiket di konter tiket.

Sesampai di konter tiket, gw melihat ada 4 jadwal keberangkatan terdekat pada saat itu. Sambil memperhitungkan waktu dari tempat pembelian tiket menuju platform dan gw tidak mau terlalu sore tiba di Osaka, gw memilih Shinkansen Nozomi nomor 23 di jam keberangkatan pukul 12.27.

Berapa lama jeda waktu yang dibutuhkan antara membeli tiket dengan waktu keberangkatan?
Dari pengalaman gw, 15 menit adalah jarak waktu yang aman dari saat membeli tiket hingga waktu keberangkatan shinkansen. Bahkan di 15 menit itu gw sempat berhenti satu kali untuk memfoto suasana di dalam stasiun. 🙂

Mengingat banyak sekali informasi shinkansen dan pembahasannya pun akan njelimet. Maka gw menuliskan secara garis besar kereta shinkansen.

Jalur shinkansen yang berada di Jepang dikelola oleh group Japan Railways (JR), namun pengoperasiannya dilakukan oleh 4 perusahaan yang bergabung di dalam Japan Railway, yaitu JR Central, JR West, JR East, dan JR Kyushu. Keempat perusahaan tersebut menangani enam jalur shinkansen di seluruh Jepang, antara lain :

  • JR Central : mengelola jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan stasiun Tokyo dan stasiun Shin-Osaka
  • JR West : mengelola jalur Sanyo Shinkansen yang menghubungkan stasiun Shin-Osaka dan stasiun Hakata
  • JR East : mengelola jalur Tohoku Shinkansen (dari stasiun Tokyo hingga stasiun Shin Aomori), Joetsu Shinkansen (dari stasiun Omiya hingga stasiun Niigata), dan Nagano Shinkansen/Hokuriku Shinkansen (dari stasiun Takasaki hingga stasiun Nagano).
  • JR Kyushu : mengelola jalur Kyushu Shinkansen yang menghubungkan stasiun Hakata dan stasiun Kagoshima Chuo

Shinkansen sendiri mempunyai 3 penggolongan jenis shinkansen yaitu Nozomi, Hikari dan Kodama. Perbedaan ketiga jenis shinkansen tersebut antara lain :

  • Nozomi hanya berhenti di stasiun-stasiun besar dan menyambungkan kota-kota utama di Jepang
  • Hikari berhenti di stasiun besar dan sedang
  • Sedangkan Kodama akan berhenti di semua stasiun.

Jadi sudah bisa disimpulkan bahwa Nozomi dapat dikatakan sebagai kereta tercepat. Namun untuk pemegang JR Pass, JR Pass tidak berlaku untuk shinkansen jenis Nozomi sehingga kamu hanya bisa menggunakan kereta Hikari dan Kodama.

Untuk jenis tempat duduk terdapat 2 pilihan yaitu reserved seat dan non-reserved seat. Perbedaannya adalah tersedia atau tidak tersedianya nomor tempat duduk di tiket.

Untuk pemegang tiket non-reserved seat terdapat gerbong khusus (biasanya berada di gerbong pertama hingga gerbong ketiga) yang disediakan untuk pemegang tiket ini dan hanya mengandalkan ketersediaan kursi kosong alias siapa cepat dia dapat. Informasi posisi gerbong untuk non-reserved seat akan tercantum di papan informasi utama dan papan informasi di platform.

Sedangkan untuk reserved seat, kita dapat langsung menempati nomor tempat duduk sesuai dengan nomor tempat duduk yang tertera di tiket.

Kereta cepat (dengan moncong serupa dengan hewan platypus) ini datang beberapa menit sebelum jam keberangkatan. Begitu naik, gw meletakan koper di bagian belakang gerbong (lebih tepatnya di sela-sela antara dinding gerbong dengan tempat duduk terakhir).

Tempat duduk di dalam gerbong pertama ini tampak sangat kosong. Setelah duduk manis, gw pun mulai norak jepret sana-sini. 😀

Tempat duduk yang empuk, suasana gerbong yang nyaman, tersedianya papan informasi dengan teks bahasa Inggris serta tidak terasanya goncangan kereta ketika berbelok, semakin menambah kekaguman gw akan teknologi kereta cepat ini.

Perjalanan 13 menit terasa sangat cepat. Rasanya baru saja gw meletakan bokong ini, sudah diumumkan informasi sebentar lagi kereta akan tiba di stasiun Shin-Osaka. Dengan langkah gontai, gw mulai bersiap-siap untuk turun.

Note : Shinkansen dari Kyoto menuju Osaka hanya akan berhenti di stasiun Shin-Osaka, bukan di stasiun Osaka !!! Stasiun Shin-Osaka dan stasiun Osaka adalah dua stasiun yang berbeda. Stasiun Shin-Osaka khusus untuk jalur shinkansen, sedangkan stasiun Osaka khusus untuk kereta JR.

Setelah turun di stasiun Shin-Osaka, gw keluar dari stasiun dan berjalan mencari petunjuk arah untuk melanjutkan perjalanan menuju stasiun Osaka dengan kereta JR Kyoto Line.

Konter tiket
Konter tiket
Shinkansen schedule
Shinkansen schedule
Information platform
Information platform
gerbong untuk non-reserved seat
posisi gerbong untuk non-reserved seat
Shinkansen Nozomi
Shinkansen Nozomi
Nozomi No. 23
Nozomi No. 23
Suasana di dalam gerbong shinkansen
Suasana di dalam gerbong shinkansen
Tempat meletakan koper
Tempat meletakan koper
Selasar mencari jalur JR di stasiun Shin-Osaka
Selasar menuju JR Kyoto Line di stasiun Shin-Osaka
Waiting for
Waiting for JR Kyoto Line
Translate plisss...
Translate plisss…

Sesampainya di stasiun Osaka, gw langsung dihadapkan dengan keramaian orang yang lalu lalang. Berhubung perjalanan beberapa hari sebelumnya gw menjelajah Kyoto, kota tenang yang tidak sebesar Osaka, maka ketika berhadapan dengan keramaian Osaka, gw agak-agak ‘ndeso dan sedikit jiper melihat orang berjalan cepat.

Begitu gw keluar dari central gate lantai satu stasiun Osaka, sambil mencoba beradaptasi, gw mencoba berjalan melipir dan mencari lokasi penyewaan loker di lantai ini.

Beres dengan urusan koper, gw menuju Train and Tourist Information yang masih satu lantai dengan central gate. Untuk menuju Train and Tourist Information beloklah ke arah kiri setelah keluar dari central gate. Lokasinya berada pojok kiri jalan.

Setelah mendapatkan informasi dengan jelas, gw menumpangi eskalator yang letaknya tidak jauh dari Train and Tourist Information untuk menuju lantai 3. Gw akan menyambangi Osaka Station City 3F Information untuk menggunakan fasilitas prayer room.

Sebelum kalian akan menggunakan fasilitas ini, pastikan kalian terlebih dahulu datang ke Osaka Station City 3F Information untuk registrasi dan setelah itu ruangan akan dibuka oleh petugas yang bersangkutan.

Prayer room yang berada di stasiun Osaka merupakan prayer room satu-satunya yang ada di jalur JR grup. Nice facility! Semoga akan semakin banyak fasilitas prayer room bermunculan di negara sakura ini.

Letak prayer room berada di lantai 1, jadi sebenarnya dari Osaka Station City 3F Information, gw (dan petugasnya) kembali lagi turun menuju lantai 1. Walau luas prayer room tidak terlalu besar, namun suasana di dalam prayer room terasa sangat nyaman dan sajadah yang terbentang terlihat cukup eksklusif. I love this place!

Osaka Station City 3F Information
Osaka Station City 3F Information
Please ask them!
Please ask them!
Prayer room at Osaka Station
Prayer room at Osaka Station
Prayer room at Osaka station #1
Prayer room at Osaka station #1
Prayer room at Osaka station #2
Prayer room at Osaka station #2
Prayer room at Osaka station #3
Prayer room at Osaka station #3

Selesai shalat, gw sempat melihat brosur-brosur berlabel Non-Pork menu alias Moslem Friendly Menu. Sempat terjadi perdebatan di hati antara ingin mencoba karena perut mulai berkicau dan rasa sayang mengeluarkan uang sebesar 1.700 Yen untuk makan siang.

Cup-cap-cup-kembang-kuncup…

Ternyata lapar mengalahkan segalanya!
Hati nurani Perut gw lebih memilih berjalan menuju lift dan bergerak ke South Gate Building, lantai 16. 😀

Dari ketiga pilihan restoran yang ada, gw tempting dengan sushi. Kata orang-orang sushi di negara Jepang itu enaknya itu keterlaluan pake-banget!

Dan akhirnya perjalanan di lantai 16 berakhir di Japanese Sushi Restaurant “Uwosa”. Sampai didepan Uwosa, terpampang paketan menu yang harganya lebih murah dibandingkan menu yang ada di selebaran. Semakin semangat deh gw ingin mencoba sushi!

Setelah memesan paketan menu yang sama dengan promo mereka, gw pun mulai duduk menikmati suasana di dalam restoran ini. Restoran Uwosa termasuk besar dan baru kali ini gw memasuki restoran yang modelnya agak-agak luxury. 😛 Beberapa pengunjung gw perhatikan terlihat berpakaian sangat rapi dan berkelas. Apa lah gw inih.. Hanya turis kucel yang sangat nekat ingin mencoba sushi.

Tak lama kemudian, datanglah menu yang gw inginkan. Kalau ditanya menunya terdiri dari apa saja, gw hanya bisa menatap nanar. Beneran gak ngerti sama jenis toppingnya. Yang gw tau hanya terdapat topping tuna, udang, telur dan salmon roe. Sisanya, clueless !

Percobaan pertama yang masuk ke mulut gw adalah tuna.

*masukin tuna ke mulut*
*ngunyah*

Nyeeesss….
“ Endeeesss ! “
Itulah kalimat pertama yang langsung terbesit di otak gw!

Rasa ikannya sangat berbeda dengan sashimi yang suka gw santap di restoran-restoran Jepang di Jakarta. Ikannya langsung terasa lumer dan melebur didalam mulut gw. Endeeesssnya gila-gilaan!

*sibuk live report pamer ke Nina via Wasap*

Berikut percakapan absurd kamih…
N : Cieeehhh… Emang itu gak pake mirin?
G : Muslim friendly. Gak pake kecap asinnya.
N : Nasinya?
G : Kata orang Jepangnya sih gak.
N : Enyak pasti yak 🙂
G : Ada di selebarannya.
N : Emang lo bisa ngomongnya 😀
G : Sempet di kasih tau. Makanan termahal gw! Hahahaha…
N : 😀 I envy you
G : Ini udang bener-bener mentah!
N : Emang yang biasanya gak mentah ?
G : Gak pernah makan di Indonesia.
N : Gak mentah itu, bu. Kalau mentah kan rada transparan gitu. Kagak pernah masak udang ya? -_-
Justru kalo seger kaya gitu. Pas dimakan gak alot.
G : Setengah matang kali ya? Berasa krenyes-krenyes.
N : Lhaaa udang yang bener masaknya kalo dimakan krenyes-krenyes
G : Gak ngerti 😀 berasa beda nih udangnya. Gw gak berani makan telornya nih
N : Kenapa? Takut telor babi?
G : Hahaha… Mungkin!
N : Babi kan gak bertelor *emoticon tutup muka*
G : Tapi menu sushi semua sih. Jadi no pork kan yeee…
N : Iya. Kalau sampai ada pork, ya dosa ditanggung yang jual 😀
G : Hahahaha…

Warning : Fyi, mirin dan shoyu (soy sauce) masih diragukan kehalalannya. Jadi, sebenarnya gw tidak menyarankan kalian mencoba sushi ya dan janganlah ikuti jejak gw memakan sushi, kecuali sushi berlabel halal *serius* *gw bukan contoh yang baik*

Moslem friendly menu
Moslem friendly menu
Uwosa
Uwosa
lunch package at Uwosa
lunch package at Uwosa
The chef
The chef
Berasa di film yakuza :D
Berasa di film yakuza 😀
Endeeesssnya luar binasa! Price 1.700 Yen, after tax 1.836 Yen
Endeeesssnya luar binasa! Price 1.700 Yen, after tax 1.836 Yen

Beres urusan perut, mari kita menjelajah Osaka…

First destination!
HEP Five Ferris Wheel

HEP Five Ferris Wheel adalah kincir raksasa yang berada di Osaka. Kincir raksasa ini merupakan salah satu landmark terpenting di distrik Umeda.

Apa yang membuat gw tertarik memasukan HEP Five Ferris Wheel ke dalam list adalah warna merahnya yang sangat menggoda, hampir sama seperti warna lipstick merah menyala yang lagi happening di anak-anak gahul jaman sekarang.

HEP Five Ferris Wheel termasuk kedalam salah satu tempat wisata di Osaka Amazing Pass-one day. Namun mengingat jadwal yang kami masukan ke dalam daftar Osaka Amazing Pass-one day di hari Sabtu sudah padat merayap dan menyesakan dada. Gw memutuskan untuk mengunjungi terlebih dahulu, toh jarak dari stasiun Osaka pun sudah dekat.

Dari stasiun Osaka, gw keluar mengikuti petunjuk melalui pintu exit south gate, berjalan lurus saja hingga nanti akan memasuki Umeda Hankyu Building dan kemudian menyebrang menuju Hankyu Entertainment Park (HEP) Five. Don’t worry, banyak sekali bertaburan petunjuk arah menuju HEP Five.

Ada salah satu kejadian yang tidak bisa gw lupakan ketika gw berjalan menuju HEP Five. Karena gw berjalan sambil membaca peta, ketika gw memasukan peta kedalam kantung saku jaket, ternyata si peta tidak masuk secara sempurna kedalam kantung saku alias jatuh ke jalan.

Gw berjalan santai tanpa menyadari si peta sudah jatuh. Hingga akhirnya samar-samar terdengar suara orang dengan menyebutkan kata “Sumimasen… Sumimasen…” berkali-kali.

Gw berhenti dan melihat ada seorang wanita yang berjalan menghampiri gw sambil memegang peta. Sambil mencoba mencari peta yang ada di kantung, ternyata peta yang di kantung saku raib menghilang entah kemana. Jadi peta yang doi pegang adalah peta milik gw yang terjatuh di jalan.

Gw hanya bisa terpesona sambil mengucapkan ribuan terima kasih…

Kalau dipikir-pikir, peta yang terjatuh itu bukanlah barang penting dan dapat dibuang oleh wanita tersebut. Namun untuk gw, peta itu menjadi alat penting dalam memandu perjalanan dan menyelamatkan mood gw dari ketersesatan. Semoga Allah membalas kebaikan wanita tersebut. Aamiin!

Kemudian gw melanjutkan perjalanan kembali menuju HEP Five. HEP Five merupakan sebuah kompleks perbelanjaan namun toko-tokonya lebih spesifik ditujukan untuk usia muda. Di bagian atas gedung terdapat HEP Five Ferris Wheel yang tingginya mencapai 106 meter dari permukaan tanah.

Mulanya gw ingin mencoba naik HEP Five Ferris Wheel untuk melihat view Osaka dari ketinggian, namun mengingat hari semakin lama semakin sore, gw hanya naik ke lantai 7 untuk memuaskan rasa penasaran gw melihat HEP Five Ferris Wheel dari dekat.

Open hours :
Shopping : 11:0021:00
Restaurants & Cafes : 11:00 22:30
Amusement :11:00 –
23:00

http://www.hepfive.jp/language/
http://www.osaka-info.jp/en/facilities/cat10/post_287.html

Jalan menuju HEP Five
Jalan menuju HEP Five
Yes, that's HEP Five Ferris Wheel !!!
Yes, that’s HEP Five Ferris Wheel !!!
HEP Five
HEP Five
The reds!
The reds!

Next destination, Japan Mint Bureau!

Ada apa di Japan Mint Bureau?
Menurut Japan GuideJapan Mint Bureau (atau dikenal dengan Osaka Mint Bureau) merupakan salah satu tempat terbaik di Osaka untuk melihat sakura. Mengingat besok-besok gw sudah tidak bisa memaksa Yudha untuk melihat sakura lagi, jadi gw memasukan Japan Mint Bureau kedalam trip hari ini. 😉

Di perjalanan sebelum mencapai HEP Five, gw sempat melihat arah petunjuk menuju stasiun Higashi-Umeda. Jadi dari HEP Five, gw berjalan masuk kembali ke arah pertokoan bawah tanah dan tinggal mengikuti arah petunjuk yang ada menuju stasiun Higashi-Umeda.

Dari stasiun Higashi-Umeda, gw akan menaiki kereta jalur Tanimachi Line untuk menuju stasiun Temmabashi. Setelah tiba di stasiun Temmabashi, gw keluar melalui pintu exit 2, kemudian belok kiri menyusuri jalan besar dan berjalan menyusuri jembatan (diatasnya terdapat flyover jalan), kemudian di ujung jembatan gw berbelok ke arah kanan.

Ketika gw baru keluar dari pintu exit, (lagi-lagi) gw ditolong oleh seorang wanita paruh baya yang dengan kebaikan hatinya akan menunjukan arah jalan menuju Japan Mint Bureau. Beliau menunjuk brosur Sakura yang sedang gw pegang, gw hanya mengangguk-angguk dan beliau langsung berbicara dengan bahasa Jepang. Gw yang di ajak berbicara cuma bisa cengar-cengir, pasang muka melongo gak ngerti.

Sebenarnya gw sudah mengerti ancar-ancar jalan menuju Japan Mint Bureau, tapi gw menghormati jerih payahnya yang mau mengantar gw menuju Japan Mint Bureau.

Sesampai di ujung jembatan, disebelah kanan jalan sudah tampak taman yang penuh dengan sakura. Gw dengan bahasa tarzan berusaha berbicara bahwa gw dapat ditinggal di tempat ini saja. Namun beliau terus menunjukan tempat lain dengan telunjuk jarinya.

Gw mengerti maksudnya bahwa sepertinya beliau menginformasikan bahwa ada tempat terbaik untuk melihat sakura yaitu Japan Mint Bureau. Namun mengingat gw ingin mengeksplor tempat ini dari ujung, gw pun berusaha menolak kebaikannya dan sambil mengucapkan ”Arigato!”. Akhirnya beliau pun meninggalkan gw.

Route to japan Mint Bureau
Route to japan Mint Bureau
Suasana didalam pertokoan bawah tanah
Suasana didalam pertokoan bawah tanah
Petunjuk menuju stasiun Higashi-Umeda #1
Petunjuk menuju stasiun Higashi-Umeda #1
Petunjuk menuju stasiun Higashi-Umeda #2
Petunjuk menuju stasiun Higashi-Umeda #2
Berjalan menyusuri jembatan dan di atas adalah flyover
Berjalan menyusuri jembatan dan di atas adalah flyover. Fyi, wanita di depan inilah yang membantu gw dalam menunjukan jalan menuju Japan Mint Bureau
Petunjuk untuk menuju Japan Mint Bureau
Petunjuk untuk menuju Japan Mint Bureau. Sepertinya jalan sengaja di blokade oleh polisi untuk mengakomodasi pengunjung ke Japan Mint Bureau.

Ujung jalan ini merupakan terusan dari Minami-Temma Park. Sepanjang jalan terlihat warung tenda yang menjajakan berbagai macam makanan tradisonal Jepang, baju, aksesoris, mainan ataupun permainan berhadiah teddy bear. Sangat menyenangkan!

Sambil menikmati semilir angin sore, tanpa gw sadari gw sudah tiba di depan gerbang Japan Mint Bureau. Terlihatlah gerembolan sakura yang sangat menawan dari kejauhan.

Suasana sore itu di Japan Mint Bureau terlihat sangat ramai pengunjung. Gw sampai bingung bagaimana caranya foto sakura diantara kepadatan orang. Hingga akhirnya gw memilih jalur disebelah kiri yang tidak terlalu penuh dengan orang-orang.

Jenis sakura yang ada di Japan Mint Bureau rasanya berbeda dengan sakura di tempat lain. Selain sakura di tempat ini sedang bermekaran, bentuk bunganya yang lebih bergerombol serta beraneka ragam warna sakura (bahkan ada yang berwarna putih kehijauan) yang ada, membuat sakura di tempat ini terlihat sangat berbeda.

Datanglah ke tempat ini jika kalian datang ke Osaka dan penasaran ingin melihat jenis sakura yang berbeda dari tempat yang lain. Highly recommended!

Free Admission
Special opening 2015: April 9th to 15th, time 10.00 to 21.00 (from 09.00 on the weekend)
Mint Museum: 09.00 to 16.45 (entry until 16.00)
closed on weekends, public holidays, special cherry blossom opening period, day before special opening period

http://www.japan-guide.com/e/e4018.html
http://www.japan-guide.com/e/e4008.html

Salah satu sudut taman
Salah satu sudut taman
Nice weather..
Nice weather..
sakura..
sakura..
Suasana pasar kaget :D
Suasana pasar kaget 😀
Cherry blossom #1
Cherry blossom #1
Cherry blossom #2
Cherry blossom #2
Cherry blossom #3
Cherry blossom #3
Cherry blossom #4
Cherry blossom #4
Cherry blossom #5
Cherry blossom #5
Cherry blossom #6
Cherry blossom #6
Pink carpet
Pink carpet
Cherry blossom #7
Cherry blossom #7
Cherry blossom #8
Cherry blossom #8

Setelah menyelesaikan rute di Japan Mint Bureau, gw melipir disalah satu tempat duduk taman. Di itinerary seharusnya gw melanjutkan berjalan kaki menuju Kema Sakuranomiya Park, yang lokasinya tidak jauh dari Japan Mint Bureau. Namun dikarenakan gw sudah puas melihat jenis sakura di Japan Mint Bureau, gw men-skip perjalanan menuju Kema Sakuranomiya Park.

Apa yang gw lakukan?
Gw hanya duduk diam-bengong menikmati water bus yang wara-wiri, asyik curi dengar pembicaraan orang Jepang, tolah-toleh mencari apakah ada cemilan yang bisa gw makan serta sibuk ngekerin orang. 😛

Tapiiii…
Itu hanya bertahan 15 menit!

Di menit selanjutnya gw mulai mati gaya. 😀

Gw mulai berpikir keras. Apa yang akan gw lakukan setelah ini.

Gw memutuskan untuk berbelanja sajah. Hehehe… *ketawa pongah*
Berhubung gw jalan sendiri, toh gw gak akan feeling guilty kalau kelamaan muter-muter belanja.

Dan…
Gw (mulai) sibuk berhitung mencari sisa-sisa Yen yang ada.

Pada pukul 17.25 gw berjalan kembali menuju stasiun Temmabashi. Gw akan berbelanja di kompleks perbelanjaan yang ada di dalam stasiun Temmabashi yaitu Keihan City Mall. Pusat perbelanjaan ini cukup lengkap, saking lengkapnya kaos kaki pun gw beli. 😛

Cerita belanjanya gw skip saja ya. Karena akan menjadi cerita yang membosankan dan dapat meninabobokan para pemirsah sekalian. Yang pasti, beberapa list wajib oleh-oleh untuk fans orang kantor sudah terbeli.

Sekitar pukul 19.30, gw kembali menuju stasiun Osaka. Suasana di dalam kereta mulai penuh, gw lupa kalau sudah memasuki jam pulang kantor.

Sesampainya di stasiun Osaka yang gw lakukan adalah duduk melipir (lagi) dan sibuk wasapan dengan Nina. Membayangkan gw menggeret koper, penuhnya orang-orang didalam gerbong kereta dan berjuang keluar dari gerbong kereta semakin membuat gw malas beranjak.

Sempat terpikir untuk berjalan kaki menuju hostel yang tertulis hanya membutuhkan waktu 15 menit, tapi mengingat 15×2=30 menit dan tangan gw sudah mulai lelah menggeret koper. Gw (berusaha) mensugestikan diri untuk naik kereta.

Ketika jam menunjukan pukul 9 kurang, gw akhirnya memaksakan diri untuk menembus kepadatan kereta. Gw memilih berdiri di gerbong paling akhir dan mencari posisi yang mudah keluar. Karena jarak dari stasiun JR Osaka menuju stasiun JR fukushima hanya berjarak satu stasiun, jadi kalian bisa membayangkan bahwa orang yang turun pasti sangat sedikit.

Dan benar saja, yang turun di stasiun JR fukushima hanya beberapa orang. Namun ketika gw menyebutkan “ Sumisasen.. “ orang-orang yang menghalangi jalan gw langsung memberikan jalan. Alhamdulillah… Rejeki anak shalelah yang kecapean menggeret koper. 😀

Sesuai dengan petunjuk yang ada di website, gw menyusuri jalan hingga bertemu J Hoppers Osaka. Sesampainya di J Hoppers Osaka, gw langsung disambut ramah oleh resepsionisnya. Selesai check in, doi membantu gw mengangkat koper melewati tangga-tangga jahanam ituh. 😦

Dan (akhirnya) gw tersenyum lebar melihat kasur yang empuk di depan mata…

See you tomorrow Osaka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s