Printilan Jepang

Guidence booklet
Guidance booklet

Berhubung banyak sekali informasi yang harus dicerna (secara ringkas dan padat) dalam satu waktu sekaligus, gw coba membuat informasi global yang dibutuhkan secara terpisah dari postingan day life Jepang. Niatnya sih baik yaaaa, tapi kalaupun ternyata hasil postingan kurang memuaskan, maapkeun saiah ya! Maklum sajah, otak gw mulai blur bin gamang mau nulis apa. Kalau ada informasi yang kurang detail, plis..plis..plis..silahkan komen di postingan ini, jadi para pemirsah yang lain bisa ikutan baca informasi yang tersaji tidak lengkap.

So, let’s begin!

Transportasi

Transportasi di Jepang memang terbilang cukup unik-unik gimana gituuuh. Uniknya itu ya canggih, modern, keren, teratur namun saking canggihnya membuat gw bingung apa yang harus gw perbuat lebih dulu.

Perlu waktu lama untuk membuat gw paham jalur perkeretaapian. Entah karena gw yang sudah desperado ngeliat jalurnya, gw yang gak mau tahu ato emang otak gw dah di blok untuk tidak mengerti. Hufft.. Hidup itu memang berat ya?!?! *lirik jarum timbangan berat badan*

Menurut gw, jalur subwaynya berasa lebih complicated dibandingkan subway di Korea dan… emmm, Korea juga! Hehehe… Maklum deh mentoknya baru sampe Korea, belum pernah sampai London, yang kata orang warga negara UK(-nya sendiri) kalau jalur subwaynya London juga amit-amit lebih njelimet.

Daannn… setelah gw alami sendiri, jalurnya memang cukup rumit tapi sebenarnya kalau sudah mengalami sendiri, ternyata gak njelimet-njelimet banget. Hal dasar yang harus dipahami adalah kita harus tahu jalur kereta yang akan dinaiki, naik-turun di stasiun mana dan transfer di stasiun mana.

Terus yang bikin njelimet dimana dunk?
Yang bikin njelimet itu ketika harus transfer di stasiun besar seperti Shinjuku (dan sialnya kami nyasar setengah jam di stasiun inih), harus paham jalur mana yang akan dinaiki selanjutnya diantara berjuta-juta jalur yang ada *lebaaayyyy* dan peron (or platform) yang tepat untuk menunggu kereta. *laminating map subway, tempel dijidat* *say thanks to Mbah Gugel Hyperdia*

JR Pass

JR Pass merupakan pass (semacam tiket terusan Dufan) yang cocok digunakan untuk traveler dengan jadwal padat dan berencana mengelilingi Jepang dalam satu waktu sekaligus. JR Pass ini hanya dapat dibeli diluar Jepang dengan harga 29.110 Yen untuk tiket dewasa dan 14.550 untuk tiket anak-anak dengan penggunaan selama 7 hari berturut-turut, dan senilai 46.390 Yen untuk tiket dewasa dan 23.190 yen untuk tiket anak-anak dengan jangka waktu pemakaian selama 14 hari berturut-turut. Namun jangan lupa perhatikan persyaratan dalam menggunakan JR Pass, salah satunya adalah pemegang pass hanya dapat menggunakan kereta Hikari atau Kodama, bukan Nozomi!!! *dan juga bukan Nobita* #ehhh

Untuk daerah Jakarta, JR Pass dapat dibeli di Jalan Tour dan His Travel *bukan iklan*. Untuk info lebih lanjut bisa cek di sini dan sini.

Bagi yang bingung dengan penggunaan JR Pass, gw coba jelaskan sedikit ya..
Jika kalian berencana mengelilingi Jepang dan berpindah kota dalam waktu yang singkat, misalnya Senin kalian ada di Tokyo, kemudian hari Rabu menyambangi Kyoto, hari Kamis menuju Osaka, kemudian Sabtu berpindah ke Hiroshima dan hari Minggu kembali ke Tokyo, maka lebih baik gunakanlah JR Pass.
Dengan perhitungan detail tiket sebagai berikut :

  • Harga tiket shinkansen dari Tokyo-Kyoto sebesar 13.600 yen
  • Harga tiket shinkansen dari Kyoto menuju Shin-Osaka sebesar 1.420 Yen
  • Harga tiket Shin-Osaka menuju Hiroshima sebesar 10.230 Yen
  • Dan harga tiket dari Hiroshima menuju Tokyo 18.560 Yen

Total semua tiket menghabiskan 43.810 yen dengan menggunakan Tokaido Shinkansen (yaitu Hikari and Kodama trains). So, 43.180 Yen VS 29.910 ??? Pasti pilih JR Pass dunk..! *vote for JR Pass*

Waktu perhitungan budgeting awal, rencananya kami akan menggunakan JR Pass. Tapi setelah hitung-hitungan dan kami tidak berpindah kota dengan cepat, bingung juga mau ngorek celengan (bagong) yang mana lagi untuk mengeluarkan 29.110 yen. Dengan (sangat) tidak menyesal, pilihan membeli JR Pass kami coret dari list.
Dan ini adalah perbandingan kalkulasi yang harus kami keluarkan untuk berpindah antar kota adalah :

  1. Transportasi dari Osaka menuju Tokyo dengan menggunakan maskapai Jet Star harga 7.950 Yen (including bagasi 15 kg)
  2. Transportasi dari Tokyo menuju Kyoto akan menggunakan night bus yaitu Willer Express. Harga yang kami dapatkan juga lumayan murah yaitu 3.900 Yen. Kami memilih menggunakan night bus dengan alasan selain menghemat waktu juga menghemat budgeting biaya penginapan.
  3. Sedangkan dari Kyoto menuju Osaka, gw akan mencoba shinkasen. Gw menaiki Shinkansen Nozomi yang harus ditebus dengan 1.420 yen. Mahal yeeeee tapi puas abeess dan pengalaman naik shinkansennya yang tidak terbeli dengan apapun.

Dan total biaya yang dikeluarkan untuk transportasi selama perpindahan kota sebesar 13.270 Yen. Emmm… Setengahnya harga JR Pass kan??? 😉

Lesson and learn :

  • Pintar-pintarnya kita memilih transportasi yang akan digunakan, jika waktu yang dimiliki hanya sedikit dan ingin mengeksplor Jepang maka JR pass adalah pilihan yang tepat! Namun jika perjalanan santai dan tidak ngoyo mengelilingi Jepang, mencoba berbagai macam transportasi di Jepang seperti yang gw gunakan rasanya bisa menjadi bahan pertimbangan.
  • Masyarakat Jepang lebih suka menggunakan shinkansen karena selain jadwal keberangkatan shinkansen yang sangat tepat waktu, letak stasiun utama shinkansen berada di tengah kota sehingga lebih menghemat waktu untuk berpindah kota. Bandingkan dengan menggunakan pesawat yang letak bandaranya berada di pinggir kota dan memerlukan waktu 45-60 menit dari kota menuju bandara → Kesimpulannya : pilihan shinkansen sangat berguna dalam menghemat waktu terutama untuk traveler dengan jadwal padat.

Transportasi menuju Tokyo

Sesuai yang dibicarakan di atas, transportasi yang gw gunakan menuju Tokyo adalah pesawat. Awalnya sempat dilema, apakah setelah mendarat di Osaka, kami akan menuju kota Osaka dan kemudian naik bus malam, menggunakan Shinkansen atau naik pesawat menuju Tokyo. Namun dengan pertimbangan menghemat waktu dan harga pesawat waktu itu kurang lebih sama dengan harga bus Willer Express, akhirnya kami memilih langsung menuju Tokyo dengan pesawat setelah landing di Osaka.

Oya, ada beberapa orang yang menanyakan ke gw. Kenapa tidak langsung naik pesawat rute Jakarta-Kyoto dan kembalinya Osaka-Jakarta?
Awalnya gw memang memilih menggunakan rute itu, tapi sayangnya untuk harga tiket promo dengan pilihan tiket multi city tidak diperkenankan, yang tersedia hanya tiket dengan satu jalur yaitu Jakarta-Osaka PP atau Jakarta-Tokyo PP. Namanya juga tiket promo, cuma bisa pasrah dengan rute yang ada.

Transportasi dalam kota Tokyo

Tokyo Map
Tokyo Map

This’s the worse part! *Istigfar*
Walaupun mungkin terlihat agak lebay …. Tapi sejujurnya ini adalah bagian yang paling njelimet dan terstres dalam hidup gw ketika melihat jalur subway Tokyo. Mungkin karena ditambah omongan orang-orang kalau jalur subway di Tokyo itu syusahnya ampun dijeeehhh, makin menambah kegalauan gw ketika melihat peta subway. Apa perlu gw bakar ini map subway, terus gw minum abunya biar pinteran dikit??? *Gak!* *sibuk tiup abu jauh-jauh*

Secara garis besar, jalur subway Tokyo dibagi menjadi beberapa bagian, namun jalur subway yang lebih sering digunakan di Tokyo antara lain Tokyo Metro Line, Toei Line dan JR Yamanote Line. Dan…dan…dan…dan…, masing-masing subway mempunyai percabangan jalur masing-masing (lagi). *nelen ludah*

*tarik nafas*

Keribetan tantangan dimulai ketika gw harus menentukan itinerary tujuan wisata yang akan didatangi. Bingung mana yang harus gw pelajari terlebih dahulu, jalur subway atau daerah wisata. Ibaratnya seperti pertanyaan klise yang selalu bergema di otak gw: mana yang lebih dulu ada, telur atau ayam? *Ayaaaammmm*

Kerumitan gw urai perlahan-lahan dengan menentukan terlebih dulu tempat wisata yang akan gw kunjungi dan kemudian gw kotak-kotakan beberapa tempat wisata menjadi satu area yang akan dikunjungi.

Lalu gw buat mapping subway yang digunakan untuk menuju satu objek wisata, apakah menggunakan subway Tokyo Metro Line atau Toei Line saja. Ketika akhirnya dalam satu hari perjalanan, gw harus menggunakan 2 jalur subway, gw akali dengan menggunakan Common One-Day Ticket for Tokyo Metro and Toei Subway seharga 1000 Yen yang digunakan dalam satu hari secara tidak terbatas. Dalam satu hari tersebut, gw satukan beberapa tempat tujuan wisata yang menggunakan jalur subway Tokyo Metro Line dan Toei Line.

Di hari selanjutnya, ketika gw harus menggunakan kereta JR Lokal dan subway, maka gw membeli tiket kereta secara terpisah setiap gw naik kereta.

Common day
Common One-Day Ticket for Tokyo Metro and Toei Subway

Untuk mencari rute subway gw menggunakan bantuan website Hyperdia. Website ini sangat membantu dalam menginformasikan jalur kereta yang harus gw naiki, beberapa alternatif kereta yang bisa digunakan, tarif yang harus gw bayar, berapa kali gw harus transit dan jadwal kedatangan subway. Info lebih lanjut tentang subway di Tokyo bisa cek dimarih.

Bagaimana cara membaca harga tiket di situs www.hyperdia.com ? Tanda kurung menunjukan tarif tiket yang harus kita bayar
Bagaimana cara membaca harga tiket di situs http://www.hyperdia.com ?
Tanda kurung (dibawah kolom Fare) menunjukan tarif tiket yang harus kita bayar serta tercantum nama stasiun transit untuk bertukar jalur. Daimon(Tokyo) merupakan stasiun transit menuju Shinjuku, kalian tidak perlu keluar dari stasiun dan tidak perlu membeli tiket baru
Dari gambar diatas menunjukan bahwa stasiun Shinjuku(JR) merupakan stasiun transit. Pada 2 tanda panah sebelah kiri menunjukan bahwa kita harusmembeli 2 tiket, sedangkan tanda panah sebelah kanan menunjukan bahwa ketika berganti kereta di St Shinjuku, kita harus keluar terlebih dahulu dari St Shinjuku dan membeli tiket baru tujuan Noborito, kemudian masuk kembali ke St Shinjuku dan gunakan kereta dengan jalur Odakyu Odawara Line Exp tujuan Noborito
Dari gambar diatas menunjukan bahwa stasiun Shinjuku(JR) merupakan stasiun transit. Pada 2 tanda panah sebelah kiri menunjukan bahwa kita harus dua kali membeli tiket dengan 2 tujuan yang berbeda, sedangkan tanda panah sebelah kanan menunjukan bahwa ketika berganti kereta di St Shinjuku, kita harus keluar terlebih dahulu dari St Shinjuku dan membeli tiket baru tujuan Noborito, kemudian masuk kembali ke St Shinjuku dan gunakan kereta dengan jalur Odakyu Odawara Line Exp tujuan Noborito
Ticket Vending Machine
Ticket Vending Machine

Cara membeli tiket subway di mesin tiket antara lain :

      • Ketika sampai di stasiun, carilah tabel tarif yang terpasang di atas ticket vending machine untuk menemukan tarif kereta yang kita tuju
Papan diatas mesin tiket merupakan tabel tarif kereta
Papan diatas mesin tiket merupakan tabel berisi daftar tarif kereta
    • Kemudian beli tiket di ticket vending machine, pilihlah option bahasa Inggris yang terletak di pojok kanan atas dari layar monitor
    • Jika ingin membeli tiket reguler, pilihlah menu “TICKET”
    • Kemudian akan keluar pilihan-pilihan harga tiket subway di layar monitor, tekan pilihan harga tiket yang sesuai dengan harga tiket tempat tujuan. Contoh tarif dari St Asakusa menuju St Ueno sebesar 170 Yen, maka carilah pilihan 170 Yen di layar monitor
      Note : Di beberapa vending machine, gw menemukan adanya pilihan menu pencarian berdasarkan nama stasiun. Gw lebih suka memilih pembelian tiket berdasarkan pencarian nama stasiun, selain lebih mudah dan lebih meyakinkan untuk membeli tiket dengan tarif yang benar.
Tekan tombol tarif harga yang sesuai dengan tarif stasiun yang kita tuju atau carilah gunakan pilihan menu pencarian berdasarkan nama stasiun
Tekan pilihan tarif harga yang sesuai dengan tarif stasiun yang kita tuju atau carilah pilihan menu pencarian berdasarkan nama stasiun (tertulis di option “Search by Station name”) *courtsey http://www.tokyometro.jp/*
  • Masukan uang ke dalam mesin
  • Jangan lupa ambil tiket serta kembalian uang
The ticket - ukurannya kecil, besarnya seperti karcis kereta Jabodetabek jaman baheula. Ketika sudah sampai stasiun tujuan, tiket ini akan ditelan oleh mesin gate keluar stasiun
The ticket – ukurannya kecil, besarnya seperti karcis kereta Jabodetabek jaman baheula. Ketika sudah sampai stasiun tujuan, tiket ini akan ditelan oleh gate keluar stasiun

Ada sedikit tips untuk membaca cepat jalur subway:

Setiap stasiun subway mempunyai nomor kode masing-masing, seperti stasiun Asakusa mempunyai nomor stasiun G19. G merupakan symbol jalur kereta, sedangkan 19 merupakan nomor stasiun. Berarti G19 adalah stasiun Asakusa berada di urutan stasiun nomor 19 yang berada di jalur Ginza Line.

Tertulis Asakusa G19
Tertulis Asakusa G19, Lingkaran orange adalah simbol warna line untuk Ginza Line, G adalah simbol line untuk Ginza dan 19 adalah nomor stasiun Asakusa

Tips :
Jika sudah berada di dalam stasiun subway dan bingung menentukan platform jalur keberangkatan subway , maka :

  1. carilah papan petunjuk yang menunjukan stasiun besar atau stasiun terkenal yang posisinya berdekatan dengan stasiun yang kamu tuju
  2. atau carilah papan petunjuk berisi nomor-nomor kode stasiun yang searah dengan jalur kereta yang akan kamu tuju.

Menurut gw, lebih cepat membaca nomor kode stasiun dibandingkan dengan mencari nama stasiun yang terkenal ataupun nama pemberhentian terakhir subway dari jalur yang akan digunakan.

Perhatikan baik-baik nomor kode stasiun yang tercantum! Posisi stasiun berada di Ginza Station, nomor H8, jika ingin menuju Akihabara H15 gunakan platform 6, sedangkan menuju Ebisu H02 gunakan platform 5
Perhatikan baik-baik nomor kode stasiun yang tercantum! Posisi gw berdiri berada di Ginza Station, jalur Hibiya Line, nomor H8, jika ingin menuju Akihabara Station(dengan nomor stasiun H15 ; yang berada dalam jalur Hibiya Line) , gunakan platform 6 (H-09~H21), sedangkan menuju Roppongi Station (dengan nomor stasiun H04) gunakan platform 5(H01~H07) *dan please, abaikan mbak-mbak model berambut panjang*

Ketika sudah di dalam kereta, informasi stasiun pemberhentian subway mudah ditemukan. Sama seperti MRT di Singapore, nama stasiun pemberhentian selain tercantum di papan monitor atau dinding atas pintu kereta, akan diumumkan dalam bahasa Jepang dan dalam bahasa Inggris. Jadi jangan khawatir salah turun stasiun, cukup buka kuping lebar-lebar mendengar nama stasiun yang diumumkan karena terkadang pengucapan nama stasiun dalam bahasa Jepang suka terdengar aneh tidak familiar di telinga (gw).

 Transportasi menuju Kyoto

Willer Express bus
Willer Express bus

Dari awalnya memang kami berniat ingin mencoba bus malam untuk menuju Kyoto dengan menggunakan Willer Express. Harga standar Willer Express berkisar di 4.500-11.4000 yen. Pilihan yang ditawarkan pun bermacam-macam, ada harga ada barang deh, semakin mahal maka fasilitas yang ditawarkan pun semakin banyak serta jika pemesanan tiket semakin dekat dengan hari keberangkatan maka harganya pun semakin mahal.

Kami membeli tiket Willer menunggu setelah visa di approve. Kenapaaaa..? Karena jika seapes-apesnya visa ditolak, so tidak banyak uang yang hangus. Hehehe.. Terus pada dasarnya memang rejeki, harga terendah di website yang kami lihat selalu berkisar di 4.400 Yen, ternyata kami bisa mendapatkan tiket Willer Express di harga 3.900 Yen. Rejeki anak shalelah.. 😉 *kibas jilbab*

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah tempat keberangkatan dan tempat kedatangan. Berhubung gw memilih tempat kedatangan di sekitaran stasiun Kyoto, maka pilihan tempat keberangkatan hanya di Shinjuku, Tokyo Station Kajibashi, dan Ikebukuro Station.

Hanya sedikit gambaran, tempat keberangkatan yang berada di Ikebukuro Station terletak diluar stasiun Ikebukuro, itu pun letaknya di halte bus yang berada di pinggir jalan. Dengan suhu sekitar 10 derajat dan tidak adanya 711 yang mempunyai tempat makan instan, cukup membuat kami terluntang-lantung kedinginan menunggu bus di taman yang bersebelahan dengan halte bus. Tetapi rasa dingin itu terbayar dengan melihat pria-pria kantoran berstel jas hitam-dalaman putih yang sedang hang out di taman. *hanya bisa mengucap Subhanallah!*

Pemesanan tiket Willer Express bisa dilihat di sinih.

Transportasi dalam kota Kyoto

Kyoto guidance
Kyoto guidance
Bus Navi Map
Bus Navi Map
One Day Pass
Kyoto City Bus-Kyoto Bus One Day Pass Ticket
Tercantum tanggal penggunaan kartu
15.4.7 merupakan tanggal penggunaan Kyoto City Bus-Kyoto Bus One Day Pass Ticket
City bus at Kyoto
City bus at Kyoto

Bus adalah transportasi utama di Kyoto karena selain murah, rute bus di Kyoto menjangkau seluruh daerah wisata di Kyoto. Untuk bus dalam kota, mereka menggunakan flate rate senilai 230 Yen untuk sekali jalan, sedangkan dengan menggunakan Kyoto City Bus-Kyoto One Day Pass seharga 500 Yen penggunaannya berlaku untuk satu hari. Murah ya! Karena dalam satu hari gw akan mengunjungi beberapa tempat, maka gw menggunakan Kyoto City Bus-Kyoto One Day Pass. Pass ini gw beli di Kyoto Tourism Information Center yang berada di JR Kyoto Station, lantai 2. Dan jangan lupa mintalah peta Bus Navi untuk mengetahui rute bus.

Cara menaiki bus di Kyoto yaitu

  1. naiklah bus dari pintu belakang
  2. cari tempat duduk
  3. Didalam bus terdapat monitor yang menunjukan rute perjalanan bus dan halte pemberhentian bus selanjutnya
  4. ketika akan turun maka tekan tombol stop yang berada di dinding bus atau tiang pegangan
  5. untuk yang pertama kali menggunakan one day pass, maka masukan tiket ke dalam mesin dan jangan lupa ambil kembali kartu yang keluar dari mesin, maka tercetaklah tanggal-bulan-tahun di belakang kartu
  6. untuk penggunaan bus kedua (dan selanjutnya) di hari yang sama, ketika akan keluar bus, maka tunjukan bagian belakang kartu (yang tercantum tanggal pemakaian one day pas) kepada supir bus
  7. dan turunlah dari pintu depan bus
Layar monitor menunjukan rute jalur pemberhentian bus
Layar monitor menunjukan rute jalur pemberhentian bus
Layar monitor menunjukan pemberhentian selanjutnya
Layar monitor menunjukan pemberhentian selanjutnya
Masukan tiket kedalam mesin tiket yang berada di sebelah kiri. Kotak di sebelah kanan merupak tempat penukaran uang logam Yen
Masukan tiket kedalam mesin tiket di kotak kecil warna hijau, sedangkan kotak di sebelah kanan yang berwarna ungu merupakan tempat penukaran uang logam Yen

Sama seperti dengan situs Hyperdia, maka untuk mengetahui jalur dan tempat transit selama menggunakan transportasi di Kyoto, gunakanlah situs ini.

Transportasi menuju Osaka

Shinkansen Nozomi
Shinkansen Nozomi

Untuk perjalanan menuju Osaka, gw akan mencoba Shinkasen Nozomi. Namanya juga traveler pas-pasan ya, gw membeli tiket non-reserved seat seharga 1.420 Yen untuk perjalanan selama 13 menit. Kenapa non-reserved seat? Karena harga reserved-seat itu mahal,cyiiinn! Harga reserved seat itu sebesar 3.220 Yen ditambah kemungkinan mendapatkan duduk untuk tiket non-reserved seat sangat besar, jadi pamali buang-buang uang untuk tiket reserved seat. Mubazir! 😛

Apakah tiket non-reserved seat itu?
Tiket yang tidak mempunyai reservasi tempat duduk alias tidak ada nomor tempat duduk dan hanya mengandalkan pada ketersediaan kursi kosong. Gerbong non-reserved seat dari shinkansen nozomi yang gw naiki berada di gerbong 1-3. Dan ketika gw naiki gerbong pertama, Huppp… gerbongnya tampang kosong penumpang dan yang pasti didalam gerbong itu sunyi senyaaaapppp! Dan gw duduk menikmati perjalanan yang berjarak 39 km ituh dengan muka sumringah.

Note : Perhatikan baik-baik petunjuk nomor gerbong untuk non-reserved seat ya! Salah gerbong dan tiba-tiba ada pemeriksaan tiket, yang ada bisa di tendang dari kereta. Hehehe.. 😛

Transportasi di Osaka

Osaka Guidance
Osaka Guidance

Di Osaka mempunyai tujuh jalur subway dan beberapa jalur kereta, termasuk JR. Ada satu jalur JR yang mengelilingi Osaka yaitu JR Osaka Loop Line dan gw lebih sering menggunakan jalur JR Osaka Loop Line karena hostel gw terletak di salah satu stasiun (yaitu Fukushima) yang berada di jalur JR Osaka Loop Line. Oya diantara beberapa jalur yang gw sebutkan diatas, terdapat Nankai Railways yang merupakan jalur kereta menuju Kansai International Airport.

Pada satu hari perjalanan di Osaka, kami menggunakan Osaka Amazing Pass-one day seharga 2.300 Yen yang memberikan penggunaan tidak terbatas pada subway (not JR!!!) dan tiket gratis masuk ke 28 tempat wisata.

Bagaimana cara penggunaan Osaka Amazing Pass-nya?
Untuk menggunakan Osaka Amazing Pass-one day di subway, maka masukan tiket tersebut kedalam gate masuk stasiun dan jangan lupa ambil kembali tiketnya!
Sedangkan untuk masuk kedalam tempat wisata, hanya tinggal tunjukan kepada petugas tiket di tempat wisata yang akan dikunjungi dan kemudian petugasnya akan memberikan tiket masuk.

Osaka Amazing Pass - One Day
Osaka Amazing Pass – One Day
Behind of Osaka Amazing Pass
Nomor 0411 adalah tanggal penggunaan Osaka Amazing Pass

Website

Berikut ini adalah website yang sangat membantu perjalanan gw selama di Jepang, yaitu :

  1. http://www.japan-guide.com/ adalah situs favorit gw, sangat detail memberikan informasi daerah wisata yang berada di Jepang dan yang sangat gw suka disitus ini mempunyai peta yang menampilkan gambaran umum satu daerah wisata yang akan dituju. Highly recommended!!! *big applause*
  2. Tidak ketinggalan http://www.jnto.go.jp/eng/ sebagai official guide Japan Tourism Organization, sedangkan situs yang menggunakan bahasa Indonesia bisa cek di http://www.jnto.or.id/
  3. Untuk mengetahui rekomendasi makanan halal dan muslim friendly food bisa dilihat di situs http://www.halalmedia.jp/
  4. Sedangkan website untuk panduan wisata muslim seperti lokasi halal food dan lokasi prayer room dalam bahasa Indonesia bisa dilihat di http://muslimguide.jnto.go.jp/id/ dan http://marikekyoto.com/
  5. Untuk mengetahui detail tentang Tokyo bisa dilihat di http://www.gotokyo.org/en/ ; untuk Osaka bisa cek di http://osaka-info.jp ; sedangkan Kyoto di http://kyoto.travel/en
  6. Untuk mengecek jadwal kereta bisa dilihat di http://www.hyperdia.com/ dan situs http://www.arukumachikyoto.jp/index.php?lang=en khusus untuk area Kyoto.
  7. Yang berperan besar dalam membantu gw dalam mengatasi nyasar, tentunya tak lain dan tak bukan situs http://maps.google.com *pasang petasan*
  8. Dan tak lupa http://www.jma.go.jp/jma/indexe.html untuk mengecek perkiraan cuaca di Jepang. Jangan lupa rajin-rajin mengecek website ini ya karena setiap beberapa jam sekali akan di update.

Pocket Wifi

Mencari wifi gretong alias free wifi di Jepang itu tidak mudah. Free wifi hanya tersedia di tempat wisata, bandara, tourism information center, stasiun kereta dan tempat-tempat yang mempunyai logo Free Wifi. Aneh juga ya di negara maju ini tidak banyak menyediakan free wifi.. ?!?! Mungkin karena masyarakat Jepang sendiri sudah mempunyai internet canggih didalam gadget mereka masing-masing. So rasanya free wifi sudah tidak diperlukan oleh masyarakat Jepang, namun sangat dibutuhkan oleh turis demi mencari informasi tepat guna dan sebagai ajang media keeksisan diri di Facebook, Twitter, Instagram dan Path. 😀

On the other hand, being lost was my biggest fear during my trip in Japan. Buat gw, kalau udah nyasar ditambah akumulasi rasa lelah berjalan seharian itu sakitnya disini *tunjuk my virtual mood*. Dan untuk menaikan mood kembali normal itu tidak akan mudah, yang ada rasanya mau nyemprot orang namun harus ditahan susah payah dengan berefek muka cemberut bin manyun. 😀

Dan cara mengatasi gw meminimalisir nyasar adalah dengan menggunakan internet. Namun berhubung wifi gretong itu syusah, gw memilih menyewa wifi router. Pilihan penyewaan pocket wifi juga beraneka ragam. Dari beberapa provider penyewaan wifi, pilihan gw mengerucut ke Pururu dan Japan Wireless.

Dengan koneksi yang tidak perlu diragukan lagi, gw (hanya) fokus ke perbandingan harga yang mereka tawarkan. Harga yang ditawarkan dua provider ini kurang lebih sama. Harga yang ditawarkan Pururu yaitu 400 Yen/Hari ditambah fee pengantaran ke bandara seharga 1.800 yen, jadi total yang harus dibayar (10*400)+1800=5800 Yen.

Sedangkan untuk Japan Wireless, rates untuk penyewaan 10 hari sebesar 5.200 Yen ditambah biaya pengiriman 500 Yen, total biaya menjadi 5.700 Yen. Provider ini juga memberikan free baterai cadangan. Udah lebih murah, trus dapat baterai cadangan pula, kurang apalagi coba ?!?!!? *efek penggemar barang gratisan* 😉

Cara memesannya :

  1. buka websitenya 
  2. Pilih option “rent mobile wifi router
  3. Pilih jenis mobile wifi router yang sesuai dengan budget
  4. Pilih tempat pengambilan barang dan kemudian bayar
  5. Pada hari H nya, gw memilih mengambil di kantor pos bandara Narita, hanya dengan menunjukan email bukti pemesanan dan paspor sebagai identitas diri.
  6. Untuk menggunakan wifi router, tinggal ikuti petunjuk yang tersedia didalam paketan wifi router
  7. Untuk mengembalikannya, gw masukan semua barang ke dalam amplop yang sudah disediakan Japan Wireless.
  8. Setelah itu, gw masukan ke dalam post box di Kansai International Airport. Mudah kan???!!!

Testimoni :

Selama menggunakan Japan Wireless, gw tidak menemukan masalah yang berarti. Sinyal yang cepat dan stabil (kata-kata yang harus di Bold!) sangat membantu menghemat baterai si ipin, yang notaben baterai ipin belakangan ini (memang) mulai drop.
Untuk pemakaian yang intense dan terus mencari sinyal, baterai pocket wifi hanya akan bertahan hingga sore hari. But no wories, kan ada baterai cadangan yang telah disediakan Japan Wireless..

Oya, untuk mengatasi baterai ipin yang mulai drop, gw sampai membawa power bank. Tapi karena sinyal disana (sangat) S.T.A.B.I.L dan gw hanya mengaktifkan wifi ketika membutuhkan jaringan internet, gw sama sekali tidak menggunakan power bank selama di Jepang!

Amplop yang gw terima
Amplop yang gw terima
Isi dalam paket pocket wifi
Isi dalam paket pocket wifi

Prayer Room

Sebagai salah satu bentuk syukur atas rejeki dan hidayah yang diberikan Allah Swt hingga gw sampai di Jepang, pencarian tempat shalat a.k.a prayer room selalu harus menjadi prioritas dalam pembuatan itinerary. *ucap Alhamdulillah*

Pemerintah Jepang (sepertinya) sedang gencar-gencarnya menarik wisatawan muslim terutama dari Indonesia dan Malaysia. Terbukti dengan bertebaran informasi tentang makanan halal dan prayer room di website resmi mereka. Usaha mereka pantas diacungi jempol dalam mengusahakan dan menambah jumlah prayer room di beberapa lokasi strategis yang berdekatan dengan tempat wisata. Walaupun statusnya prayer room, mereka tetap menginformasikan ruangan ini tidak dikhususkan untuk muslim saja, namun dapat digunakan untuk semua agama, baik untuk shalat, meditasi, praying, reflection or any spiritual activity. T.O.P B.G.T deh! *acung jempol*

Fyi, dengan berjalannya waktu, ketika gw menuliskan editan postingan ini semakin banyak pilihan prayer room (mereka menggunakan istilah prayer space) bertebaran di Jepang, terutama kota Tokyo. Jumlahnya pun bertambah sangat signifikan jika dibandingkan jumlah prayer room di bulan April tahun 2015. Jadi jangan takut dan ragu menjelajahi negara sakura ini ya! Info selanjutnya silahkan cek disini.

Tokyo sebagai ibu kota Jepang, rasanya (pasti) akan mudah menemukan banyak tempat shalat. Memang banyak mesjid tersebar merata di Tokyo, tapi entah kenapa rasanya gw sedikit kesulitan menarik titik-tikit terdekat mesjid dengan jalur perjalanan. Jumlah prayer room yang tersedia juga tidak banyak.

Sebagai pintu gerbang kedatangan wisatawan asing, Narita International Airport menempatkan 4 prayer room. Prayer room ini terdapat di terminal 1 dan 2, dan masing-masing terminal mempunyai 2 lokasi prayer room, yaitu berlokasi di sebelum dan sesudah imigrasi (pemeriksaan paspor).

Diantara beberapa tempat yang tertulis di situs muslim guide , gw sendiri mengunjungi Mesjid Tokyo Camii, Asakusa Mosque dan prayer room di Takashiyama Shinjuku Store.

Prayer room at Narita International Airport, terminal 2, before Paspor Control
Prayer room at Narita International Airport, terminal 2, before Paspor Control
Tokyo Camii
Mesjid Tokyo Camii
Asakusa Mosque
Asakusa Mosque
Inside of Prayer room at Takashiyama Shinjuku Store
Inside of Prayer room at Takashiyama Shinjuku Store

Kansai International Airport mempunyai 3 prayer room, satu tempat berlokasi di Public Area, terminal 1, 3rd Floor dan 2 lagi berada di dalam Departure Gate Area. Selain Kansai International Airport, Osaka mempunyai dua prayer room bertempat di Osaka Station dan Namba City. Dua tempat ini adalah tempat favorit gw karena letaknya sangat strategis dengan objek wisata. Untuk informasi lebih lanjut cek situs ini.

Sedangkan ketika kami berada Kyoto, kami hanya shalat di Masjid Kyoto yang bertempat di 92, Miyagaki-cho, Kamigyo Ward, Kyoto City, Kyoto. Untuk informasi lebih detail bisa cek di sini.

Prayer room at Osaka Station
Prayer room at Osaka Station
Prayer room at Namba City
Prayer room at Namba City
Kyoto Mosque
Kyoto Mosque

Lesson and learn : Jika kalian sedang mengunjungi tempat wisata besar dan terkenal, cobalah bertanya kepada petugasnya apakah bisa menggunakan sebuah ruangan untuk shalat. Seperti pengalaman gw menanyakan ruangan untuk shalat di Fujiko F. Fujio Museum, dengan ramahnya petugas musium mempersilahkan gw shalat di nursery room. Sedangkan ketika di Universal Studio Japan, kami diberikan sebuah ruangan khusus yang cukup besar yang merupakan ruangan “ticket exchange” untuk shalat.
Jika mereka tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Prayer Room, maka cobalah tunjukan gambar seperti dibawah ini.

Prayer room symbol
Prayer room symbol

Akhir kata, selamat berlibur!

Advertisements

102 thoughts on “Printilan Jepang

  1. Wiiiissssss, mantaappp ini tulisannyaah…
    Ini udah cukup jelas kok Vik, walaupun menurut gw belom cukup detail, masih ada sedikit missed..

    1. Contohnya, kayak poto H01~07, walaupun lo tulis itu di Ginza Station tapi lo ga tulis H itu simbol jalur kereta apa? Walaupun jelas disitu tertulis tujuannya ke Roppongi atau Hakibara. Soalnya setiap platform/peron beda juga kan line keretanya? *sotoy*
    2. Itu kan ada screenshotnya hyperdia yg kedua, lo bilang ada tulisan 2 tanda kurung dibawah tulisan fare ( Keluar dulu di Shinjuku, beli tiket lagi, baru masuk menuju Noborito ). Nah, sampe keder gw ga liat 2 tanda kurungnya. Yang mane sik?
    3. Lo lupa ngejelasin apa bedanya Hikari, Nozomi, ama Kodama.. Hahaha..
    4. Menurut gw akan lebih bagus kalo lo sebutin juga pass pass lain yang ada, supaya pembaca juga punya pilihan selain yang lo pake..

    Yah, pokoknya bgitulah.. Intinya gw sebagai pembaca setia blog lo merasa bersyukur banget nih lo bisa bagi2 pengetahuan dan pengalaman berharga bgini, jadi kayaknya berasa kalo ada yg kurang maunya koreksi mulu plus nuntut lebih banyak lagi.. Hahahaha.. Kayak gw ga tau rasanya nulis aja yak..
    Maapkeun teman ku tersayang.. 😙😙😙 Ditunggu dengan amat sangat tulisan selanjutnyah.. Ganbatte!

    1. Holaaaaa, Jeng Ratri!

      Emmm…
      Baiklah berikut pembelaan gw.. 😀
      Jawaban point 1: Biasanya kalau di stasiun-stasiun kecil, bukan stasiun besar (kayak Shinjuku *edisi dendam sama Shinjuku*), kalau ada 2 platform yang bersebelahan, seinget gw 2 platform ini mempunyai jalur line yang sama. Kalau dah stasiun besar, gak janji yeeeee, selamat mencari deh! 😛
      Jawaban point 2 : Gw juga bingung sendiri gimana jelasinnya. Kikikik… Tapi setelah baca komen lo, gw baru inget kalau bisa gw edit di Ps. hehehe… Dong-dong banget deh gw! nanti gw update lagi ya..
      Jawaban point 3 & 4 : penjelasan lebih detail yang gak tertulis di postingan ini, rencananya akan ada di daily journey at Japan. Bahahaha… Ngeles gw keren banget kan?!?!

      Baideway eniway busway, terima kasih banyak atas masukannya, mak fabiaaann..!!! *kecup basah*

  2. Dengan keterbatasan kemampuan sel-sel kelabu gw… gw menarik kesimpulan klo ke jepun AJAK VIKA aja! *bs bs tapinya… :-p
    tulisannya informatif tapiiiii gw sulit mudeng secara gw dah mikir ribeeet duluuu niy huahahahaha…
    So, makasih udah susah payah ngejelasin ke pemirsah yg pingin bingits *kepo* ttg tetek bengek tranportasi di jepun…
    Salute untuk ketelatenannya my dear Vika… *kecupkering*

    1. Dear Rima,

      Boleh banget ajak gw, nanti gw buka jasa tour guide yaw..
      dan jangan lupa (tolong) sediakan tiket PP bwt gw juga ya.. *bersiul*

      Btw, gak usah dipikirin, rim. Gw orangnya gitu kok. #ehhh
      Dan terima kasih sudah membaca postingan gw yang ribet inih! *kiss kiss*

  3. Salam kenal Vika… postinganmu berguna banget saayy…sekarang aku jd ngerti membaca hyperdia. Tadinya bingung kalau ganti kereta apakah bayar lagi atau ga. Ternyata dirimu menjelaskan dengan details banget.

    Anyway thanks banget yak ! Nambah wawasan sebelum berangkat nih biar ga get lost.

  4. hi mba vika, salam kenal ya,,
    saya mau tanya soal hrg tiket klo liat di hyperdia..
    di kolom bawah yg tulisan TOTAL, kan ada (Fare :xxxxxx dan Seat Fee :xxxx) nah yg bagian seat fee ini apa bisa klo qta ga ambil, jd ambil yg Fare aja alias tanpa seat..

    1. Hai Novia!

      Salam kenal juga ya…
      Untuk pertanyaan Novia biasanya harga tersebut untuk tiket shinkansen. Jadi harga yang tercantum di kolom FARE itu adalah harga dasar tiket (basic fare) sehingga akan selalu ada di setiap pembelian jenis tiket apapun. Nanti tinggal ditambah dengan harga SEAT FEE jenis tiket yang akan kamu ambil, apakah unreserved seat, reserved seat ataupun green seat.
      Contohnya : jika Novia memilih tiket Shinkansen dari Kyoto menuju Shin-Osaka untuk tiket unreserved seat maka total yang harus dibayar 560+860=1.420 Yen, sedangkan untuk tiket reserved seat 560+2.460=3.020 Yen.

      Semoga jawabannya bisa membantu Novia ya.. 🙂

      1. Makasih jawabannya mba vika,, berarti fare seat nya itu bisa ga qta ambil kan ya?
        Oya mau nanya lg ya mba,, klo liat di hyperdia apa qta bs tau kpn qta naik kereta jalur metro,subway,dll??? Klo emang bs diliat drmana tau nya? Soalnya yg saya liat selalu pake kereta LTD.EXP & JR,, apa berarti hyperdia cuma bs ngeliat rute klo naik 2 kereta itu aja ya?

      2. Fare seat harus tetap dipilih, Novia. Minimal kita memilih fare seat untuk unreserved seat.

        Hyperdia bisa digunakan untuk melihat jalur subway. Contoh yang digunakan di postingan ini dengan menggunakan jalur subway di Tokyo. Nanti akan tertulis pilihan jenis line subway yang bisa kamu naiki.

      3. waduh.. * stress lihat cost transpor yang makin membengkak*

        gue kira seat free itu biayanya ga dihitung kalo kita ngambil unreserved seat
        e ternyata, tergantung keretanya ya.
        ada kereta yang seat fee nya harganya nol, namun ada kereta yang ada pilihan unreserved seat dan reserved seat dan ada juga kereta yang pilihannya cuma reserved seat dan super seat.
        jadi mau ga mau kita tetap harus masukin nilai seat fee tergantung pilihan yang ada itu yaa?
        benerkah

      4. Hihihi…
        Peritungannya mesti ketat seperti korset!
        Benar sekali! Harga seat fee harus dimasukan, itu sudah based fare harga tiket yang gak boleh dikutak-katik, Doena. Tinggal pinter-pinter ngatur ambil reserved seat atau unreserved seat.

  5. halo mba, keterangan di blognya lengkap banget 😀 tapi ada yg saya mau tau.
    1. cara kita tau nomor tiap stasiun di tokyo gmn yaa? seperti contohnya. G19 adalah ginza line untuk stasiun asakusa. nah angka 19-nya itu tau drmana? apakah anda punya list berapa nomor tiap stasiun?
    2. masih berkaitan dengan yang tadi. misal ketika kita search di Hyperdia, lalu kita menuju stasiun Shinjuku (seperti gambar keterangan diatas) dan dibawah Shinjuku ada tulisan arrival track no.16. apakah angka 16 itu menunjukan kode nomor stasiun shinjuku?

    terima kasih sebelumnya.

      1. waahh terimakasih atas jawabannya yg begitu cepat 😀 perlahan-lahan jadi makin paham nih. tapi untuk kode misal G.19 hanya berlaku untuk kereta subway (TOEI dan TOKYO METRO) saja ya? jadi kalo kita search di hyperdia dan harus naik kereta JR, petunjuk di statiun untuk kereta JR bagaimana? terima kasihh 🙂

  6. halo mba, terimakasih blognya sangat membantu untuk lebih paham tentang transportasi jepang. saya mau nanya, kalo di hyperdia itu ada keterangan CHIBA [ Arrival track No.8 / Departure track No.8 ] itu apakah kita harus turun dulu untuk kereta selanjutnya, atau kita tetap duduk aja di kereta, mba? terimakasiih 😀

    1. Hai Annisa!
      (Eh bener gak nih namanya 😄 )
      Kalau untuk keterangan arrival dan departure, harus dicek terlebih dahulu apakah kereta sebelum transfer & sesudah transfer itu (yang berarti stasiun CHIBA) menggunakan kereta yang sama (jenis kereta dan line-nya).
      Setau saya biasanya mereka adalah 2 jenis kereta yang berbeda, jadi Annisa harus turun terlebih dahulu dan naik ke kereta transferan selanjutnya di platform yang sama. Nanti jangan lupa cek terlebih dahulu di papan informasi yang selalu berdekatan di platform sebelum naik kereta.
      Semoga membantu ya jawabannya.

      1. Waaah terimakasih jawabannya yg super cepat dan membantu, mba vika. Iyaa bener kok namanya annisa hehehe. Kalo saya nanya lagi boleh gak mba?
        1. Maksud dari simbol reversing station dan transit station (direct train) di hyperdia itu apa dan bagaimana ya?
        2. Kalo saya pegang jr pass, ketika sampai di stasiun transit yg seperti gambar mba vika harus keluar dulu untuk beli tiket ke tujuan yg berbeda, apakah saya harus keluar dari stasiun dulu juga? Terimakasiih 😀

      2. Hmmmm,..
        Agak-agak gak mudeng sama reversing station dan transit station nih. Tertulisnya bagaimana ya di hyperdia?
        Kalau di stasiun transit, kalau dia masih dalam satu jenis kereta (seperti hanya JR atau subway saja) maka tidak perlu keluar dari stasiun. Namun jika berbeda kereta, seperti kereta JR harus pindah ke subway, maka harus berpindah dan keluar dari stasiun. Jangan lupa pastikan kereta mana saja yang bisa mengcover JR Pass ya, Annisa.

  7. Untuk simbolnya seperti ini mba
    http://www.hyperdia.com/en/help/help_ke.html
    Dan untuk rute nya seperti ini
    http://www.hyperdia.com/cgi/en/search.html?dep_node=NARITA%20AIRPORT%20TERMINAL%201&arv_node=SHIN-OSAKA&via_node01=&via_node02=&via_node03=&year=2016&month=02&day=01&hour=17&minute=06&search_type=0&search_way=&transtime=undefined&sort=0&max_route=10&faretype=0&airplane=off&ship=off&sprnozomi=off&privately=off&lmlimit=null&search_target=route&facility=reserved&sum_target=7
    Mempertimbangkan jam kedatangan dan ngurus ini itu jd saya ambil rute nya yg nomer 6. Maaf ya mba banyak tanya, soalnya saya berangkat ke sana tgl 1 ini, dan masih gak ngerti cara baca nya itu gimana. Terimakasiih 😀

    1. Untuk maksud transit station(direct train), Maksudnya kereta akan berjalan terus tanpa berhenti. Jadi Annisa tidak perlu turun kereta.
      Kalau untuk reversing station, saya kurang tahu.
      Nanti saya coba cari informasi dulu ya..

  8. mba, mau nanya,, klo bedain kereta biasa atau yg Limited Express ada namanya ga itu di keretanya??

    soalnya pernah baca bnyk yg salah naik, harusnya naik yg Limited tapi malah naik yg biasa, jdnya waktunya lbh lama smp nya

    1. Hmmmm…
      Maaf banget, Novia!
      Berhubung belum pernah naik kereta Limited Express, jadi gak bisa bedain kereta biasa dan kereta limited express.
      Rasanya sedikit sulit membedakan kereta disana mengingat tulisan yang tercantum di luar kereta biasanya dalam tulisan kanji. Harus jeli memperhatikan baik-baik papan informasi yang ada di platform atau menyesuaikan dengan jadwal yang ada di hyperdia, Novia.

  9. Hallooo vikaa… met kenal ya gw Indah 🙂

    aniwei gw sukakk banget baca tulisan lu, secara Insya Allah bulan Maret ini gw mau ke Jepang dan tulisan lu ngebantu banget gw bikin itin terutama waktu menjelajah OSAKA.. thanks alot yaaa :*

    Btw ada beberapa yang mau gw tanyain, boleh kah gw email lu biar gampang dapet respon dari lu’nya yaaa *kedip2 😀

  10. Halo kak, wah seru sekali kak baca postingan kaka, semakin excited untk mengunjungi japan, saya ada rencana mei 2016 kesana kak, but im confused and need petunjuk….. Kepengen konsultasi kak, apabila diperbolehkan saya minya contact kaka id line atau email kaka? Biar bisa fast respon kak….

    Terimakasih banyak ka, semoga kaka mau membantu dan berbagi ilmu pengalaman ke saya kak

    Hatur nuhun kak

    Salam
    Mohwid

    Id line : mohwid
    Or email mohwidianto@gmail.com

  11. Hai mbk vika, salam kenal. Postingan mbk vika sangat membantu saya memahani keruwetan jalur subway di tokyo. Semoga menjadi amal baik dan segera ketemu jodoh ya mbk *loh.
    Mbk..boleh minta di emailin itinerary gak mbk??

  12. Jeng vika apa kabar…..tulisanmu sungguh bagus…..hehe….dari bbrp blog yg gw baca tulisan mu yg paling lengkap…..☺…aku butuh pencerahan soal kereta ni…gw rencana pake icoca…bener ga tuh tulisannya…hehe…kan akubnginep di nara….dan paling jalan2 nya sekitar osaka nara aja ya…kira2 gmn? Recomended ga ya….

    1. Hai ibu Wa Ode!
      Kocak juga ya..
      Ketemunya malah di dunia maya (baca:blog) ginih 😄
      Kenapa nginep di Nara,bu? Berhubung lo dah di Nara, jangan lupa sempetin mampir ke Kyoto.
      Kota kecil penuh budaya yang sangat menyenangkan!

  13. Hai!

    Makasih banget ya, postnya ini bener bener ngebantu banget! Kebetulan next weekend mau ke Jepang dan persiapan masih seadanya hehehe. Oya, mau tanya dong kalau naik shinkansen itu kira2 tiketnya bisa beli via website nggak ya? Jadi di sana tinggal naik gitu, ga perlu ribet ribet beli tiketnya. Thanks in advance 😀

  14. Kak Vickaaaaaaaa ..
    Rasanya aku pingin minta alamat email aja deh atau line atau whatsapp ..
    Pengen konsul sul sul sul..
    Hihhhiiihhiii ..

  15. Mau tanya donk ka. Aku juga kan naik willer bus dari IKEBUKURO. Nah,untuk check in dan exchange ticket apa harus dari shinjuku? Atau kita bisa naik dr ikebukuro langsung tanpa perlu tukar ke tiket asli cuma tunjukin konfirmasi pembelian atau gimana? Aku agak bingung krn blm ada blog yg bener2 jelasin soal cara nuker tiket asli dengan konfirmasi booking online.mkasih sebelumnya ya ka

    1. Hai..hai..!
      Untuk pemesanan Willer bus, ketika hari H-nya bisa langsung ke Ikebukuro. Jangan lupa bawa print out lembar konfirmasi email ya, nanti sopir bus akan mengecek print out tersebut. Jadi gak perlu menukar tiket ke Shinjuku atau ke tempat manapun.

  16. Hai, mau tanya utk pembelian Osaka amazing pass n shinkanzen dmn? Trs utk tiket willer bus child sampe umur brp ya ? Tks ya 🙂

    1. Hai Betsheda!
      Osaka Amazing pass waktu itu saya beli di Tourist Information Center Kansai Airport Osaka sedangkan tiket shinkansen langsung dibeli di stasiun JR.
      Untuk informasi tiket anak willer bus bisa langsung di cek website resmi mereka ya.
      Semoga membantu!

  17. Hai mbak vika.
    It was really fun baca tulisan mbak. Saya dapet banyak masukan buat nyusun itin, buat trip september nanti.
    Mau nanya dong, kan saya dapet tiket murahnya sama nih kaya mbak vika, jkt-osaka pp. Nah pas nyusun itinerary, akhirnya terpilihlah 3 kota, tokyo, kyoto, osaka. Dengan 3 kali bisa naik shinkansen hikari dan kodama, saya akhirnya setelah itung2memilih untuk membeli JR PASS.
    Tapi kan ternyata ada beberapa line, seperti ginza, hibiya, osaka subway, yg ga kecover ama jr pass. (Demikian juga dengan city bus kyoto)
    Pertanyaan saya:
    1. Untuk mengatasi transport yang ga kecover JR pass, apakah lebih baik jika saya beli IC Card (icoca, suica, pasmo, etc)? Atau beli tiket harian? (Same price)
    2. Jika IC card bisa mengatasi nya, mendingan beli yg mana? (Pilihan jatuh ke 2 sih antara icoca dengan suica)
    3. Apabila memakai ic card, apabila kita trfer kereta, apakah kita tetap harus keluar dulu dari gate baru masuk lagi dengan tap in?
    4. Sebenernya pengen nanya ini di cerita yg nanti, cm sekalian deh. Kalau pas nulis di form ed, kan kita pindah2hotel tuh, alamat hotel yg ditulis do form, hotel yg mana ya mbak? Hehehhe….

    Thank u mbak…

    1. Hai James!
      Thanks dah mampir kesinih ya… 😉
      Mari kita bahas satu-satu ya.
      1. Keunggulannya IC Card dibandingkan tiket harian (maksudnya single ticket kah?) yaitu kita gak perlu ribet beli tiket, mengantri dan mengecek harga tiket setiap sebelum naik kereta. Kalau dibandingkan dengan one day pass ticket, sama saja dengan menggunakan IC Card, kita bisa langsung masuk ke gate in tanpa harus mengantri beli tiket. Tapi pintar-pintarnya kita mengatur trip. Kita harus tahu rute mana yang akan kita pakai, kalkulasi total fare selama sehari terlebih dahulu baru dibandingkan apakah lebih hemat menggunakan one day pass atau tidak. Tetep perhitungan deh kalau urusan transportasi di Jepang! Hehehe…
      Oya, jika kamu tipe traveler yang mendadak suka mengganti tujuan in the last minute atau mau mencoba ‘blusukan’, rasanya IC Card adalah kartu yang direkomendasikan.
      2. Suica adalah IC Card khusus untuk area Tokyo (JR East), sedangkan ICOCA untuk area JR West. Rasanya harus dipastikan apakah ICOCA bisa digunakan di Tokyo atau tidak.
      3. Jika transfer kereta, kita tidak perlu keluar dari gate. Kecuali jika transfer berpindah jenis kereta didalam satu waktu perjalanan seperti berpindah dari kereta Toei Subway ke kereta Tokyo Metro, maka kita harus tapping out.
      4. Untuk di form tulis saja nama penginapan yang pertama kali di datangi. Selain itu di lembar itinerary yang di minta oleh Kedutaan, kita harus menulis detail hotel dan alamat per hari.

      Semoga jawabannya membantu ya!
      Selamat menyusun itinerary!

      1. wah… thanks a lot mbak vika…. it’s really helpful….
        jawaban yang paling memuaskan dari sekian banyak orang yang saya tanyain……

        arigato gozaimasu vika-san
        *latihan ngomong jepang, sebelum september:p*

      2. Makasih banyak ya mbak vika….

        Emm.. boleh nanya 1 lagi kah, to know which station exit should we use? Ada guide nya khusus kah (seperti maps atau situs yg nunjukkin exit ini deket ke sini)? Or just go with our guts…. hahahha

      3. I love Japan Guide website!
        Infonya detail, James.
        Informasi lainnya gw rajin-rajin browsing karena gak semua website menginformasikan pintu exit station menuju tempat yang kita tuju. 🙂
        Agak-agak effort sih. Tapi di postingan gw, gw tulis secara lengkap loh pintu exitnya. #teteppromosi
        Sukses ya ngitinnya!

      4. Thank u mbak vikaaa. Finally my itinerary is rampung. Hahahah.
        Thanks to ur suggestion. Helps a lot.
        Arigato gozaimasu vika san.
        *latian sebelum ke jepang beneran*

      5. Keren euy rampung juga itinerarynya…!!!
        Gud job!
        Temen gw ada yg lagi stres ngerjain itinerary. Kikikik..
        Sukses untuk September trip-nya! 😄

      6. Mbak vika… baru baca info tambahannya… here’s my problem….
        Aku kan mendarat osaka, dan bakal ngehabisin lebih banyak di osaka dan kyoto, so i most likely buy icoca instead of suica..
        Cuma pengen nanyanya kalo icoca card itu compatible buat Tram di Tokyo ga ya? (Toden Arakawa Line)
        Kalo engga, ya aku bakal beli suica juga di tokyo.. sekalian buat suvenir… haahha..

  18. Hahahha…
    Ini saya lampirkan itinerary nya deh:
    (Place to go aja sih, kalo ada masukan dikomenin aja ya mbak… hehhe)

    7 days in Japan:
    Day 1: (Tokyo/stays in Ikebukuro for 3 nights)
    Asakusa (Sensonji Temple) & Tokyo Skytree
    (3 hours)
    Ginza & Tokyo Tower
    (3 hours)

    Day 2:
    Kawasaki & Yokohama
    (5 hours)
    Harajuku & Shibuya
    (5 hours)

    Day 3:
    Tokyo Disney Sea
    (Plan A whole day)
    (Plan B 8 hours, and spend the rest of the evening @Akihabara)

    Day 4:
    Kyoto (Kiyomizudera, Gion, Fushimi Inari)
    (6 hours)
    Stay at Hommachi Osaka for 3 nights
    (Spend the rest of the evening at Namba and Dotonbori Osaka)

    Day 5:
    Universal Studio Japan
    (Plan A whole day)
    (Plan B 8 hours, and then go to Kaiyukan Aquarium next door😁)

    Day 6:
    Osaka Castle
    Kobe Steakland
    Umeda Skybuilding
    Shinsaibashi

    Day 7:
    Fly home

    Ini hasil dari masukan mbak vika.
    Thank u beraattt…

    *buat beli tiket USJ & Disney Sea mending beli dari sini atau di sana aja ya mbak?*
    Teteup nanya… hahahha

    1. Hmmmm…..
      Di Kyoto gak tertarik ke Arashiyama dan bamboo forest ya?
      Bamboo forest, Kiyomizudera dan Fushimi Inari adalah tiga daerah di Kyoto yang wajib didatangi.
      Sedangkan untuk pecinta permainan beradrenalin, rasanya akan menghabiskan waktu seharian di USJ.
      Cerita permainanan di Disney Sea, tinggal tunggu tayangnya ajah ya, tapi entah kapan. 😀 #spoiler

      Kalau untuk tiket masuk theme park, berhubungan rate rupiah lebih sering anjloknya dan tiket yang di jual disini lebih mahal, saran gw beli langsung on the spot ajah. Praktis kalau tiba-tiba nge-cancel main di theme park. #ehhh

      1. Ahhaha…
        Makasih masukannya mbak…. hopefully bamboo forest bisa diselipin pas ke kyoto…… thankssss…..
        Wah udah ke jepang lagi nih ceritanya???? Okay… cerita disneysea nya ditunggu….

        Sekali lagi makasihhh banyak….☺😊☺😊

  19. mau tanya, klo nulis nama yg pake 3 suku kata gimana ya nyingkatnya??
    mau reservasi tiket selama di Jepang kan hrs isi nama tu di regist form nya, tapi disitu cuma ada 2 kotak First & Last name aja, bingung nyingkatnya klo gini,,, bukan apa2, khawatir bermasalah jadi ga sama ama di passport klo salah nyingkatnya..

    tadinya mau nulis kata 1 & 2 di kolom FIRST NAME, dan kata ke 3 di kolom LAST NAME, tapi ternyata penulisan di kolom FIRST NAME TIDAK BOLEH ADA SPASI, klo saya gabung kata 1 & 2 di kolom FIRST NAME kan jadinya beda sama di passport (beda di spasi aja si) itu masalah ga ya nanti???
    *ini mau isi nama di form reservasi aja susah bener si..

    1. Hai Novia!
      Hmmm… Waktu kemarin pas mengisi reservasi untuk highway bus, gw menggabungkan nama kata pertama dan kedua digabung tanpa spasi namun untuk huruf depan gw tulis menggunaka huruf capital seperti VikaWahyudi. Sedangkan untuk suku kata ketiga ditulis di bagian Last Name.
      Semoga membantu ya!

      1. Ah,. Makasih bnyk infonya,, sangat membantu,,, 🙂
        Oya nanya lagi mba, selama disana klo bawa uang cash kurang bs ambil atm ga ya? Klo emang bisa, ada charge nya ga ya? Atau sebaiknya bawa uang cash? Klo cc selama disana cukup ngebantu ga ya?

      2. Ada ATM internasional yang bisa menarik uang, nanti kamu bisa tanya ke petugas hotel dimana lokasi terdekat mesin ATM Internasional dan ada charge, besarnya charge tergantung kebijakan masing-masing Bank. Kalaupun kamu punya CC, CC bisa digunakan, tapi pengalaman kemarin salah satu CC gw sempat ditolak, ketika dicek di Indonesia tidak ada masalah dengan CC-nya. Saran gw, lebih baik bawa uang tunai lebih saja ataupun kalau mau bawa dollar untuk saving.

  20. Maaf mba nanya lagi ya, itu selama di jepang cc bni sama sekali ga bisa dipake atau sempat bisa dipake?? Jenis cc nya master atau visa ya?
    Klo cc mandiri ada pengalaman ga mba? Bisa dipake ga disana?
    Klo mau pake cc selama diluar gt hrs lapor ke bank nya dulu ga si ya? Pernah baca dmn gitu, ada yg bilang lapor banknya dlu, krn emang ada bank yg ga bs dipake diluar kecuali lapor dlu

    1. Yg Master yang ditolak, Novia. Kalau yang Visa adem ayem aman sejahtera. Kemarin teman pk CC mandiri dan tidak ada masalah.
      Tapi alangkah baiknya lapor saja terlebih dahulu ke pihak bank kalau mau kita pakai ke luar negeri untuk jaga-jaga. Selama ini gw gak pernah lapor dan baru pengalaman kemarin apes ditolak CC-nya. Hehehe…

      1. Makasih bnyk infonya mba,,
        Mau nanya lagi, pengalaman waktu di kyoto klo saya beli one day bus pass worth it ga ya? Khawatir jalanan di kyoto macet klo naik bus, bisa2 abis waktu dijalan nnti,,

      2. Worth it banget, Novia!
        Dari sisi penghematan budget transportasi, lokasi objek wisata yang lebih dekat dengan halte bus serta Kyoto tidak ada macet.
        Sekali-kalinya ketemu macet ketika gw ngetrip bersamaan dengan Golden Week Jepang, tapi itupun sudah konsekuensi mengambil liburan di Jepang bertepatan dengan Golden Week.

  21. Hai mbak. Saya sangat senang dengan tulisan mbak yg sangat informatif sekali. Saya jg dapat tiket promo jkt-osaka pp dan saya rencana 11 hari di jepan. Saya rencana ke 3 kota tokyo, kyoto, osaka dan melipir sebentar ke arashiyama, higashiyama dan nengokin fujisan sebentar. Yg saya mau tanyakan, jika saya pindah kota dari osaka-tokyo, tokyo-kyoto, kyoto-osaka apakah saya lebih baik menggunakan JR Pass atau cukup dengan Willer Express saja mbak? Soalnya saya rencana ketat di budget. Terimakasih banyak mbak.

    1. Hai juga Angelli…
      Hmmm…
      Coba aja di pertimbangkan untung ruginya beli JR Pass ataupun dengab bus Willer. Tapi kalau ritme perpindahan antar kota santai dan budget ketat, sarannya pakai Willer Express.
      Semoga membantu ya jawabannya.

  22. Blog ini adalah blog favorit saya dalam hal informasi tentang trip ke Jepang.
    You’re great mbak vika.
    Ada pertanyaan titipan yg penting nih mbak dari sepupu ku.
    Kalo kita naik willer kan nyampenya pagi tuh di kota tujuan, belom bisa check in hotel, so apakah itu berarti kita sepanjang hari itu (at least sampe jm check in) berjalan tiada henti tanpa mandi kah?😄😄😄😄 di grupku kali ini ada orang yg ga betah kalo ga mandi. Hahahha.
    Atau adakah opsi pemandian umum seperti yg ada di kansai airport di stasiun2tertentu entah itu di tokyo atau kyoto? (Rencananya bakal naik wiler bus either kyoto-tokyo or vice versa)
    Kepikiran banget nih muka kucel, ntar ga maksimal instagramming nya😄😂😄😂
    Thank you mbak….

      1. Thank u mbak vikaaaa….
        Suica nya Di kyoto bisa. Buat kereta sih. Untuk bus kemaren ga mau gambling akhirnya bayar tunai di depan supir. Hahahah…
        Harusnya sih bisa ya… abis ada tulisan IC nya… huehhehe….

        Tapi ada pengalaman menarik sih…
        Sempet keblokir suica nya gara2 lupa karena gonta-ganti suica dan JR Pass, akhirnya harus ke kantor pengawas yg ada di setiap tapgate (ke tempat yg nunjukkin either itu JR Pass atau pass lainnya buat lewat), terus dicek… canggih beut dia tau di stasiun mana kita terakhir nge-tap, dan ditanya keluar dimana, akhirnya tetep dipotong seharga rute itu… canggih emang jepang…. 😊😊😊😊😊

  23. halo,
    saya mau tanya2 seputar transportasi di jepang.

    rencana ke jepang, masih lama sih, September 2017.
    tapi mulai skrg udah ngumpulin informasi dikit2.

    saya di Jepang efektif 10 hari full, rencana mengunjungi 3 kota, tiba di Osaka, lanjut ke Kyoto dan terakhir ke Tokyo. (Pulangnya dari Tokyo, ga balik ke Osaka lagi)

    Karena belum pernah ke Jepang, jadi bingung membaca banyaknya tiket pass untuk transportasi di Jepang. Ada juga yang menyarankan Jr Pass. tapi apakah lebih efisien membeli Jr pass dibanding membeli pass yang lain? kalau lebih efektif membeli pass yang lain boleh rekomendasikan pilihan pass nya?

    Trims.

    1. Hai Stephen!
      Jawaban dari kegalauan Stephen adalah menentukan lokasi yang akan dikunjungi terlebih dahulu. Buat beberapa pilihan alternatif tempat yang akan dikunjungi, setelah itu barulah mulai berhitung-hitung biaya transportasi yang dikeluarkan, apakah lebih baik menggunakan JR Pass atau pass yang lain.

      Kemarin gw sempat mempertimbangkan menggunakan JR Tokyo Wide Pass, namun mengingat waktu mengeksplor Tokyo tak bisa digeser, akhirnya pilihan JR Tokyo Wide Pass gw lepas.

      Semoga mendapatkan pencerahan ya, Stephen!

  24. Halo,

    Saya mau tanya, rencana berangkat ke Jepang akhir April ini mendarat di narita dan langsung ke Asakusa sensoji. Uda search juga di hyperdia, rencana mau naik Subway tujuan narita-Asakusa (Tobu/Subway) yg rute 2. Utk tiket enaknya beli yg apa ya? (Saya tidak ada niatan beli JR pass)
    Mohon infonya. Thank you 😊

    1. Hai hai, Leni!
      Dari Narita untuk menuju Asakusa, terdapat beberapa pilihan kereta, ada kereta express seperti Keisei Narita Sky Access Exp for HANEDA AIRPORT DOMESTIC TERMINAL yang tidak harus transfer di beberapa stasiun dan ada beberapa kereta yang harus transfer dibeberapa stasiun seperti Keisei Main Line Ltd. Exp. for KEISEI-UENO. Perbedaan harganya juga tidak terlalu jauh, 1.290 Yen dengan 1.100 Yen.
      Nanti Leni tinggal pilih lebih suka menggunakan pilihan yang mana.. 😉

  25. Sist , maaf ni saya mau tanya tanya dong boleh gak ??
    Kan saya mau ke jepang ni rencana dan tentunya bakal naik subway / mrt nya jepang
    Nah saya mau tanya cara baca itu peta, kayaknya ni blog bantu banget cuma sayanya yang kurang bisa ngikutin

    1. Hai Ganes!
      Gimana cara jelasinnya ke Ganes ya.. ?!?!
      Rasanya penjelasan di atas sudah cukup detail. 😬

      Hmmm…
      Mungkin Ganes bisa sambil cari info di website resmi subway Jepang ditambah browsing info dari blog-blog lain. Kalau ada info yang tidak jelas, bisa tanya lagi ya..

  26. Mbak vika TT^TT (belum apa2 udah mau nanges aja). Aku mau kesana juga nih, tapi mepet banget cuma 3 hari. Maunya ke tokyo, osaka, sama kyoto. Mohon bimbingannya ya buat transport ini. Complicated sebenernya rute yg mau aku ambil besok. Tapi Bismillah dulu deh, tak belajar dari awal. Eh, mungkin aku akan kontak mbak vika via email ya besok.. (semoga tidak mengganggu).

    1. Hayooooo…
      Semangat, Fakhurin!!!! 💪🏻💪🏻💪🏻
      Insyaallah bisa.
      Jangan panik dan yang penting di fokusin ke hal prioritas terlebih dulu. Sisanya nanti tinggal ngikutin. Hehehe…

      1. Hohohoho… Pertanyaan dulu ya mba, banyakan konfirmasi sih.. takut salah haha…
        Semoga ga kapok ya…

        1. Yang di Alpine Route, Chiho railway, ga dicover sama Tateyama Kurobe Option ya?
        2. Saya di Japan 12 hari, udah beli JR Pass sih yg 7 hari, mau tanya, all shinkansen kecuali NOZOMI bisa dipakai kan?
        3. Utk seat di Shinkansen, selama kita ga booking yg reserved, dan cuma ngacir langsung nyari tempat duduk kosong, free kan?

        Yang kepikir baru itu… hahaha
        Thanks in advance mba Vika.

        Cheers,
        Charlie

      2. 1. Yang dimaksud Charlie, Chiho railroad untuk rute kereta dari stasiun Dentetsu Toyama menuju stasiun Tateyama ya? Kalau iya, tiket ini sudah dicover Tateyama Kurobe Option Ticket.
        2. Yup, kecuali Nozomi
        3. Kalau sudah beli JR Pass, lebih baik gunakan semaksimal mungkin untuk reserved seat. Kalau Charlie sudah ada itinerary fix, (sebaiknya) setiba di Jepang langsung menukar JR Pass, konfirmasi ke petugasnya untuk pengaktifan tanggal penggunaan JR Pass dan langsung pesan reserved seat untuk tujuan dan tanggal yang kita inginkan. Kalau sudah full, mereka menginformasikan tiket untuk unreserved seat. Pelaksanaannya tinggal cari gerbong unreserved seat dan duduk di tempat duduk yang kosong.
        Sekian jawabannya. Semoga gak makin bingung.. 😬

  27. Hi mba,

    tanya balik lagi ya mba…

    1. Yep, oke deh. Soalnya di website Alpine Route, masih ada biaya terpisah khusus Chicho Railroad. di website http://www.jrtateyama.com/e/index.html, Ada tulisan begini: “A separate limited express charge of 210 yen is locally required when using a limited express train on the Toyama Chiho Railway (between Tateyama and Dentetsu-Toyama Stations)”

    2. Noted.

    3. Reserved seats berarti ada extra payment lagi ya? Untuk yg mba Vika mention: langsung pesan reserved seat untuk tujuan dan tanggal yang kita inginkan. – saya kan pakenya tgl 18-24 nih mbak, dia bisa lgsg bantu reserve utk tgl-tgl tersebut?

    Ga makin bingung kok… Cuma masih belum fix mau trekking Alpinenya dari Nagano atau Toyama. Start dari Shibuya soalnya.
    Hahaha

    Thanks,
    Charlie

      1. Ok mba, mantaaap 😀

        Jamnya sih belum fix ya.. takut khilaf jalan2… selagi shinkansen bisa ampe malem bingits. hahaha

        Oh ya mba, saya udah baca post mba yg ke Disney Sea. Saya cuma masih bingung aja.. dari Maihama Station, jalan kaki ke gate nya. terus ke Disney land/ disney sea nya naik monorail lg? ga dicover JR kan ya?

        Thanks
        Charlie

      2. Dari stasiun Maihama jalan kaki sekitar 5 menit menuju stasiun monorail khusus untuk area Disney. Jadi monorailnya sudah tidak tercover oleh JR..

  28. Halo Mba Vika, boleh ngak yah nyontek itinya yg ada jalur jalurnya gitu hehehe…. kalo boleh saya japri via emailnya

    Terimakasih 🙂

  29. mbak vika…. need help….
    sedang dalam kegalauan tingkat akut.
    hahahah
    jadi gini… aku kan bakal ke Jepang Januari besok (karena tahun lalu sudah summer, jadi yang sekarang winter aja).
    nah kali ini kita bakal 10 hari 10 malam di jepang dengan rincian: berangkat CGK-HKIA-KIX, pulang NRT-HKIA-CGK
    Osaka 3 malam
    Kyoto 2 malam
    Kawaguchiko 2 malam
    Tokyo 3 malam

    kegalauan terjadi pada:
    1. 3 malam di Osaka, bingung mau pilih pass yang mana. Osaka Amazing atau Kansai Thru Pass. karena:
    hari 1 rencana bakal langsung eksplor KOBE, (Kansai Thru pass berguna banget, tapi sayang kan kalau cuma buat 1 hari gunanya) soalnya hari ke 3 bakal spend seharian penuh di USJ. jadi Kansai Thru Pass yang cuma buat transport gabakal guna.
    kalau pake Osaka Amazing Pass masih mungkin buat hari ke dua, tapi galaunya adalah milih facilities yang emang harganya gede, sehingga ga rugi2amat beli pass nya haahhahaha (khas indon banget). mikir mau ambil Dotonburi Jazz night boat sama Ferris Wheel Tempozan, cuma takut waktunya gakeburu. Dotonburi Jazz boat nya cuma bisa dibooking jam 11, sementara kalau jam 11 belum di Tempozan, rasannya gabakal keburu ke Dotonburi malemnya. hahahaha.

    2. Kyoto
    tadinya pengen naik Sagano Romantic Train, tapi berhubung tutup selama winter, jadinya memutuskan untuk eksplor Nara. kegalauannya adalah, enakkan eksplor Nara Pagi-Siang atau Siang-Malam. secara ada kiyomizudera and Golden temple di itin yang wajib dikunjugin, dan tempatnya dari Utara ke Barat Kyoto kalo ga salah.
    rencana awal:
    day 1 in Kyoto: Inari (Morning), Nara (Afternoon to Evening)
    day 2 in Kyoto: Hozugawa Cruise (Morning), Kiyomizudera (Afternoon), Kinkakuji (evening)
    itu jaraknya yang day 2 ujung ke ujung… huhuhu…

    help please……
    ahahahaha
    thank you so much mbak….

    1. Hai James!
      Gimana cerita trip ke Jepangnya kmrn? Sukses dan lancar jaya kan?

      Mari kita coba kegalauan James :
      1. Kansau thru pass bisa digunakan tanpa setiap hari berturut-turut alias di skip. Misalnya hari ketiga mau ke USJ, penggunaan Kansai Thru Pass nya bisa tdk dipakai dan besoknya bisa dipakai untuk ke Nara atau Kyoto.
      Atau pilihan lainnya, USJ diputar di hari pertama jadi nanti hari kedua ke Kobe dan hari ketiga bisa eksplor Osaka.
      Oya, coba dipastiin terlebih dahulu ya, dari infonya Dotonburi Jazz Night tidak ada di winter. Hanya smp bulan Desember.
      2. Pertanyaan Nara mungkin nanti bisa disesuaikan dengan titik awal perjalanan. Kalau misalnya hari itu baru mulai jalan dari Osaka menuju Kyoto, rasanya lebih enak mampir terlebih dahulu ke Nara karena posisi Nara di tengah-tengah antara Osaka dan Kyoto. Kalau misalnya perjalanan di mulai dari Kyoto, eksplor Fushimi Inari dulu baru ke Nara. Karena dua tempat ini sudah berada di satu jalur kereta.
      Untuk hari keduanya tidak masalah dari ujung ke ujung, James. Asal ingat waktu dan bisa on time sesuai itinerary karena jam operasional di musim winter tutup lebih cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s