Itinerary Jepang

Itinerary Japan
Itinerary Japan

Berkali-kali dari beberapa sahabat gw mengajak gw untuk jalan ke Jepang. Dan berkali-kali itu juga, dengan berpikir cepat binti pendek-tanpa ba-bi-bu, gw langsung menolak ajakan mereka. Why??? Alasan utamanya karena gw gak mau ambil pusing dengan transportasi mereka yang ribet, yang kedua karena transportasi mereka terlalu canggih, yang ketiga karena transportasi mereka keren bingiiiidd, yang keempat karena gw terlalu males mikirin alasan keempat, kelima dan keenam !!! 😛

Dan ketika (akhirnya) gw memutuskan untuk merencanakan jalan ke Jepang, gw juga lupa asal musabab penyebab kenekatan gw membeli tiket, tapi rasanya karena gw sudah berhasil melupakan alasan pertama, kedua dan ketiga. :mrgreen:

Berhubung Jepang adalah negara maju, perjalanan di negara ini pasti membutuhkan biaya tidak sedikit, kalkulasi-hitung-menghitung budget harus benar-benar terorganisir dengan baik, terutama pemilihan who-when-where! *clingak-clinguk* *jagain lilin 3 shift*

Dari negara yang mempunyai 4 musim, gw lebih memilih mendatangi negara tersebut di musim semi dan musim gugur karena sebenarnya kulit gw itu cucoknya untuk hidup dinegara 4 musim. *Syalalalala* *bersenandung mode on*

Okeh..Okeh..
Alasan sebenarnya karena gw sangat mudah berkeringat, terutama di bagian wajah, berasa ada banjir bandang plus ladang minyak deh itu di wajah #fokus mulai melebar, sedangkan di musim semi dan musim gugur suhunya berkisar di 15-25 derajat celcius, so cuacanya tidak terlalu panas seperti Jakarta dan tidak terlalu dingin seperti musim dingin (negara 4 musim, bukan Jakarta yah). Walaupun pada kenyataannya ketika gw berada di Jepang, suhunya hampir sama dengan suhu di musim dingin, jadi lesson and learn : persiapkan alat perang dengan baik dan seefisien mungkin. *efek penyesalan meninggalkan coat di rumah*

Dan alasan utamanya karena di bulan April ada satu hari tanggal merah yang tidak boleh dibuang percuma *efek bos susah kasih permit cuti*, pas sekali bersamaan dengan mekarnya bunga sakura di Jepang, so April was the perfect time to visit Japan!

Selanjutnya, pemilihan maskapai penerbangan menuju Jepang..
Berhubung kalau sudah ada sakura, berarti sedang peak season di Jepang, harga tiket pasti beraneka ragam seperti flora dan fauna, begitu juga dengan harga tiket pesawat budget airlines hingga full service airlines.

Dari awal tahun 2014, gw coba cek-cek harga penerbangan Air Asia, Tiger Air, Malaysia Airlines, Garuda Indonesia, Cathay Pacific, Japan Airlines dan ANA tidak banyak bergeser jauh. Harga Air Asia bahkan tidak ada tanda-tanda penampakan promo, ditambah lagi gw dasarnya selalu tidak beruntung mendapatkan tiket promo AA *perlu mandi kembangkah?*, harga AA manteng dikisaran 6 juta dan mulai merangkak naik menyaingi harga tiket full service airlines. Penerbangan full service airlines yang membutuhkan transit, gw pertimbangkan kembali mengingat akan menghabiskan jatah waktu sendiri untuk transit.

Hingga akhirnya ketika ada pameran Garuda Indonesia Travel Fair di tanggal 12-14 September 2014, kesempatan mencari tiket murah terbuka lebar, selebar daun seledri. Dua hari gw pantengin JCC demi mendapatkan sebuah tiket PP menuju Jepang. Perjuangan luntang-lantung terbayar lunas dengan sebuah tiket Jakarta-Osaka PP. Gak perlu transit, snack dan makanan hangat tersedia, bagasi gak perlu beli dan yang harus di bold itu : gw mendapatkan tiket Jepang PP dengan harga tiket lebih murah daripada harga tiket budget airlines. Catet !!!! Hahahaha… *tertawa pongah;muka bertanduk*

Garuda Travel Fair 2014
Garuda Indonesia Travel Fair 2014

Setelah membeli tiket, gw hibernasi dari urusan Jepang. Mulai rusuh kembali dengan printilan Jepang di bulan Januari 2015 karena kami menargetkan memasukan berkas visa di Kedutaan Jepang pada bulan Maret 2015. Perlahan-lahan gw coba atur ‘printilan’ Jepang yang harus di urus.

Fokus utama pertama adalah rute perjalanan. Berhubung ada ” 2 kepala yang jalan “, jadi pasti ada perbedaan “selera”.

Weits, 2 kepala ???
Yup, kali ini gw berjalan hanya berdua dengan seorang teman. Namanya Yudha, seorang eksekutip wirausaha muda yang sukses menjalani bisnis online shop, berjiwa “sangat” muda (artikan sendiri apa makna 3 kata : berjiwa sangat muda 😀 ) dan kalau dah sibuk selpih sukaesih di Ipin-nya (baca: iPhone-nya) bikin gw ngikik sendiri ngeliat pose heitznya. *ketawa geli ^_^  *.

Terus kenapa cuma berdua???
Karena temen-temen gw yang jaman dulu heboh ngajakin jalan ke Jepang tiba-tiba langsung mengurungkan niatnya jalan ke Jepang. *asah bambu runcing*

Then, berhubung ini hajatan pertama kalinya gw jalan berdua dengan doski, (sebelumnya gw pernah jalan dalam grup berisi enam orang dan Yudha ada diantaranya) gw gak tau selera anak ini kayak gimana, gw coba diskusi dengan Yudha tentang kota-kota yang akan dikunjungi selama di Jepang. Diskusi penting namun singkat berakhir dengan keputusan kami akan mengunjungi 3 kota besar yaitu Tokyo, Osaka dan Kyoto.

Bagaimana dengan rutenya??
Rute tiket pesawat yang sudah di tangan itu rute Jakarta-Osaka, jadi rencana awalnya kami akan menyambangi Osaka, Kyoto, Tokyo dan kembali ke Osaka. Namun dengan berbagai pertimbangan, misal seapes-apesnya ada jadwal yang meleset ketika kami harus kembali ke Osaka sehingga bisa mempengaruhi perjalanan kami kembali ke Jakarta *dibaca dalam satu tarikan nafas ya?!?!*, maka setelah tiba di Osaka, kami memilih (dengan yakin) langsung mengunjungi Tokyo, Kyoto dan berakhir di Osaka.

Next, penginapan menjadi pembahasan topik yang berat..
Kalau dibanding-bandingkan, harga penginapan di Jepang itu 11-12 dengan harga penginapan di Singapura dan Sydney. Kamar ukuran kecil namun harga selangit! *sigh* *gelar tiker lampit,pasang tenda biru*

Di bulan Januari, gw mencoba fokus berkutat mencari penginapan dengan harga yang masuk akal. Mencoba melirik ke kelas hotel budget, tetep aja harganya gak masuk akal, kamar sempit dan mirisnya, harga kamar gak masuk kantong (dompet yang penuh kertas transaksi penarikan ATM). 😀 Budgeting yang gw punya berakhir di tingkat hostel atau guest house, semewah-mewahnya kamar cuma mentok di private room (tingkat hostel). *ngumpulin sisa dollar dari Siem Reap*

Riak-riak kecil *tssaahhh* bermunculan ketika gw mulai sulit mencari hostel recommended yang masih mempunyai available room.

Sumpah.. !!!
Beneran deh susah banget!!!
Ini rekor pencarian penginapan tersusah yang harus gw hadapi!
*Uhuk..Uhuk..* *batuk gaya bijaksana*

Emmm…Gw tau April itu peak season, tapi tidak menyangka 3 bulan sebelumnya sudah mulai sulit mencari kamar yang available #salahkan Sakura.

Lesson & learn : Carilah penginapan dari jauh-jauh hari, mengingat April adalah peak season di Jepang !

Di antara Osaka-Kyoto-Tokyo, penginapan yang (masih) mudah gw dapatkan adalah hostel di Osaka, yaitu J Hoppers Osaka. Tanpa berpikir panjang, harga masih reasonable dan sesuai budget, booking deh!

Pencarian selanjutnya adalah Kyoto. Mengingat Kyoto merupakan kota yang tidak sebesar Osaka dan Tokyo, seharusnya akan lebih mudah mencari kamar kosong. *atau kebalik ya?* 😀 Ternyata keadaan mengharuskan gw mengobrak-ngabrik seluruh website hostel,hostelbookers, hostelworld, agoda, booking.com, BnB, japan-guide.com serta gw buka S-A-T-U P-E-R-S-A-T-U link yang tercantum di semua website hostel di Kyoto hingga akhirnya jerih payah itu terbayarkan setelah mendapatkan jawaban tersedia kamar kosong dari Kyoto Guest House Lantern. *sujud syukur*

Dan Tokyo menjadi kota penutup yang paling susah gw dapatkan hostel. Hostel yang tersedia di Tokyo tersebar di beberapa daerah, gw mulai fokus mencari daerah yang strategis dan aksesnya dekat dengan subway. Cup-cap-cup-kembang-kuncup : gw memilih daerah Asakusa. 😀

Seminggu waktu yang gw habiskan untuk mendapatkan hostel di Asakusa, setiap hari, dari pagi, siang, sore dan malam *saingan dengan jadwal minum antibiotik* gw pantengin hostelbookers. Hingga akhirnya gw menemukan available room di Khaosan Tokyo Kabuki. Namun karena rate harganya termasuk diatas rata-rata dan gw sudah cocok dengan hostel ini, gw membooking tempat ini sedangkan Yudha memilih hostel lain. Walaupun gw booking paling akhir, hostel ini adalah tempat hati gw tertancap… #eaaaa *blushing* *sok misterius*

J Hoppers Osaka
J Hoppers Osaka
Kyoto Guesthouse Lantern
Kyoto Guest House Lantern
Khaosan Tokyo Kabuki
Khaosan Tokyo Kabuki

– Pesawat √
– Hostel √
– Itinerary nope *nelen ludah*

Gw mulai bergerilya membuat itinerary yang gw ajukan ke Kedutaan. Berhubung gw rada sibuk di kantor dan masih belum ada kejelasan gambaran umum objek wisata apa yang harus dikunjungi, gw coba minta itinerary Viba dan Jelita untuk perkiraan kasarnya. Hingga hasil itinerary keluarlah seperti dibawah ini, itinerary yang gw bawa ke Kedutaan Jepang:

旅行日程表 Itinerary
Jadwal Perjalanan

日付 date tanggal 訪問先 place you visit tempat yang akan dikunjungi 宿泊場所place you stay

tempat menginap

2 April 2015 Depart from Soekarno Hatta International Airport (CGK), Jakarta Flight to Osaka, Japan
3 April 2015 –  Depart from Kansai International Airport, Osaka to Narita Airport Terminal 2 Domestic
–  Ueno Park
–  Tokyo Tower
Khaosan Tokyo Kabuki
1-17-2 asakusa,
Taitou-ku, Tokyo
+81-3-5830-3673
4 April 2015 Tokyo
–  Harajuku
–  Meiji Shrine
–  Shibuya
–  Ginza
Khaosan Tokyo Kabuki
1-17-2 asakusa,
Taitou-ku, Tokyo
+81-3-5830-3673
5 April 2015 Tokyo
–  Fujiko F. Fujio Museum
–  Akihabara
–  Odaiba Island
–  Asakusa
Khaosan Tokyo Kabuki
1-17-2 asakusa,
Taitou-ku, Tokyo
+81-3-5830-3673
6 April 2015 Lake Kawaguchiko Night bus to Kyoto
7 April 2015 Kyoto
–  Fushimi Inari
–  Kinkakuji Temple
–  Ginkakuji
–  Philosopher walk
Kyoto Guesthouse Lantern Nishi-Yaocyo Shimogyoku Kyotoshi Kyoto
075-343-8889
8 April 2015 Kyoto
–  Arashiyama
–  Kiyomizudera Temple
–  Higashiyama
–  Gion District
Kyoto Guesthouse Lantern Nishi-Yaocyo Shimogyoku Kyotoshi Kyoto
075-343-8889
9 April 2015 Osaka
–  Osaka Castle
–  Shitennoji Temple
–  Minami
–  HEP Five Ferris Wheel
J-Hoppers Osaka Guesthouse
4-22, Fukushima 7-chome, Fukushima-ku, Osaka-City+81-6-6453-6669
10 April 2015 Osaka
–  Universal Studio Japan
–  Umeda Sky Building
J-Hoppers Osaka Guesthouse
4-22, Fukushima 7-chome, Fukushima-ku, Osaka-City+81-6-6453-6669
11 April 2015 Kobe
–  Shinkobe Ropeway
–  Kobe Tower
–  Nankinmachi
J-Hoppers Osaka Guesthouse
4-22, Fukushima 7-chome, Fukushima-ku, Osaka-City+81-6-6453-6669
12 April 2015 –  Check out hostel
–  Return to Jakarta from Kansai International Airport

Setelah visa di approve, gw mulai berpeluh keringat menyusun ulang itinerary “sebenar-benarnya” . Berkali-kali gw curcol ke Uke dan Ratri betapa stresnya gw menyusun itinerary dan melihat budgeting global yang harus gw bongkar-pasang seperti mainan Lego. ^#$%@$!&#!!#*^#@% → maksudnya ngedumel

At the end, gw harus melambaikan tangan ke arah kamera dengan itinerary. Gw hanya berhasil membuat itinerary Tokyo dan Kyoto, sedangkan itinerary Osaka gw serahkan ke Yudha, terserah doski mau bikin rute kemana deh, gw berikan kesempatan Yudha menjadi imam tour leader di Osaka. *kipas-kipas, makan kacang, duduk santai kayak di pantai*

Daaannn…
berikut ini itinerary yang berhasil kami lahirkan setelah hamil selama sebulan adalah :

Kamis, 2 April 2015 :

  • Perjalanan menuju Osaka, Jepang

Jumat, 3 April 2015 :

  • Flight Osaka – Tokyo
  • Check in at Khaosan Tokyo Kabuki
  • Ueno Park
  • Kaminari gate at Asakusa

Sabtu, 4 April 2015 :

  • Harajuku Street, Takeshita Dori
  • Meiji Shrine
  • Shalat at Tokyo Camii & Turkish Culture Center
  • Shibuya
  • Ginza
  • Tokyo Tower

Minggu, 5 April 2015

  • Asakusa : Sensoji Temple, Asakusa Shrine & Nakamise shopping street
  • Fujiko F Fujio Museum → waktunya ketemu Doraemon 🙂
  • Akihabara
  • Odaiba

Senin, 6 April 2015

  • Lake Kawaguchiko → ngeker gunung Fuji
  • Go to Kyoto by night bus

Selasa, 7 April 2015

  • Menuju Arashiyama : eksplor Bamboo groves dan naik Sagano scenic Railway
  • Kyoto Imperial Palace
  • Islamic Cultural Center
  • Philosopher Path
  • Nijo Castle
  • Check in at Kyoto Guesthouse Lantern

Rabu, 8 April 2015

  • Kinkaku-ji Temple
  • Sanjusangendo Temple
  • Kiyomizudera Temple : eksplor Sannenzaka, Ninnenzaka, Maruyama Park dan Yasaka Shrine
  • Gion

Kamis, 9 April 2015

  • Fushimi Inari Shrine
  • Mencoba kereta mahal shinkansen menuju Osaka
  • Eksplor Osaka Station
  • HEP Five Ferris wheel
  • cherry blossom viewing at Japan Mint Bureau
  • walking to Kema Sakuranomiya Park
  • check in at J Hoppers Osaka

Jumat, 10 April 2015

  • have fun go mad at Universal Studio Japan Osaka
  • Umeda Sky Building

Sabtu, 11 April 2015

  • Buy Osaka Amaizing Pass for one day
  • Osaka Castle
  • Shitennoji Temple
  • Tsutenkaku Tower
  • Go to Namba : Dotonbori, Shinsaibashi shopping, Tombori River Cruise, Amerikamura
  • HEP Five Ferris wheel (again?)
  • Floating garden at Umeda Sky Building

Minggu, 12 April 2015

  • Back to Jakarta

Itinerary detail wara-wiri selama di Jepang bisa di unduh disini ya.

Bagaimana dengan hasil perjalanannya?
Sukses kah?!?!?!

Beberapa itinerary ada yang (terpaksa) harus kami hilangkan, ada juga yang kami geser atau molor dari schedule dari yang kami buat. Salah satu perjalanan yang harus kami hilangkan adalah ketika kami harus meng-cancel rencana perjalanan kami menuju Lake Kawaguchiko karena cuaca pada hari itu tidak mendukung untuk melihat Gunung Fuji. 😦

Dari seluruh cerita perjalanan gw di Jepang, ada beberapa lesson and learn yang bisa dijadikan catatan dear diary travelling :

  1. Setiap orang mempunyai minat atau selera yang berbeda-beda ketika bertravelling. Diskusikan dengan teman seperjalanan, daerah wisata mana saja yang ingin dikunjungi, apa yang menjadi point interest dalam perjalanan, ingin mencoba makanan apa dan untuk yang muslim, dimanakah tempat untuk menunaikan ibadah shalat. Jika tidak menemukan titik temu, buatlah ‘bargaining‘ yang tidak merugikan satu sama lain. 😀 Seperti itinerary kami di hari Kamis, 9 April 2015, kami memilih jalan masing-masing *kipas poni*, rencananya Yudha ingin mengunjungi Nara selama satu hari, sedangkan gw memilih mengunjungi Osaka.
  2. Hampir di seluruh tempat wisata di Jepang, banyak diakses dengan berjalan kaki, jadi alokasikan waktu antara 90-120 menit untuk mengeksplor satu tempat. Untuk kamu yang gampang distract dengan tujuan utama berwisata, seperti niat window shopping di Uniqlo Ginza berubah menjadi One Day Paper Bag Collection, maka buatlah rentang waktu yang panjang di satu tempat tujuan menjadi 3-4 jam. *kibas-kibas Yen*
  3. Jika kamu sanggup bangun pagi hari #mirror mirror on the wall… *sodorin kaca*, mulailah perjalanan di pagi hari sepagiiiiii mungkin, namun tetap (lebih baik) hindari rush hour subway ya… Selain bisa mendorong mood booster, tempat wisata yang akan dikunjungi belum terlalu penuh sesak oleh turis, spot-spot foto masih bisa dikuasai dengan mudah dan cahaya matahari masih bersahabat.
  4. Tempat wisata yang dikunjungi dalam satu hari usahakan hanya berjumlah 3-4 tempat. Tapi itu pun tergantung dari style travelling masing-masing orang. Jika kamu tidak mau rugi, yang penting semua tempat wisata terkejar, foto-foto selama 5 menit dan tidak bermasalah ‘lari-larian’ dari satu tempat ke tempat lain, rasanya 4-6 tempat wisata akan dapat diselesaikan dalam satu hari. Buat gw sendiri, dari beberapa travelling terakhir, gw mulai menghindari “rushing travelling” selain karena gw suka autis dengan foto-foto, wisata dikejar-kejar waktu itu lebih membuat cepat lelah sehingga di satu tempat wisata gw alokasikan selama 2 jam untuk dijelajah dan hanya 3-4 tempat wisata yang dapat gw tuju dalam satu hari.
  5. Jika menggunakan transportasi umum di Jepang seperti subway, buatlah itinerary sedetail mungkin seperti dimana letak pintu exit subway, map area yang akan dikunjungi, tentukan daerah yang akan dituju (kalaupun ternyata menemukan tempat yang menarik selama blusukan, anggap saja sebagai bonus travelling), jadwal subway, alternatif transportasi yang bisa digunakan serta alokasikan waktu perjalanan menuju tempat wisata dengan baik karena kemungkinan nyasar di Jepang itu sangat tinggi *testimoni yang terbukti kebenarannya* dan nyasar di Jepang itu cukup membuang waktu percuma. Contohnya, jika kamu salah keluar pintu exit di stasiun kereta, butuh waktu 15-20 menit (bahkan lebih) untuk memutar kembali dan mencari pintu exit yang benar.
  6. Buatlah back up plan jika ternyata ada itinerary yang tidak bisa di laksanakan.
  7. Last but not least, enjoy your holiday at Japan! Let’s get lost! *kecups*
Let's get lost!
Let’s get lost!
Advertisements

58 thoughts on “Itinerary Jepang

  1. Aa.. seneng deh baca ceritanya.. lucuu *kok lucuuu?*
    BTW, GA Travel Fair itu seperti air ditengah dahaga yaaa… harga tiketnya asik2 banget bisa lebih murah daripada budget airlines.. hihihi..

    Btw (lagi).. pingin banget ke Jepang.. huhuhu.. Post yang ada foto2 Jepangnya udah ada kah? Pingin liaaat *kepo*

      1. Arrrrghhhh….
        Ada Mbak Bebe!!!! Salam kenal,Mbak!
        Foto-foto qu pasti keliatan abnormal kalau dibandingin sama fotonya Mbak. #minder
        Nnt aq posting foto jepangnya y,mbak. Semoga suka sama foto qu (yang hasilnya lebih banyak blurnya) 😦

        Btw, aq suka banget sama foto2nya Jo!!! Selalu jadi bahan pergunjingan, “lightingnya dapet dari mana ya???? Kok keren habis??!!!”
        Mau tips-tips fotonya dunk, Mbak.. *muka memelas*
        Jangan-jangan solusinya mesti ganti fix lensa ya..? *gulp*
        Titip salam untuk foto model Jo ya,Mbak!

  2. Hi Mbak salam kenal 🙂
    Mau tanya, untuk tau kita harus keluar di pintu exit berapa bisa cari info dimana ya?
    Mgkn ada web atau link yg bisa di share ttg pengetahuan pintu exit ini 😀

    1. Hi evita!
      Utk mencari info pintu exit, biasanya gw browsing ke websitenya langsung, lewat blog2 tentang perjalanan jepang atau buka langsung di gugel maps.
      Kalau utk website yg langsung menginformasikan pintu exit sprtnya gw blm pernah membacanya.
      Nnt secara bertahap gw akan menulis detail utk informasi tmpt wisata yang gw kunjungi selama di Jpg, tapi mesti bersabar menunggu postingannya. Hehehe.. 😁

  3. vikaa
    gue udh beli tiket AAnya yang dari kl-kansai-haneda-kl 5jt, yang ke kl nya belum beli krn masih ragu berangkat dari mana. kalaupun berangkatnya dr jkt itu jatohnya total tiket jd 6,7jt. itupun tanpa beli bagasi dan makanan.pedihh ya.
    gue beli karna yakin ga mungkin bakal ada promo untuk keberangkatan akhir april karena tgl 5,6 hari libur nasional. semoga memang ga ada :p, kalo sampai ada bakal nyesel nih gue. hihi
    itu mahal ga sih vik?

    btw , kalo berangkatnya 8 hari dan hanya pakai travelbag ukuran kabin cukup ga? trs pas pulangnya apakah koper jadi beranak? apakah gue akan kalap belanja disitu?
    thanks vik

    1. Hi Doena,
      Hmmmm…. Mahal gak ya?
      kemarin gw juga sempat liat-liat tiket promo (sebulan yang lalu kl gak salah), harga Jkt-Haneda 3,7jt blm termasuk bagasi di penerbangan 5 dan 6 mei. Kalau tiket multi city lebih mahal utk rute Kansai-Jkt nya.

      Kalau total harganya 6,7jt kenapa gak sekalian naik full service airlines? Kemarin harga tiket Garuda yang gw dapatkan di 7,1jt. Beda tipis kan? *ngomporin*

      Kayaknya pertengahan April masih dingin, jadi akan membutuhkan baju tebal. Rasanya utk 8 hari tidak cukup dengan tas kabin. Tapi dikembalikan ke pribadi masing-masing kali ya… Siapa tahu kamu pintar packing. 😉

      Pas pulang kondisi koper gw sih gak beranak, hanya sedikit menggembung karena gw sengaja bawa koper dgn ukuran medium. Tapi gw tetep prapare bawa tas lipat juga, jaga-jaga kalau kalap belanja. Hehehe…

  4. gue berangkatnya 30 april, yang mahal itu tiket pulangnya haneda-kl di tgl 7 mei udh 3 jt lebih.
    mungkin karena tgl 5, 6 mei nya di indo libur nasional , dan ternyata di jepang tgl 3,4,5 mei juga hari libur

    digaruda masih berlaku smartcombo , yang bolak balik ke bandara yang sama, makanya gue ga pilih.
    waks, kirain elu dapatnya 5jt an kmrn *ga jadi ngiri ;p*

    ntar deh coba packing dulu, kalo ga cukup, sepertinya masih bisa manage booking tambahin meal ama bagasi 🙂

    1. ow..ow..ow..
      Emang mesti pintar-pintar menyiasati cari tanggal nih.
      kalau jalan tgl 30 April jgn lupa mampir ke Tateyama Kurobe Alpine Route ya. Tempting bisa ke Tateyama!

  5. wah keren bingit alpine routenya. kapan lagi bisa lihat salju
    harus dimsukin nih ke itin. btw kamu kenapa ga sempat singgah kesana, kan perginya lama ya

  6. hi vik
    rutenya hampir sama kaya punyamu,
    ke Osaka-Kyoto-tokyo
    yang di skip: beberapa temple, castle,,Ferris wheel , Univ Studio
    yang ditambahin: alpine route, Disney sea
    e tapi ini bisa berubah rubah lagi sih, semakin banyak blogwalking makin bingung nentuin itinnya

  7. halo.. ikut gabung yah.. aku reni
    aku berangkat ke jepang juga tgl 29 april, sampai jepang tgl 30 april 2016 pakai garuda kena 3.5jt (jkt-narita).
    pulang nya naik air asia kena 1.1 jt + bagasi 800ribu (20kg)..
    semoga kita bisa jalan2 bareng di jepang yah..

  8. hai vika.. kalau boleh tau berapa biaya yang dihabiskan dalam 10 hari di jepang? sya rencananya mau ke tokyo, osaka dan kyoto..bulan depan……

    1. Hai, Very!
      Total dana yang dikeluarkan Rp. 8.500.000, ini sudah termasuk biaya hidup, penginapan dan tiket untuk perpindahan kota (pesawat, Willer bus dan shinkansen), namun tidak termasuk harga pesawat Jkt-Osaka PP dan biaya peminjaman portable wifi ya. Kalau rencana jalan bulan depan mungkin budgetnya bisa ditekan, mengingat Jepang sedang musim dingin dan beberapa penginapan biasanya memberikan diskon.

  9. hi vika,
    Boleh tanya?……. hihihii, aku mau ke Jepang tapi sama ibuku yang mana “tidak terlalu kuat jalan”……. yah tapi pengen nyenengin ibuku yg udah lama pengen kesini……….
    Kami dapetnya jkt-haneda pp pakai GA, klo misal aku stay di tokyo ajah gimana nih?
    Aku mulai-frustasi-dengan-membuat-itinerary yang berangkatnya tgl 7 Maret sodara…… balik ke Indonya tanggal 16 Maret……
    Terima kasih sebelumnya yah………… klo bawel nanya, boleh gak?? hihihihi……………

    1. Hai Fita…
      Kalau mau keliling di daerah Tokyo 9 hari juga gak papa.
      Pilihannya jika keluar kota, mungkin bisa eksplor Nikko yang bisa one day trip.
      Atau sekalian perjalanan jauh, ke Kyoto dan Osaka.
      Namun diakalin dengan transportasi menggunakan shinkansen dan dibuat rute santai untuk Ibunda.
      Kira-kira dah ada gambaran mau ke mana sajakah?

  10. Hai ka vika aq mw tanya insya Allah nnti aq k jepang cma 5 hri bkin intenery.a gmn y ??
    Trs enakan pake jr pass apa willer bus??? Mana yg lbh mrah (budget backpaker)
    Mks sblm.a y ka…

    1. Salam kenal, Rahma!

      Lima hari kemana aja…???
      Hmmm… Kalau kamu suka dengan kota metropolitan pilih Tokyo atau kalau mau ke kota Budaya bisa pilih Kyoto digabung dengan Osaka. Tinggal atur siasat menyusun itinerary-nya.

      Kalau budget backpacker, jauh lebih murah dengan willer bus dibandingkan JR Pass.

      Kalau Rahma buka postingan Printilan Jepang, nanti bisa ada gambaran dengan transportasi di Jepang.
      Good luck,dear!

      1. Aq ke osaka tokyo sma hokaido ka kira2 kburu g yak 😁😁😁😁 maklum ka aq msh newbie ini jd tkt clingak clinguk #lol

        Klo tmn 10 hri berhububg aq cma bsa 5hri dsna krna kerjaan g bsa d tinggal mka.a mnta reverensi dri ka vika 😀😀😀

  11. Hallo ka vika boleh tanya…
    Aq mw ke jepang buat 5hri aja enak.a kmn aja y?? Aq trun d osaka..
    Klo 5 hri gt transportasi.a enakan jr pass atau willer bus ..??
    Mks sblm.a ka^^

  12. Hhhmm gt yakk ^^ mks ya ka pencerah.a jd bsa sdkit bernapas lega 😀😀😀
    Kpn2 kita ke jepang breng ya kak #tsaaahhhhh

  13. Ass. Vika…mau nanya…kl mau aplikasi visa. .hrs ngga disertain bukti booking hotel?..kl cuma nulis nama hotelnya aja bisa ngga?…soalnya saya disana mau nginep di apartemen anak saya tp anak saya ribet aja mau dimintain bikin Surat undangan…jadi pas ngisi itinerary rencana mau saya tulis nama hotel aja ..makasih yaaa

    1. Waalaikumsalam.

      Hai, Mbak Maia!
      Di persyaratan yg diminta oleh Kedutaan Jepang memang tidak dipersyaratkan bukti booking penginapan, Mbak.
      Memang sedikit gambling karena kita tidak bisa meyakinkan pihak kedutaan bahwa kita mempunyai tempat penginapan yang pasti jika tidak melampirkan bookingan penginapan. Mungkin solusinya bisa membooking lewat booking.com ataupun website pemesanan hotel yg tdk memerlukan pembayaran di muka untuk persyaratan visa, setelah visa di approve lalu bisa di cancel, Mbak. 😄
      Semoga lancar pengurusan visanya ya, Mbak!

  14. Hi Vika

    Mau tanya, pas di Osaka n Kyoto untuk subway pake pass apa ?
    Kebetulan next month 5 hari dijepang (tokyo, kyoto, osaka)
    Di Tokyo rencana pake subway pass + suica untuk JR
    Nah bingung di kyoto sama osaka nih mau pake apa.. Pas buat itinerary banyakan naik JR di Kyoto sama Osakanya
    Kira2 Suica bisa dipake di Osaka gak sih?
    Sempet browsing tapi makin bingung

    Thank you ya

    Salam
    Nonik

    1. Hai Nonik!

      Waktu di Osaka, gw pakai Osaka Amazing Pass – One Day Pass. Perhitungannya karena seharian gw akan masuk ke beberapa tempat wisata utama di Osaka dengan akses transportasi lebih banyak menggunakan subway, bukan JR!
      Sedangkan karena tempat wisata di Kyoto mudah diakses dengan menggunakan bus, maka gw membeli Kyoto City Bus & Kyoto Bus One-Day Pass.

      Kalau dari beberapa informasi yang saya baca, Suica hanya bisa dipakai di area Tokyo (JR East) sedangkan ICOCA untuk area Osaka (JR West). Tapi mungkin Mbak Nonik bisa kroscek lebih lanjut tentang kartu ini ya.

      Semoga jawabannya membantu ya, Mbak!

  15. Assalammualaikum Vika,
    Thanks infonya komplit euy disini.
    Oya,Di hari terakhir kamu tgl 12 april masih adakah Sakura terlihat?
    saya ingin lihat sakura tp baru bisa ke jepang minggu kedua yaitu 13 april.. masih nemu gak ya?

    Thanks
    nisa

    1. Waalaikumsalam, Nisa
      Thanks dah mampir ya.
      Waktu itu masih ada kliatan sakura di hari-hari terakhir, tapi memang sudah tdk banyak sakura yang berkembang dan viewnya juga kurang keceh. Saran gw, Nisa bisa cek jadwal perkiraan sakura dan cari sakura di spot-spot sakura terkenal di sana ya.
      Semoga membantu jawabannya ya.. 😃

  16. Hi mbak Vika,

    Thanks untuk sharing pengalamannya, membantu banget… 🙂 Mbak Vika waktu apply visa kan harus submit itinerary tuh, nah di dalem itinerary nya kan ditulis nama hostel2 di mana mbak akan stay. Aku mau tanya, apa bukti bahwa kita udah booking hostel2 tersebut juga harus disertakan? Diminta ngga ya sama petugas visanya?

    Makasih 🙂

    1. Hai Jane!
      Memang persyaratan visa tidak ditulis untuk melampirkan bukti bookingan hostel. Namun sebagai memperkuat bukti tempat penginapan, saya melampirkan bookingan hostel tersebut. Untuk jaga-jaga aja sih. 😃
      Semoga membantu ya jawabannya.

  17. Mbak vika, kalo saya mau brgkt bulan januari tahun depan dan sudah booking hotel dr sekarang dapat diskon gak ya hotelnya secara bulan januari adalah musim dingin ? Saya rencana tiba di haneda dan pulang dr osaka, apakah saya lebih baik membeli JR Pass atau naik bis malam aja ya ke osaka nya ?

    1. Hai Iis,
      Coba di cek and ricek dulu ya hotel yang mau dituju, tapi biasanya kalau penginapan di bulan Januari (di musim dingin) mereka sering memasang tarif diskon. Sepertinya lebih baik memesan hotel mendekati waktu keberangkatan saja.
      Untuk pertanyaan apakah menggunakan JR Pass atau bis malam, bisa dilihat di postingan Printilan Jepang ya. Perbandingannya sudah ditulis secara jelas.
      Semoga jawabannya membantu menyusun itinerary ya, Iis.. 😃

  18. Hi mba vika,, aq nanyanya pindah kesini ya,,

    1. Mba wktu bw yen nukerin yen nya dalam bentuk pecahan brp ya?
    Bingung ni saya mba, mau nukerin dlm pecahan brp aja, ada saran mba?
    Butuhnya klo mau buat beli jajan & tiket disana (tiket subway & tmpat wisata).
    Oya, saya disana selama 15hari mba, insya allah brngkat tgl 30-15 july nnti

    2. Klo buat beli one day bus pasa di kyoto bs byr pake cc atw hrs cash mba?

    3. Mba vika pernah pake booking.com ga?
    Saya baru 1x ini pake, itu nanti byrnya otomatis si booking bayarin langsung ke hotel & nnti tagihannya masuk ke cc qta gt? Atau vouchernya si booking cukup qta tunjukin ke hotel saat cek in & bill nya qt byr lansgung ke hotel ya?

    Oya, alhamdulillah sy dpt tiket jkt-hk-narita & kansai-hk-jkt dari cathay hrg 11jt untk b2 mba, itu udh include airport tax & bagasi,, ada pengalaman pake cathay mba? Jarang denger nama maskapai ini soalnya,,

    1. 1. Biasanya gw menukar tergantung ketersediaan pecahan yang ada di tempat penukaran, Novia. Saat itu gw mendapatkan pecahan 10.000 dan beberapa lembar 1.000. Kalau khawatir dengan pecahan besar, setiba di Jepang ketika pertama kali transaksi langsung gunakan pecahan besar.
      2. Menggunakan uang tunai, Novia. CC gw pakai hanya dalam kondisi darurat. 😄
      3. Ketika check in di tempat penginapan dengan menggunakan booking.com, kamu tinggal tunjukan bukti pemesanan dan bayar langsung. Cathay Pacific termasuk top 3 best airline of the world 2015! Pelayanannya juga keceh kok!

  19. VIP stok Yen kosong mba,, 😦
    drtdi nelp Valuta Money Changer yg di ITC ambas tp ga diangkat2.. takutnya udh kesana stok Yen kosong juga,, 😦

  20. alhamdulillah mba vika,, kemarin sore aku nekat dateng ke valuta artha di itc kuningan dapet yen pecahan 10.000, kt mas yg jaga, stok yen baru dateng ga lama sebelum saya dateng,, dr pagi kosong ktnya,, alhamdulillah tenang skrng.. 🙂

  21. Dear Mba Vika. Suka banget ma postingan nya.
    Niat bgt utk jalan sendiri. Dikarenakan aku blom ketemu temen yg bs diajak asik ke jpg. Maksud spti, aku ingin msk butler / maid cafe, tmn tdk suka. Aku ingin cb onsen dsna tp tmn tdk mau tlanjang rame2. Aku ingin bergaya cosplay di jpg. Hanya di jpg. Tmn blg malu jln dgn saya. Krn aku pikir yah itu jepang. Aku mau cb jln dgn kimono jg. Hehehe. Pjg lebar. Sebetulnya mau tanya. Aman gak utk turis cewe sdrian di jpg? Aku ada basic bhs jpg krn anime hehe. Dan prnh bbrp x ke ngra asia sdrian. Cm jpg termasuk ngra besar n canggih.
    Dan satu lg. Utk persetujuan visa mcm interari dll persiapan okeh. Tp haruskah ada seperti fotokopi tabungan min 3 bln senilai 20jt? Gosipnya spti itu.
    Niat n tabungan utk jln ada. Tp klo tabungan dipakai utk jln2. Jd kan isi tabungan kluar. Hehehe. Bagaimana ya?
    Bgug y. Misal budget 20jt. Tabungan mengendap 20jt. Total 40jt.
    Sedangkan tabungan ku hanya 20jt. Dan itu yg utk jln2nya. Aku muter2 y.. bgug sdri jdnya.. hahaha. Maaf
    Jd pertanyaan ku cm 2 sih. Aman tdk traveling sdrian. Dan visanya.

    1. Hai Yanni!
      Jepang termasuk negara yang aman dan friendly untuk solo traveler. Jadi jangan khawatir untuk jalan sendiri. Saya beberapa kali bertemu dengan para wanita solo traveler.

      Di persyaratan visa yang di tetapkan Kedutaan tidak ada aturan tertulis nominal saldo yang tercantum di rekening tabungan. Namun saya menyarankan untuk mengatur cash flow tabungan selama 3 bulan terakhir dalam mengurus persyaratan visa. Jangan ada pemasukan dan pengeluaran “kagetan” yang akan menjadi pertanyaan pihak Kedutaan ya.
      Selamat mencoba!

  22. Hi Mba Vika,

    Mau tanya j-hopper itu penginapannya bagus tdk yah? Saya lagi bingung menentukan antara hana hostel kyoto dengan j-hopper kyoto. saya sdh book keduanya, supaya amanin dl tempat. Mohon infonya mba Vika, kl dari pengalaman searching mba vika, ok-an mana yah? Terima kasih 🙂

    1. Hai Meliana…
      Based on pengalaman menginap di J-Hopper Osaka, gw puas dengan fasilitas dan pelayanan mereka.
      Selama ngubek-ngubek cari penginapan, review terbanyak di Hana Kyoto Hostel. Teman-teman yang pernah menginap di sana juga bilang puas dengan Hana Kyoto Hostel. Rekomended lah intinya. Dari sisi jarak, Hana Kyoto juga lebih dekat.
      Kalau masih bingung, coba liat review di tripadvisor, mungkin bisa membantu kegalauan Meliana. 😁

  23. Hi Mbak Vika, aku baru baca postingan yang ini dan baru tahu mbak udah kasih link download itin. hehe, sebelumnya aku komen di post yang ttg visa, jadi kayaknya gausah dikirim aja mbak, aku udah download. ^^
    So far, info2 dari mbak membantu banget.

    Maaf ngerepotin kalo aku tanya2 ya Mbak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s