Visa Jepang

Visa Japan - April 2015
Visa Japan – April 2015

Visa adalah sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke negara Jepang dan bukan berarti izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang. Keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak ke negara Jepang akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di Jepang.

Ini adalah kalimat pembuka yang tertulis paling atas di website Kedutaan Jepang.
Hmmm…. Bikin jiper gak tuh??? Habis baca kalimat diatas, malah terbayang gambar tengkorak dengan tulisan “WARNING!!! DANGER ZONE” #eaaaa

Kalau bisa milih nih, rasanya males banget ngurus visa ke Kedutaan. Stresnya selalu panjaaaaang (kayak Choki-Choki), bikin eneg dan gak napsu makan! Dimulai dari bikin itinerary (yang masuk akal)-ngurus berkas persyaratan visa-masukin berkas visa ke Kedutaan-ngambil visa dan yang paling deg-degan itu pas buka paspor untuk melihat kenyataan visa diterima atau nggak. Mau beberapa kali bolak-balik ngurus visa sendiri, tetap aja sensasi deg-degannya selalu punya cerita tersendiri. *gulp*

Sesuai dengan informasi yang ada di website Kedutaan Jepang menginformasikan bahwa permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi masing-masing alias sesuai domisili yang tertera di kartu nama KTP. Berhubung gw lahir di Jakarta dan hidupnya di Jakarta coret, jadi gw akan mengajukan visa Jepang di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta
Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA
Telephone: (021) 3192-4308
FAX : (021) 315-7156

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

Jam Kerja Bagian Visa
Hari Senin – Jumat, (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan)
Pengajuan Permohonan Visa : 08:30 – 12:00
Pengambilan Paspor : 13:30 – 15:00

Per 1 April 2015
Biaya Visa Single Entry semula Rp. 320.000,- menjadi Rp. 330.000,-

Bagaimana dengan jenis visanya?
Ngarepnya sih ngurus visa kunjungan bisnis atau visa khusus. πŸ˜›
Fact –> gw mengajukan Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri yang ditujukan untuk tujuan wisata dengan menggunakan dana pribadi dan hanya dapat digunakan untuk satu kali kunjungan.

Dilihat dari persyaratan yang diminta ada beberapa yang harus gw urus dari beberapa hari sebelum mengajukan visa ke Kedutaan.

  • Gw harus foto ulang mengingat update pipi ini sudah semakin chubby, pasti antara kenyataan dan angan-angan signifikan sekali terlihat perbedaannya terutama kalau dengan pas foto setahun lalu disaat pipi terlihat tirus. Oya pastikan juga ukuran hasil fotonya 4,5cmx4,5cm ya! Karena ketika gw sudah selesai mencetak foto, ternyata mbak-mbaknya mencetak di ukuran 3,5cmx4,5cm. Harus teliti sebelum membeli..!
  • Seluruh berkas persyaratan gw print di atas kertas A4, termasuk fotokopi KTP di atas selembar kertas A4.
  • Membereskan urusan surat keterangan kerja berbahasa Inggris dan rekening koran 3 bulan terakhir
  • Mencetak tiket pesawat PP dan bookingan ketiga hostel yang gw inapi

FYI : Walaupun tidak ada koreksi yang disampaikan oleh petugas Kedutaan pada saat pengecekan berkas, namun sesuai info yang bertebaran di blog-blog, untuk menjawab pertanyaan yang tidak ada jawabannya di fomulir permohonan visa dapat dijawab dengan kata ‘NONE’, bukan dengan tanda strip (-).

*****

Kamis, 5 Maret 2015
Gw janjian dengan Yudha langsung bertemu di halte bus Grand Indonesia. Hooh, halte bus! Biar gampang meeting pointnya, daripada nanti janjian di dalam Grand Indonesia yang ada nanti berlanjut makan cantik plus cuci mata. Jam 09.50 gw sudah tiba di halte bis, kemudian kami berjalan menyusuri trotoar menuju Kedutaan Jepang. Lokasi Kedutaan Jepang ini sangat mudah ditemukan, menempati jalan utama Jakarta yaitu MH Thamrin, posisi gedungnya bersebelahan dengan The Plaza (yang bersebelahan dengan Grand Indonesia) kemudian tinggal cari polisi ataupun security yang bertebaran berdiri mengelilingi bangunan dan pintu masuk Kedutaan. Gampang kan?! πŸ˜€

Sampai di depan pintu Kedutaan, (sepertinya) dikarenakan terbatasnya kursi didalam ruangan pengurusan visa, pihak Kedutaan membatasi yang masuk kedalam Kedutaan hanya untuk pihak yang berkepentingan, untuk pengantar diharapkan menunggu diluar Kedutaan. Setelah masuk, seperti proses keamanan yang lainnya, gw menukarkan KTP dengan ID Card Tamu. Kemudian kami melangkah masuk kedalam menuju pintu berkaca bening yang tampak ramai dengan orang-orang. Di balik pintu tersebut adalah tempat mengurus visa.

Didalam ruangan, terdapat 5 loket. Untuk mengambil nomor antrian yang dikhususan pengurusan visa, ambilah nomor antrian untuk loket A. Dan kami mendapat nomor antrian 101, sedangkan pada pukul 09.54 petugas sedang melayani nomor 69. Hmmm… masih ada 32 antrian lagi. Mari kita bersabar menunggu… *ngeluarin cemilan, ngunyah kacang rebus*

Ruangan di area ini terbilang cukup besar dan padat orang yang keluar masuk untuk mengurus visa. Kami sempat dibantu oleh seorang Bapak (berpakaian santai) yang tampaknya berprofesi sebagai pengurus jasa visa dari travel agent. Beliau sempat menanyakan apakah kami sudah mempunyai lembaran untuk tanda terima visa. Kemudian beliau memberikan 2 buah tanda terima visa, serta menjelaskan apa saja yang harus diisi dan memberitahukan bahwa kami berdua ambil satu antrian saja kalau ditanyakan oleh petugasnya, jawab saja kalau kami bersahabat. Okeh, informasi yang jelas! Thanks to Bapak yang baik hati ini..

Sambil menunggu, gw mengamati kegiatan di dalam ruangan ini. Jika di bandingkan dengan ruanganΒ pengurusan visa Korea, New Zealand dan Australia (yang dipihak ketiga kan), sepertinya hanya di Kedutaan ini yang terbilang longgar. Sesuai dengan pengalaman sebelumnya, handphone harus dibunuh dimatikan dan tidak dalam posisi silent. Sedangkan didalam kedutaan Jepang, walaupun dipintu masuk terpampang jelas gambar Handphone dicoret namun orang-orang masih mengaktifkan handphone, bahkan beberapa kali gw melihat ada orang yang sibuk menelpon. Apesnya, ada seorang wanita yang sedang menelpon dan posisi duduknya persis berada di depan loket. Alhasil doski kena tegur lewat pengeras suara agar sesegera mematikan telepon. Hmmm… tengsin gak ya tuh orang ditegur lewat pengeras suara ??? Kalau gw sih bakal tengsin habis, judge sosial orang-orang ngeliatin kita yang bikin shock.

Satu jam kemudian, nomor gw dipanggil. Kami segera maju dan memberikan berkas yang diberikan. Berkas yang gw berikan berikut susunannya antara lain :

  1. Paspor
  2. Formulir permohonan visa dengan menempelkan pas foto terbaru, berlatar belakang berwarna putih dengan ukuran 4,5 cm x 4,5 cm
  3. Fotokopi KTP di kertas A4
  4. Bukti pemesanan tiket pesawat pergi-pulang
  5. Itinerary lengkap (berikut informasi jadwal harian tempat-tempat yang akan gw kunjungi dan alamat hostel) yang gwΒ download dari website Kedutaan Jepang
  6. Rekening Koran 3 bulan terakhir
  7. Surat Keterangan Kerja *
  8. Bukti pemesanan hostel dan tiket pesawat Osaka-Tokyo *
    * Data tidak dipersyaratkan oleh Kedutaan

Mbak-mbak petugasnya mengecek kelengkapan berkas dan kemudian mengatur urutan berkas. Semua berkas harus diurutkan sesuai dengan persyaratan berkas yang dicantumkan oleh Kedutaan, dari berkas yang gw berikan, petugas Kedutaan mengatur kembali urutan berkas yaitu Surat keterangan kerja dipindahkan urutannya sebelum rekening koran dan bukti pemesanan hostel, namun gw tidak tahu letak posisinya diatur dimana. Doski cepat sekali merapikan berkas yang gw berikan. Kemudian gw diberikan kertas tanda terima visa sambil berkata, ” Nanti di ambil hari Selasa, jam 13.30 – 15.00 dan membayar Rp. 320.000 “. Gw pun tersenyum lebar…

Ketika giliran pengecekan berkas Yudha, ternyata doi memberikan fotokopian tabungan tanpa memfotokopi halaman paling awal yang berisi data informasi penabung. Akhirnya berkas Yudha dipending dahulu, diminta segera memfotokopi kekurangan yang ada dan segera memberikannya kembali ke petugas yang sama (tanpa mengambil antrian kembali) sebelum jam 12.00.

Kami berbalik keluar ruangan. Selesai menukar ID Card, kami berjalan ke arah halte bis Grand Indonesia. Setelah itu kami berpencar, gw bermaksud menaiki jembatan penyebrangan dan Yudha akan menuju Grand Indonesia mencari tempat fotokopi. Gud lak, Yudha! Gw balik duluan yaaa…

Tanda terima visa
Tanda terima berkas visa

*****

Selasa, 10 April 2015
Gw tiba di Kedutaan Jepang pada pukul 13.38. Niatnya sih sambil nunggu Yudha, gw akan duduk melipir disekitar Kedutaan saja. Yang ditunggu belum ada penampakan, gw iseng-iseng berhadiah berjalan menuju Kedutaan. Sampai di depan Kedutaan, antrian masuk menuju Kedutaan mulai tampak mengular. Ah, baiklah.. Mari kita antri saja!

Waktu yang dibutuhkan masuk hingga masuk kedalam ruangan pengurusan visa kurang lebih 18 menit. Tepat pukul 14.00 gw mengambil nomor antrian dan mendapatkan nomor undian 350 untuk loket A. Still 67 to go!!!

Tidak lama berselang Bapak Yudha tiba dengan muka kucel di dalam ruangan. Kami menunggu sekitar 40 menit hingga nomor kami dipanggil.

” Teng Tong ”
Nomor 350 tertera di atas loket.
Kami serahkan nomor antrian dan bukti pengambilan berkas visa.
” enam ratus empat puluh ribu rupiah “, kata petugasnya.
Kami serahkan uangnya dan dikembalikan paspor kami.

*lub dup-lup dub-lup dub-lup dub*
*detak jantung mulai meningkat*
Gw buka lembaran halaman paspor dan sudah tertempel visa Jepang dengan foto muka gw yang tampak membulat. 😦

Sakura, I’m coming, bebih!!!!

Sakura a.k.a cherry blossom
Sakura a.k.a cherry blossom
Sakura
Sakura
Advertisements

23 thoughts on “Visa Jepang

  1. Hai mbak… seru banget baca postingan jepang dan korea mu. oh iya aku boleh minta itinerary dan budget selama di jepang dan korea gak ? rencananya mau ke korea lanjut jepang awal april nanti πŸ˜€ . Makasih

  2. Hai Mba,

    Tulisannya informatif sekali, kebetulan sedang mempersiapkan untuk ke Jepang dengan keluarga. Mau tanya dong (jika memang tahu) :
    1. Formulir permohonan visa boleh ditulis tangan kah? Karena file nya PDF
    2. Jika akan mengurus visa untuk anak-anak juga, apakah harus membawa anak-anaknya serta?
    3. Boleh dong mba itinerary Jepang di email ke alma.fanniya@gmail.com (jika tidak merepotkan)

    Thanks mba

    1. Hai Mbak Alma!

      Senang sekali kalau postingannya bisa membantu Mbak Alma dalam mempersiapkan trip ke Jepang.
      1. Untuk formulir visa, saya tulis dengan tulisan tangan sedangkan untuk itinerary ditulis (diedit) langsung ke dalam format word yang sudah disediakan Embassy Jepang.
      2. Kalau informasi apakah harus membawa anak-anak dalam mengurus visa, saya tidak tahu, Mbak. Mungkin bisa telepon langsung ke Embassy. Namun seingat saya ketika kesana, saya tidak melihat ada anak kecil didalam ruangan.
      3. Itinerary nya dah dikirim ya,mbak. Bisa tolong dicek.

      Selamat merancang itinerary ya, Mbak!

    1. Hai hai Rachma..,
      Yup, untuk pengurusan visa harus sesuai dengan domisili alamat KTP. Jadi sesuai dengan yang ditulis Rachma, walaupun KTP Surabaya sedangkan tinggal di Jakarta, pengurusannya lewat Wilayah Yuridiksi Surabaya..

  3. Kak Vikaaa. Waktu persyaratan rek koran tabungan ada minimal berapa rupiah yg harus ada di dlmnya gak? Denger2 kata org katanya minimal 30jt?

    Riskan di tolak gak sih Kak kalau sudah beli tiket pesawat dan booking hotel taunya zonk visa gak dapet?:( takut huhu

  4. Hi Mbak Vika,

    Boleh minta share iterinarinya ???? ^^
    rencana mau ke jepang dengan ibu april nanti, lagi kumpulkan semua pengalaman dan pengetahuan tentang jepang..

    thank you……

  5. Mbak Vika, mau tanya masa berlaku visa Jepang itu hanya perperiode kita keberangkatan atau tahunan gitu? Terimakasiihh πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

    1. Halo Tiwi!
      Untuk visa Jepang yang gw gunakan, berlaku untuk sekali perjalanan sedangkan untuk visa waiver berlaku selama 3 tahun atau sampai batas akhir berlaku paspor (bila masa berlaku paspor kurang dari 3 tahun).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s