[Malaysia] Day 4 : Hop on hop off airplane

Sebenarnya tuh yaaaa…
Cerita hari ini lebih banyak didominasi cerita membosankan yaitu perjalanan kami menuju tanah air tercinta. Gak banyak yang bisa diceritakan selain rushing-nya kami ber-hop on hop off airplane (baca:transit) menuju penerbangan selanjutnya dan keparnoan kami bersamaan dengan munculnya berita hilang sinyal pesawat Air Asia QZ8501 ditengah angkasa bertepatan ketika kami check in di KL. *Jeng jeng jeng…* *backsound musik horor*

*****

Jam 6 kami janjian dijemput Bang Ratha (again) untuk menuju Siem Reap International Airport. Jam 6 kurang gw sudah turun ke lobi meninggalkan Ade yang masih sibuk membereskan dandanannya. Sampai di lobi, sudah ada Uke yang lagi sibuk muter-muter jeprat-jepret di lobi dan Didit yang sepertinya lagi asyik chit-chat dengan Bang Ratha. Berhubung urusan check out sudah di bereskan Didit setengah jam sebelumnya, berarti kerjaan kami hanya tinggal menunggu Ibu Ade turun dari kamar.

Ketika gw mendekat ke arah meja resepsionis, tiba-tiba gw disodorin sebuah wadah yang berisi beberapa gulungan kain syal bernama Krama (bukan Tata Krama ya) yaitu kain tradisional khas Kamboja oleh resepsionis hotel. Uke memberitahu gw kalau itu gretong diberikan untuk kami! Ahhh… Gw terharu sekali!!! Apalagi ketika mendengar kata ‘gretong’ *mata berbinar-binar* *dan maaf, ini bukan gratifikasi*

Baru sekali ini dapat souvenir dari hotel padahal biasanya gw yang ngembat souvenir ( baca:sebatas sendal hotel;kalau terpaksa banget botol shampo pun gak papa πŸ˜› ). Pelayanan hotel ini coooo cweet banget ih!

Setelah Ade datang, kami langsung dadah-dadahan dengan resepsionis hotel dan menggeret koper-koper yang mulai tampak membuncit menuju tuk-tuk Bang Ratha. Dengan sigap Bang Ratha mengatur tumpukan koper-koper kami.

Dan tiba-tiba saja Bang Ratha memberikan kami surprise. Doski memberikan kain Krama kepada kami sebagai souvenir. Beliau mengatakan jangan dilihat dari harganya, tapi semoga kami suka dengan permberiannya. Arrggghhh… Gw terharu banget!!! You are my favorite tuk-tuk driver, Bang Ratha..! *Srooottt* *lap ingus* *abaikan kenyataan kalau gw tidak pernah kenalan dengan tuk-tuk driver selain Bang Ratha*

Bang Ratha kemudian memberikan kartu namanya dan menitipkan pesan jika ada yang ingin ke Siem Reap bisa menggunakan jasa tuk-tuknya. Ah, kalau itu sih gak usah dibilangin lagi Bang Ratha! Pasti kami akan memberikan rekomendasi tuk-tuk Bang Ratha dan kami akan menuliskannya ‘edisi special Bang Ratha-service tuk-tuk memuaskan‘ di blog supaya para pembaca setia blog gw bisa tahu kebaikan dan keramahan Bang Ratha. *ehhh* *pembaca setia blog gw?* *situ sapah sih?* *hanya seorang manusia biasa kok* *bersiul*

Dan kami bergegas naik tuk-tuk untuk menuju bandara. Perjalanan ditempuh selama 20 menit. Tidak banyak yang bisa dilihat di pagi itu. Kota tampak sangat lengang, tidak ada aktivitas yang berarti karena semua turis pasti sedang ramai berkumpul di Angkor Wat.

Receptionist
Receptionist
from hotel
Krama – Souvenir from Golden Temple Villa
Bang Ratha's tuk-tuk
Bang Ratha’s tuk-tuk
Kami dengan pemberian Karma dari Bang Ratha
Kami dengan pemberian Krama dari Bang Ratha
Suasana SR di pagi hari #1
Suasana SR di pagi hari #1
Suasana SR di pagi hari #2
Suasana SR di pagi hari #2

Sesampai di Siem Reap International Airport, kami ngobrol sebentar dan kemudian say goodbye kepada Bang Ratha. Perpisahan itu berat sekali ya, Saudara-saudara. Walaupun pertemuan kami dengan Bang Ratha hanya berlangsung 2 hari namun tidak akan gw lupakan keramahan dan senyuman maut Bang Ratha yang menemani perjalanan kami di bawah teriknya matahari. *ciyeee ciyeee* *waving hand*

Berhubung kami sudah web check in, kerjaan utama kami hanya drop barang. Setelah bagasi aman terkendali, kami mencari pojokan untuk melangsungkan mini-breakfast yang kami bawa dari hotel. Dan tanpa ada komando, napsu makan gw hilang tak berjejak dengan teringatnya ; ternyata-oh-ternyata ; tripod yang gw pinjam dari Uke tertinggal di kamar hotel. *ketok-ketok kepala* Pantesan ajah kenapa tentengan gw berasa ada yang kurang. Ih, dodol banget deh eikeh!

Terus apa yang gw lakukan selanjutnya? Merutuki kebodohan gw yang hanya me-sweeping kamar mandi sebelum meninggalkan kamar. Sedangkan letak tripod berada di kaki tempat tidur gw dan tidak terjangkau pandangan mata karena bungkus hitam tripod tersamar dengan warna dinding kamar yang berwarna cokelat. *sigh*

Maapkan dakuh, Ukeeee…!!!! Aku menyesal, sungguh…!!!

Selesai membereskan sampah makanan, kami beranjak masuk menuju imigrasi. Gw jelaskan sedikit denah letak imigrasinya ya. Sebelum loket imigrasi itu terdapat pemeriksaan X-Ray. Nah, sehubungan dengan antrian imigrasi sendiri sudah mengular (diakibatkan tidak semua loket imigrasi di buka) menyebabkan hubungan-sebab-akibat antrian panjang di pemeriksaan X-Ray. Ngerti gak penjelasan gw, pemirsah? Gak?!?! Ya udah, pura-pura ngerti aja deh ya! πŸ˜€

Yang membuat gw terpesona, ketika pemeriksaan X-Ray, S.E.M.U.A barang yang dibawa dan menempel di badan (kecuali baju dan celana yeee) harus dilepas dan dimasukan ke dalam box untuk masuk di X-Ray. Handphone dan jam tangan langsung gw masukan ke dalam ransel, namun gw terbengong ketika melihat orang-orang sibuk melepas sepatu dan meletakannya didalam box. Emmm… Kenapa berasa pemeriksaan di Amerika sana ya??? Terus, kenapa gw berasa gak rela ngelepas sepatu ya?? πŸ˜€ Sumprit deh, di Soetta ajah gak gini-gini amat.

Terus ada cerita yang bikin apes lagi nih. Didepan gw ada sepasang suami istri berwajah India yang membawa cairan dalam jumlah banyak (sepertinya sih madu). Walaupun doski beritikad baik dengan lapor kepada petugas tapi tetep aja cairan dalam jumlah banyak tidak boleh masuk ke dalam kabin keleeeuuusss. Alhasil semua barang-barang doski di uprek-uprek sama petugasnya. Proses pemeriksaan barangnya lambreta habis deh dan gw harus sabar menanti barang doski selesai di uprek-uprek.

Lesson & learn : Kita gak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi di pemeriksaan custom dan imigrasi. Persiapkan waktu dengan baik untuk proses check in, pemeriksaan barang (custom) dan imigrasi. Proses yang kami butuhkan dari pemeriksaan custom (X-Ray) dan imigrasi dengan jarak (hanya) 2 meter butuh waktu 20 menit saja! Bravo!!!

Sesampai di boarding room, panggilan masuk pesawat di umumkan dengan lantang. Kami segera berbaris manis mengantri masuk pesawat menuju KL. See you soon, Siem Reap! Gonna miss you!!! *waving hand part 2*

*****

Pesawat mendarat dengan sempurna di KLIA2. Berhubung kami tidak menggunakan connecting flight SR-KL-Jakarta dan hanya punya waktu 3 jam untuk penerbangan selanjutnya, dimulailah amaizing race! Dengan rincian sebagai berikut :
* Dari keluar pesawat hingga tiba di imigrasi memakan waktu 25 menit
* Dari ambil bagasi hingga selesai proses drop baggage yang berada di level 3 memakan waktu 30 menit.

Sambil menunggu antrian drop baggage, gw mulai mengaktifkan handphone. Sms dari Momsky masuk ke handphone..
” Dek, dah dimana? Pesawat air asia dr Surabaya hilang barusan. Doa terus ya mohon pada Allah. Kabari. ”
” Okay, Mom…! Udah di Kuala Lumpur, lagi check in. ” *no comment* *speechless*

Dan masuklah bertubi-tubi wasap dari sahabat-sahabat yang sayang kepada kami, menanyakan dimana posisi kamiΒ saat itu setelah mendengar berita jatuhnya pesawat AA. Salah satunya percakapan antara Nina dan kami di grup..
Nina: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/12/28/095718626/Pesawat.Airasia.dari.Surabaya.ke.Singapura.Dilaporkan.Hilang
Girls ati2 ya… Cuacany lg jelek trs ”
Gw Β  : Lg check in,Na. Dah di KL.
Nina : Iya itu ilangnya skitaran perairan Kalimantan,Vik. Ati2 yaaaak. Walaupun lo nyebelin tp i lop u fuuullll
Gw Β  : Okeh. Tq,ciinnn *emoticon kecup*
Nina : Itu link dr Onggo. Salah pula beritanya ktny brgkt sabtu,28 Des. Padahal tgl 28 kan hari ini.Β Antara perairan kalimantan-Babel jatuhnya.
Gw Β  : Iy, gw dah liat d detik. Doakan kami baik2 sj,bu.
Nina : Jgn ngmg gitu doong…Tar gw mewek nih.

*****

Selesai urusan bagasi, masih ada kesempatan untuk makan siang. Dari berbagai macam pilihan restoran yang ada di level 3 plus Didit lagi kepo dengan rasa nasi lemak, maka pemenangnya jatuh kepada restoran Bibik Heritage.

Apakah Bibik Heritage itu?
Kalau dari info yang dikutip dari wesite KLIA2, Bibik Heritage is an authentic Peranakan concept featuring a restaurant complemented by the fashions and accessories at Bibik Closet and local delicacies at Baba Bar. Menimbang-mengingat-memperhatikan posisi restoran ini sangat strategis dari area check in serta dalam rangka mengurangi beban kerja pegawainya, maka restoran ini menetapkan sistem pelayanan yang mengharuskan customernya langsung memesan makan di kasir dan kemudian makanan akan di antar. Diantara berbagai menu yang berciri khas peranakan, gw prefer memilih nasi goreng Nyonya dan teh tarik. Rasanya so-so lah. Yang penting perut kenyang-hati senang! *huray*

Nasi Goreng Nyonya 13 RM , Teh Tarik 4,5 RM ; exclude tax 6%
Nasi Goreng Nyonya 13 RM , Teh Tarik 4,5 RM ; exclude tax 6%

Selanjutnya kami masuk ke dalam departure hall –> imigrasi–>mushalla yang memakan waktu 20 menit–>masuk kedalam boarding room. Sambil menunggu cuaca yang tidak kunjung membaik, jadwal pesawat kami mundur 50 menit dari jadwal keberangkatan. Kalau biasanya gw sudah ribut pesawat delayed, tapi rasanya saat itu gw memilih diam dan setuju delayed hingga kondisi cuaca aman dan kondusif.

Terus, bagaimana cerita perjalanan di atas pesawat ???
Berhubung kami duduk terpisah tercerai berai, hanya gw dan Didit yang duduk berdekatan di lorong pesawat, gw tidak tahu apa yang dirasakan oleh Ade dan Uke selama perjalanan.

Versi gw :
Walaupun frekuensi terbang gw terbilang cukup memuaskan, tapi sumpeh deh, kalau dah parno sama bayangan pesawat yang gw naikin itu akan jatuh (atau kalau gw lagi lebay ngebayangin pesawat meledak di atas), rasanya itu cupu habis dan parno gila-gilaan.
Teruuusss… Ketika kami akan take off, ada beberapa SOP yang harus diinformasikan, senior flight attedant-nya menjelaskan prosedur keamanan bla bla bla bla bla… Namun kali itu ada kalimat penutup yang berbeda dari sejarah perjalanan gw naik pesawat. Doski menutup kalimat dengan, ” May God bless us all !!!! “.
Argggghhh… Ini sih gak membantu menurunkan kadar hormon stressor gw. *komat-kamit baca doa*

Dari sebelum take off hingga pesawat landing di Soetta, tidak putus-putusnya gw membaca beberapa surat Al Quran, yaaaa antara ayat kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas dan mengulang kembali bacaan surat dari ayat kursi. πŸ˜€ Namun ada kalanya mata ini mulai tidak bersahabat, segenap jiwa raga gw berusaha menahan mata agar tidak jatuh tertidur dan walau ujung-ujungnya gw tertidur juga sih. Tapi ketika pesawat mengalami guncangan turbulance, gw akan otomatis terbangun kaget dengan mata tetep ngantuk dan sibuk komat-kamit baca doa. Turbulance tidak hanya terjadi sekali-dua kali tapi terjadi terus-menerus dan membuat badan menjadi lemas bin letih binti lesu. Gimana gak lemas, lah wong tidur belum puas dah kaget kebangun.
Kesimpulannya : Perjalanan 2 jam menuju Soetta sukses menyiksa dan memparnokan hidup gw!

Versi Didit :
Berita pesawat hilang + salam pramugari ” May God bless us all ” + sering goncangan = parno

Setelah landingΒ di Soetta, hanya bisa terucap Alhamdulillah *pasang senyum lebar*
Dan kami mengabarkan kepada duniaΒ keluarga masing-masing dan grup wasap kalau kami sudah tiba dengan selamat sentosa di Jekardah!

*****

Malam itu ditutup dengan pembicaraan gak penting kami di wasap grup.
Ade Β : Pramugaranya tadi ganteng, yg bilang ” tolong matikan jg ai ai yg lain ”
Nina : Ai ai apa?
Didit : Emang yang ngomong pramugara, De? Gw kira co-pilot
Gw Β  : Pramugara, Dit
Didit : Ai lop yu, Na (pembicaraan mulai random)
Gw Β  : Any others i
Ade Β : Kan pas die lg ngomong, gw lg di toilet belakang,Dit
Didit : Hooo
Nina : Lop u too,Dit
Ade Β : Doi nyuruh gw duduk dulu bentar dibelakang, karena goncangan, abis itu baru duduk gw
Nina : Kaga pahaaaam gw. Any others i apaan? Aah modus kali tuh pramugara, De
Gw Β  : Ade moduuuuuussss. Ade modus ke wc pas banyak goncangan. Hahahaha
Ade Β : Bagi yg lagi nyalain laptop, ipun atau ai ai yg lain, tolong dimatiin dulu, soalnya posisi mendarat gitu πŸ˜€ Kak Vika tau ajah
Nina : Hoooooo…Β Wkwkwkwk
Gw Β  : Disebutin ipad, iphone, ipod dan i lainnya
Nina : Biar kalo takut bisa minta dipeyuk. Hahahaha
Ade Β : Pas mau turun masi bilang thank u dengan senyum manisnya
Nina : Hahahaha…
Ade Β : Agak-agak mau jatoh tadi, Na. hampir mau dipegangin, tapi pinggiran pintu udah gw pegang,Β ga jadi jatoh gw. Tau gitu gw jatoh aja ya πŸ˜›
Gw Β  : Jyaaaa… Padahal itu gak pipis tuh. Cm pengen liat pramugaranya aja πŸ˜€
Ade Β : Beneran pengen pipis kok πŸ˜€ Pipis plus-plus
Didit : Baru kali ini denger pipis plus-plus πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s