Kudoakan surga untukmu, sahabatku Yeni!

prewedding #2
prewedding Yeni dan Mas Ari

[Sabtu, 23 Agustus 2014]

Siang itu posisi gw sedang berada Sorong, dalam keadaan jet lag (ya gw akui kalau gw termasuk orang yang sangat mudah jet lag walau hanya perbedaan waktu 2 jam -_- ) dan kondisi kurang tidur akibat transit di Ujung Pandang (di pukul 1 dini hari selama 2 jam), gw baru mengaktifkan jaringan internet handphone. Selang beberapa menit, munculah chat dari Nina di Wasap grup “Bengkulu! Bencoolen!” yang mengabarkan bahwa Yeni sedang memeriksakan kehamilannya, namun dalam kondisi tekanan darah yang cukup tinggi. Kami yang sudah mengetahui bahwa Yeni sudah mempunyai gejala pre eklampsi di dalam 2 minggu belakangan, hanya bisa mensupport dan mendoakannya yang terbaik untuk Yeni.

Hanya selang 30 menit dari percakapan grup, Nina menelpon gw.
” Vika, Yeni meninggal !!! ”
” Innalillahi wa inna ilaihi rajiun ”



Nina melanjutkan pembicaraan dengan menceritakan apa yang terjadi dengan kondisi Yeni sebelumnya. Gw mendengarkan dengan jelas apa yang Nina bicarakan, bisa menjawab pertanyaan Nina tapi dengan pikiran kosong hingga di akhir percakapan kami. Sambil menenangkan diri, kami mulai mengatur strategi bagaimana mencari kevalidan informasi tersebut tanpa membuat kepanikan orang lain. Nina mencoba menghubungi Mas Ari (suami Yeni) sedangkan gw mencari informasi lewat Dio (adik Yeni) dan mengabari Ade agar bisa mencari informasi lewat cara lain.

Gw coba menelpon Udin untuk menanyakan nomor telepon Dio, tapi Udin tidak mempunyai nomornya. Akhirnya gw coba mengontak Erik.
” Hallo, Bisa bicara dengan Erik?”
” Hallo”
” Rik, Ini Vika. Punya nomor telepon Dio gak?”
” Kenapa gak minta sama Yeni? ”
Hening. Gw sudah menduga pertanyaan ini keluar dari Erik.
” Yeni gak bisa gw hubungin, rik “, menelan ludah.
” Gw cari dulu ya, Vik. Nanti gw kabarin ”
” Okey, gw tunggu ya. Makasih ya, rik ”

Setelah mendapat nomor telepon dari Erik, gw mulai menelpon Dio. Setelah menunggu beberapa saat karena jalur telepon Dio sibuk, akhirnya telepon gw bisa masuk dan berita ini dibenarkan oleh Dio. Bayangan Yeni yang hamil dan sebentar lagi akan menggendong bayinya berjalan di pikiran gw. Namun sosok itu kini telah tiada, dengan perjuangannya sebagai seorang Istri dan (calon) Ibu.

Gw menginformasikan berita itu ke Nina dan tak lama kemudian Ade menginformasikan hal yang sama. Uke yang saat itu baru selesai dari dokter gigi, langsung bergerak menuju rumah sakit, sedangkan Ade dan Didit menuju rumah orang tua Yeni, dan gw hanya bisa memantau perkembangan lewat Wasap grup. Pikiran gw mulai berkelana, flash back momen-momen gw dengan Yeni, segala tingkah laku Yeni, teriakan Yeni di depan pagar rumah, celotehnya tentang kereta hingga pertemuan terakhir gw dengan Yeni dua hari sebelumnya. Kami hanya bercakap-cakap sebentar dan Yeni sempat mengeluh sesak, tapi melihat mukanya yang tidak tampak sesak, gw hanya mengomentari kalau sesaknya dari kehamilan yang besar dan cuaca malam itu tidak bersahabat. Tidak ada firasat apapun saat itu, sebelum pamit Yeni hanya berucap, “Hati-hati di Papua ya, Vika! ”

***

Kami adalah teman satu SMU, saat SMU gw hanya mengenal sosok Yeni sebatas anak IPS yang ramah dan suka mengobrol. Dan gw baru mulai mengenal lebih dekat dengan Yeni ketika ada rencana Reuni SMUNSA di tahun 2010, kami yang sama-sama masuk dalam panitia serta posisi rumah gw dan Yeni yang berdekatan membuat gw dan Yeni semakin sering bertemu.

Karena status yang sama saat itu, yaitu single. Kami sering hunting tempat makan baru. Di malam minggu kami suka janjian makan bubur SG dan baru pulang ketika Nyokap Yeni menanyakan keberadaan Yeni (hehehe.. Maaf ya, tante! πŸ˜€ ). Kami suka berolahraga renang dan kemudian menghancurkan niat diet (Yeni) dengan hunting makanan usai berenang. :mrgreen:

Di tahun 2012, Yeni berkenalan dengan Mas Ari, selang beberapa bulan kemudian Yeni mengabarkan bahwa hubungan mereka akan berlanjut ke jenjang perkawinan. Di bulan April 2013, lamaran pun dilangsungkan. Gw yang sudah diwanti-wanti beberapa bulan sebelumnya untuk hadir, sempat memfoto dan memposting cerita lamarannya. Persiapan acara pernikahan dilakukan secara detail oleh Yeni. Yeni sempat minta kepada gw untuk memfoto pre weddingnya, pada awalnya gw ragu menerima tawaran itu dikarenakan gw lebih suka memfoto pemandangan dan belum pernah menjajal foto pre wedd. Dengan sedikit bujukan (dan gw minta bayaran makan siang gretong, murahan bener yak gw ?!?!?!) gw terima permintaan Yeni. Dengan bantuan Dede sebagai penata gaya, Yeni memilih tema memancing karena memancing adalah hobi Mas Ari. Pagi yang terik itu kami berfoto di sekitar danau UI,Β  melanjutkan makan siang dan nyenyong gretong di Pondok Gurame dan soreΒ  itu ditutup dengan foto session di Studio Alam. Dengan kehadiran Dede sebagai penata gaya, kecerewetan Yeni dan bijaksananya Mas Ari, membuat hari itu penuh dengan keramaian dan kerusuhan. Dari sibuk mencari spot yang okeh, mencari gaya, mengatur properti hingga kami pun tak mau kalah berpose dengan calon pengantin.

Pada tanggal 26 Oktober 2013, akad nikah dan resepsi Yeni dan Mas Ari berlangsung lancar. Kami hadir lengkap, bahkan Nina beserta Fathar yang tinggal diluar kota, menyempatkan hadir di hari itu. Kebahagian seorang sahabat yang tidak ternilai adalah ketika kami bisa bersama-sama melewati satu fase kehidupan. Tidak ada yang lebih bahagia ketika gw melihat Yeni tersenyum bahagia di hari besarnya itu.

***

[ Sabtu, 27 September 2014 ]

Hari ini adalah pengajian hari ke 40.
Sudah hampir 40 hari kami ( read: grup “Bengkulu! Bencoolen!” ) lewati tanpa kehadiran Yeni. Sulit tapi walau bagaimanapun harus kami lewati. Di awal minggu, kami berkeluh kesah betapa cepatnya Yeni meninggalkan kami, rasa rindu kepada Yeni dan ucapan saling menguatkan satu sama lain selalu menjadi topik yang kami bahas. Untuk gw sendiri, gw harus berdamai dengan hati, mencoba menerima dan memaafkan diri karena menganggap pre eklampsi adalah hal yang biasa di masa kehamilan dan kemudian sahabat gw sendiri meninggal dengan diagnosa pre eklampsi. Hal yang tidak pernah gw duga akan terjadi di sekitar kehidupan gw.

Kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu, sahabatku. Semoga ini menjadi awal kehidupan baru untuk Yeni bersama putranya di surga-Mu, ya Allah.

” Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali “

Ya Allah, semoga Engkau memberikan tempat terbaik, tempat yang penuh dengan hamparan rahmat serta kasih sayang-Nya untuk Yeni Mardyana Rahmawaty beserta putranya, Ahmad Athar Cahyadiningrat. Allahumma aamiin.

Yeni Mardyana Rahmawaty
14 Februari 1982 – 23 Agustus 2014

prewedding #1
prewedding #1
Pre wedding #2
Pre wedding #2
Pre wedding #3
Pre wedding #3
IMG_0319
Pertemuan sebelum jadi calon manten
Fathar dan ibu susu :D
Fathar dan ibu susu πŸ˜€
Our trip to Cirebon
Our trip to Cirebon
IMG_0759
Bersua dengan Dede yang tidak bisa pasang muka jelek
Meet & greet with Fathar
Meet & greet with Fathar
IMG_3350
Friday night with Bumil
Arung Jeram Ciater 30 November 2013
Arung Jeram Ciater 30 November 2013
Yeni and Mas Ari wedding day
Yeni and Mas Ari wedding day *taken from Yeni’s facebook*
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s