Java Jazz 2014 : The 10th Year Edition of Java Jazz festival – Day 3

The free tickets
The free tickets

(V.E.R.Y) Late post part 2 …!

Day 3 : 2 Maret 2014

Jauh-jauh hari sebelumnya, gw bolak-balik membujuk merong-rong Mbak Iin untuk menanyakan apakah suaminya (Mas Yudhi) mempunyai tiket gratis Java Jazz. Akhirnya ketika hari H Java Jazz, gw dikabari oleh Mbak Iin bahwa Mas Yudhi sukses mendapatkan 2 tiket gratis untuk hari ke tiga *yeaaayyyy* , dengan semangat berapi-api gw menyengajakan bangun pagi di hari Sabtu yang cerah ituh dan janjian bertemu dengan Mbak Iin untuk mengambil tiket.

Tidak ada spesial performances yang kita tuju di hari ketiga ini, tapi gw hanya request ke Iin kalau ingin menonton Stage Act-nya Agnez Mo. Gw memang selalu penasaran bagaimana dengan pertunjukan livenya Agnez, apakah sama kerennya dengan pertunjukan livenya di televisi.

Jam 16.20 kami beranjak menuju Clear Hall, kami mencari pintu yang penuh dengan antrian orang dan benar saja antrian sudah tampak ketika gw datang. Hanya selang beberapa menit, tanpa diduga-duga pintu Clear Hall dibuka dan tanpa komando, whuuuusssshhhh… Orang-orang langsung berlarian mencari posisi terbaik. Gw dan Iin memilih untuk berada di sebelah kanan dari depan panggung karena jika kita memilih posisi berdiri berada di tengah, dorongan dan desakan orang akan lebih terasa. Benar saja dugaan gw, posisi gw yang berada di sebelah kanan dari depan panggung sudah mulai merasakan dorongan dari arah belakang. Sangat berbeda dibandingkan ketika gw menonton Earth, Wind & Fire Experience, gw tidak menemukan dorongan-dorongan orang bahkan kita masih punya space kalau ingin bergoyang. Kemungkinan sih karena jenis penontonnya yang berbeda, penonton pada hari Jumat lebih banyak yang cenderung dewasa (tampak banyak sekali para penonton yang masih menggunakan pakaian kerja), sedangkan penonton Agnez Mo sangat beragam dari remaja hingga dewasa ( tapi cenderung lebih banyak remaja sih).

Molor 20 menit dari jadwal, Agnez Mo membuka pertunjukannya dengan lagu Fly High. Dengan total 8 lagu yang dibawakan, gw cukup terpukau dengan pertunjukannya. Suara yang okeh banget-banget-banget, terutama ketika menyanyikan lagu His eye is on the sparrow, permainan suara tinggiiiiiiinya plus tehnik vokalnya yang tak perlu diragukan serta dance (including dancernya) juga membuat suasana semakin hot. Agnez menutup pertunjukannya dengan lagu Cake Bottle yang sedang gencar dia promosikan di US. Jika ingin liat pertunjukannya di Youtube bisa di klik disini ya.

Suasana antrian di Clear Hall
Suasana antrian di Clear Hall
Agnez Mo #1
Agnez Mo #1
Agnez Mo with the dancer
Agnez Mo with the dancer
Agnez Mo #2
Agnez Mo #2
Agnez Mo #3
Agnez Mo #3
Agnez Mo #4
Agnez Mo #4
Gaya Agnez ketika menyanyikan His eye on the sparrow
Gaya Agnez ketika menyanyikan His eye is on the sparrow

Usai dari Agnez, berhubung perut mulai tidak bisa di ajak kompromi, kami beranjak menuju Food Hall. Usai makan, kami sempat bingung mau kemana. Akhirnya kami memilih menonton Addie MS Family di D1 Simpati Hall. Agak-agak penasaran dengan bentuk pertunjukan keluarga pemusik ini. Berjalan masuk ke dalam hall cukup tersendat-sendat karena di dalam hall ini ternyata sudah di setting dengan kursi-kursi yang berjejer-jejer rapi.

Ketika kita sudah masuk di dalam hall, Addie MS sedang memperkenalkan Kevin Aprilio, anak pertamanya Addie MS yang merupakan punggawa grup band Vierratale. Tak lama kemudian Kevin mempertunjukan aksinya dalam bermain musik. Gw lupa Kevin memainkan lagu apa, kalau tidak salah doski sempat memainkan lagu-lagu di band Vierra. Pertunjukannya Kevin??? Emmm… My comment is ” Like father like son..!”

Selesai beraksi, Addie MS memanggil anak keduanya yang bernama Tristan Juliano. Munculah anak keduanya yang terlihat berondong dengan muka sumringah. *gw ikutan sumringah juga*
Tristan langsung didaulat mempertunjukan kebolehannya bermain musik, doski memainkan ‘Tom & Jerry Theme Song’ dan lagu ‘Stay The Night’ milik Zedd. Usai beraksi, sang Ayah menceritakan masa kecil Kevin dan Tristan yang sempat membuat Tristan tampak malu.

Tristan kemudian mengiringi Memes yang menyanyikan lagu ‘Seandainya’ yang pasti kalian sudah tahu kalau lagu ini merupakan ciptaan Kevin. Dilanjutkan dengan lagu ‘Terlanjur Sayang’ dan ditutup dengan lagu ‘Pesawatku’. Keluarga musisi ini memang ciamik sekali dalam menjaga kekompakannya, baik dari segi musikalitas maupun dari segi kekeluargaannya. Satu sama lain terlihat sangat akrab, tak ragu-ragu Addie MS mengacak-acak rambut Tristan, Memes menggandeng tangan kedua anaknya dan anak-anaknya tak malu menggandeng Memes di depan audience. Oya, Tristan terlihat lebih ekspresif dan lebih cerewet daripada si kakak. Tapi itu membuat gw jadi senyum-senyum sendiri melihat kelakuan Tristan si berondong. Happy family!!!

Addie MS Family #1
Addie MS Family #1
Tristan unjuk kebolehan
Tristan on the piano #1
Tristan on the piano
Tristan on the piano #2
Gaya Tristan ketika mengiringi Memes bernyanyi lagu Seandainya
Father & Son bonding
Memes
Memes
Tristan sadar diri kalau banyak yang suka dengan doski
Tristan sadar diri kalau banyak yang suka dengan doski
Tristan
Tristan in action
Lovely couple
Lovely couple
Addie MS Family #2 ; At the end of the show
Addie MS Family #2 ; At the end of the show

Malam itu, kami melanjutkan penjelajahan musik ke pertunjukan Allen Stone, disini kami hanya mendengarkan satu lagu. Gw juga lupa kenapa kita keluar dari hall sangat cepat. Maklum ajah, memori gw banyak yang terskip. πŸ˜›
Setelah itu kami menonton pertunjukan Elfa’s Bossas. Elfa’s bossas terdiri dari Elfa’s singer plus para pemain band. Siapa yang tidak kenal dengan Elfa’s singer ??? Grup vokal yang malang melintang di dunia musik dan song festival dibawah pimpinan Almarhum Elfa Secoria. Penampilan mereka malam itu tampak ceria dengan balutan seragam batik serta interaksi yang atraktif dengan para penonton semakin membuat suasana meriah.

Allen Stone
Allen Stone
Elfa's Bossas #1
Elfa’s Bossas #1
Elfa's Bossas #2
Elfa’s Bossas #2
Elfa's Bossas #2
Elfa’s Bossas #3
Elfa's Bossas #4
Elfa’s Bossas #4
Elfa's Bossas #5
Elfa’s Bossas #5

Malam itu, kami tutup dengan menonton pertunjukan Jamie Aditya. Doski bernyanyi (yang menurut gw hampir ke arah blues) dengan gaya sangaaaattt santai. Diantara lagu, Jamie berinteraksi dengan mengajak bicara para audiencenya. Gayanya yang cool dan ngocol seperti jaman nge-VJ di MTV dahulu, masih tampak jelas terlihat. Kami hanya stay disini untuk beberapa lagu. Berhubung besok kami akan bertemu dengan crazy-hectic-Monday, jadi kami memutuskan untuk kembali pulang.
Di akhir posting, gw hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mas Yudhi dan Mbak Iin untuk tiket gratisnya, yang telah membuat malam ini semakin ceria dan bahagia dengan tiket gretongnya. *lebaaayyyyy* πŸ™‚

Jamie Aditya #1
Jamie Aditya #1
Jamie Aditya #2
Jamie Aditya #2
Jamie Aditya #3
Jamie Aditya #3

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s