Java Jazz 2014 : The 10th Year Edition of Java Jazz Festival – Day 1

(V.E.R.Y) Late post…!
Harap maklum kalau gw tidak menuliskan postingan kali ini secara detail dan terlihat berlompat-lompatan dikarenakan postingan ini dibuat ketika mood sedang okeh dan mood ini baru tampak 11 minggu kemudian dari hari konsernya.

***

Bermulai dari iseng mencari informasi Java Jazz 2014, gw iseng mengkutak-katik line up penyanyi yang ada di website resmi Java Jazz dan munculah nama Jamie Cullum di line up special performance. Performance yang wajib – kudu – harus gw tonton karena doski termasuk ‘amaizing singer’ dan gape bermain piano. Dengan mengompori Iin (teman nonton Java Jazz di tahun 2013) untuk ikutan nonton, gw minta tolong Mbak Iin (kalau yang ini teman kantor) untuk membeli tiket promo tiket Buy 1 Get 2 BNI dan dalam beberapa hari daily pass ticket sudah ada di tangan. Sedangkan untuk tiket special performance Jamie Cullum, gw beli online jauh-jauh hari sebelum harga merangkak naik dengan seharga Rp. 150.000.

***

Day 1 : 28 Februari 2014

Sore itu gw sudah janjian dengan Iin untuk jalan menuju Kemayoran jam 16.30, apa daya ketika jam 4 lewat, Iin mengabari kalau dia masih meeting dan sepertinya akan telat. Jam 5 kurang, setelah mendapat kabar Iin sudah bisa keluar kantor, gw akhirnya keluar dari kantor. Sesuai dugaan gw, mencari taksi di jam 5 dan hari itu adalah hari Jumat, pasti luar binasa susahnya mendapatkan taksi, Cyiiinnn. Sempat berdebat meeting point dengan Iin karena doski gak tau jembatan atas Casablanca (padahal doski gawe di area Kuningan City 😦 ), dengan perdebatan yang pada akhirnya membuat gw ketawa-ketawa, Iin menjemput gw dengan menaiki taksi sebelumnya.

Perjalanan menuju Kemayoran harus ditempuh dengan kemacetan. Ketika memasuki Kemayoran, kami berbicara dengan supir yang taksi yang berwarna biru dan berlambang burung itu. Berikut sepenggal cerita antara gw, Iin dan supir taksi yang bernama Dicky.

D: Ada event Java Jazz,mbak?
I: Iya, mas.
D: Selesai jam berapa,mbak?
V: Selesai sekitar jam 1an kayaknya. Kenapa,mas?
D: Pool saya di Depok,mbak. Kalau nanti pulang mau naik taksi, biar sekalian saya pulang ke pool, Mbak.
I: Wah, boleh juga tuh..

Kami pun bertiga berbicara lebih lanjut..
V: Dah berapa lama bawa taksi,mas?
D: Seminggu,mbak.
I: Wah, baru banget ya.
V: Sebelumnya kerja dimana?
D: Di J*E, mbak. (salah satu perusahaan jasa pengiriman barang) Saya 7 tahun disana.
I: Kok pindah, mas?
D: Saya internal auditor disana, mbak. Yang saya audit ya keluarga-keluarganya mereka juga. Agak sulit.. Saya dulu juga mulainya dari bawah, dari kurir, terus administrasi sampai akhirnya Internal auditor.
I&V: (Kita berdua berpandang-pandangan sambil komat-kamit bilang “Internal auditor…!!! Internal auditor…!!!” )
D: Sekarang juga saya kerja jadi staf di kantor,mbak. Tapi saya pengen nyoba dari bawah, ingin tahu kayak apa perusahaan ini bergerak. Setelah itu baru nanti saya kembali ke kantor.
V: Hoooo…. *terpukau dengan jawabannya*

Selang beberapa menit, kami tiba di JI Expo Kemayoran. Setelah janjian dengan Mas Dicky (tsaaahhhh….) untuk bertemu nanti malam, kami segera turun dari taksi. Kami segera memasuki JI Expo Kemayoran. Saat itu tampak belum terlalu ramai oleh pengunjung. Kami bergegas ke lantai 4 untuk menunaikan shalat magrib dan kemudian ke Food hall untuk makan malam.

Selesai makan, kami rencananya akan menuju Simpati Hall untuk menonton Afgan Feat Vina Panduwinata. Kami berjalan menuju suatu hall, sempat celingak-celinguk karena pintu masih ditutup & kemudian kami diarahkan ke pintu lain, kami pun berpindah ke pintu sebelah. Tiba-tiba di pintu ini orang-orang langsung bermunculan dan mengantri, gw dan Iin sempat saling memandang penuh arti. Dengan asumsi karena beberapa pertunjukan di hari Jumat banyak yang telat untuk menunggu penonton, kami berpikir bahwa di depan pintu ini adalah tempat pertunjukan Afgan dan kami tetap bertahan di antrian.

“Ini beneran konser Afgan, In?”
“Kayaknya iya deh. Ini orang ngantri buat nonton apa?”
“Tapi dah setengah jam lewat pertunjukannya, masak pintu belum dibuka juga ya?”

[Hening…]
[Kita berdua liat-liatan sambil pasang kuping lebar-lebar mendengar menguping percakapan orang-orang sekitar…]

“Iya nih, kayaknya Afgan, Vik.”
“Tau dari mana?”
“Sebelah gw..”
*nyengir; jaga jarak*

Pukul 19.15 pintu akhirnya dibuka, para penonton segera berhamburan berlari ke dalam Hall. Dengan sedikit usaha berlari lari-lari kecil, kami mendapatkan baris ke lima dari depan. Lumayan lah posisinya. Kami berdiri menunggu kurang lebih setengah jam, dengan melihat kondisi dekorasi didalam hall gw agak curiga kalau ini bukanlah Simpati Hall, tapi Clear Hall. Berhubung kami sudah terlanjur dapat posisi yang strategis, kami akhirnya bertahan. Tepat pukul 21.05 pertunjukan siap dimulai diawali dengan pembawa acara dengan menyebut nama Earth, Wind and Fire Experience !!! Terjawab sudah siapa yang akan performance dan kami pun akhirnya menertawai kebodohan kami.

Selama 1 jam pertunjukan, mereka menyanyikan kurang lebih 10 lagu, seperti Let’s groove, After The Love Has Gone, Boogie Wonderaland dan ditutup dengan September. Dari segi suara dan performances rasanya gw tidak perlu menjelaskan lagi kehebatan mereka. Selama mereka bernyanyi, banyak para pengunjung yang berjoged-joged walau dengan space yang terbatas. Interaksi dengan para penontonnya pun terbilang atraktif. Kalau mau liat secara lengkap bisa lihat videonya disini.

Earth, Wind & Fire Experience #1
Earth, Wind & Fire Experience #1
Earth, Wind & Fire Experience #2
Earth, Wind & Fire Experience #2
Earth, Wind & Fire Experience #3
Earth, Wind & Fire Experience #3

Usai pertunjukan Earth, Wind and Fire Experiences, kami keluar dari Clear Hall. Kaki ini rasanya mulai terasa berdenyut dan kami memutuskan untuk duduk terlebih dahulu. Karena Iin tidak mempunyai tiket special performance Jamie Cullum show, maka setelah ini kami akan berpencar.

Jam 22.15 gw mulai mengantri untuk masuk ke dalam Clear Hall (kembali). Sesampai di dalam hall gw melihat di depan panggung sudah mulai penuh. Gw akhirnya duduk pasrah di bagian belakang hall karena sudah tidak punya energi lagi untuk berdesak-desakan dengan orang. Toh, lagu itu untuk dinikmati bukan??? πŸ˜‰

Telat sejam dari jadwal, pukul 00.05 pembawa acara pun muncul. Tanpa banyak bicara, si pembawa acara mempersilahkan Peter F. Gontha untuk memberikan sepatah dua patah kata dan munculah Peter F. Gontha. Dengan sadar diri Bapak Peter, berkata bahwa dia tidak akan lama-lama berbicara. Doski pun mengucapkan rasa terima kasih kepada penonton yang telah membeli tiket dan membuat Java Jazz bertahan hingga tahun ke 10, kemudian berterima kasih kepada beberapa para mantan Menteri yang dulu sudah membuat Java Jazz berkibar dan di kalimat terakhir berkata, tanpa bermaksud sebagai tim sukses, doski dengan special terima kasihnya memanggil Bapak Gita Wirjawan. Tanpa komando langsung terdengar sorakan ketidaksukaan ” hhhhhoooooooo”. Bapak Gita Wirjawan muncul, kemudian menerima penghargaan dari Peter Gontha dan dengan kesadaran tingkat tinggi beliau tidak berlama-lama di panggung dan segera turun. Maaf ya, Pak, walaupun gw termasuk salah satu fans Bapak dan walaupun terkadang jujur itu menyakitkan, tapi pada saat itu momentnya tidak pas untuk Bapak hadir, apalagi pertunjukan sudah molor 1 jam, jadi pastinya bukan Bapak Gita Wirjawan yang dinantikan penonton.

Hanya selang beberapa menit munculah sang artes yang ditunggu-tunggu. Jamie Cullum!!! *tiup terompet;teprok-teprok;screaming* Doski langsung bernyanyi lagu Same Thing (dan sesuai dengan statement di awal, gw berhasil mengingat urutan lagunya berdasarkan hasil contekan dari situs Java Jazz di Youtube πŸ˜€ ) dan ditengah lagu Jamie melanjutkan kebolehannya bermain perkusi dan keyboard. Di lagu berikutnya Get Your Way, akang Jamie Cullum mulai bermain piano dan tak lama kemudian kebiasaan hasrat doski naik ke atas piano (yang sangat mahal) dan loncat dari atas piano ke panggung mulai diperlihatkan. Total lagu yang doski nyanyikan sebanyak 17 lagu, termasuk 2 lagu favorit gw yaitu Mind Trick dan Ever Lasting Love.

Kalau menurut gw, kehebatan suara Jamie Cullum sangat-tidak-perlu diragukan lagi, kemahiran doski bermain piano (serta alat musik lainnya) tidak terbantahkan dan dari segi atraktifnya yang suka sekali naik ke atas piano & loncat dari atas piano, hanya membuat gw geleng-geleng kepala. Sayangnya dari segi penampakan penonton yang gw lihat dari bagian belakang hall, banyak sekali audience yang (sibuk) merekam performance Jamie dengan menggunakan smart phone ataupun tablet, namun dibeberapa tempat gw tetap bisa melihat ada banyak kelompok yang asyik berjoged menikmati lagu-lagu yang di bawakan Jamie. Setiap orang punya caranya masing-masing dalam menikmati musik, buat gw menikmati musik itu dengan cara mencari spot nyaman, duduk manis asyik menikmati-menghayati setiap lagu yang Jamie bawakan, ikut bernyanyi di beberapa lagu, sedikit bergoyang dan memandang ‘kegilaan’ Jamie lewat layar lebar. Untuk performance lengkapnya bisa dilihat disini.

Before the show of Jamie Cullum
Before the show of Jamie Cullum
Keliatan gak yang mana Jamie Cullum-nya ???
Keliatan gak yang mana Jamie Cullum-nya ??? Cluenya, si Akang lagi main piano

Setelah lagu Don’t Stop The Music, gw memutuskan untuk menyudahi menonton atraksi Jamie Cullum dan keluar dari hall karena waktu semakin pagi dan perjalanan menuju rumah akan membutuhkan waktu cukup lama. Walaupun tidak menonton hingga usai, gw sangat puas dengan pertunjukan Jamie Cullum. Gw segera janjian bertemu dengan Iin di pintu keluar dan kami kembali menuju rumah di tengah dinginnya angin dini hari.

Note : Harap maklum ya foto-foto di atas banyak noisy-nya. Soalnya saat itu gw foto dengan bermodalkan kamera handphone, yang kalau di zoom akan tampak pecah.. *pasrah*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s