[Singapore] Day 1 – Singapore Philatelic Museum, Mesjid Sultan & Boat Quay

IMG_9932
Another trip to Singapore ???? Yes, definitely !!!
Tapi dengan tujuan yang berbeda dengan trip sebelumnya, dimana tidak penuh dengan gegap gempita turis-turis.
Gw sempat bolak-balik melihat tanggal merah di kalender tahun 2014, ada perasaan yang menyesakan hati ketika membiarkan tanggal merah berlalu begitu saja. πŸ˜€ Dengan sedikit niat mengompori Uke untuk mencari tiket murah (walau jatuhnya juga gak murah sih) dan kesamaan hobi hunting foto, kami akhirnya membulatkan diri jalan ke Singapore dengan catatan kami tidak jalan ke common area, so Orchard Road kami coret dari list.
Sempat ketar-ketir 2 minggu menjelang hari H karena tingkat curah hujan yang tinggi di Jakarta dan banjir yang mengepung Jakarta. Hanya bisa berharap cuaca di Jakarta dan Singapore akan bersahabat dengan perjalanan kami.

Pagi Subuh itu dengan menumpang mobil Uke, kami berangkat menuju Pasar Minggu. Dari Pasar Minggu kami akan menumpang dengan bis Damri Bandara,Β  jam 05.20 bis berangkat menuju Bandara dan dengan jalan yang kosong, sukses membuat kami planga-plongo di bandara Soetta selama 2 jam karena tepat jam 6 kami sudah tiba di terminal 3 Soetta. Pukul 09.00 pesawat take off dari landasan pacu Soetta.

Sesampai di Bandara Changi, selesai berurusan dengan imigrasi, kami disambut dengan matahari yang bersinar dengan garangnya. Dengan semangat ’45, kami naik MRT menuju Shophouse The Social Hostel yang berada di 48 Arab Street, Bugis. Sampai di hostel berhubung kami belum bisa check in, kami hanya meletakan koper di kamar dan kemudian melanjutkan perjalanan kembali.

Kegalauan pertama!
Saat itu akan memasuki waktu zuhur, kami bingung memilih antara shalat terlebih dahulu di Mesjid Sultan ataupun makan siang. Keputusan akhirnya kami ambil untuk makan siang terlebih dahulu karena gw tidak yakin bahwa ada jamaah wanita yang ikut shalat Jumat di Mesjid Sultan. Kami berencana makan di Singapore Zam Zam Restaurant karena Uke penasaran dengan makanan di restauran ini, sedangkan gw yang sudah beberapa kali makan di Zam Zam restaurant setuju sekali untuk makan di Zam Zam Restaurant.
Posisi restoran ini berada di 697, 699 North Bridge Road dan berseberangan dengan pintu belakang Mesjid Sultan. Saat itu memang sudah waktu shalat Jumat, di dekat pintu masuk terpampang pengumuman mereka tutup karena sedang Shalat Jumat, tapi setelah kami tanya, kami bisa naik ke lantai 2 restoran namun dengan konsekuensi kami harus menunggu mereka hingga selesai shalat Jumat.

Gw memesan nasi goreng putih dan es teh tarik, sedangkan Uke memesan Martabak beef dan Es Milo Dinosaur. Rasa nasi goreng putihnya sesuai dengan yang gw harapkan, tidak pedas dengan bumbu khas masakan India dan terdapat ikan bilis sebagai toppingnya, untuk rasa martabak beefnya tidak diragukan lagi kenikmatannya sedangkan es teh tariknya sangat pas untuk melepas dahaga siang itu.
Semenjak kita menunggu untuk memesan makanan, menunggu makanan datang sampai kita selesai menyantap makanan, orang-orang bersilih ganti keluar masuk restoran. Sampai akhirnya waktu favorit gw ketika para P.R.I.A – P.R.I.A bermunculan dengan baju panjangnya berwarna putih (ciri khas orang Melayu) yang telah selesai menunaikan shalat Jumat. Pemandangan menyejukan mata dan hati = perpaduan yang sempurna

” Itu yang disebelah lo baru okeh, Vik! Lebih okeh dari pada yang sebelumnya.”, celoteh Uke dengan mulut komat-kamit berbisik.
” Argh, gw kan gak bisa nengok langsung, ke! ”
*sibuk mikir gimana caranya bisa nengok ke arah samping*

North Bridge Road ; Sebelah kanan tampak Zam Zam Restaurant
North Bridge Road ; Sebelah kanan tampak Singapore Zam Zam Restaurant
Zam Zam Restaurant
Singapore Zam Zam Restaurant
Our lunch : Nasi goreng putih 4,5 Sing ; Martabak Beef Small 5 Sing ; Es Teh tarik 1,5 Sing ; Es Milo Dinosaur 3,5 Sing
Our lunch : Nasi goreng putih 4,5 Sing ; Martabak Beef Small 5 Sing ; Es Teh tarik 1,5 Sing ; Es Milo Dinosaur 3,5 Sing

A visit to Singapore’s Kampong Glam district isn’t complete without a stop at Sultan Mosque. With its massive golden dome and huge prayer hall, the Sultan Mosque is one of Singapore’s most impressive religious buildings, and the focal point of Muslims in Singapore.

The mosque was first built in 1824 by Sultan Hussain Shah, the first sultan of Singapore, with a grant from the East India Company. The minarets and balustrades you see today were added on by architect Denis Santry, who supervised the reconstruction after the mosque’s centennial celebration.

The main prayer hall can hold up to 5,000 worshippers, and is one of the biggest and most amazing religious structures in Singapore. Don’t forget also to check out the mosque’s dome base, formed out of many glass bottles collected by devotees, and is a great sight to behold.Β 

http://www.yoursingapore.com/content/traveller/en/browse/see-and-do/culture-and-heritage/places-of-worship/sultan-mosque.html

Selesai makan siang, kami segera beranjak menuju Mesjid Sultan. Mesjid saat itu sudah tampak lengang oleh jamaah laki-laki, namun mulai dipadati jamaah wanita dan para turis. Selesai shalat, gw sempat berkeliling di area yang bisa dikunjungi oleh para turis.

Sultan Mosque
Sultan Mosque
Welcome to Sultan Mosque
Welcome to Sultan Mosque
The history
The history
View from the 2nd floor of Sultan Mosque
View from the 2nd floor of Sultan Mosque
Inside of Sultan Mosque
Inside of Sultan Mosque

Perjalanan berlanjut menuju Singapore Philatelic Museum, yang akan gw singkat menjadi SPM. Ide menuju museum ini dicetuskan oleh Uke, berhubung gw belum pernah mengunjungi museum di SG, tawaran ini gw terima dengan senang hati. Kami naik MRT East West Line (Hijau) jurusan Joo Koon, turun di MRT City Hall, Exit B. Setelah keluar dari Exit B, kami berbelok ke arah kiri, menyusuri North Bridge Road (dan di sebelah kiri jalan terdapat St Andrew’s Cathedral), hingga bertemu lampu merah pertama kami berbelok ke kanan menyusuri Coleman Street. Kami berjalan lurus hingga bertemu dengan lampu merah pertama, kami menyebrang kembali dan hanya 3 gedung kemudian sudah tampak SPM. Oya, berhubung pada saat itu gw agak terintimidasi dengan orang-orang yang berada disekitar jalan, alhasil perjalanan menuju SPM tidak gw abadikan dengan kamera secara lengkap, namun gw berikan peta menuju SPM yang gw ambil dari Google Maps. πŸ˜‰

Map to Singapore Philatelic Museum ; From Google Maps
Map to Singapore Philatelic Museum ; From Google Maps
Perempatan lampu merah pertama
Perempatan lampu merah kedua mulai dihitung dari keluar City Hall Station ; Gedung tersebut adalah Central Fire Station
Perempatan lampu merah ke 2 mulai dihitung keluar dari City Hall Station,
Perempatan lampu merah kedua mulai dihitung dari keluar City Hall Station, tinggal berjalan lurus dari perempatan lampu merah dan gedung ke tiga dari perempatan ini merupakan gedung SPM

Singapore Philatelic Museum was officially opened on 19 August 1995 as a project of the Telecommunication Authority of Singapore (TAS). On 1 April 2000, the museum was transferred to the National Heritage Board (NHB) as a fully-owned subsidiary. Singapore Philatelic Museum is the first philatelic museum in Southeast Asia.

Singapore Philatelic Museum is housed in a century-old, double-storey, colonial building. The building was the formerly part of the Anglo Chinese School. It was designed by Tomlinson and Lermit Architects, and commissioned by the Trustees of the Anglo Chinese School in 1906 as an additional school building to the Oldham Hall that was built in 1897. The original plans of this building were approved on 22nd June 1906.

Opening hours:Β 
Monday : 1.00pm – 7.00pm
Tuesday – Sunday : 9.30am – 7.00pm

Museum Admission
Adult $6
Child (3-12 years) $4

http://www.spm.org.sg

Saat itu bertepatan dengan hari Imlek, kami masuk SPM tanpa dikenakan biaya masuk. FYI, untuk masuk SPM pada tahun Baru, hari Imlek, National Day Singapore, Hari Raya Idul Fitri, Deepavali and hari Natal tidak akan dikenakan biaya apapun. Lumayan kan menghemat 6 Sing! πŸ™‚ Dari luar musium ini tampak tidak besar, namun begitu masuk SPM ternyata ramai dikunjungi orang-orang. Di dalam SPM ini terdapat 2 lantai dan setiap lantai dibagi menjadi beberapa ruangan seperti :

  • Room of Rarities yang berisi dengan prangko dan filateli arsip dari tahun 1800 sampai hari ini serta artefak yang berkaitan dengan sejarah pos Singapura
  • Heritage Room yang menceritakan tentang perdagangan, budaya, kostum tradisonal kaum imigran yang masuk ke Singapura
  • Purple Room yang berisi cara proses perangko dilahirkan dari pemilihan tema, desain konseptualisasi, metode pencetakan dan sirkulasi melalui pos
  • Spice is Nice merupakan pameran jejak penjelajahan, perdagangan rempah-rempah, kolonisasi, pola migrasi, hidup pada awal Singapura, obat tradisional dan rasa masakan daerah.

Masuk ke museum ini cukup membuat gw takjub, detail desain masing-masing ruangan tidak dibuat bosan, pencahayaan yang terang, perwarnaan yang menarik perhatian (salah satunya Purple Room) serta Interaktif Digital Medianya dibuat sedemikian rupa supaya para pengunjung tidak terasa bosan di museum ini. Namun sayangnya tempat duduk di museum ini sangat minim, walaupun museum ini kecil tapi dengan keasyikan gw mengelilingi museum ini cukup membuat betis terasa berdenyut. πŸ™‚

Singapore Philatelic Museum
Singapore Philatelic Museum
Welcome to SPM
Welcome to SPM
Heritage Room
Heritage Room
Ini perangko ada Kristal Swarovski loh!!
Ini perangko terdapat Kristal Swarovski loh!!
Glow in the dark
Glow in the dark
Helo...!
Helo…!
room
Kotak pos..
romm
Shio
SPM
The red one..
Inside SPM
Inside SPM

Dari SPM, rencananya kami akan menuju area Merlion untuk mengambil foto pada waktu sore dan malam hari. Niat awalnya kami akan naik MRT, tapi berhubung setelah keluar dari SPM, sudah tampak bangunan Duren (read : Esplanade) kami memutuskan untuk menyusuri Coleman Street dengan berjalan kaki, toh itu tidak jauh lagi menuju area Merlion. Kami melewati lapangan hijau Padang, The Cenotaph serta Queen Elizabeth Walk. Tampak di beberapa taman yang kami lewati mulai dipenuhi oleh orang-orang yang duduk bergerombol atau sekedar hang out dengan teman-teman sesuku, sebangsa dan setanah air.

Padang ; It was formerly known as the Padang Cricket Ground
Padang ; It was formerly known as the Padang Cricket Ground
The Cenotaph
The Cenotaph

Sehubungan Uke sedikit mulai panik dengan “Baby White Samsung”-nya yang saat itu launching perdana kali dipakai *syukuran makan nasi tumpeng* dan indikator baterainya mulai berkedap-kedip genit, Uke pun berniat membeli Starbucks dan akan mencharge baterai kameranya di Starbucks. Kami berjalan ke arah Starbucks yang berdekatan dengan Merlion, namun apa daya ketika sampai di Starbucks tidak satupun tampak stop kontak listrik di tempat ini dan Uke melangkah gontai keluar dari tempat ini. Sesuai dengan itinerary awal, rencananya kami akan hunting foto di sekitar Merlion, namun ketika kami melihat dari tempat Starbucks kalau icon Singapura ini sangat padat (merayap) dipenuhi dengan orang-orang turis-turis, kami akhirnya berbalik arah menghindari Merlion.

Sore itu Uke tertarik membeli es krim potong yang ada di pinggir jalan. Kami sempat berniat membeli es potong yang ada di ujung Fullerton Road, namun berhubung rasa duren laris manis tak bersisa, kami pun mengurungkan niat dan meneruskan berjalan kaki menuju Boat Quay. Ternyata memang dasarnya kami berjodoh dengan es krim, tidak jauh kami melangkah dari Fullerton Road kami menemukan penjual es krim potong yang menjual rasa duren dengan harga murah dan fantastis. Hanya 1,2 Sing !!! Murah 30 Cent dibandingkan harga di abang-abang es krim sebelumnya. Hahahahaha… *tertawa penuh kemenangan*

Kami berada di sekitar Boat Quay hingga matahari terbenam. Gw duduk tenang menikmati pemandangan Waterboat yang bolak-balik melintas sambil sekali-kali memfoto, sedangkan Uke sibuk mengutak-ngatik settingan Baby Samsungnya dan berkali-kali berkata, ” Kok bisa ya baterainya cepat habis, kurang dari 6 jam ?!?!?! ”
Sorry to say, but I have no idea with your baby, Ke! πŸ˜€

Es krim potong rasa durian 1,2 Sing
Es krim potong rasa durian 1,2 Sing
Us
Us ; Killing time
View from Queen Elizabeth Walk
View from Queen Elizabeth Walk
my favourite spot..
my favourite spot..
The bridge
The bridge
After sunset #1
After sunset #1
After sunset #2
After sunset #2

Puas hunting foto, niatnya kami akan langsung menuju Mustafa Centre untuk berbelanja makanan. Namun ketika menuju Raffles Place Station, kami sempat melihat Mesjid Moulana Yusuf yang berada di bawah gedung UOB Plaza. Terdapat 2 pintu masuk untuk menuju mesjid ini, yang pertama berdekatan dengan Mc Donald yang ada di Boat Quay dan yang kedua ada di pinggir Chulia Street. Kami pun singgah untuk menunaikan ibadah shalat Maghrib.

Perjalanan berlanjut menuju Mustafa Centre, dari Raffles Place kami naik MRT North South Line (Merah) jurusan Jurong, turun di Ghoby Ghaut dan transfer ke MRT North East Line (Ungu) jurusan Punggol, turun di Farrer Park, exit H. Malam itu Mustafa Centre sangat padat dipenuhi para pembelanja. Gw dan Uke sampai lupa waktu karena kami sibuk bolak-balik antara rak makanan dan rak coklat. πŸ˜€

Usai berbelanja di Mustafa, kami segera kembali ke Bugis, makan malam di restauran yang berdekatan dengan Zam Zam Restauran dan kemudian kembali ke hostel untuk beristirahat.

Proudly present The baby White Samsung
Proudly present The baby White Samsung
Advertisements

4 thoughts on “[Singapore] Day 1 – Singapore Philatelic Museum, Mesjid Sultan & Boat Quay

  1. dan kenapa kah foto-fotonya nggak muncul???
    btw, gw mulai panik? NOOO!!! gw SANGAT panik! *kepret samsung pake aer cucian beras*

    aaahh gw jadi makin males nulis ini… πŸ˜† πŸ˜†

      1. well… hasil gugling sih mengatakan bahwasanya mirrorless emang manja battery life-nya, konon karena bodi batere yang kecil tapi harus mendukung fitur kamera selevel dslr, pleuuuuusss lcd amoled-nya si samsung ternyata nguras energi banget.
        jadi, konon katanya lagi, bisa hidup selama 6 jam on terus dan ambil gambar 300-an itu udah paling cakep… *pelototin samsung, elus2 lumix*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s