[Wonderful Indonesia] Berarung Jeram (Ria)

It’s very-very-very late post !
Tapi demi keeksisan yang harus dilestarikan dan demi menjaga kekonsistenan blog ini, mau tidak mau-suka tidak suka harus bersemangat memposting… *bersiul*

Rencana arung jeram ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Semenjak arung jeram pertama kita (Cumi, Erik, Yeni, gw, Udin dan Irmha)Β  di Citarik pada April 2012, kami berencana untuk mengambil trip arung jeram lanjutan dengan jarak 30 km. Apa daya rencana tinggal rencana, waktu terus bergulir ; bulan berganti bulan, bahkan berganti tahun pun, niat ini tidak terlaksana. Hingga akhirnya ide arung jeram muncul kembali di tahun 2013 dan Cumi niat bikin grup Wasap bernama “Partai Rafting” demi menyukseskan kegiatan ini.

Sempat galau menentukan tempat untuk berarung jeram, hingga akhirnya keputusan terakhir, kami akan menuju Ciater Resort & Spa, Subang. Hari itu perjalanan dibagi menjadi 2 rombongan, namun dari pagi sudah ada sedikit kerusuhan dimana kita sudah janjian bertemu jam setengah 7 di tempat yang telah ditentukan dan ternyata “Bapak Dollar” kita yaitu Erik baru datang jam setengah 8. Alhasil selama di perjalanan Erik kami bully. Hohohoho.. πŸ˜€

Di awal perjalanan, Dede minta singgah ke Indomaret. So, di km 49 Tol Cikampek kami singgah sebentar. Namun sesuai dengan tebakan geng Livina, ternyata edisi mampir menjadi lebih panjang karena ternyata geng Avanza mampir untuk sarapan. Akhirnya geng Livina pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, kami memasuki tol Cipularang dan keluar di Subang. Namun setengah jam kami stuck macet bersama truk-truk di pintu keluar Subang, hingga kami akhirnya memutuskan untuk putar balik mobil, kembali masuk tol dan keluar di Tol Cikampek. Mas Ari yang satu-satunya pria di geng Avanza memimpin perjalanan kami kali ini sebagai tour leader. Gw yang tidak tahu jalan tikus di daerah Purwakarta sempat terpesona melihat pemandangan sawah-sawah yang sedang menghijau. Didalam geng Livina, GPS berkata perjalanan masih harus ditempuh dalam waktu satu jam *melongo*, kami pun berbicara ngalor-ngidul dari cerita perjalanan Nawi ke Gunung Bromo, penawaran Udin untuk ikut trip ke Dieng, ngebully Erik hingga bertukar foto dengan geng Avanza.

Tidak sulit menemukan Ciater Resort & Spa karena terdapat billboard yang terpampang di pinggir jalan utama untuk masuk menuju tempat ini.Di tempat ini terdapat fasilitas yang bisa digunakan, dari tempat penginapan, pemandian air panas, Flying Fox, arung jeram, paint ball hingga outbond.

Ciater Spa Resort terletak di lembah Gunung Tangkuban Perahu yang legendaris di ketinggian 1.050m diatas permukaan laut dengan keunggulan sumber air panas alam dan dikelilingi hijaunya perkebunan teh menjadikan Ciater Spa Resort sebagai tempat yang ideal untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat maupun sebagai tempat untuk gathering, meeting maupun outing.

Ciater Spa Resort mempunyai fasilitas unggulan wellness spa yang merupakan perpaduan teknologi modern dengan sumber air panas yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh, ditangani oleh tenaga ahli medis dan physiotherapy, sehingga para tamu yang datang bisa berlibur sambil memulihkan kesehatan dan kebugaran.

http://ciatersparesort.net/

The view
The view
Off road
Off road
Starting point
Starting point
Berfore Rafting
Before Rafting
After rafting
After rafting
Coperboy Toilet Edition
Coperboy Toilet Edition
Looks so yummy
Looks so yummy

Sampai di Ciater Resort & Spa, setelah shalat dan berganti pakaian, kami segera berarung jeram ria. Harga tiket arung jeram dipatok di harga Rp. 65.000. Arung jeram ini merupakan sungai buatan dan mempunyai jarak 1,3 km. Setelah kami siap mengarungi jeram, bendungan sungai dibuka dan air deras segera memasuki sungai. Satu perahu hanya terdiri dari 3-4 orang (tergantung dari berat badan penumpang πŸ˜€ ) dan kami tidak perlu mendayung (atau hanya memegang dayung ya?). Kami diwanti-wanti untuk memegang tali ke arah dalam perahu agar tangan kita tidak terkena batu-batu disekitar sungai, serta komando tahan nafas, miring ke kiri atau kanan, memundurkan badan ketika di minta oleh guidenya.

Arung jeram di sini mempunyai tantangan tersendiri, walaupun hanya memakan waktu perjalanan sekitar 15 menit namun jeram disini cukup terasa menegangkan. Berbeda dengan arung jeram yang ada di Sungai Citarik dimana setelah kita bertemu dengan jeram – aliran sungai tenang – bertemu jeram – aliran sungai tenang ; sehingga kita mempunyai waktu untuk melepas ketegangan bertemu jeram dan menikmati pemandangan disekitar Sungai Citarik.Β  Sedangkan di Ciater Resort & Spa, kita akan bertemu jeram terus menerus selama 15 menit, tanpa mempunyai waktu untuk bertemu dengan aliran sungai tenang. Perpaduan antara derasnya air, tingginya turunan jeram di sungai serta sempitnya batu-batu di sungai cukup membuat sport jantung. Kalau arung jeram dengan riam seperti ini berlangsung selama sejam, gw menyerah. Hihihi…

IMG_9303

Ready to rafting
Ready to rafting
Team Cumi & Erik
Team Cumi & Erik #1
Team Cumi & Erik
Team Cumi & Erik #2
Team Nawi, Ade & Dede
Team Nawi, Ade & Dede
Team Didit & Udin
Team Didit & Udin
Team Panda & yeni
Team Husband & Wife : Panda & Yeni
Tahan nafaasss
Tahan nafaasss
My team , me with Anis
My team , me with Anis
Finishing point
Finish point
After rafting #1
After rafting
Full team
Full team

Usai berarung jeram, kami mencoba kolam pemandian air panas yang bersebelahan dengan sungai. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 30.000 kami bisa mencoba kehangatan di kolam pemandian. Di kolam pemandian ini seperti kolam renang umum, namun yang membedakannya di kolam ini berisi air hangat belerang sehingga terasa nikmat untuk berendam. Puas berendam di kolam, kami segera mandi dan segera menuju tempat makan. Kami makan siang sore di saung makanan khas Sunda yang tidak jauh dari Ciater Resort & Spa.

at Kiara Hot Spring Pool #1
at Kiara Hot Spring Pool #1
at Kiara Hot Spring Pool #2
at Kiara Hot Spring Pool #2
at Kiara Hot Spring Pool #3
at Kiara Hot Spring Pool #3
at Kiara Hot Spring Pool #4
at Kiara Hot Spring Pool #4

Setelah makan, kami sempat galau apakah meneruskan perjalanan ke Bandung atau kembali ke Jakarta lewat Subang. Setelah melalui musyawarah mufakat yang cukup alot, rapat memutuskan kami akan menuju Lembang untuk membeli tahu susu. Jam 19.50 kami tepat tiba di tahu susu Lembang dan hanya tinggal beberapa menit toko ini akan tutup. Kami segera memesan tahu susu sesuai dengan keinginan masing-masing.

Dari tahu susu Lembang, kami menyempatkan diri untuk mampir di sekitar daerah Enhai untuk mencoba surabinya. Gw termasuk orang yang maniak ngefans dengan Surabi Enhai yang dulu berada berdekatan dengan kampus NHI. Namun semenjak dirombak bangunan ini, gw agak bingung dimana tempat surabi ini pindah. Malam itu semua tempat full diisi oleh anak-anak muda yang sedang hang out dan kami memilih surabi yang berada diseberang ATM Mandiri yaitu Dapur Ndeso Cafe. Memang membutuhkan strategi berpencar dan kesabaran tingkat dewa untuk bisa mendapatkan meja saat weekend. Malam itu gw memesan Serabi oncom ayam spesial seharga Rp. 8.500 dengan teh jahe seharga Rp. 8.500. Untuk rasanya, gw suka dengan rasa mayonaisenya yang terasa legit. Selesai makan di Dapur Ndeso Cafe, kami kembali ke Jakarta melalui tol Cipularang. Time to sleep..!!! Biarkan Udin berkonsentrasi menyetir.. Zzz…Zzz…Zzz…

Tahu Susu Lembang
Tahu Susu Lembang
Where the magic happen :D
Where the magic happen πŸ˜€
Dapur Ndeso
Dapoer Ndeso Cafe
My snack
My snack

Advertisements

5 thoughts on “[Wonderful Indonesia] Berarung Jeram (Ria)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s