[Wonderful Indonesia] Kebun Raya Bogor

Happy new year 2014!!!
Semoga di tahun ini, kita semua diberi keberkahan, kejayaan dan kesuksesan dalam segala aspek kehidupan, terutama aspek traveling. Yihaaa….!!!
*praying mode on ; tiup terompet Raisa*

***

25 – 26 Desember 2013
25 Des : Hari Raya Natal
26 Des : Cuti Bersama Hari raya Natal

Senang donk ada 2 hari libur, tapi justru karena hari libur itulah bikin hati melow bingung gak karuan mau ngapain . Grasak-grusuk plus kompor-mengompori ke Bulskie and the krucils (team yang terdiri dari Uchie dan Ayu) untuk janji ketemuan di hari itu. The krucils sempat menyodorkan pilihan Artphoria di Love. Tapi  berhubung tiket masuk Artphoria itu mahal ajah, kita memilih tempat murah meriah untuk jalan-jalan. Hingga akhirnya pilihan  jatuh ke Kebun Raya Bogor. Namun mendekati hari H-nya kami (gw dan bulskie sih) lebih memilih hibernasi di rumah masing-masing. Baru pada tanggal 28 Desember 2013, gw, Bulskie, the Krucils  menghabiskan waktu ke Kebun Raya Bogor (KRB).

KRB berada di kota Bogor, yang terkenal dengan julukan Kota Hujannya dan terletak 60 km dari kota Jakarta. Kami menaiki  kereta alias Commuter Line yang menempuh waktu 30 menit dari Depok menuju Bogor. Dari stasiun Bogor, kami berjalan ke arah menuju Taman Topi dan kemudian naik angkot hijau bernomor 02. Hanya 10 menit, kami sudah tiba di KRB.

Pada tahun 1811, ketika perang Napoleon di eropa, Indonesia pada waktu itu bernama Hindia Belanda atau Nederlandsch Indie, direbut oleh Inggris dari kekuasaan Belanda.ketika Napoleon jatuh (1815/1816) para pemimpin negara di Eropa membuat perjanjian, antara lain tentang pembagian wilayah kekuasaan. Pada tahun 1816 Inggris menggembalikan kekuasaan Indonesia ke tangan Belanda. Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda mengembangkan ilmu pengetahuan, karena mereka tahun tegak dan kejayaannya Belanda ditandai antara lain dengan ilmu pengetahuan. Untuk ini dikirimlah C.Th.Elout, A.A Boykens dan G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, ke Indonesia dan Dr. Casper Goerge Carl Reinwardt selaku penasehat.

Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan Kebun Botani yang disampaikan kepada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris Jendral Hindia Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Kebun Botani ini didirikan di samping Istana Gubernur Jendral di Bogor pada tanggal 18 Mei 1817, dilakukan pemancangan patok pertama yang menandai berdirinya Kebun Raya yang diberi nama ‘Slands Plantentiun te Buitenzorg’. Berdirinya Kebun Raya ini menandai tegaknya kekuasaan Belanda dengan dimulainya kegiatan ilmu pengetahun Biologi, terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi. Setelah kemerdekaan, tahun 1949 “Slands Plantentiun te Buitenzorg” berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) dipimpin dan dikelola oleh bangsa Indonesia, Direktur LPPA yang pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensisi dan Laboratorium Penyelidikan Laut. Untuk pertama kalinya tahun 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kasan menggantikan J. Douglas.

Jam operasional :

Kebun 07.30-17.30 Wib
Kantor* 07.00-15.30 Wib
Layanan Informasi 08.00-16.00 Wib
Perpustakaan* 08.00-15.30 Wib
Herbarium 08.00-15.00 Wib
Rumah Kaca Anggrek 08.00-15.30 Wib
Toko tanaman dan Cinderamata 08.00-15.30 Wib
Cafe Dedaunan 08.00-21.00 Wib
Museum Zoologi+ 08.00-16.00 Wib

*)Khusus hari jumat(08.00-16.00 Wib). sabtu, minggu dan hari libur tutup
+)Khusus hari sabtu, minggu dan hari libur tutup(08.00-17.00 Wib).

Tiket Masuk

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 106 Tahun 2012, Tanggal 24 Desember 2012, mulai 1 Maret 2013 berlaku tarif masuk bagi pengunjung Kebun Raya Bogor sebagai berikut :

  • Tiket Masuk Rp. 14.000,- / orang.
  • Tiket Khusus Wisatawan Asing Rp. 25.000,- / orang.
  • Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000,-.
  • Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-.
  • Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000,-.

http://www.bogorbotanicgardens.org/index.php

Kami masuk lewat Gerbang Utama langsung disambut dengan hijau pepohonan serta sejuknya udara Bogor. Kami berjalan pelan-pelan menuju Tugu Lady Raffles yang langsung tampak didepan mata. Dari Tugu Lady Raffles terlihat bagian belakang Istana Bogor, yang sayangnya Istana ini tidak bisa kami masuki. Gw mulai mengeluarkan kamera dan mulailah terdengar ‘gema’ kalimat “Would you mind..?  Would you mind..? Would you mind..?” yang terus berulang-ulang dari Ayu. Sempat bingung dengan maksud Ayu dan tiba-tiba saja Ayu sudah mejeng di depan kamera gw, tanpa mau berpindah tempat. Jadi arti dari kalimat “Would you mind..?” itu adalah Ayu minta di foto. Huffttt…

Kami menyusuri danau kecil dan jalan setapak, Bulskie tiba-tiba melepas sendalnya dan berjalan di atas batu-batu. Alih-alih melapas sendal dengan alasan demi kesehatan, tapi biarlah doski mengenang masa lalunya. Sorry ya, buls. Gak ada niat untuk menjatuhkan image dirimu kok.. 😀

Karena gw sempat menanyakan dimanakah ada tempat yang mempunyai hamparan rumput yang luas, Bulskie menjawab “Ada didepan Cafe de’daunan” dan kami berjalan ke arah Cafe de’Daunan. Didepan cafe de’Daunan ini terdapat hamparan rumput yang sangat luas, banyak anak-anak yang sedang berlari-larian, anak-anak bermain bola dan yang pasti, tidak ada yang tidur-tiduran di rumput karena saat itu matahari mulai mengeluarkan kehangatannya. Dan kami pun memulai photo session..

Main gate of Kebun Raya Bogor
Main gate of Kebun Raya Bogor
raffles
Tugu Lady Raffles
In front of Cafe de'Daunan
In front of Cafe de’Daunan
Nice weather
Nice weather
Direction
Direction
Pose #1
Pose #1
Pose #2
Pose #2

IMG_9768 IMG_9775

Matahari mulai beranjak naik, kami bergerak mencari tempat yang teduh dan destinasi selanjutnya adalah Griya Anggrek. Sesuai dengan namanya sih ini pasti rumah kaca yang berisikan bunga anggrek. Di sayap kanan gedung ini terdapat berbagai macam bunga anggrek bermekaran. Namun di sayap kiri, tidak ada penampakan bunga anggrek yang bermekaran. Oya, para pengunjung bisa membeli bunga anggrek di tempat ini, harganya dimulai dari Rp. 60.000 hingga ratusan ribu rupiah.

IMG_9773

Inside of Griya Anggrek #1
Inside of Griya Anggrek #1
Inside of Griya Anggrek #2
Inside of Griya Anggrek #2
Inside of Griya Anggrek #3
Inside of Griya Anggrek #3
Duet maut
Duet maut
Anggrek
Anggrek

Hari mulai beranjak siang, kami sempat menunaikan ibadah shalat Zuhur di Mesjid yang berada didalam KRB, berjalan menuju jembatan gantung dan kemudian keluar KRB menuju tujuan berikutnya. Oya, terdapat 2 point yang menjadikan perhatian gw selama di KRB , yaitu :

  • mobil-mobil pengunjung KRB dapat masuk hingga ke area dalam KRB. Ini sangat berbeda dengan Garden Botanical di beberapa negara yang gw kunjungi, yang hanya mengijinkan para pejalan kaki berada didalam area Garden Botanical. Walaupun mobil-mobil di KRB berjalan lambat, tapi tetap saja gw bolak-balik was-was menengok ke belakang untuk melihat apakah ada mobil yang akan lewat. Dan positifnya, jika kita ingin berpiknik bersama keluarga di KRB, maka mobil bisa parkir berdekatan dengan tempat kita piknik, tanpa harus bersusah-susah membawa barang-barang piknik dari parkir mobil menuju tempat piknik yang kita tuju.
  • Minimnya arah penunjuk jalan di dalam KRB. Di dalam KRB banyak dijumpai jalan setapak kecil maupun persimpangan jalan besar yang tidak mempunyai penunjuk arah. Cukup membuat bingung mau berjalan ke mana, mengingat kalau kita nyasar, kita akan kembali mengarungi jalan lebih panjang. Yeah, tipikal orang Indonesia yang pemalas berjalan kaki. 😛
Far.. far away..
Far.. far away..
Let's walking!
Let’s walking!
Jembatan gantung #1
Jembatan gantung #1
Jembatan gantung #2
Jembatan gantung #2
Cactus area
Cactus area

Rencananya kami akan makan siang sebelum kembali pulang, berhubung Bulskie belum pernah mencoba makan MP (Read:Makaroni Panggang), maka Ayu dan Uchie sibuk menanyakan kepada teman-temannya untuk menanyakan rute angkot menuju MP. Dari gerbang utama KRB, kami naik angkot hijau 06 dan turun di Botani Square. Dari Botani Square, kami menyebrang jalan, kembali naik angkot hijau 03, turun di Taman Kencana dan kemudian berjalan (menanjak) sejauh kurang lebih 500 meter menuju MP.

Sesampai di MP, kursi-kursi tampak penuh tak bersisa dan kami diarahkan di gedung belakang. Dari beberapa spot tempat duduk, yang tersisa hanya tempat duduk lesehan. Cari posisi duduk yang nyaman, lihat menu, order dan waktunya makan!!! Oya, walaupun disini domainnya menu pasta ala-ala Itali, tapi di ternyata mereka menyediakan makanan ciri khas Indonesia seperti nasi goreng, nasi kukus dan sate.. 😀
Kami memesan  Sate Maranggi, Nasi goreng ikan asin, Makaroni Panggang ukuran medium dan Chocolate Pancake a la Mode serta (pastinya) es teh manis.

Waktunya testimoni makanan !
Rasa makaroni panggangnya terasa agak berbeda dibandingkan makaroni yang gw rasakan beberapa tahun yang lalu, rasanya seperti ada rasa jahe. Cukup terasa aneh ketika gw coba. Namun masih cukup enaklah..
Untuk Sate maranggi  terasa manis di lidah gw, sedangkan nasi goreng ikan asin terdapat campuran kunyit sehingga membuat nasi goreng menjadi berwarna kuning serta banyaknya ranjau darat (alias cabe rawit potong) yang membuat gw sibuk memisahkan cabe rawit ke pinggir piring, namun untuk rasanya sendiri terasa enak di lidah.

Selesai makan siang kami kembali pulang menuju Depok dengan menggunakan kereta. Kami kembali berjalan kaki menuju jalan besar ,dimana tempat kami turun pertama kali menuju MP. Kemudian kami naik angkot hijau 03 dan turun di seberang Stasiun Bogor. Akhirnya, selesailah perjalanan tamasya hari ini di KRB bersama Bulskie dan The Krucils.

Makaroni Panggang
Makaroni Panggang
Inside of MP #1
Inside of MP #1
Inside of MP #2
Inside of MP #2
Us..
Us..
Segarnya...
Segarnya…
Nasi goreng ikan asin Rp. 19.000 ; Sate maranggi Rp. 22.000 ; MP medium Rp. 58.000 ; Chocolate Pancake a la Rp. 20.000
Nasi goreng ikan asin Rp. 19.000 ; Sate maranggi Rp. 22.000 ; MP medium Rp. 58.000 ; Chocolate Pancake a la Mode Rp. 20.000

Advertisements

3 thoughts on “[Wonderful Indonesia] Kebun Raya Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s