[Australia] Day 5 – Great Ocean Road

May 4th, 2013

Agak ribet ketika kita membikin itinerary ke Great Ocean Road (yang disingkat GOR). Perjalanan menuju GOR memakan waktu 12-15 jam (tergantung kita naik apa dan bagaimana cara perjalanan kita) dan biaya perjalanan yang cukup menguras kocek.
Awalnya kami terpikirkan untuk bermalam di GOR dan esok harinya menuju Phillip Island dengan menggunakan mobil sewaan, tapi kami sempat ragu mengingat kalau kami hanya jalan berdua jalan ke GOR biaya perjalanan bisa lebih ditekan dengan menggunakan paket tur ke GOR. Paket tur ini pun berkisar 90-130 Aud. Dan yang lebih ekstrim, kita sempat tergiur melihat hasil foto-foto di Twelve Apostles yang diambil dari helikopter dengan harga paket tur 199 Aud *mata melotot*

Semakin dekat hari H, Eden pun memberikan kabar baik kalau Max dan Eden akan ikut serta ke GOR. Viba pun sibuk mencari rute-rute perjalanan yang paling okeh menuju GOR .

Coret-coretan Viba
Coret-coretan Viba

Pada hari itu, kami berangkat jam 8 pagi dan kami akan menggunakan jalur kebalikannya dari rute yang umum. Kami berangkat dengan menggunakan jalur pulang orang-orang pada umumnya sehingga sampai di GOR tidak terlalu sore.
Cuaca hari itu lumayan cerah dan perjalanan pun dimulai menuju Colac. Sepanjang perjalanan diisi dengan pemandangan lahan-lahan peternakan yang luas dan kota-kota kecil yang sangat damai. Kami sempat mampir di Port Campbell untuk brunch dan melihat pemandangan laut di Port Campbell..

Port Campbell #1
Port Campbell #1
Port Campbell #2
Port Campbell #2

Dari Port Campbell kami meneruskan menuju London Bridge. Oya, waktu di perjalanan menuju London Bridge, gw (dan Viba) sempat terpesona dengan salah satu spot jalan dimana terdapat barisan pohon yang berwarna merah. Max dengan baik hati memundurkan mobil dan menepi untuk memberikan kesempatan kita untuk mengambil foto. Thanks for your kindness, Max!

One of my favorite spot
One of my favorite spot
View from inside the car
View from inside the car
London Bridge #1
London Bridge #1
London Bridge #2
London Bridge #2

Dari London Bridge, Max berputar balik menuju Loch Ard George dengan melewati Port Campbell kembali..

Loch Ard George #2
Loch Ard George #1
Loch Ard George #1
Loch Ard George #2
Loch Ard George #3
Loch Ard George #3
Loch Ard George #5
Loch Ard George #4
@ Loch Ard George
Loch Ard George #5

Destinasi selanjutnya menuju Twelve Apostles, the theme of the day!
Setiba di Twelve Apostles, cuaca kurang bersahabat dan matahari pun berlindung di balik awan abu-abu. Kami sempat menunggu kurang lebih 40 menit untuk menunggu, tapi matahari pun tidak kunjung nampak. Apa boleh buat, yang penting saat itu tidak hujan, jadi kami nikmati saja..

http://visit12apostles.com.au/

Twelve Apostles #1
Twelve Apostles #1
Twelve Apostles #2
Twelve Apostles #2
Twelve Apostles #3
Twelve Apostles #3
Twelve Apostles #3
Twelve Apostles #4
Twelve Apostles #5
Twelve Apostles #5
Twelve Apostles #6
Twelve Apostles #6
Twelve Apostles #4
Twelve Apostles #7
Twelve Apostles #8
Twelve Apostles #8

Beranjak dari Twelve Apostles kami pun melanjutkan perjalanan menuju Cape Otway Lightstation. Kami sempat berhenti di salah satu spot yang bernama Castle Cove. Tidak banyak yang bisa dilihat, hanya pemandangan laut dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali.. πŸ˜€

View from
View from Castle Cove

Ketika perjalanan mendekati Cape Otway Lightstation, Max sempat menepikan mobil karena tertarik dengan banyaknya mobil yang berhenti. Ternyata di pinggir jalan ada beberapa koala yang sedang menggantung di atas pohon dan jarak koalanya pun bisa kita raih. Selesai euforia menemukan koala di pinggir jalan, kami beranjak menuju Cape Otway Lightstation. Oya, selama perjalanan menuju Cape Otway Lightstation kita akan melewati hutan-hutan dengan pohon yang tinggi serta terkadang pohon yang mulai meranggas. Nice view!

Pohon meranggas
Pohon meranggas
Another sleepy koala
Another sleepy koala

Untuk masuk ke Cape Otway Lightstation dikenakan tiket masuk seharga 18,5 Aud. Di area Cape Otway Lightstation kita bisa menemukan beberapa gedung yang berisi tempat telegram jaman baheula dan bahkan ada seorang petugas yang sudah berusia lanjut yang menceritakan tentang imigran-imigran yang sampai di Osi. Overall, gw suka dengan Cape Otway Lightstation, sepanjang mata memandang akan terlihat padang rumput dan ketika mendekati mercu suar baru akan terlihat pemandangan laut. Rasanya gw bisa nih duduk planga-plongo bego seharian disini.. πŸ™‚

CAPE Otway Lightstation is the oldest, surviving lighthouse in mainland Australia. The light, which has been in continuous operation since 1848, is perched on towering sea cliffs where Bass Strait and the Southern Ocean collide. For thousands of immigrants, after many months at sea, Cape Otway was their first sight of land after leaving Europe.

http://www.lightstation.com/

Cape Otway Lightstation #1
Cape Otway Lightstation #1
Cape Otway Lightstation #2 ; nice spot for planga-plongo
Cape Otway Lightstation #2 ; nice spot for ‘planga-plongo’
Cape Otway Lightstation #3
Cape Otway Lightstation #3
Cape Otway Lightstation #4
Cape Otway Lightstation #4
Cape Otway Lightstation #2
Cape Otway Lightstation #5
Cape Otway Lightstation #6
Cape Otway Lightstation #6
Gelas kecil 6,95 Aud
Souvenir gelas kecil 6,95 Aud

Dari Cape Otway Lightstation, kita meneruskan perjalanan menuju Apollo Bay. Waktu itu sudah hampir jam 5 sore dan kita sama sekali belum makan siang jadi kita memutuskan untuk makan di Apollo Bay. Sampai di Apollo Bay, Viba menemukan Iluka restaurant yang sempat diposting Kaki Berangan. Semakin senang melihat Iluka restaurant karena mereka mempunyai HALAL certificate. Yippy!!! Sempat bingung juga ketika melihat daftar menu dan berhubung gw ingin mencoba daging lamb di Osi, gw pun mencoba Lamb Souvlaki. Lamb Souvlaki ini salah satu makanan ala Greek Style, rasa mayonisenya asam (dan gw tidak terlalu suka dengan rasa asamnya) tapi untuk daging Lambnya sendiri gw sangat suka, sangat lembut dan empuk untuk dimakan. Like it a lot!

Iluka Restaurant
Iluka Restaurant
Lamb Souvlaki ; !4 Aud
Lamb Souvlaki ; 14 Aud
Halal Certificate
Halal Certificate

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Melbourne. Sepanjang jalan Apollo Bay merupakan pesisir pantai yang pastinya sangat bagus dilihat untuk perjalanan siang hari, sayang hari sudah gelap dan yang terdengar hanya debur ombak. Sisa perjalanan hari itu di isi dengan pertanyaan Max tentang perbedaan sheep, lamb dan biri-biri. Gw, Viba dan Eden pun sibuk mencari jawaban dengan jawaban akhir Sheep itu domba, Lamb itu anak domba sedangkan biri-biri masih menjadi tanda tanya sampai saat ini. Hahahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s