Visa Australia

Rencananya pengajuan visa akan kita masukan di awal Maret. Tapi karena Viba masih liburan ke Shanghai dan permohonan cuti gw belum disetujui big boss alhasil pengajuan visa pun mundur dari jadwal. Setelah Viba pulang dan cuti gw sudah di acc, kita pun menyusun rencana kapan mau mengajukan berkas visa.
Gw dan Viba memasukan berkas bersama-sama lewat AVAC. Berikut ini adalah informasi tentang AVAC.

AVAC Indonesia merupakan sebuah layanan yang diberikan oleh PT VFS Services Indonesia yang berhubungan dengan Visa, termasuk penerimaan dokumen-dokumen permohonan Visa dan biayanya, dan untuk pengembalian paspor kepada pemohon yang bersangkutan. Layanan dan operasional yang disediakan oleh AVAC adalah sesuai dengan standar peraturan layanan pelanggan yang dimiliki oleh Australian Government Department of Immigration and Citizenship (DIAC).

http://www.vfs-au-id.com/index.html

Pada tanggal 6 Maret 2013, gw dan Viba janjian bertemu langsung di AVAC yang bertempat di Plaza Asia ( nama lainnya Plaza ABDA) di Jl Jendral Sudirman Kav 59, Lt. 22, Zone C, Jakarta. Posisi gedungnya berada di seberang Mall FX, jadi gampang kok cari patokan gedungnya. Pengajuan untuk pemohon Individual bisa dilakukan Senin-Jumat, jam 08.30 – 16.00. Sedangkan pengambilan visa untuk pemohon Individual pada hari Senin-Jumat, jam 14.00 – 16.00. Untuk informasi lebih jelas bisa menghubungi call center AVAC di +62 21 51401590 ataupun melalui Email: info.diacid@vfshelpline.com
Note : Terhitung tanggal 14 April 2014 untuk pengajuan Australia Visa Application Centre di Jakarta akan pindah ke Kuningan City Lantai 2 No. L2-19, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Setiabudi, Kuningan, Jakarta.

Sampai di lobby Plaza Asia, gw lapor di front office untuk mendapatkan ID Card Tamu dan langsung meluncur ke lantai 22. Keluar dari lift, posisi AVAC untuk pembuatan visa australia berada disebelah kanan ketika gw keluar lift. Sedangkan di sebelah kiri tempat AVAC untuk mengurus visa Denmark,Itali dan Spain.

Setelah berjumpa Viba, kita segera masuk menuju ruangan pengajuan visa australia. Sebelum masuk barang-barang diperiksa oleh petugas keamanan dan telepon genggam diminta untuk dimatikan, bukan di silent yaaaa…..!!!!!

Setelah mengambil nomor urut, ternyata kita langsung dipanggil untuk menuju loket. Karena berkas-berkas yang gw pegang ada beberapa yang belum diisi, dengan muka panik kita menuju loket. Viba pun akhirnya memberikan berkas terlebih dahulu dan dicek dengan teliti oleh petugasnya sedangkan gw grasak-grusuk ngisi berkas. Setelah Viba selesai, giliran gw memberikan berkas. List berkas syarat visa Australia yang gw serahkan antara lain:

  • Formulir permohonan 48R yang dilengkapi dan ditanda tangani, per 23 Maret 2013 formulir berganti menjadi formulir 1419. Untuk formulir 1419 bisa didownload di http://www.immi.gov.au/allforms/pdf/1419.pdf
  • Biaya permohonan visa: Rp. 1.190.000 (per 23 Maret 2013), biaya AVAC Rp. 180.000, biaya layanan informasi melalui sms dan email Rp. 20.000
  • Fotokopi dari paspor (halaman biodata, perubahan/tambahan-jika ada, halaman visa dan cap imigrasi), tapi jangan lupa bawa paspor aslinya ya karena nanti setiap halaman fotokopi paspor akan disahkan sesuai dengan paspor aslinya oleh petugas AVAC
  • 1 lembar pas foto ukuran 3×4 dengan latar putih dan wajah proporsi 80%
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga
  • Surat keterangan kerja dalam Bahasa Inggris
  • Invitation letter dari teman di Australia beserta dengan data paspor dan bukti keuangan si pengundang
  • Bukti keuangan antara lain surat refensi bank dan rekening koran 3 bulan terakhir
  • Fotokopi pembayaran pajak (NPWP) *
  • Itinerary selama di Australia *
  • Fotokopi ID Card *
    * Adalah data tambahan yang tidak dipersyaratkan oleh Kedutaan Australia

Untuk informasi detail persyaratan visa Kunjungan ke Australia bisa dilihat disini.

Setelah diterima dengan baik oleh petugas AVAC, kita diberikan kuitansi untuk bukti pengambilan visa dan petugasnya berkata pengurusan visa berlangsung selama 14 hari kerja. Lama ya bow…

Menunggu..Menunggu dan Menunggu…
Sehari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari, 7 hari, 8 hari, 9 hari…

Akhirnya pada tanggal 15 Maret 2013, ada email masuk ke email gw yang berasal dari Kedutaan Australia. Sempet bingung dengan email tersebut karena belum ada konfirmasi email dan sms tentang pemberitahuan pengambilan visa dari AVAC, akhirnya gw kroscek dengan Viba apakah sudah masuk ke email viba. Berikut ini tulisan yang tertera di email masuk

https://pichunotes.files.wordpress.com/2013/05/9988f-visaaussie.jpg

https://pichunotes.files.wordpress.com/2013/05/ac549-visaaussie2.jpg

this pictures belong to www.vibaholic.com

Sempat gak percaya melihat tulisan Entries :  multiple sampai tahun 2016 (FYI, kita mengajukan single visa). Bolak-balik kita berdua saling meyakinkan diri, “Ini bener ya dapat multiple???”. Kalo ditanya,  ” ko bisa dapat sih visa multiple?? ” Jawabannya “Hanya Allah dan petugas Embassynya yang tahu ”  🙂
Alhamdulillah, rejeki gak kemana ya. Siapa tahu nanti ada rejeki main ke Australia lagi. Amin!
*Praying mode on*

Note : Salah satu teman kantor ( lebih tepatnya sih salah satu bos di bagian gw 😀 ) memasukan dokumen visa Australia di hari Jumat siang dan selang 2 hari kerja kemudian (di hari Selasa siang) datanglah email dari Kedutaan Australia yang menginformasikan bahwa visa Australia doski disetujui Kedutaan. Prosesnya benar-benar express! FYI, doski hanya menyerahkan persyaratan wajib, tanpa adanya invitation letter dan sukses mendapatkan visa multiple. Yiiihaaaaaaa….. So happy to hear that!

Hari Senin, tanggal 18 Maret 2013 gw mengambil bukti fisik visa Australia di AVAC. Berhubung Viba berada di Riau, jadi gw pun mengambil punya Viba juga. Tepat pukul 14.00 gw sudah duduk manis di ruang tunggu AVAC, berselang 10 menit nomor antrian gw pun dipanggil. Setelah visa ditangan, segera gw buka amplop putih ituh dan kertas visa itu pun sudah berada di genggaman tangan. Oya, sekarang visa australia sudah tidak ditempel di paspor jadi kita hanya diberikan selembar kertas sama seperti gambar di atas.

So, Australia here we come!

Advertisements

2 thoughts on “Visa Australia

  1. Halo Mba Vika,

    Seru baca blog nya, aku mau tanya tanya dong. Aku rencana mau apply visa tourist, requirements hampir semua siap, tapi ada satu yg sepertinya ga aku miliki, itu kan disebutkan surat keterangan kerja, nah loh kalau baru aja resign gimana tuh ya? terus sekarang pengangguran, keterangan yang ditulis di form aplikasi visanya gimana? Kira Kira tanpa surat referensi kerja bisa di grant ga sih visanya?

    Tolong jawabanya, makasih 🙂

    1. Hai Kenken,
      Surat keterangan kerja merupakan salah satu persyaratan yang diajukan oleh Kedutaan, dengan surat keterangan ini mereka punya kepastian kalau kita akan kembali ke Indonesia dan tidak mencari kerja di Osi.
      Untuk pengisian di kolom form aplikasi, kalau menurut saya dikosongin saja dulu, nanti coba tanya kepada petugas vfs apakah mereka punya saran untuk mengisi karena mereka lebih sering membaca form aplikasi dan familiar dengan jawaban yang masuk.
      Untuk kepastian diterima atau nggak, Kedutaan pasti punya pertimbangan tersendiri. Saya juga tidak bisa memberikan opini apakah visa kamu akan diterima/ditolak. Kemungkinan kalau kamu punya bukti lain yang mendukung seperti tiket PP, bukti booking penginapan ataupun surat referensi dari teman atau keluarga yang di Osi, kamu akan mempunyai point tambah supaya Kedutaan menyetujui visa kamu.
      Good luck ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s