[Korea Selatan] Day 5 – Namsan hanok Village, Bukchon Hanok Village & Itaewon

Hari ini kami memutuskan untuk berangkat agak siang karena efek badan sakit-sakit kebanyakan jalan disehari sebelumnya. Gw dan Iin pun (akhirnya) bisa menikmati sarapan di lantai 1, kita sempat mengobrol dengan salah satu penghuni Housetay yang berasal dari Cina dan baru saja kembali dari Jeju Island bersama keluarganya. Tempting teramat sangat mendengarnya!
Semoga next trip insyaallah sampai ke Jeju yaaa..

Setelah selesai sarapan, kita memulai perjalanan menuju Namsan Hanok Village dengan naik subway jalur 3, turun di Chungmuro Subway Station, keluar pintu exit #3. Cukup mudah untuk menemukan Namsan Hanok Village, begitu keluar dari pintu exit subway akan tampak petunjuk untuk menuju Namsan Hanok Village.

Hanok Village is located in the Pil-doing area, at the northern foot of Namsan Mountain. During the Joseon Dynasty, there were valleys and Cheonu-gak making this an idea place to visit as a summer resort and playground. It’s sometimes called Cheonghak-dong because Cheonghaks (blue cranes) were said to fly around here. In order to gain a glimpse into the lives of our Korean ancestors, five Hanok house were moved here. The house displays various types of furniture and household goods arranged in accordance with the size of the houses and the social status of the people who lived there.
Taken from Namsangol Hanok Village leaflet

Welcome to Namsangol Hanok Village
Welcome to Namsangol Hanok Village
Namsan Hanok Village
Namsan Hanok Village

IMG_4477

IMG_4405

Mejeng dulu...
Mejeng dulu…
Salah satu permainan tradisonal yang berada di Namsangol Hanok Village
Salah satu permainan tradisonal yang berada di Namsangol Hanok Village

Setelah puas berkeliling, kami pun berjalan kembali menuju tujuan selanjutnya yaitu Bukchon Hanok Village. Dengan naik subway jalur 3, turun di Anguk Station keluar di pintu Exit #2, kami berjalan lurus saja kurang lebih 300m untuk sampai ke Bukchon Hanok Village. Sebelum mengelilingi Bukchon Hanok Village, kami mampir ke Tourist Information Center yang berada diperempatan jalan Bukchon-ro.

Bukchon Hanok Village is the perfect destination for those seeking to learn about and enjoy the beauty of Hanok (traditional Korean-style house).

Bukchon is not an official municipal name; rather, it means that it lies to the north of Cheonggyecheon (Stream) and Jongno, the downtown area of Seoul. It used to be the high-end residential district for royal family members and high-ranking government officials.

The sight of a number of Hanok built next to each other, sharing a wall and touching each other’s eaves, will give you a glimpse into the friendly and open-hearted lifestyle of Koreans. This might be the true charm of Bukchon Hanok Village.
Surrounded by Gyeongbokgung (Palace), Changdeokgung (Palace), and Jongmyo (Royal Shrine), the Bukchon area is a traditional residential area in Seoul that boasts 600 years of history. Its location reflects the views of neo-Confucianism, regarding the world and nature, during the Joseon Dynasty. Traditional Korean houses (“hanok” in Korean) are preserved here and clustered between two palaces; stretching alleys branch out across the beautiful surroundings. Home to some 920 Hanok, a museum, and various craft shops hidden away in the alleys, the Bukchon area is a popular spot for busy tourists to catch a glimpse into the 600-year history of Seoul in a few hours.

Hanok architecture places great emphasis on the topographical features of the land on which it is built. Structural arrangements, layouts, and other spatial aesthetics are major concerns here, as are the styles of the buildings themselves. Relatively smaller buildings somehow embrace and complement the beauty of wide fields, high mountains, and the endlessly stretched sky. Though different in atmosphere and form, a walk through Bukchon’s narrow alleys will bring you the fun and excitement similar to a walk through the small streets of Venice.

One house looks like another, a seemingly dead-end alley meets the main street, and the main street somehow becomes a garden of yet another house here.

Let your guard down and walk freely because you will not get lost in Bukchon. All alleys lead to Gyeongbokgung (Palace), Changdeokgung (Palace), or downtown Seoul. A slow walk through alleys growing narrow, wide, and then narrow again, surrounded by old Hanok, will take you on a trip back in time.

Taken from http://english.seoul.go.kr/cav/att/bukchon.php
http://bukchon.seoul.go.kr/eng/index.jsp

Please follow this way..
Please follow this way..
Bukchon Hanok Village
Bukchon Hanok Village

IMG_4553

IMG_4520

Knock..knock..
Knock..knock.. *taken from Mbak Wiwid cam*

Oya, Bukchon Hanok Village sebenarnya tidak dimaksudkan menjadi suatu tempat wisata. Disini merupakan tempat lingkungan perumahan dimana rumah Hanok tersebut dihuni oleh orang Korea (kalau menurut gw sih orang Konglomeratnya Korea yaaa…). Waktu gw menyusuri Bukchon Hanok Village, gw berjalan di paling belakang gank Happy Tour dan saat gw meleng sedikit tiba-tiba gank Happy Tour tidak kelihatan batang hidungnya menghilang. Ketika gw berjalan beberapa langkah, tiba-tiba keluarlah gank Happy Tour dari sebuah rumah (lebih tepatnya dari garasi sebuah Hanok) dengan penghuni rumahnya yang melambai-lambaikan tangan yang menunjukan orang-orang tidak boleh masuk. Saat itu memang ada beberapa orang turis yang keluar dari rumah itu, termasuk gank Happy Tour. Mereka yang di usir pun hanya bisa memasang wajah kebingungan dengan apa yang terjadi.
Para penghuni di Bukchon Hanok Village sepertinya sudah mulai terusik dengan keramaian turis yang mengelilingi daerah ini, sehingga di beberapa tempat banyak gambar dan petunjuk yang menunjukan bahwa Bukchon Hanok Village merupakan daerah pemukiman.

Be quiet,please...!
Be quiet,please…!

Gw sempat penasaran dengan rumah tempat syuting Personal Taste yang berlokasi di Bukchon Hanok Village. Dengan bertanya kepada tour guide yang ada di Bukchon Hanok Village, gw pun niat berkeliling mencari rumah tersebut. Setelah mendapat lokasi rumahnya, kita pun berfoto didepan rumah itu dunk… 😉

the location shooting of Personal Taste
the location shooting of Personal Taste

Lelah berkeliling, perut pun minta jatah untuk diisi. Kami memutuskan untuk berjalan ke Itaewon selain bermaksud untuk mencari makanan yang halal, gw pun bermaksud untuk shalat di Seoul Central Mosque yang berada di Itaewon. Untuk menuju Itaewon kita naik subway jalur 6, turun di Itaewon Station dan keluar di pintu exit #3.

Itaewon merupakan daerah perpaduan dari berbagai macam bangsa dan budaya. Lokasi Itaewon berada di tengah-tengah Yongsan-gu, yang berbatasan dengan bagian utara Sungai Hangang, juga dekat dengan Stasiun Seoul, Myeong-dong, dan Gunung Namsan.

Salah satu sudut jalan di Itaewon
Salah satu sudut jalan di Itaewon

Kita sempat berkeliling beberapa blok di daerah Itaewon untuk mencari makan siang. Akhirnya Mbak Wiwid, Tante Anne dan Epoy memutuskan makan di salah satu restoran Korea, sedangkan gw dan Iin mencoba kebab yang berada di salah satu sudut jalan besar di Itaewon. Tadinya kita sempat tergiur untuk makan es krim yang dijual di toko Kebab tersebut, tapi suhu mulai mendingin kembali dan kita pun menepis pikiran jauh-jauh untuk makan es krim.

Mr. Kebab, price
Mr. Kebab, price 5.500 Won
Seoul Central Mosque
Seoul Central Mosque

Setelah bertemu dengan gank Happy Tour yang lain, kami berjalan mencari Seoul Central Mosque yang berada di Itaewon. Disekitar mesjid banyak restoran yang menyediakan makanan halal, namun disalah satu jalan menuju Seoul Central Mosque ada satu restoran yang menjual makanan Korea dan HALAL, terbayanglah Bibimbap, Bulgogi, Toppoki dan Samgyetang. Sayang perut ini sudah kenyang terisi kebab.. *usap-usap perut*

Karena esok hari gw, Iin dan Mbak Wiwid akan kembali pulang ke Indonesia, setelah menunaikan ibadah shalat, kami pun melanjutkan acara shopping (part 2) ke Myeongdong. Kali ini niatnya gw harus menyelesaikan list titipan orang-orang dan mencari Everysing yang berada satu gedung dengan SPAO. Untuk yang penggila K-Pop pasti tau Everysing, Everysing menjual pernak-pernik dan merchandise SM Entertaiment. Oya, Harga CD album Shinee dijual lebih murah dibandingkan harga CD yang dijual di toko musik di Myeongdong Underground Shopping Center. Jadi kalau memang mau mencari album-album keluaran SM Entertaiment, saran gw beli di Everysing aja ya.

Setelah selesai berbelanja (plus makan cemilan panas di pedagang kaki lima) di Myeongdong, kami kembali ke hostel untuk menuntaskan tugas packing dan menyiapkan mental untuk kembali ke Indonesia esok hari…

Advertisements

2 thoughts on “[Korea Selatan] Day 5 – Namsan hanok Village, Bukchon Hanok Village & Itaewon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s