[Korea Selatan] Day 4 – Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan, Gyeongbokgung Palace, N Seoul Tower

B.O.N.G.K.A.R  P.A.S.A.N.G !!!
Rencananya hari ini kami akan menuju Jeonju dengan menggunakan free shuttle bus . Tapi rencana itu BUYAR setelah kami tertinggal bis yang melintas di ujung mata (bukan didepan mata yaaa).

Hari itu, kami sudah bangun pagi karena sudah mendapat wejangan dari teman-teman gw (yang pernah pesan free shuttle bus tapi gagal jalan ke Jeonju akibat ketinggalan bis) yang mewanti-wanti bis menuju Jeonju  akan berangkat jam 8 TENG! Setelah semua sudah rapih, sambil menunggu yang lain siap, gw pun sarapan. Entah kenapa, saat itu gw memaksakan diri kekeh sumekeuh harus sarapan terlebih dahulu. Mbak Wiwid, tante Anne dan Epoy memutuskan untuk jalan terlebih dahulu menuju tempat free shuttle bus di Dongwha Duty Free Shop Parking lot, Gwanghwamun, sedangkan gw dan Iin akan jalan belakangan setelah gw menghabiskan sarapan. Jam 07.20 gw dan Iin berangkat dari Hongdae Univ Station menuju stasiun City Hall. Mungkin karena gw juga lagi error, yang ada di pikiran gw, bis akan berangkat jam 9 padahal bis akan jalan jam 8. Akhirnya gw pun jalan santai, tapi setiba di Stasiun City Hall  untuk menuju exit #2 kami agak terburu-buru karena sudah hampir jam 8. Begitu sampai di trotoar, tiba-tiba ada seorang Ahjussi yang sudah sangat berumur yang berjalan melewati kami dan di buntuti oleh cewek-cewek. Setelah kami tengok ternyata pengikutnya adalah Mbak Wiwid, Tante Anne dan Epoy. Gw dan Iin sempet bengong melihat kehadiran mereka yang tiba-tiba muncul dari antah berantah. Tapi karena lagi rushing mengejar bis kami tidak mempedulikannya.

Ketika tiba di Dongwha Duty Free Shop Parking lot gw sempat melihat ada bis yang keluar dari parkiran dan masih tersisa 2 bis. Kami pun santai karena berpikir itu pasti bis yang akan kita naiki menuju Jeonju. Tapi waktu itu sudah jam 8 lewat, Iin memutuskan bertanya kepada salah satu sopir bis tersebut. Dan jawabannya diganti dengan bahasa tubuh yang memberi tahu kalo bis menuju Jeonju sudah berangkat. Edisi melongo, bingung dan lemas menjadi satu.. What should we do then?

The free shuttle bus
The free shuttle bus

Kami kemudian melipir ke Dongwha Duty Free Store untuk mencari kehangatan dan terjadilah diskusi serta pembicaraan kebodohan kita tadi. :mrgreen:  Setelah diskusi yang cukup matang, panjang dan (sangat) sedikit perdebatan, kami mempertimbangkan untuk tetap jalan menuju Jeonju dengan menggunakan bis umum atau merubah jadwal esok hari menjadi hari ini. Sehubungan detail menuju Jeonju tidak gw kuasai, kami menunggu jam buka KTO Tourist Information Center, yang berada tidak jauh dari Donghwa Duty Free Store dan kami pun berbincang-bincang tentang kemunculan mendadak ketiga tante-tante. Cerita punya cerita, ternyata mereka bertiga sempat nyasar selama 20 menit setelah keluar dari Subway. Mereka berkeliling mencari pintu exit menuju Dongwha Duty Free Shop Parking lot.  Setelah kebingungan, mereka pun bertanya dengan seorang Ahjussi dan akhirnya Ahjussi tersebut mengantar rombongan cewek-cewek ini menuju Dongwha Duty Free Shop Parking lot dengan tingkat kecepatan berjalan kaki para wanita di kalahkan oleh Ahjussi yang sudah berumur ituh.. ^_^

Setelah KTO Tourist Information Center buka, kami pun berdiskusi dengan petugas KTO. Doski sempat mendiskusikan bahwa untuk menuju Jeonju dapat menggunakan bis atau kereta, tapi dengan pilihan yang agak riskan akhirnya kita memutuskan untuk menukar rute esok hari menjadi hari ini.

Note : Free shuttle bus untuk para turis sudah ditiadakan semenjak Januari 2013. Namun untuk free shuttle rute Jeonju masih diadakan untuk jadwal perjalanan 1 April-25 Agustus 2013, untuk informasi lebih lanjut bisa dibuka di http://jeonju.chesstours.co.kr/en/index.php

Di itinerary memang sengaja gw masukan trip untuk menuju Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan. Untuk para pecinta serial Korea pasti akan familiar dengan pemandangan fortress sebagai latar salah satu scene, fortress tersebut berada di atas gunung dan kita bisa memandang kota Seoul dari atas sana. Berharap gw bisa duduk di atas dinding itu dengan memandang kota Seoul bersama pria Korea yang bisa gw tarik. Loh?!?!?! Akhirnya tempat ini masuk kedalam check list didalam itinerary gw. Namun ternyata tidak banyak orang yang tahu dan menginformasikan tentang tempat ini, gw pun agak kesulitan mencari ‘key word’ untuk tempat ini. Hingga akhirnya gw menemukan gambar fortress di website Visit Korea dan ternyata fortress tersebut bernama Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan. *tersenyum lega*

Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan

In 1392,King Taejo founded the Joseon Kingdom at Suchanggung Palace in Gaeseong and he decided to build a new capital for his dynasty less than a month after his accession. In the 4th year of King Taejo, when Gyoengbokgung Palace, Jongmyo Shrine and Sajikdan Altar had been built completely, the construction of the Seoul Fortress Wall began according  to the construction plan of the capital city established by Jeong Do-jeon.

The Seoul Fortress Wall linking Mt. Bugaksan (342 m), Naksan (125 m), Namsan (262 m) and Inwangsan (338 m) measures 59.500ja in total length (approximately 18,2 km) and consists of earthen ramparts in its flat-lands and fortress in the mountains.

In 1899, while the streetcars were built between Seodamun gate and Cheongnyang-ri, parts of the fortress wall around Dongdaemun Gate and Seodaemun gate were pulled down; in the following year, other parts of the wall araund Namdaemun Gate were demolished because of the construction of the streetcars of the section between Yongsan and Jongno. During the Japanese Ruling era, Seodaemun gate, hyehwamun Gate were torn down. In fact, the fortress wall on the flatlands in Seoul was destroyed compeletly, and at the moment, only 10.5 km (out of 18,2km in total) of the wall in the mountains are left.

Hours of operation
In summer (April-October)             : 09.00 – 15.00
In Winter (November-March)         : 10.00 – 15.00
Closed : every Monday

http://english.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_6.jsp?cid=1060925

IMG_4004

Seoul Fortress Wall
Seoul Fortress Wall

Untuk menuju Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan ada 3 alternatif rute, yaitu

  1. Malbawi Information Center
    –  Naik subway line 3 ke Anguk station, keluar di pintu exit #2, naik Green Bus Jongno 02, berhenti di pintu gerbang Sungkyunkwan University dan berjalan 10 menit ke Waryong Park
    –  Naik Subway line 4 ke Hyehwa Station, keluar di pintu exit #1, naik green bus Jongno 08 ke pemberhentian terakhir (Myeongnyun 3(sam)-ga) dan berjalan 10 menit ke Waryong Park
  2. Sukjeongmun Information Center
    Naik Subway line 4 ke Hansung Univ. Station, keluar di pintu exit #6, naik green bus No. 1111 atau Bus No. 2113 ke pemberhentian terakhir (Seoul Myung Su School) dan berjalan 10 menit
  3. Changuimun Information Center
    Naik Subway line 3 ke Gyeongbokgung Station, keluar di pintu exit #3, naik green bus No. 7212, No. 1020 atau Bus No. 7022 ke pemberhentian bis (Jahamun Pass) dan berjalan 2 menit

Pilihan gw jatuh lewat Malbawi Information Center, setelah turun dari di stasiun Anguk, kami keluar dipintu exit #2 langsung bertemu dengan bus stop. Kami naik Green Bus Jongno 02, sempat kebingungan kami harus berhenti dimana karena tidak ada patokan jelas pintu gerbang Sungkyunkwan University sampai akhirnya kami berhenti di pemberhentian terakhir bis. Sempat bertanya dengan sopir bis, tapi dia pun bingung dan kami berjalan (menanjak) menyusuri trotoar sampai akhirnya bertemu dengan gerbang (lebih tepatnya seperti pos tiket masuk parkiran dan tidak ada tulisan yang menunjukan bahwa itu adalah gerbang Sungkyunkwan University). Dari gerbang Sungkyunkwan University, kami sempat bingung mau berjalan ke arah kanan atau kiri. Kami sempat bertanya dengan supir taksi walaupun doski sudah mencoba mencari lewat GPS, tapi doski masih menunjukan muka bingung dengan peta yang gw punya akhirnya kami mencoba-coba berjalan kaki mendaki ke arah atas (ke arah kanan dan banyak sekali orang yang memakai jaket hiking menuju arah ini) dan akhirnya terlihat tulisan Waryong Park.

Perjalanan menuju Waryong Park
Perjalanan menanjak menuju Waryong Park setelah gerbang Sungkyunkwan University
Waryong Park
Waryong Park

Didepan mata sudah terlihat fortress wall yang gw mimpi-mimpikan. Hati sudah senang (scene-scene drama Korea mulai melintas di pikiran) dan berpikir pasti ini sedikit lagi akan sampai Malbawi Information Center. Dengan sok tahu dari persimpangan setelah Waryong Park, kami pun belok kanan menyusuri turunan disepanjang tembok batu, sempat berfoto-foto dan ketika kami sempat bertanya ternyata kami salah jalur. Whhaaaatttt?!?!?!? Alamat nanjak lagi inih!!!! *ngedumel dalam hati*

IMG_3896

*taken from Iin cam*
*taken from Iin cam*
Rasanya ingin manjat dan duduk di atas tembok sambil memandang pemandangan kota
Rasanya ingin manjat dan duduk di atas tembok sambil memandang pemandangan kota *efek nonton serial korea*
Perjuangan menuju Seoul Fortress Wall *singing naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali*
Perjuangan menuju Seoul Fortress Wall *singing naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali*
The destination
The destination

Ternyata seharusnya setelah bertemu fortress wall, kami harus berjalan lurus (jangan belok kanan!) dan setelah itu langsung bertemu dengan jalanan setapak bertanah dengan dikelilingi rimbunan pohon-pohon tinggi. Setelah berjalan di jalan setapak bertanah ini, sudah mulai banyak petunjuk menuju Malbawi Information Center, jalanan akan semakin menanjak *ngos-ngosan mode on*, menyusuri menaiki tangga kayu dimana bisa melihat pemandangan kota Seoul hingga akhirnya bertemu dengan fortress wall lagi. Sampai disini Gank Happy Tour sudah tidak sanggup mengikuti gw sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke Waryong Park dan kami berjanji untuk bertemu di Waryong Park sesegera mungkin.

Perjalanan menuju Malbawi Center dengan dikelilingi oleh pepohonan tinggi
Perjalanan menuju Malbawi Information Center dengan jalan setapak bertanah & dikelilingi oleh rerimbunan pohon tinggi
Tangga kayu menuju Seoul Fortress Wall
Tangga kayu menuju Seoul Fortress Wall
The direction to Malbawi Information Center
The direction to Malbawi Information Center

Gw mulai menyusuri kembali fortress wall dan 10 menit kemudian (dengan jalan terseok-seok) akhirnya bertemu dengan bangunan kayu bertingkat yang merupakan pertanda itu adalah Malbawi Information Center. Yeaaayyyyy! *sorak-sorak bergembira*

Didepan sudah tampak Malbawi Information Center *yeaaayyyy*
Didepan sudah tampak Malbawi Information Center *yeaaayyyy*
Malbawi Information Center
Malbawi Information Center

Sempat celingak –celinguk melihat banyak orang lalu lalang dan bingung harus memulai dari mana akhirnya gw bertanya dengan petugas yang berada di Malbawi Information Center. Di dalam ruangan Malbawi Information Center terdapat 3 orang petugas yang mencatat informasi pengunjung yang masuk ke Seoul Fortress. Gw mengisi formulir masuk dan menunjukan Paspor ke petugas (Jangan lupa bawa paspor ya!) yang kemudian diberikan name tag untuk dipakai selama berada di Seoul Fortress.

Gw mulai memasuki ke dalam Seoul Fortress Wall dan berjalan menyusuri fortress wall perlahan-lahan. Pemandangan di sekitar Seoul Fortress Wall sesuai dengan apa yang gw bayangkan yaitu pemandangan alur Seoul Fortress Wall yang tampak berliuk-liuk naik-turun, rimbunan pohon dengan daunnya yang berwarna-warni, tampaknya kota Seoul nun jauh disana, dan yang tidak boleh dilupakan juga para penjaga-penjaga keamanan (seperti Paspampres begitu kali ya) yang berstatus ‘young man’ (harusnya kata ini di bold ya?!?!?!), memakai baju celana hitam, kaca mata hitam, bersenjata dan memakai headset. Sumpah, keceh habis!!! Tom Cruise di Mission Impossible pun kalah…

Okeh, mari kembali ke topik Seoul Fortress Wall! :mrgreen:
Ketika gw berjalan, disebelah kanan gw adalah fortress wall, sedangkan di sebelah kiri gw adalah pepohonan rindang yang diselingi dengan pagar kayu (sepertinya dibalik pagar kayu tersebut ada bangunan-bangunan untuk security guard) benar-benar membuat gw merasa tidak berada di Korea. Di area ini sering kali gw berpapasan dengan para Ahjuma-Ahjusi yang hiking dan di beberapa titik, gw melihat para petugas keamanan ini berdiri kejauhan sambil mengawasi orang-orang yang lalu lalang di Seoul Fortress Wall. Dengan banyaknya CCTV yang bertebaran, gw menyusuri Fortress Wall sendirian, ditambah banyaknya Man ‘Oppa in Black’ berkeliaran serta tidak semua spot boleh difoto membuat gw sempat deg-degan juga dan menurut gw, tempat ini jadi terkesan misterius.

which way???
which way???
The stairs at Seoul Fortress Wall
The stairs at Seoul Fortress Wall
Memfoto di area ini sambil celingakcelinguk cari lokasi CCTV
Memfoto di area ini sambil celingakcelinguk cari lokasi CCTV

IMG_4008 IMG_4009

There’re 5 places that you can visit at Seoul Fortress Wall :

  1. Sukjeongmun Gate (Bukdaemun)
    Sukjeongmun Gate, also called Bukdaemun (large Northern Gate) of the wall, means ‘to govern solemnly’, while Sungnyemun gate, also called Namdaemun (large Southern Gate), means ‘to pursue the courtesy’.
  2. Changuimun Gate
    Changuimun Gate, which is Buksomun Gate (small northern gate) situated between Seodaemun Gate and Bukdaemun Gate, means ‘to disclosed the right thing’
  3. Chotdaebawi
    There is at the top of Chotdaebawi (Candlestick Rock) a trace where the Japanese clonialists had driven an iron stake into the rock as part of the effort to annihilate the Korean national spirit during the 1920s when Korea was under the Japanese colonial rule. The rock is enclosed by pine woods & provides a fine vantage point everlooking scenic landscapes of downtown Seoul including Gyeongbokgung palace.
  4. Cheongundae Terrace
    Cheongundae Terrace provides one of the best vantage points at the Mt Bugaksan section of the Seoul Fortress, overlooking Gyeongbokgung Palace and Sejongno Street in the south, various Mt Bukhansan peaks in the north and other sections of the forest walls.
  5. 1.21 Incident Pine Tree
    On January 21, 1968, a group of 30 commandos led by Kim Sin-jo of the North Korea’s 124 Unit sneaked into Seoul to ravage the Blue House (Cheongwadae) before confronting Korean defence forces which led to a fierce combat. The pine tree standing here still keeps a trace of the combat and is called the January 21 Pine.
                                                 *Taken from leaflet Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan*

Gw berjalan sampai pada spot pertama, Sukjeongmun Gate , disini merupakan salah satu spot yang bisa diambil fotonya dan gw mulai sibuk mengambil foto dengan dibawah lirikan maut Oppa-Oppa.
Sukjeongmun Gate merupakan salah satu dari 4 gerbang utama di Seoul Fortress Wall. Gate ini dibangun pada tahun 1936 dengan nama Sukcheongmun ketika Seoul Fortress Wall mulai dibangun, dan kemudian berubah menjadi Sukjeongmun Gate di awal abad ke-16. Karena letaknya yang berada di sebelah utara dari ibukota dan berada di belakang istana kerajaan, Sukjeongmun Gate hampir tidak digunakan kecuali sebagai simbolis. Menurut teori tradisional Yin, Yang dan the Five Elemens, gate ini melambangkan air dan karenanya disebut dengan “energi teduh”. Oleh karena itu, gate ini dibiarkan terbuka dan kemudian gate selatan ditutup ketika Korea dilanda kekeringan selama periode Joseon.

Seoul Fortress
Sukjeongmun Gate
Seoul Fortress
Seoul Fortress Sukjeongmun
View from
View from Sukjeongmun Gate

Setelah puas berfoto, gw memutuskan kembali bertemu dengan gank Happy Tour karena gw tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan mengelilingi Seoul Fortress Wall yang kurang lebih memakan waktu 2 jam (Note : jalannya orang Korea yaaa!) serta ditambah masih banyaknya rencana perjalanan yang harus kami datangi untuk hari itu. Setiba di Malbawi Information Center, gw mengembalikan name tag dan berjalan menuju meeting point di Waryong Park. Ketika bertemu dengan gank Happy Tour, mereka semua sibuk dengan makanan masing-masing…. *geleng-geleng kepala*
Dan kami kembali berjalan kaki ke halte bus yang berdekatan dengan pintu gerbang Sungkyunkwan University dan menunggu Green Bus Jongno 02.

So colourfull!
So colourfull!

IMG_3891

Waiting the Green Bus 02
Waiting the Green Bus Jongno 02 *taken from Mbak Wiwid cam*
Kecil-kecil tapi rambutnya sudah gaya!
Kecil-kecil tapi rambutnya sudah gaya! *stalker sambil nunggu bis*

Selanjutnya perjalanan menuju Gyeongbokgung Palace dengan menggunakan subway jalur 3, turun di Gyeongbokgung Station, keluar di pintu exit #5.

Gyeongbokgung Palace built in 1395, Gyeongbokgung was the main royal palace and heart of the Joseon Dynasty for 500 years. The remaining halls include Geunjeongjeon, where official ceremonies were held & the private quarters of the king and queen.

Jam operasional Gyeongbokgung Palace pada bulan Maret-Oktober : 09.00-18.00, November-Februari: 09.00-17.00 dan tutup pada hari Selasa. Harga tiket masuk sebesar 3000 Won.

Royal guard changing ceremonies #1
Royal guard changing ceremonies #1
Royal guard changing ceremonies #2
Royal guard changing ceremonies #2

Sesampai di Gyeongbokgung Palace sekitar jam 13.00 acara pergantian penjaga sudah akan mulai. Kurang lebih acara pergantian penjaga di Gyeongbokgung Palace sama dengan Deoksugung Palace. Hari itu adalah hari sabtu, Gyeongbokgung Palace sangat padat dikunjungi dimulai dari tour anak sekolah, keluarga, para pasangan dan turis. Kami mengelilingi istana ini kurang lebih sejam. Waktu yang diperlukan untuk mengelilingi Gyeongbokgung Palace bisa dilakukan dalam waktu kurang lebih 4 jam tapi dikarenakan hari itu terlalu banyak orang kami memutuskan untuk tidak berlama-lama di Gyeongbokgung Palace dan menuju N Seoul Tower.

Gyeongbokgung Palace
Gyeongbokgung Palace
The crowd
The crowd
Gyeongbokgung palace tampak samping
Gyeongbokgung palace tampak samping

IMG_4123

IMG_4113

IMG_4127

Berdiri kokoh...
Berdiri kokoh…
In front of Gyeongbokgung palace *taken from Mbak Wiwid cam*
In front of Gyeongbokgung palace *taken from Mbak Wiwid cam*

IMG_4159

Study tour group * perhatikan wajah mereka yang masih 'asli' *
Study tour group * perhatikan wajah mereka yang masih ‘asli’ *

Untuk menuju N Seoul Tower kami menggunakan subway jalur 4, turun di Hyoehyeon Station, keluar di exit #1. Kami berjalan lurus hingga bertemu dengan perempatan lampu merah pertama (ini perempatan jalan besar ya) kemudian belok kanan, berjalan lurus kembali dan sudah terlihat N Seoul Tower. N Seoul Tower berada di posisi kiri jalan, jadi kami harus menyebrang dengan Underpass kemudian mengikuti ke arah N Seoul Tower dan di ujung jalan tampak lift untuk menuju Namsan Cable Car. Ketika tiba di pintu masuk Namsan Cable Car tampak antrian sudah mengular, so kami harus extra sabar untuk menuju N Seoul Tower, oiya untuk harga tiket Namsan Cable Car PP 8000 won.

N Seoul Tower
N Seoul Tower
Lift to Namsan Cable Car
Lift to Namsan Cable Car

Setiba di N Seoul Tower, sesi foto mulai beraksi dimulai dari bagian dasar N Seoul Tower sampai Pohon Gembok Cinta. Suhu plus angin dingin mulai berhembus dan menggerogoti badan, gw yang tertarik untuk masuk Teddy Bear Museum memasang modus perangkap untuk mengajak Iin ikut masuk ke Teddy Bear Museum. Gw dan Iin masuk ke Teddy Bear Museum, sedangkan yang lain memisahkan diri kembali turun.

Sunset view
Sunset view
Seoul city view at night
Seoul city view at night
Night view N Seoul Tower
Night view N Seoul Tower
Pohon Gembok Cinta
Pohon Gembok Cinta
The cute couples!
The cute couples!

IMG_4871Masuk ke Teddy Bear Museum berasa seperti kembali berada di serial Goong A.k.a Princess Hours. Boneka Teddy Bear versi miniatur dipajang di museum ini dengan segala aktifitasnya, dari jaman baheula sampai jaman modern, dari yang imut sampai yang besar. Harga tiket masuk Teddy Bear Museum senilai 8000 Won. Puas mengeksplorasi Teddy Bear Museum, kami kembali ke meeting point.

Teddy Bear Museum
Teddy Bear Museum

IMG_4275

IMG_4289

IMG_4293

Iin and the teddy bear
Iin and the teddy bear
Beneran deh, rasanya ingin bawa pulang ini Teddy Bear!
Beneran deh, rasanya ingin bawa pulang ini Teddy Bear!

Rencananya kami akan bertemu dengan gank Happy Tour dekat dengan tempat makanan di area bawah N Seoul Tower. Inilah awal kerusuhan gara-gara salah tempat janjian. Kami sempat bolak balik antara tempat makanan dan lantai dasar N Seoul Tower, kemudian kembali naik Cable Car dan akhirnya menunggu si Tante di depan lift Namsan Cable Car.

*Semenit, 5 menit, 10 menit, 20 menit, 40 menit…*

Suhu dingin makin menggila, gw sudah lompat-lompat (dalam rangka menghangatkan badan) dan Iin pun sampai niat beli kopi untuk numpang duduk cari heater dan ternyata warungnya tidak punya Heater, yang ditunggu-tunggu tidak menampakan hidungnya hingga akhirnya kami memutuskan kembali ke hostel. Karena kami tidak sanggup dengan suhu dinginnya, kami menuju Hyoehyeon Station melalui Departemen Store. Setelah itu, kami kembali ke hostel. Setiba di hostel kami makan malam sambil menunggu gank Happy Tour yang lain dan 10 menit kemudian mereka pun nongol dengan celotehan yang puaaaanjang luebaaaaar…

Usut punya usut ternyata mereka sempat menunggu di depan lift Namsan Cable Car, ketika mereka memutuskan untuk pergi dari Namsan Cable Car, gw dan Iin pun sampai di depan lift Namsan Cable Car so ceritanya kami selisih jalan dengan mereka. Mereka menunggu di 711 dengan asumsi pasti kami akan melewati jalan di depan 711 untuk menuju pintu #1 Hyoehyeon Station, sedangkan kami berjalan lurus tidak melewati 711 dan masuk ke dalam Departemen Store terlebih dahulu dan masuk lewat pintu #7 untuk menuju Hyoehyeon Station. Intinya, kami masing-masing masuk ke Hyoehyeon Station dengan pintu masuk yang berbeda.

Lesson & Learn : Kalau mau janjian, harus jelas meeting pointnya, kalaupun memang akhirnya tidak bertemu di meeting point (plus sudah putus asa) plan selanjutnya adalah pulang kembali ke hostel. hahahaha… :))

Advertisements

13 thoughts on “[Korea Selatan] Day 4 – Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan, Gyeongbokgung Palace, N Seoul Tower

  1. Oh My God, Vikaa..

    Your shots are awesome! Kayak yg di kalender2 gtu, dipoto sama potografer yg udah profesional.. Hehe..
    Beneran bikin envy bgt, pengen rasanya backpacking kyk lo, tp skr bayangin gendong anak sambil naik turun tangga Seoul Fortress?? *lapkeringet* Hadeeh..

    Keep telling great stories yak.. Someday klo gw mo ke Seoul atau NZ atau maybe Eropah sana, tinggal nanya2 doang ama lo.. Hihi..

  2. halo kak , makasih udah bikin postingannya , inspiring banget buat nanti aku ke korea 😀
    mau tanya dong kak kalau kakak tau , itu kan tgl 16 nov libur, berlaku jg buat gyeongbokgung nggak kak ? makasih kalo sempetin jawab ^^

    1. Hai anthrsaa!
      Saat itu tgl 16 nov jatuh pd hari jumat, sdgkn istana tutup pd hari selasa. Jd istana pd tgl 16 beroperasional sesuai jadwal.
      Oya, kalau kamu ingin jalan ke Korea, jgn lupa cek hari besar di Korea terlebih dahulu ya.. 🙂

      1. panggil saa aja kak vika 😀
        ooh jd ngga ngaruh libur nasional ke libur istana gt yaa ? soalnya ada bbrp pas aku cek di visitkorea yg libur juga pas libur nasional .
        okaaaayyy deh sipsip kak makasih ya kaaak~ ^^

      2. Wkt itu tdk pengaruhnya ke hari operasional istana di korea, tp mgkn Saa bs cb tanya ke KTO Indonesia apakah pd hari libur korea, istana tetap buka atau libur.
        Slmt mnikmati Korea y!
        Ditunggu ceritanya.. 🙂

      3. oooh oke sip makasih ya kak infonya 😀
        hehehe insya Allah doain lancar ya kak ^^
        sama satu lagi mau tanya deh kak , jam di tiket pesawat itu waktu WIB yah kak ? jd kalo aku booking tiket landing 08.20 means 10.20 gt kak ? trus departing dri sna 09.30 means 11.30 dsna kak ?

      4. Amin!
        Semoga lancar ya perjalanannya..
        Jam di tiket itu menunjukan waktu daerah di tempat bandara itu berada, jadi kalau misalnya tertulis di tiket landing di Seoul jam 08.20, maka itu menunjukan jam 08.20 waktu Seoul atau 06.20 Wib. Kalau departing tertulis di tiket jam 09.30 waktu seoul, berarti menunjukan jam 09.30 waktu seoul atau 07.30 Wib.
        Saranku, setiba disana lebih baik langsung mengubah jam dengan memajukan 2 jam di jam tangan atau jam di HP, biar bisa mengikuti ritme selama disana dan tdk terlalu jetlag.

  3. amin amin amin 😀 makasih byk kak ^^
    oooh hahaha ketauan ga pernah naek pesawat ke luar negri xD
    iya sip kak lepas landas langsung ganti jam hp 😀
    makasih buanyaaaak yaa kaaaak :))

  4. woah.. jadi pengen ke fortress wall jugaa.. keren kayaknya disana tapi… agak down ngeliat tangga2 yang harus didaki, hahahaha.. foto2nya keren2 mbak.. jadi pengen cepet2 ke seoul deh. ada rencana ke seoul lagi ga mbak?? hahaha

    1. Hi Annie,
      Mungkin kalau tangganya masih tidak seberapa, Annie. Msh ada 10,5 km yang harus di arungi dengan berjalan kaki, plus beberapa tanjakan. Sebenarnya ingin mencoba eksplor Seoul Forteess, tapi kapan sampai ujung jalannya ya kira-kira? 😀
      Kapan Annie ke Seoul?
      Masih nungguin dana talangan sponsor untuk ke Seoul lagi. Tertarik membantu, Annie? Hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s