Java Jazz 2013, Jazz Up The World

Image

Java Jazz 2013 merupakan salah satu pergelaran musik terbaik di Indonesia yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya dan tahun ini masuk tahun ke-9 dengan mengusung tema Jazz Up The World.

Rencananya gw akan jalan berempat, dengan Iin dan 2 teman kantornya. Sehari menjelang hari H tiba-tiba temannya Iin membatalkan rencananya karena harus masuk kantor, alhasil kita pun sukses berjalan berdua menuju JIExpo Kemayoran.

ImageSepanjang hari itu, matahari menunjukan keperkasaannya. Karena  ini edisi perdana gw nonton Java Jazz, setelah masuk ke JIExpo qt sempat kebingungan bagaimana tahu rundown acara dan peta Hall JIExpo. Sempat bolak-balik, clingakclinguk melihat orang punya jadwal, akhirnya terjawab sudah kalau kita bisa mendapat jadwal show dan peta dengan membeli The Official Java Jazz Magazine Music. Dengan merogoh kocek Iin seharga 25rb (plus bonus kipas), peta dan jadwal pun ada ditangan.

ImageSetelah sibuk putu-putu dan berdiskusi (sambil sibuk kipas-kipas,panas booowww) apa yang akan kita tonton terlebih dahulu, Iin memutuskan untuk mampir ke Official Merchandise.  Dengan keuntungan diskon 20% jika mempunyai CC BNI (sponsor utama JJ 2013), akhirnya gw membeli sebuah Name Luggage, Iin membeli sbuah kaos dan satu Name Luggage dan mendapat bonus The Official Java Jazz Magazine Music. Tau gitu gak beli itu majalah deh! 😉

Jam 5 qt pun masuk ke Tebs Hall, disana sudah terdengar alunan lagu yang dibawakan Indonesian Youth Generation. Indonesian Youth Generation berisi pemuda-pemuda bertalenta di setiap lini.  Mereka sempat memperkenalkan diri, tapi memang dasarnya gw bukan orang yang mudah mengingat nama, nama-nama mereka pun tidak ada yang nyantol di ingatan gw. Yang gw tahu beberapa personelnya sering gw liat wara-wari di acara music TV lokal. Suara sang Vokalis yang berwajah Indonesia Timur sangat terampil dalam menunjukan kehebatan suaranya. Gw cukup terpesona dengan penampilan mereka.

Setelah itu, qt pun memutuskan untuk mencari makanan. Di bagian belakang JIExpo sudah tersedia food court dengan berbagai macam makanan. Hampir semua jenis makanan ada disini, dari nasi goreng, berbagai macam soto, bakmi GM, mie ayam, sate padang, es teller 77, bebek goreng sampai sushi, pizza hut, starbucks. Semua sudah sangat terorganisir dan petugas kebersihannya pun sangat sigap dalam membersihkan sisa-sisa makanan di meja. Berbekal Prepaid BNI yang di top up sebesar 100rb menghasilkan 2 piring Bebek Kaleyo Sambal Merah, 1 es teller dan 2 mineral water ukuran kecil.. (Jangan dibandingkan dengan harga diluar sana ya… )

Image

Setelah kenyang dan mulai merasa kepanasan, kami beranjak menuju pertunjukan Eldar Djangirov di Brava Esquire Hall. Ketika kami masuk, dinginnya AC dan permainan piano klasik Eldar Djangirov menenangkan jiwa. He… 😉

ImageEldar Djangirov  tampil bersama Jazz trio-nya, yaitu Armando Gola (bass) dan Ludwig Afonso (drums). Kehebatan Eldar Djangirov dalam memainkan tuts piano dalam nada cepat-lambat-cepat-lambat-cepat-lambat sangat memuaskan para penonton (terutama gw yang selalu terpesona dengan permainan piano).  Walau hampir sepertiga penonton adalah bule, tapi banyak juga penonton yang berwajah lokal menikmati permainan piano Eldar Djangirov. Berhubung Eldar Djangirov bermain sangat-sangat-sangat-sangat serius dengan posisi membelakangi penonton, alhasil yang tampak pun hanya punggung Eldar Djangirov selama pertunjukan. Gw pun penasaran liat wajahnya seperti apa, sampai-sampai Iin pun berkelakar, “ Lama-lama, pasti dia kaget nih kalau penonton dibelakang punggungnya sudah menghilang satu persatu karena keasikan main piano “ 😀

Puas mendengar permainan piano Eldar Djangirov, gw pun minta supaya qt  beranjak pindah ke Hall sebelah. Sesuai jadwal jam 18.45 akan ada Yannick Bovy, yang menurut referensi majalah, doi akan menunjukan pertunjukan romantis. Setelah pindah ke hall sebelah ternyata sudah ada Nino yang sedang performance. Setelah dicek ulang, ternyata jadwal Yannick Bovy mundur dan akan main di jam 20.45. Kami pun memutuskan untuk berkeliling menuju lantai 4 (atau 6 ya?).. tapi  ternyata tidak ada performances  yang sedang berlangsung di lantai atas.

Kami pun turun kembali untuk melihat show nya Dewi Sandra. Tampak diluar  gate MLD Spot Hall, penonton pun sudah banyak yang mengantri dan kami pun membelokan kaki menuju PAC Hall, dimana Yari (teman gw yang mendadak memutuskan untuk menonton Java Jazz dengan tiket gretongnya ituh) sudah duduk manis disana.

Setelah sibuk kirim sms dengan Yari untuk memberikan informasi lokasi duduk nya (oya, walaupun Telk*msel menjadi sponsor utamanya, tetap saja sinyal menghilang dari permukaan bumi JIExpo itu terjadi alhasil gw cm bs sms), gw pun berhasil menemukan Yari… *senyum kemenangan*

Didalam MLD Spot Hall sudah ada Jose James yang sedang bernyanyi. Agak-agak unik karena kali ini gw mendengar lagu-lagu yang beraliran R&B, hip hop dan jazz. Jose James diiringi oleh pemain Saxophone (atau terompet?) yang berwajah Asia, brambut Kribo serta seorang pemain gitar. Untuk yang memang tidak terbiasa mendengar music Jazz pasti akan bingung dengan jenis musik ini, seperti yang terjadi pada temen gw,Yari. Berikut ini cuplikan sms qt berdua.

“Lo ngomong apa sih? “

“Gw dsini aja, jalan menuju lo syusah “

“Masa sii… Tp jgn tinggalin gw yah,. Gw gak ngerti niy musiknya.hahaha.. “

“ Kayaknya nnt jam 20.45 pindah ke sebelah. Ikut?”

“ 20.45 ada apa disebelah? “

“Ada cow ganteng! Hahahaha… “

“ Hahaha… Maneee… Gw bener2 gak ngerti sama lagunyaaa…”

“ Hahaha… Gaya bener lo sih ksini pk g ngerti”

“ Kan gratisan… hahaha.. Jazz gak ngerti….”

“ Gw pnasaran nih, yg duduk dkt kamera ada bule kl dr smpg mirip Michael Buble “

“ Gelap kaleee…. Emg keliatan???hahaha…”

“Makanya gw pnasaran liat dari depan “
*Selamat menebak akhir pembicaraan sms inih*

Kami beranjak ke Hall sebelah lagi untuk menonton Yannick Bovy, yang ternyata gatenya belum buka. Akhirnya kami pun masuk menuju Dewi Sandra performance. Untuk masuk pun sulit karena ternyata didalam sudah padat dengan penonton, kami berdiri berada di barisan paling belakang. Gw pun penasaran dengan suaranya Dewi Sandra  dan penampilan terbarunya dengan memakai Hijab. Dewi Sandra membawakan Oh Kasih versi Jazz, dan tidak lama kemudian muncul penyanyi aslinya Shanty memberikan kejutan kepada pengunjung Java Jazz. Performance yang sangat menarik apalagi Shanty sangat lincah..

Setelah selasai, kami pun kembali ke rencana awal menuju Yannick Bovy performance. Gate masih ditutup, dan kami menunggu sekitar 5 menit untuk kemudian masuk ke dalam Kementerian Perdagangan Hall. Kami memutuskan untuk duduk (di bawah) ditengah-tengah hall seperti orang-orang yang lain yang sudah duduk, toh ini lagu romantis berarti harus dinikmati. Namun didepan sudah ada beberapa baris orang yang berdiri di depan panggung.

IMG_5302

Image

Image

Akhirnya yang dinanti pun muncul. Ketika Yannick Bovy mulai bernyayi, orang-orang pun semakin banyak yang memutuskan untuk berdiri didepan stage. Gw cukup memandangi dari tengah hall. Di lagu kedua I’ve Got U Under My Skin, terdapat sepasang bule yang berdansa ditengah hall. How sweet!!!
Hmm…Pikiran pun mulai membayangkan sosok Yannick Bovy yang terdengar seperti suara Michael Buble.

Dengan wajahnya yang Good Looking dan suaranya yang merdu, cukup membius  penonton, terutama para wanita yang berada didepan stage (yang berteriak-teriak). Ketika pengunjung berdiri mulai berkurang, gw pun mulai menghilangkan rasa malas ini untuk maju ke depan stage demi melihat wajah Yannick Bovy lebih dekat. Slangkah demi selangkah, akhirnya gw bisa maju di depan stage dengan kurang lebih jarak 2 meter didepan stage. And, He’s so GORGEOUS! *buka mata lebar2*

Ditengah performance nya Yannick Bovy sempat bercerita tentang kemacetan di Jakarta yang luar binasa, “It Sucks!”,he said. Dia pun bercerita cuacanya yang sangat panas sehingga dia pun harus bermandi keringat. Itulah Jakarta!!!

Selesai terpesona dengan Yannick Bovy, kami pun beranjak menuju Marcus Miller di BNI Hall. Untuk masuk pun sudah mulai tersendat, bersusah payah kami melewati orang-orang dengan minimnya penerangan. Setelah duduk gw pun mulai menikmati pertunjukan jazz. Cukup berat pertunjukan kali ini, akirnya gw mulai merebahkan diri di karpet hitam (yang sudah diinjak puluhan ribu orang itu) sambil menunggu pertunjukan selanjutnya dari Tompi.

Pukul 23.30 Tompi memulai pertunjukan. Dengan tipikal suara khas Tompi, mengalunlah lagu-lagu jazz. Di lagu penutup Menghujam Jantungku, Tompi dan pemain musik lainnya (Piano, Gitar, Bas, terompet dan saxophone) menunjukan keterampilannya. Didalam lagu Menghujam Jantungku di selipkan medley lagu Satu-satu aku sayang ibu, Halo-Halo Bandung, soundtrack Warner Bross, Bintang Kecil. Great performance, dr. Tompi!!!

Image

Kami pun beranjak ke Hall sebelah dan disana sudah Wouter Hamel yang merupakan penyanyi asal Belanda.  Pertama kali yang terbayang ketika melihat aksi panggungnya yang sangat atraktif dan sangat lincah, mengingatkan gw kepada Jamie Cullum. Apalagi mukanya juga setipe ditambah muka jailnya ituh bikin gregetan. Sayangnya gw hanya bisa mendengar satu lagu dan agak menyesal karena gak sempat menonton keseluruhan pertunjukannya.

Pukul 01.00 dini hari kami pun berencana untuk pulang, tapi mengingat orang-orang juga sedang berjuang keluar dari parkiran, kami memutuskan untuk menunggu hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami sempat mampir (kembali) ke stand official merchandise dan menuju stage outdoor, masih ada Sweet Mouztache yang beraksi. Tepat pukul 02.00 setelah performance mereka selesai, kami pun beranjak menuju parkiran. Lelah seharian berkeliling Java Jazz terpuaskan dengan penampilan para pengisi acara yang keren dan ciamik.

See you next year, Java Jazz!!!

Advertisements

2 thoughts on “Java Jazz 2013, Jazz Up The World

  1. Jdnya lo berhasil liat cowok ganteng itu gak di kegelapan? Hahaha….
    Jazz music is ok vik lama2 hihihihiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s