[Korea Selatan] Day 2 – Downtown Seoul

Image
Touch down Incheon International Airport

Langit sudah mulai tampak terang di balik jendela pesawat ketika saya bangun, saya pun melirik jam tangan.  Hmmm… Jam 04.35 , berarti di Seoul sudah jam 06.35 . Setelah menunaikan ibadah salat subuh, saya pun sibuk memfoto sunrise yang mewarnai langit saat itu. Tak lama kemudian mbak-mbak pramugari pun mulai sibuk mengeluarkan sarapan pagi dengan menunya  yang sangat Indonesia sekali.

View from the top
View from the top

Pesawat landing di Incheon International Airport pukul 09.25. Saya pun mengintip dari jendela pesawat, banyak petugas airport yang memakai jaket tebal. Mulai membayangkan berapa derajat suhu diluar sana… *bongkar tas mencari sarung tangan*

Setelah keluar dari gate, kami pun naik kereta penghubung menuju Imigrasi. Tampak dari kejauhan, antrian imigrasi sudah mulai mengular. Entah kenapa, walaupun saya sudah bolak-balik bertemu Imigrasi, tetap saja sensasi deg-degan dan panik itu selalu menggerayangi hati dan pikiran.

Menuju train
Went to shuttle train *taken from Mbak Wiwid Cam*
Menunggu kereta
Waiting shuttle train *taken from iin Cam*
Before Immigration gate
Before Immigration gate

Tidak ada pertanyaan yang dilontarkan oleh petugas imigrasi, saya pun melenggang bebas keluar dari imigrasi. Setelah mengambil bagasi dan menyerahkan kertas Custom Declaration, kami pun menuju meeting point untuk bertemu dengan Tante Anne dan Epoy. Dua sosok makhluk ini adalah teman Mbak Wiwid. Mereka sangat suka sekali tertawa dan melakukan hal-hal tidak senonoh (read:aneh), oleh karena itu saya pun menamakan genk perjalanan kali ini Happy Tour.

Hostel Housetay yang kami tinggali berada di daerah Hongik (ataupun dikenal dengan Hongdae). Kami memutuskan menginap di daerah Hongik karena Hongik merupakan daerah yang cukup strategis baik dari arah bandara dan kota Seoul, harga hostel yang cukup terjangkau kantong dan tempat hang out-nya anak muda Korea.

Menuju Housetay bisa menggunakan A’REX (Airport Railroad) menuju Hongik University seharga 3.950 KRW. Ketika membeli tiket single trip akan dikenakan harga 4.450 KRW, namun jangan lupa untuk memasukan kembali tiket ke mesin deposit ketika tiba di Hongik University Station. Dari mesin deposit akan dikembalikan 500 KRW, lumayanlah untuk beli permen..  😀

Mejeng sebelum naik AREX
Mejeng sebelum naik AREX
Waiting A'REX
Waiting A’REX

Setelah tiba di Hongik University Station, kami keluar menuju Gate #7. Agak susah ketika kami harus menarik koper diantara tangga-tangga menuju trotoar, terutama ketika kami sempat nyasar kurang lebih 25 menit. Tapi kesusahan itu terbayar sudah ketika melihat papan Housetay dan bertemu dengan penjaga Housetay yang keceh ituh.hohohoho….  *lap iler*

Image
Deoksogung Palace

Setelah mandi dan makan siang (mie instant yang dibawa dari Jakarta lebih tepatnya), kami mulai beranjak menuju destinasi pertama yaitu Deoksugung Palace. Doeksogung Palace pertama kali dibangun sebagai tempat tinggal kerajaan, namun berubah fungsi menjadi istana ketika raja tinggal di Deoksugung Palace di tahun 1952, yaitu setelah invasi Jepang. Selama masa penjajahan Jepang,  di bangunlah bangunan dengan gaya barat di istana ini, sehingga Deoksugung Palace merupakan satu-satunya istana yang dibangun dengan bergaya modern.

Dari Hongik Univ. Station kami naik train menuju City Hall Station dan keluar di exit #2. Disekitar City Hall Station kamu akan mudah sekali menemukan petunjuk untuk menuju Deoksugung Palace, namun perhatikan dengan seksama karena terdapat 12 pintu exit di sekitar City Hall Station, jadi pastikan kamu keluar di pintu exit yang benar.

Harga tiket masuk Deoksugung Palace sebesar 1.000 KRW. Ketika saya masuk Deoksugung Palace tampak daun-daun berwarna-warni yang menjadi latar Deoksugung Palace. Inilah yang  sangat saya suka ketika saya travelling di musim gugur, daun-daun tampak sangat berwarna-warni dan saya pun tidak akan berkeringat karena suhu berkisar di 5-20 derajat Celcius.

Breathless
Breathless part #1
Breathless part #2
Breathless part #2

IMG_2920

IMG_2924 kecil

Image
After the Royal Guard Changing Ceremonies

Kami pun sibuk mengeksplor spot-spot terbaik untuk bernarsis ria. Tak terasa dari jauh terdengar suara genderang yang menandakan waktunya untuk Royal Guard Changing Ceremonies. Upacara ini  berlangsung pada pukul 11.00, 14.00 dan 15.30. Jadi pastikan kamu tidak melewati upacara ini jika sedang berada di Deoksugung Palace. Kami pun segera bergegas mencari posisi untuk menonton upacara ini. Setelah upacara selesai, para pengunjung akan diberikan kesempatan untuk berfoto dengan para penjaga. Untuk informasi Deoksogung Palace bisa dilihat di http://www.deoksugung.go.kr/eng/index.asp

Image
(Falling in) Love the stone-wall road that encircling Deoksugung Palace!

Jika kamu sudah sampai di Deoksugung Palace, jangan lupa untuk berjalan memutari dinding batu yang berada di luar sekitar Deoksugung Palace!
This is the perfect place to get the picture of stone-wall. And I just already falling in love with this place..

Kami mulai bergerak (read:berjalan kaki) menuju Gwanghwamun Square. Saya  pun sangat menikmati perjalanan menuju Gwanghwamun Square, udara berhembus dingin (cenderung mulai kedinginan sih), daun-daun kuning menghiasi pepohonan dan jalan-jalan serta keteraturan para pengguna jalan. Note: Selama di Seoul saya jarang sekali mendengar klakson mobil…

IMG_0905

IMG_3076 kecilKaki-kaki-kaki-kaki-kaki

Jika kamu tidak sempat mengambil brosur atau peta di Incheon International Airport, kamu bisa mampir di KTO Tourist Information Center yang berdekatan dengan Gwanghwamun Square. Jangan khawatir, para petugas disini sangat fasih berbahasa inggris dan mereka pun dengan sigap membantu kita untuk memberikan informasi secara detail. Saya sudah membuktikannya ketika saya tertinggal bis menuju Jeonju dan saya bingung dengan rute menuju Seoul Fortress Wall of Mt. Bugaksan. Petugas disini memberikan informasi rute jalan dengan bahasa inggris yang fasih dan jelas.

di sebelah kiri tampak Infomation Center
di sebelah kiri tampak KTO Tourist Infomation Center

IMG_3097 kecil

Image
Gwanghwamun Square, In front of King Sejong the Great Statue

Di Gwanghwamun Square berdiri dua patung yang merupakan tokoh sejarah yang paling dihormati di Korea, yaitu King Sejong the Great dan Admiral Yi Sun-Shin. Dari Gwanghwamun Square, tampak terlihat pintu Gyeongbokgung Palace. Namun saat itu sudah jam 5 sore dan sedangkan Gyeongbokgung Palace tutup jam 6 sore, sehingga kami pun memutuskan untuk mengubah rute menuju Myeongdong Market.

Gyeongbokgung Palace at 5 PM
Gyeongbokgung Palace at 5 PM, hanya tinggal satu pintu yang terbuka
Gwanghwamun square; 5 PM
Gwanghwamun Square; 5 PM

Dari Gwanghwamun Square, kami menyebrang menuju Cheonggyecheon Stream. Dari depan Cheonggyecheon Stream terdapat tulisan Seoul Lantern Festival 2012 yang diadakan setiap setahun sekali. Namun karena hari belum gelap, yang tampak adalah seperti lampion kertas biasa. Orang-orang pun belum ramai mengunjungi festival tersebut dan kami menyusuri sepanjang Cheonggyecheon Stream dari atas menuju Myeongdong.

IMG_3134

Sepanjang jalan menuju Myeongdong, banyak sekali lalu lalang para pria Esmud yang ber-Jas rapi serta para perempuannya yang memakai coat tebal dengan rok mininya. Disaat saya mulai mulai memakai syal dan sarung tangan, bahkan mereka memakai rok mini!!! Sepertinya kulit mereka tebal sekali ya…. 😉
Oya, saya tidak begitu banyak memfoto para pria-pria dan wanita-wanita yang stylish ini karena terkadang mereka menampakan raut wajah yang aneh ketika saya mulai membidikan kamera ke arah mereka , alhasil saya pun jiper untuk memfoto mereka.

Myeongdong merupakan daerah pertokoan yang dipenuhi dari toko aksesoris, toko kosmetik, toko baju dari brand lokal Korea sampai brand Internasional.  Tak luput pula pedagang kaki lima yang menjajakan makanan, sepatu, aksesoris dan pernak-pernik K-Pop. Karena kami sudah lapar, kami pun mencari tempat makan dengan harga terjangkau. Agak sulit mencari makanan halal di Myeongdong dan akhirnya kami mampir di salah satu restoran kecil dan saya memesan Nasi Goreng Seafood (bonus Kimchi) seharga 7.500 KRW dengan rasanya yang lumayan deh.

Our dinner!
Our dinner!
Image
Myeongdong

Selesai makan malam, kami berjalan mengelilingi Myeongdong. Mayoritas para Mbak dan Mas SPG yang berkerja di toko kosmetik akan berteriak memberikan promosi-promosi dagangannya. Saya pun akhirnya tertarik dan mampir di toko kosmetik Skin Care untuk membeli salah satu produk mereka.  Tak lupa Iin melipir ke salah satu penjaja sepatu boot  dan dengan sukses pulang membawa sepatu boot baru. Selesai berkeliling, kami berjalan kembali menuju Cheonggyecheon Stream .

Image
Seoul Lantern Festival 2012
Before the main gate
Before the main gate

Saat itu, orang-orang sudah memenuhi Cheonggyecheon Stream. Karena ini adalah festival yang diadakan setahun sekali, masyarakat kota Seoul (dan kota Jakarta) tampak memadati festival ini. Untuk berjalan pun sangat lambat, karena orang-orang akan berhenti disekitar lampion untuk mengabadikannya dalam kamera. Di dekat pintu masuk utama terdapat meja panjang dimana kamu bisa membuat lampion sendiri dan mengapungkannya di salah satu tempat di Cheonggyecheon Stream. Oya, Festival lampion ini biasanya diselenggarakan di pertengahan bulan November, jadi pastikan untuk mampir bila sedang berlibur di Seoul.

Image
How to make lantern
The wall of love lantern
The wall of love lantern

Puas berfoto di Cheonggyecheon Stream, kami memutuskan untuk kembali ke hostel dan mengistirahatkan kaki ini untuk perjalanan esok hari menuju Nami Island.
* waktunya tarik selimut*

Advertisements

4 thoughts on “[Korea Selatan] Day 2 – Downtown Seoul

  1. Vik, saran nih ya… foto-fotonya diperbanyak dan diperbesar yaaa… hihihi… trus kalo bisa sih dikasih tau juga hal-hal umum maupun unik dari tempat-tempat wisata yang lo datengin itu, misalnya harga tiket, how to get there, dan ketika kita ngomongin korea, mungkin lo bisa cerita gimana reaksi mereka melihat lo yang berjilbab karena sampe sekarang pun itu masih hal yang cukup asing buat mereka :mrgreen:

    Eniweeeiii, ditunggu crita-crita selanjutnya yaaa… Gw sedih nih, laptop lagi di opname jadi belom bisa blogging lagih *ini minjem laptop temen kantor*

    Keep on writing, Doc! 😆

    1. Thx for d advice,ke!
      kmrn krn bingung mst ngedit putu ulang lagi dan memakan waktu byk, alhasil seadanya aja dl.
      Bikin blognya aja dah makan waktu sndr, maklum deh beginner jd kosa kata masih tbatas.
      Thx 4 d support!
      *kecup basah*

      1. sabar ya cuuuuuyyy… lama-lama biasa kok, dan malah jadi nagih harus nampilin poto yang ciamik *bahasa taon 80-an bener* 😆

        *kecup tidak basah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s