[Korea Selatan] Day 1 – The Journey Begin

April – Mei – Juni – Juli – Agustus – September – Oktober – November

Berbekal tiket Early Bird Garuda yang saya beli di bulan April 2012, saya, Iin dan Mbak Wiwid berangkat menuju Korea dengan rute Jakarta-Denpasar-Seoul. FYI, pada tanggal 16 November 2012 adalah hari cuti bersama, jadi pada bulan April saya sibuk grasak-grusuk cari teman seperjalanan yang mau mengorbankan hari-harinya untuk sebuah liburan. Setelah mengompori (read:meyakinkan) Iin (dan kakaknya, Mbak Wiwid), kita memutuskan untuk membeli tiket Early Bird tersebut. Namun dikarenakan keterlambatan (read:pertimbangan yang lebih lanjut) dalam mengambil keputusan membeli tiket, seharusnya kita bisa dapat tiket direct flight Jakarta-Seoul. Hanya selang dua hari, ketika saya cek web Garuda, harga promo direct flight sudah tidak tersedia, yang tersisa hanya rute Jakarta-Seoul dengan transit via Denpasar. Harganya pun sama dengan harga direct flight Jakarta-Seoul.. 😦

14 November 2012
Perjalanan pun dimulai setelah adzan Dzuhur, saya dan Iin yang memang sudah cuti pada hari itu memutuskan untuk menggunakan Bis Damri dari Ps Minggu. Mbak Wiwid yang masih berkerja setengah hari, sepakat bertemu langsung di Soetta. Sedangkan 2 teman yang lain (Tante Anne dan Epoy) menggunakan pesawat Air Asia, jadi kami akan bertemu esok hari di Incheon Airport.

Setelah tiba di Soetta, kami langsung check in di counter yang tertulis “Korea via Denpasar”. Tak lupa membayar tax domestik dan memastikan label bagasi sudah tercetak dengan benar (tertera DPS-ICN), kami pun keluar terminal 2F menuju restoran siap saji KFC… *usap-usap perut*

Image
Killing time

Setelah selesai makan, kami segera masuk kembali ke terminal 2F. Saat itu kondisi bandara sudah mulai hiruk pikuk dengan orang-orang yang akan memanfaatkan long wiken (termasuk kita dunk). Dan tepat pukul 17.10 pesawat pun take off menuju Denpasar..

Setelah tiba di Ngurah Rai Airport, kami bergegas keluar dan menuju Terminal Keberangkatan Internasional, lapor ke petugas counter, membayar tax internasional, kami pun menuju ke lantai dua. Saat itu jam menunjukan jam 1/2 10 malam,berarti masih ada 3 jam lagi menuju jam 00.20.
Untuk yang sangat suka belanja, di lantai dua Ngurah Rai Airport banyak sekali toko duty-free yang buka 24 jam. Tapi harga barang disini sangat tidak duty-free sehingga kami pun hanya mampir di Circle-K untuk membeli minum dan berthawaf di lantai dua. Lelah berkeliling, kami memutuskan untuk mencari tempat duduk. Sayangnya tempat duduk di lantai dua ini sangat terbatas, kami pun harus berkeliling kembali untuk mencari tempat duduk.
Setelah menunggu kurang lebih 3 jam 35 menit (pesawat delayed selama 45 menit), akhirnya pengumuman pesawat akan segera boarding pun diumumkan.

Pesawat lepas landas dengan sempurna di jam 01.15, saya pun dengan senang hati segera menyeting posisi tidur. Pesawat yang saya tumpangi mempunyai setingan posisi seat 2-4-2 (Iin duduk di posisi seat ber-4,Mbak Wiwid dan saya di posisi seat ber-2), Mbak Wiwid yang baik hati (dan tidak sombong) pindah tempat duduk bersebelahan dengan Iin. Dengan berbekal seat yang kosong disebelah saya akhirnya saya pun bisa memanjangkan kaki dan tidur dengan nyaman.

See you soon, Indonesia!
Can’t hardly wait to see Seoul!

Image
Jakarta di malam hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s